Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
122. Zafra cemburu


__ADS_3

Pukul lima sore mereka sampai rumah di sambut Rayyan yang sudah merentangkan tangannya untuk di gendong.


" Sama Deddy aja ya kalau di gendong mommy kasihan Dede nya, oke boy." Rayyan pun di gendong ustad Gibran masuk ke rumah.


Mereka bertiga langsung menuju kamarnya di lantai dua.


" Mas, Rayyan taruh di ranjang aja. Kamu bersih-bersih dulu."


" Kan tadi udah sayang di kantor."


" Tapi kan kita habis dari luar mas, Cepat bersih-bersih atau nanti malam tidur di luar."


Dengan terpaksa ustad Gibran pun berjalan ke kamar mandi tapi sebelumnya dia mencium pipi Khayra dulu lalu kabur masuk kamar mandi.


cup...


" Mas..." Teriak Khayra kesal


Selesai bersih-bersih ustad Gibran langsung main dengan Rayyan begitu juga Khayra. Mereka menghabiskan sore itu dengan bercengkrama dengan kamar.


Sedangkan di Jakarta Zafra sedang kesal dengan ustad Alif.


Pagi hari seperti biasa Walaupun sudah menikah tapi kalau berangkat ke sekolah pasti selalu dengan Zahra dan Nadifa.


Saat Jam istirahat Zafra sedang jalan ke kantin bersama dengan Zahra, Nadifa, Anggun, Minah dan bunga. Di tengah jalan Zafra melihat Ustad Alif sedang berjalan berdua dengan Seorang perempuan. Terlihat mereka cukup akrab karena mereka tertawa bersama


" Siapa sih tuh perempuan deket-deket sama kak Alif." Gumam Zafra dalam hati.


" Jangan di lihatin terus nanti tanya sama kak Alif di rumah siapa perempuan itu." Bisik Zahra.


" Tapi mereka akrab banget Ra." ucap Zafra pelan.


" Udah dari pada Soudzon mending ke kantin.' Ucap Zahra menenangkan kembarannya.


Akhirnya Zafra pun mengikuti saran Zahra, Mereka pun melanjutkan jalan ke kantin. Tapi sampai kantin tetap saja Zafra ke pikiran dengan Ustad Alif.


" udah di makan dulu siomaynya, Jangan di pikirin." Ucap Zahra yang melihat Zafra hanya mengaduk-aduk siomaynya tanpa memakannya.


Zafra pun memakan siomaynya dengan malas


Saat pulang sekolah Zafra Uring-uringan karena ustad Alif tidak pulang. Biasanya menjelang ashar ustad Alif akan menyempatkan untuk pulang terlebih dahulu.


Sedangkan di pesantren ustadzah Dinda Adalah Ustadzah baru yang baru hari ini bergabung di pesantren Al hikmah. Ustadzah Dinda adalah teman kuliah ustad Alif dulu mereka kenal karena sering ikut kajian dulu di kampus. Ustadzah Dinda sebenarnya menyukai ustad Alif tapi ustad Alif tak pernah menganggap Ustadzah Dinda lebih dari teman. Ustadzah Dinda pun hanya menyimpan rasa cintanya dalam diam. Makanya Ustadzah Dinda senang sekali karena ustad Alif juga mengajar di pesantren Al hikmah.


" Ustad Alif sudah mau pulang." Tanya Ustadzah Dinda.


" Iya ustadzah Dinda, saya sudah mau pulang "


" Boleh bareng nggak."


" Maaf ustadzah Dinda tidak bisa. saya permisi dulu." pamit ustad Alif.


Karena sudah mau magrib ustad Alif pun bergegas pulang ke rumah.


Ustadzah Dinda yang masih di sana heran melihat Ustad Alif masuk ke sebuah rumah yang berada di kawasan pesantren.


" Kok Alif masuk rumah itu sih, Apa udah pindah ke sana ya." Gumam ustadzah Dinda dalam hati.

__ADS_1


Lamunan ustadzah Dinda di buyarkan oleh ustadzah nila dan ustadzah Jasmine.


" Ustadzah Dinda buru-buru langsung pulang nggak. Mau ikut kita makan-makan setelah shalat isya " ucap ustadzah Jasmine.


Setelah di pikir-pikir akhirnya Ustadzah Dinda menyetujuinya.


" Boleh deh lagi pula rumah saya juga nggak begitu jauh." ucap ustadzah Dinda.


" Memang rumah ustadzah Dinda dimana? " Tanya ustadzah Jasmine.


