Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
97. Menemui mas Iqbal


__ADS_3

Hari ini ustad Gibran libur kerja selama tiga hari yaitu Jumat, Sabtu dan Minggu. Dengan begitu Mereka berencana akan ke Osaka untuk menemui Mas Iqbal yang sedang melakukan pertukaran mahasiswa ke Osaka university.


Khayra tidak hanya dengan ustad Gibran dan Rayyan tapi juga dengan mbak Dewi, Mbak silmi dan juga Michiko adik sepupunya ustad Gibran yang memang seumuran dengan Khayra.


Miska adalah anak dari adik mama yang nomor empat. Mama itu mempunyai empat saudara kandung. Mama itu anak ke dua, kakak pertama mama laki-laki Akihiro. Ustad Gibran memanggilnya om Hiro, om Hiro menikah dengan orang Indonesia yang bernama Tante Amel. Om Hiro dan Tante Amel di karuniai tiga orang anak. Anak pertama om Hiro dan Tante Amel Denji, Denji sendiri sudah menikah dengan orang Jepang bernama Haruka dan mempunyai anak kembar Kenzo dan kenzi. Anak kedua om Hiro dan Tante Amel bernama Keiko sudah menikah dengan orang Amerika bernama Albert dan di karuniai anak perempuan bernama Niki. Dan anak bungsu om Hiro dan Tante Amel bernama Midori.


Adik mama Yang ketiga laki-laki bernama Ryu menikah dengan orang Perancis bernama shanum memiliki dua anak. yang pertama Mike yang sudah menikah dengan Jean mempunyai dua orang anak yaitu Alex dan Britney dan mereka tinggal di london. Anak kedua om Ryu dan Tante shanum bernama Tammy sudah menikah dengan morota sedang hamil tiga bulan.


Yang ke empat Perempuan Tante Hanami menikah dengan orang Jepang blasteran Amerika jimmy mempunyai tiga orang anak. James, Michiko dan sammy.


Dan paling bungsu laki-laki Akiyama atau om yama menikah dengan orang Indonesia bernama Caca punya anak Yuki dan Musa. Dan semua tinggal di Tokyo hanya mama saja yang ikut papa tinggal di Indonesia.


hampir setiap saat Michiko selalu main dengan Khayra kalau dia tidak sedang kuliah. Hampir semua para Sepupu ustad Gibran akrab dengan Khayra. Tapi Khayra paling dekat dengan Michiko dan juga Yuki dan adiknya Yuki yaitu Musa. Karena masih tinggal di lingkungan yang sama jadi mereka sering berkumpul.


Pagi-pagi mereka sudah berangkat ke stasiun Tokyo, mereka memutuskan untuk naik kereta Shinkansen dari pada naik mobil sendiri. Karena dengan naik kereta jarak tempuh hanya memakan waktu dua setengah jam tapi kalau mengendari mobil sendiri bisa memakan waktu enam sampai tujuh jam.


Rayyan sangat senang saat mereka sudah berada di dalam kereta. Rayyan yang duduk di pangkuan Daddy nya selalu ngoceh. dan sekali-kali tertawa karena di ajak becanda oleh Daddy nya.


Dua setengah jam akhirnya mereka sampai di stasiun Osaka. Dan di stasiun Osaka ini Khayra sudah janjian dengan kakaknya.


Khayra dan rombongan keluar dari stasiun dan mendapati sang kakak yang sudah menunggu dengan dua orang temannya. Satu bule dan satu berwajah Asia.


" Mas Iqbal." Teriak Khayra sambil melambaikan tangannya ke sang kakak


Iqbal yang namanya di panggil langsung berbalik dan melihat sang adik tercinta sedang berjalan ke arahnya sambil menggendong sang buah hati

__ADS_1


" Kai, gimana kabarnya? mas Iqbal kangen banget." ucap mas Iqbal sambil memeluk Khayra.


" Sama Kai juga kangen banget sama mas Iqbal."


" ehmmm..." Suara deheman dari ustad Gibran menyadarkan Iqbal akan adik iparnya dan Iqbal pun langsung melepas pelukannya.


" Gimana kabarnya ?. sekarang udah jadi ayah aja ." ucap mas Iqbal sambil memeluk ustad Gibran.


" Alhamdulillah baik, makanya cepetan nikah? masa kalah sama zafra." ledek ustad Gibran.


" Rese Lo, tenang aja tunggu tanggal mainnya." ucap mas Iqbal sambil melepas pelukannya.


" Emang adik-adik gue nggak ada yang punya perasaan melangkahi kakaknya. yang satu udah nikah dan udah punya anak lagi dan satu lagi udah di lamar. Nasib kaum jomblo." lanjut mas Iqbal dengan nada sedih yang di buat-buat.


Semua yang ada di sana tertawa mendengar perkataan mas Iqbal.


"Michiko." menjabat tangan mas Iqbal.


" Iqbal."


" Masya Allah, luar bisa cantiknya ciptaan mu ya Allah." gumam mas Iqbal dalam hati sambil bengong memandangi Michiko.


Ustad Gibran yang melihat itu langsung memukul tangan mas Iqbal yang masih bersalaman dengan Michiko. Apalagi Michiko yang tangannya masih terus dijabat oleh mas Iqbal berusaha melepaskan tapi tak bisa.


" Astaghfirullahaladzim, Adik ipar durjana bikin kaget aja.' celoteh mas Iqbal yang kaget karena tangannya di pukul oleh ustad Gibran.

__ADS_1


Lagi-lagi mereka menertawakan mas Iqbal.


" Lagian tangan orang nggak di lepas, bukan muhrim kali. Mana nggak bisa jaga mata lagi."


" Hehehe maaf khilaf."


Semua hanya geleng-geleng kepala.


" Oh iya ini Dewi, pengasuhnya rayyan dan ini silmi dia anak yang kerja di rumah yang ada di sini. tapi sudah di anggap keluarga." jelas ustad Gibran lagi.


Mas Iqbal hanya menganggukkan kepala.


" Oh iya, bran gue nggak apa-apa kan ajak teman gue."


" Nggak masalah."


" Ini namanya Steve dan yang ini namanya Reno."


Mereka pun langsung menuju mobil yang menjemputnya. Silmi sudah mengatur semuanya untuk liburan singkat kali ini.


di dalam mobil mas Iqbal langsung menguasai baby Rayyan. Maklum dari Rayyan lahir mas Iqbal belum pernah bertemu langsung. Beruntungnya Rayyan langsung mau di gendong sama mas Iqbal. Biasanya Rayyan susah kalau di gendong dengan orang yang baru dia lihat. Tapi dengan mas Iqbal langsung lengket mungkin sudah sering melihat mas Iqbal kalau lagi video call.


Dan di dalam mobil Rayyan anteng di pangkuan mas Iqbal walaupun terkadang terdengar Rayyan mengoceh tak jelas. Dan terkadang tertawa karena di goda oleh om nya.


Rencananya liburan kami yang sangat singkat ini kami akan menginap di hotel universal pert. Hotel tersebut tak begitu jauh dari universal studio Osaka.

__ADS_1


Sebelum check in hotel kami mampir dulu untuk makan siang dan juga untuk jalan-jalan menikmati Kuromon Ichiba market.


__ADS_2