Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
217. bersyukur


__ADS_3

Keesokan harinya Khayra pun pergi ke rumah sakit pagi-pagi sekali.


Ceklek


Khayra pun membuka pintu kamar rawat sang putri. Khayra melihat Dania sedang menyusui baby Sakha. Sedangkan Khalid terlihat sedang tertidur di sofa.


" Assalamualaikum..."


" Walaikum salam."


Khayra pun langsung menghampiri anak dan cucunya.


" Khalid tidur dari jam berapa?" tanya Khayra.


" Habis subuh Mom, Abang nggak tidur semalam."


" Mommy bawain kalian sarapan?."


" Dania sudah sarapan Mom."


" Oh, tapi habis menyusui Sakha pasti kamu akan lapar lagi."


" Iya sih Mom Dania juga merasa kaya gitu."


" Ya udah Mommy bangun Khalid dulu biar dia sarapan." Khayra pun berjalan ke arah sofa dan membangunkan Khalid.


Khalid yang merasa tidurnya terganggu langsung membuka matanya. Dan pertama yang di lihat adalah wajah mama mertuanya.


" Eh... Mommy maaf Khalid pulas tidurnya " Ucap Khalid yang langsung bangun dan duduk di sofa. Khalid yang merasa nggak enak dengan Mommy mertuanya.


" Nggak apa-apa lid, Mommy cuma mau nyuruh kamu sarapan dulu. Setelah itu kamu pulang aja dulu istirahat nanti baru ke sini lagi. Biar Mommy yang jagain Dania."


" Tapi Mom."


" Nggak apa-apa kamu juga harus istirahat biar nggak sakit kalau sakit siapa yang akan membantu Dania mengurus Sakha."


" Baiklah Mom, Khalid ke kamar mandi dulu mau cuci muka."

__ADS_1


Setelah cuci muka Khalid pun langsung memakan sarapan yang di bawakan oleh Mommy mertuanya.


Setelah makan selesai Khalid pun pamit pulang dan Nanti dia akan kembali lagi.


Sementara setelah Khalid pergi baby Sakha pun kembali bobo.


" Sayang mau makan sekarang?." Tanya Khayra.


" Boleh Mom."


Khayra pun menyiapkan makan yang dia bawa.


" Nih sayang di makan dulu." khayra memberikan kotak makan ke Dania.


" Mom kalau baby Sakha sudah bisa di bawa jauh boleh nggak Dania pergi ke makam mama papa." ucap Dania yang entah mengapa semalam dirinya bermimpi bertemu dengan kedua orang tuanya.


" Astaghfirullahaladzim sayang Mommy lupa, Dulu Mommy mau ajak kamu ziarah tapi keburu kamu hamil." ucap Khayra yang merasa bersalah.


" Berapa kali Mommy sama Deddy mau ajak kamu ziarah tapi selalu saja nggak jadi karena kesibukan Mommy dan Deddy. Apalagi semenjak kamu menikah belum pernah ziarah lagi ya."


" Maafin Mommy ya sayang." kata Khayra yang merasa bersalah.


" Nggak apa-apa Mom, Dania mengerti kok Mommy sama Deddy itu sibuk. Tapi Dania percaya walaupun Mommy dan Deddy belum sempat ajak Dania lagi untuk ziarah. Dania yakin nama kedua orang tua Dania selalu di sebut dalam setiap doa Mommy dan Deddy. " Ucap Dania sambil tersenyum.


Dania mengerti Mommy nya merasa bersalah.


" Lagi pula setiap malam Jumat Mommy dan Deddy selalu menyertakan nama mereka di acara yasinan baik di adakan di rumah , di masjid yang di bangun Oma dan opa, di panti asuhan. Bahkan kakek dan nenek juga selalu menyertakan nama mama dan papa di setiap yasinan yang di gelar di pesantren."


" Pasti kamu kangen banget ya sama mama dan papa kamu "


Dania mengangguk.


