
" Berapa hari yang lalu Rayyan nggak sengaja mendengar orang itu bicara dengan Luna Mom."
" Bicara apa?."
Rayyan POV
" Eh bocil sini Lo." panggil perempuan itu yang bernama Rina.
Luna yang namanya di panggil malas untuk menghampiri Rina. Luna terus berjalan seolah tak mendengar panggilan Rina.
Tapi tiba-tiba jilbab Luna di tarik sama Rina.
" Kak apaan sih tarik-tarik jilbab Luna." Ucap Luna kesal.
" Diem Lo bocil siapa suruh di panggil nggak nyamperin."
" Mau apa lagi sih kak ? Mau titip surat lagi sama mas Rayyan? Emang nggak capek tok suratnya nggak pernah baca juga sama Mas Rayyan." Kata Luna santai.
" Eh bocil Lo aja yang nggak becus ngasihnya." Omel Rina sambil mentoyor kepala Luna.
Tanpa Rina sadari ada tiga orang yang melihat kejadian tersebut. Iya Rayyan dan sahabat yang kebetulan lewat dekat sana menghentikan langkahnya saat sahabatnya Leo memberitahu kalau Luna sedang di panggil sama Rina.
Maka dari itu? Rayyan sengaja mengawasi dan menguping pembicaraan mereka.
" Harusnya Lo paksa buat Gus Rayyan baca surat gue."
" Tapi memang mas Rayyan nya yang nggak mau sama kak Rina."
" Eh bocil jangan asal ngomong Gus Rayyan pasti mau jadi pacar gue asal Lo tahu. Gue sama Gus Rayyan tuh sederajat tahu nggak Lo nggak kaya lo." Tunjuk Rina
" Jangan sok Lo kalau nggak di angkat anak sama keluarganya Gus Rayyan Lo sama kakak Lo sudah jadi gembel tahu nggak Lo. Lo sama kakak-kakak Lo itu cuma sampah makanya bokap Lo ngusir Lo dan nggak mau ngakuin Lo sama kakak-kakak Lo itu anaknya. Bukan deh Lo sama kakak-kakak Lo di usir karena ibu Lo wanita murahan yang sudah ngebohongin bokap Lo. Karena Lo dan kakak-kakak Lo adalah anak nggak jelas. iihh jijik gue sama Lo." Hina Rina
Luna yang mendengar ucapan Rina sontak marah dan mendorong Rina sampai terjatuh.
Rina yang di dorong sama Luna langsung bangun.
Plak..
Rina menampar keras pipi Luna hingga terhempas dan jatuh keningnya Luna terluka terkena batu yang mana saat jatuh kepala Luna menghantam batu.
" Astaghfirullahaladzim Luna di tampar dan terluka mas?." Tanya Khayra kaget yang langsung menghentikan cerita Rayyan.
Rayyan mengangguk.
__ADS_1
" Kenapa tadi kamu nggak bilang dan kenapa nggak ada yang ngabarin Mommy sih?." omel Khayra yang kesal di tambah khawatir dengan kondisi Luna.
" Mommy tenang dulu biar Rayyan lanjut ceritanya. Deddy yakin Luna nggak apa-apa kalau ada apa-apa pasti Abi langsung telpon umi. Ayo nak lanjut ceritanya " Ucap ustad Gibran.
Khayra yang kesal dan marah tapi dia juga penasaran dengan kelanjutan cerita putranya.
Rayyan kembali bercerita.
Rayyan yang melihat Luna di tampar langsung berlari menolong Luna.
Rayyan langsung mendekap Luna dan tangannya langsung memegang kening Luna yang terluka mengeluarkan darah.
Rayyan langsung menatap tajam Rina.
" Punya otak nggak Lo, Apa salah Luna sama Lo? " Teriak Rayyan marah
Luna memang adik angkatnya tapi Luna sama seperti zafira dan Zafran, Rayyan sangat menyayangi Luna. Dan Rayyan sangat nggak terima apabila ada orang yang melukai adiknya
Rina langsung gemetaran melihat Rayyan begitu murka.
" Jawab gue apa salah Luna? " Teriak Rayyan makin emosi.
Bug...
" Ngapain Lo marah-marah sama adik gue." Ternyata Rino kakaknya Rina yang kini duduk di kelas 3 SMA.
" Jangan mentang-mentang lo cucu pemilik pesantren bisa sok seenaknya Lo." lanjut Rino.
Rayyan yang saat itu masih mendekap Luna yang masih menangis di tambah luka di keningnya Luna terus mengeluarkan darah. Kini Rayyan melepas dekapannya dan berdiri menatap tajam ke Rino. Walaupun Rino kakak kelasnya Rayyan nggak takut.
" Lo bisa lihat adik gue, Karena adik Lo sudah menampar adik gue hingga terjatuh sampai keningnya terluka." Teriak Rayyan dengan penuh emosi
" Dia.." Tunjuk Rino. " Hahaha... Itu sudah pantas buat dia karena dia anak dari wanita murahan orang ibunya menjual diri." ejek Rino.
Bug...
Rayyan memukul wajah Rino..
Bug...
Rino mendapatkan pukulan lagi kali ini bukan Rayyan tapi Bagas kakak kandungnya Luna.
" Jaga mulut Lo ya, Nyokap gue wanita baik-baik." Amarah Bagas
__ADS_1
" Mana ada maling ngaku, Nggak mungkin lah nyokap Lo ngaku sama Lo..hahaha." Tawa Rino.
Bagas makin geram ada ingin memukul Rino kembali tapi saat Bagas sudah ingin melayangkan pukulan tiba-tiba.
" Stop.."
Ternyata ada berapa ustad dan ustadzah menghentikan mereka.
" Ada apa ini?." Tanya ustad agung
Tapi mereka semua hanya diam.
" Udah ustad langsung bawa aja mereka semua ke kantor. " Ucap ustadzah Susan.
" semua ikut saya ke kantor." perintah ustad agung.
Semua berjalan ke kantor tapi tidak dengan Rayyan, Rayyan mengangkat tubuh Luna untuk di bawa ke klinik pesantren karena tubuh Luna lemas.
" Eh mau kemana kamu Gus jangan mentang-mentang pesantren ini punya kakek kamu, kamu seenaknya aja ya. " ucap ustadzah Susan.
" Maaf ustadzah saya harus bawa Luna karena Luna harus segera di obati." ucap Rayyan sopan.
" Nggak usah banyak alasan kamu, Kamu juga Luna nggak usah akting luka kecil doang."
" Ustadzah nggak lihat darah dari kening Luna terus mengalir. " Ucap Rayyan kesal.
" Itu luka kecil tinggal di bersihin terus di kasih plaster doang."
" Tapi..."
" Nggak usah tapi-tapian sekarang jalan kamu ke kantor."
Dengan marah, kesal dan juga kecewa Rayyan membawa Luna ke kantor.
" Apa jadi Luna nggak di bawa ke klinik pesantren ?." Lagi-lagi Khayra memotong cerita anaknya.
Sampai kantor ustad dan ustadzah kaget melihat Gus Rayyan mengendong Ning Luna. Dan membuat mereka lebih kaget lagi Wajah dan jilbab Ning Luna berlumuran darah.
Ustadzah Jasmine langsung menghampiri Gus Rayyan.
" Gus Rayyan kenapa Ning Luna nggak di bawa ke klinik Gus " Ucap ustadzah Jasmine
Rayyan hanya diam saja menahan emosinya.
__ADS_1