Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
183. mengantar dania


__ADS_3

Maaf baru up, Soalnya habis vaksin booster ngantrinya panjang banget jadi baru sempat maaf ya


🙏🙏🙏🙏🙏


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Dania terbangun tapi masih sulit untuk membuka matanya dan Dania juga merasakan badannya sulit bergerak seperti ada yang menindihnya.


Dan dengan terpaksa akhirnya Dania pun perlahan membuka matanya. Setelah terbuka sempurna Dania melihat sebuah tangan melingkar di perutnya. Dania langsung berteriak kaget.


" Haaaaa....." Dania langsung menutup Mulutnya dengan kedua tangannya begitu ingat tangan siapa yang melingkar di perutnya.


Khalid yang mendengar teriakkan Dania pun langsung bangun dari tidurnya


" Sayang kenapa?." Ucap Khalid.


Dania menggeleng.


" Nggak apa-apa, Abang tidur lagi aja. Dania cuma kaget tadi pas mendusin ada tangan yang melingkar di perut Dania. Dania lupa kalau sudah menikah."


" Ya udah sekarang tidur lagi." Ajak Khalid.


" Nggak Bang Dania mau shalat malam Udah mau jam 4." Ucap Dania.


" Astaghfirullahaladzim, Kenapa bisa kebablasan sih? Biasanya Abang selalu bangun jam 3." Ucap Khalid.


Dania hanya mengangkat bahunya.


" Ya udah kita shalat berjamaah. Kamu atau Abang yang duluan." Tanya Khalid.


" Dania duluan sudah kebelet pipis." Ucap Dania yang langsung beranjak turun dan masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah masing-masing mengambil wudhu mereka pun shalat malam berjamaah.


Menjelang subuh barulah Dania dan Khalid pergi ke musholla yang ada di rumah. Selesai shalat Subuh Dania membantu Mommy nya membuat sarapan di dapur.


Setelah selesai membuat sarapan mereka pun berkumpul di meja makan.


Dania mengikuti sang Mommy yang mengambilkan makanan terlebih dahulu untuk suaminya.


" bang segini cukup nasinya." tanya Dania.


" Sudah cukup."


" Mau lauk apa?."


" Ayam goreng sama sayur aja."


Dania pun mengambilkan lauk yang suaminya mau. Setelah itu Baru Dania mengambil makan untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


" Kalian nanti berangkat jam berapa? Langsung dari sini kan ke bandara nya." Tanya opa.


" Nanti jam sepuluh opa, Iya kita berangkat dari sini dan ketemuan di bandara." jawab Khalid.


" Baiklah nanti biar di antar supir."


" Nggak usah opa biar sakti sama Mommy aja, Soalnya sakti sama Mommy sekalian mau lihat tempat buat buka cafe opa." ucap Sakti.


" Kamu Jadi mau mau buka cafe ngikutin Mommy kamu?." Tanya opa.


" Jadi opa, Lumayan buat Sakti belajar."


" Baiklah tapi ingat setelah lulus kamu harus bantu Deddy kamu di perusahaan."


" Siap opa."


*****


Dania dan Khalid pamitan ke Oma, opa dan adik-adiknya, Sedangkan Deddy nya sudah pamitan tadi pagi karena Deddy harus ke kantor.


Setelah koper Dania dan Khalid masuk ke dalam mobil. Sakti pun melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah. Dan berjalan menuju jalan raya bergabung dengan mobil-mobil yang lainnya.


Sampai bandara keluarga Khalid sudah menunggu.


" Assalamualaikum maaf telat." Ucap Khayra.


" Walaikum salam, Nggak apa-apa ini kita juga baru sampai kok." Ucap uminya Khalid.


" Mommy dania pamit ya, Mommy jaga kesehatan ya." Ucap Dania memeluk Mommy nya.


" Kamu juga."


" Mommy, Khalid pamit ya." ucap Khalid mencium tangan Khayra.


" Nak nanti selalu ingatkan Dania untuk tidak telat makan."


" Iya mom."


Setelah berpamitan mereka pun masuk ke pesawat.


Khayra dan sakti pun melanjutkan perjalanan untuk melihat tanah yang akan di bangun untuk cafe.


Hanya memakan waktu satu jam akhirnya mereka sampai di tanah yang akan di bangun cafe. Di sana sudah ada jeni dan roman yang menunggu bersama dengan pemilik tanah.


" Selamat siang Bu Khayra." Sapa pemilik tanah yang bernama pak Rusdi.


" Siang juga pak Rusdi."


" Mari silahkan di lihat dulu tanahnya." Ajak pemilik tanah

__ADS_1


Mereka pun melihat tanah yang akan di jual itu.


" Gimana mas, Cocok gak kira-kira." Tanya Khayra ke sakti.


"Ini suaminya Bu Khayra, Ganteng." ucap Pak Rusdi.


" Bukan pak, ini anak saya yang paling besar." Ucap Khayra.


" Hah...Bu Khayra serius sudah punya anak sebesar ini." Ucap Pak Rusdi kaget


" Serius pak, ini memang anak saya. dia ini yang nanti bakal bikin cafe di tanah ini."


" Memang umur berapa?."


" Baru dua puluh tahun pak."


" Masih muda toh, tapi sudah bisnis."


" Lagi belajar pak biar nanti lulus kuliah sudah punya usaha."


" Kuliah dimana?."


" Di Amerika pak "


" Kalau kuliahnya di luar negeri terus nanti siapa yang ngurusin cafenya "


" Alhamdulillah anak saya punya orang kepercayaannya yang nanti bakal pegang cafe nya."


" Sayangnya anak saya cowok kalau cewek biar di jodohkan sama anak saya. Mungkin Bu Khayra punya anak perempuan."


" Ada pak, saya punya anak perempuan."


" Boleh loh Bu di kenalin sama anak saya.'


" Sayang sekali pak Rusdi baru kemarin adik perempuannya menikah kemarin dia di langkahi. Kalau yang satu lagi si bungsu masih SD."


" Wah ternyata saya telat ya."


Khayra, Sakti, Ramon dan JENI pun hanya tersenyum.


" Mom Kayanya oke, strategis."


" Baiklah."


" Maaf pak Rusdi, untuk Harganya sesuai kesepakatan kemarin kan."


" Iya Bu khayra."


" Baiklah saya deal, untuk selanjutnya nanti biar sama Ramon ya pak."

__ADS_1


" Oh iya Bu Khayra."


Khayra dan sakti pun pergi dari sana, Mereka berdua pergi ke restoran Khayra untuk membicarakan tentang pembangunan cafe tersebut.


__ADS_2