" Mom semalam Dania mimpi mama dan papa datang menemui Dania yang sedang mengendong Sakha. Dalam mimpi Dania mama dan papa tersenyum bahagia. Mereka juga mengelus kepala baby Sakha setelah itu mereka pergi. Tapi sebelum pergi papa berpesan untuk berbakti kepada suami dan juga berpesan untuk menjadi ibu yang baik. Dan Mama juga bilang untuk mencontoh Mommy dan Deddy dalam mendidik anak-anaknya. Mama juga bilang kalau mama dan papa sudah bahagia karena sudah menitipkan kalian pada orang yang tepat. hiks...hiks.." Dania sudah tidak bisa membendung lagi air matanya.


" Sudah sayang nanti kita ziarah ya kalau Mommy sama Deddy nggak bisa kan sekarang sudah ada Khalid yang bisa menemani kamu. Kalau kamu khawatir membawa Sakha yang masih bayi bisa di titip ke Mommy sayang." Ucap Khayra sambil menghapus air mata di pipi Dania.


" Nanti aja Mom kalau baby Sakha sudah besaran dikit dan bisa diajak pergi jauh biar dia nengokin kakek dan neneknya."

__ADS_1


" Atur saja sayang tapi kalau kamu rasa sudah sangat merindukan mama dan papa kamu. Kamu tinggal bilang ke Deddy biar di urus sama Deddy."


" Iya Mom, Terima kasih banyak."


Tiba-tiba baby Sakha bangun Khayra pun langsung menghampiri sang cucu.


" Kenapa Mom?." Tanya Dania.


" Popok Sakha basah sayang.' Jawab Khayra.


" Aduh cucu Mima ( Panggil sang cucu untuk dirinya singkatan dari Mommy Oma, Sedangkan ustad Gibran di panggil dengan pipoy ) Kita ganti dulu ya popoknya nanti baru Mima gendong." ucap Khayra yang mengajak bicara sang cucu.


Setelah selesai mengganti popoknya Khayra pun langsung mengendong sang cucu.


" Semalam baby Sakha rewel nggak.'


" Nggak Mom, Sakha hanya nangis kalau haus sama popoknya basah aja. Selebihnya anteng. Cuma Abang aja yang nggak bisa jauh-jauh dari Sakha selalu berada di samping box Sakha. Baru habis subuh Dania paksa untuk tidur "


" Biarkanlah sayang mungkin Khalid lagi seneng dan nggak mau jauh dari baby Sakha."


" Iya Mom, Dania juga bersyukur punya suami seperti Abang karena Abang sangat pengertian dan juga sangat menyayangi Dania."


" Pasti kamu dulu nggak akan pernah berpikir kalau Bakal menikah dengan seseorang yang sama sekali belum kita kenal tapi kita begitu yakin kalau dia yang terbaik."


" Iya Mom dulu Dania sangat takut kalau pernikahan ini nggak akan bertahan lama. Apalagi baru kenal tapi langsung menikah."


" Sama Mommy juga begitu, Malah dulu Mommy tuh paling kesal kalau sudah Deddy yang ngajar."


" Kenapa Mom?."


" Iya dinginnya minta ampun udah gitu killer banget. Saat pertama menerima lamaran Deddy Mommy sempat ragu karena sikap dinginnya Deddy. Tapi begitu Dedy tahu Mommy menerima lamarannya sikap Deddy sungguh berubah sangat perhatian dan lembut."


" Iya ya mom, Allah sangat baik dengan kita. Apalagi dengan Dania yang merasa Allah sangat-sangat baik dengan Dania yang bisa di angkat anak oleh Mommy dan Deddy. Di terima baik oleh semua keluarga besar Mommy dan Deddy tanpa membeda-bedakan Dania dan mas Sakti."


" Karena Mommy percaya sayang Allah memang sudah merencanakan semua ini dan kita juga nggak tahu apa rencana Allah nantinya.'


" Iya Mom."

__ADS_1


__ADS_2