" Di perumahan Barata."


" Wah ternyata kita tetanggaan ustadzah Dinda saya juga tinggal di sana jadi nanti bisa pulang bareng." Ucap ustadzah nila.


" Udah yuk kita ke rumah Umi yai " ucap Ustadzah Jasmine.


Ustadzah Dinda pun mengikuti Ustadzah Jasmine dan ustadzah Nila masuk ke rumah Zafra.


" Ini rumah siapa?" Tanya ustadzah Dinda.


" Ini rumah Gus Azam atau Abi yai anak Kyai Ibrahim." Ucap ustadzah Jasmine.


" Kok Alif tadi masuk rumah ini, Mungkin ada perlu dengan Gus Azam kali " Gumam Ustadzah Dinda dalam hati.


" Assalamualaikum."


" Walaikum salam, Eh ustadzah Jasmine dan ustadzah nila. Kalau ini siapa? " tanya umi.


" Oh ini Ustadzah Dinda umi, dia baru gabung mengajar di pesantren."


" Panggil aja umi sama kaya yang lain ya. Ya udah ayo masuk langsung ke dapur aja " Ajak umi.


Ustadzah Dinda celingak-celinguk mencari keberadaan ustad Alif.


" Perasaan ustad Alif masuk ke sini deh kok nggak ada ya." gumam ustadzah Dinda dalam hati.


Sedangkan Ustad Alif yang begitu masuk kamar mendapati sang istri sedang tidur-tiduran di tempat tidur sambil membaca novel.


" Assalamualaikum."


" Walaikum salam." jawab Zafra ketus.


Ustad Alif mengeryitkan keningnya melihat sang istri ketus terhadapnya.


" Sayang ketus amat sih jawabnya." Tanya ustad Alif yang ikut naik ke ranjang dan langsung memeluk Zafra.


" Awas jangan peluk-Peluk."


" Kakak nggak akan lepasin sebelum bilang kenapa ngambek."


" Kenapa baru pulang?."


" Tadi ada rapat."


" Terus tadi siapa tuh perempuan yang jalan sama kakak, Kayanya akrab banget."


" Oh ternyata dia cemburu toh." gumam ustad Alif dalam hati.

__ADS_1


" kamu cemburu." goda ustad Alif


" Nggak siapa yang cemburu."


" Ya udah besok kakak bakal ajak jalan ustadzah Dinda pergi "


" Oh namanya ustadzah Dinda, Ya udah sana pergi sama ustadzah Dinda itu." Ucap Zafra marah yang langsung melepas pelukannya Ustad Alif.


Cup


Ustad Alif mencium bibir Zafra singkat.


" Nggak usah marah-marah, Abi yang nyuruh kakak buat nemenin ustadzah Dinda keliling pesantren. Ustadzah Dinda itu teman Kakak waktu kuliah dulu. Dan kakak dari dulu sampai sekarang nggak punya perasaan apa-apa ke ustadzah Dinda. Jadi nggak usah cemburu karena cuma ada nama kamu di hati kakak. Masih marah sama kakak." jelas ustad Alif.


" Habis kesal aja lihatnya." Ucap Zafra sambil memanyunkan bibirnya.


Cup..


" Kakak Main cium-cium aja.'


'" Kan udah kakak bilang jangan manyun begitu."


" Iya." ucap Zafra langsung memeluk ustad Alif.


" Ya udah kakak mau mandi kamu siapin baju kakak, "


" Iya."


" Sayang kamu nggak mau mandi bareng kakak."


" Nggak, Sudah sana mandi sudah mau magrib."


Ustad Alif pun masuk ke dalam kamar mandi. Dua puluh menit ustad Alif pun keluar dari kamar mandi.


" Kak bajunya sudah Zafra siapin."


" Kamu mau ikut shalat di masjid atau di rumah."


" Di rumah aja."


" Ya udah, Jangan lupa nanti Habis isya kita jalan ke luar ya "


" Iya kak,. Zafra juga mau cari kado buat anggun "


" Ya udah kakak langsung ke masjid ya. Assalamualaikum."


" Walaikum salam."


Ustad Alif pun pergi ke masjid untuk shalat berjamaah.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Maaf ya kemarin nggak up ya, Soalnya kemarin Sakit jadi nggak bisa up.


Sebagai permintaan maaf Di usahain hari ini Double up ya


Terima kasih yang sudah setia membaca karya author. Maaf kalau ada kata-kata yang salah.

__ADS_1


__ADS_2