Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
120. Bumil beraksi


__ADS_3

Selesai meeting ustad Gibran mencoba menghubungi Khayra Tapi tidak diangkat oleh Khayra.


" Sayang, Kenapa nggak di angkat sih telpon mas? " Gumam ustad Gibran gelisah.


Ustad Gibran juga mengirimkan berapa chat juga tak di balas.


Ustad Gibran mencoba menghubungi Khayra kembali.


" Ya Allah sayang angkat dong "


Karena tak kunjung diangkat ustad Gibran memutuskan untuk segera membereskan pekerjaannya lalu pulang.


Tapi saat akan pulang pintu ruangannya di ketuk.


Tok...tok ..


" Permisi tuan ada yang mau berte. .." sekretaris ustad Gibran belum selesai bicara perempuan itu tiba-tiba langsung menerobos.


” Hai Gibran apa kabar? "


" Maaf tuan, saya "


" Gibran bisa kamu suruh sekretaris kamu keluar " pinta perempuan itu dengan angkuh.


" Maaf tuan kalau begitu saya permisi."


" Jangan lupa tutup pintunya." ucapan perempuan itu.


" Jangan di tutup Jesika." ucap ustad Gibran tegas ke sekretarisnya


" Kenapa nggak di tutup? Aku mau bicara sama kamu penting." Ucap perempuan itu dengan manja.


" Ini ruangan saya hak saya. Kalau mau bicara silahkan karena waktu saya nggak banyak." ucap ustad Gibran dingin.


" Ayolah Gibran, Kenapa sih kamu kaku banget? Gibran kamu kan tahu aku dari jam kuliah sampai sekarang itu cinta sama kamu?. Dan rasa cinta itu sampai sekarang tetap sama? "


" Maaf Mel, sebaiknya kamu pulang. Karena saya juga mau pulang menemui istri saya. Dan saya tegasin sama kamu kalau saya hanya menganggap kamu teman biasa dan nggak lebih."


" Aku siap kok Gibran jadi simpanan kamu nggak apa-apa kok. Lagi pula apa hebatnya istri kamu, Ya walaupun aku belum pernah ketemu istri kamu. Tapi kata Sera istri kamu itu berpakaian tertutup. Aku jamin dia itu jelek, tubuhnya pasti kalah seksi sama aku."


" Cukup ya Mel, Jangan pernah kamu menjelekkan istri saya. Karena saya nggak akan segan menghabisi orang yang menghina istri saya." ucap ustad Gibran marah


" Gibran istri kamu itu nggak pantas mendampingi kamu yang seorang CEO perusahaan besar. Yang pantas itu aku, Kamu lihat aku, Aku itu model papan atas . Dan kamu nggak akan mau kalau kalau bertemu dengan para kolega kamu. Mereka pasti akan kagum sama kamu karena bisa mendapatkan aku yang seorang model yang bertubuh seksi."


" Saya nggak butuh perempuan lain karena yang pantas berada di sisi saya hanya istri saya." Ucap ustad Gibran tegas.

__ADS_1


" Kenapa kita nggak coba dulu Gibran, Aku rasa istri kamu nggak bisa memuaskan kamu di ranjang secara kan dia gadis kampung. Gimana kita coba dulu sekarang aku Jamin kamu akan puas dan ninggalin istri kamu."


Ustad Gibran sudah geram dengan teman jaman kuliahnya itu. Ustad Gibran bersiap menghubungi pihak keamanan. tapi perempuan yang bernama Imelda tersebut memeluk ustad Gibran.


" Lepasin Mel." Ucap ustad Gibran berusaha melepaskan pelukan Imelda


" Aku nggak akan lepasin kamu sebelum kamu mengiyakan kita menjalin hubungan gelap."


" Jangan gila kamu mel."


" Iya aku memang gila. Aku akan buat kamu mau menikahi aku " ucap Imelda sambil merobek bajunya sendiri dan mengacak-acak rambutnya.


" Kamu ap..."


Prok...prok... prok...


" Kasihan anda segitu nggak lakunya sehingga menjatuhkan harga diri kamu " ucap Khayra masuk ruangan ustad Gibran dengan tenang.


Ustad Gibran kaget tiba-tiba Istrinya ada di sana.


" Sayang ini nggak seperti yang kamu kira."


Khayra hanya mengangkat satu tangannya untuk menyuruh ustad Gibran diam.


" Siapa kamu?." Teriak perempuan yang nama Imelda.


" Ka kamu istrinya Gibran."


" Kenapa kaget? "


" Kamu itu nggak pantas untuk Gibran."


" terus yang pantas siapa? kamu."


" Iya lah, seorang CEO itu pantasnya dengan model seperti saya " Ucapnya sombong.


" Kalau kamu merasa kamu yang lebih pantas kenapa kamu merobek baju kamu sendiri dan mengacak rambut kamu seakan kamu sedang di lecehkan."


" Aku memang sengaja merobek baju dan juga mengajak rambut aku. Agar karyawan disini akan menangkap basah kami dan dengan begitu Gibran akan menikahi saya "


" Saya rasa rencana kamu berhasil, lihat." ucap Khayra sambil melihat para karyawan yang berada di lantai yang sama dengan ruangan ustad Gibran sedang berkumpul di pintu ruangannya.


" Tolong saya atasan kalian ingin melecehkan saya." ucap Imelda mulai bersandiwara.


" Jessica bisa bawa Nana ini, kasih dia pakaian."

__ADS_1


" Aku nggak mau keluar dari ruangan ini sebelum Gibran mau menikahi saya." ucapnya.


" Bisa saya menyelesaikan masalah ini dengan suami saya dulu. Setelah itu terserah kalian." ucap Khayra dingin.


Akhirnya wanita yang bernama Imelda itu di bawa oleh Jesika entah kemana. Karyawan yang berkumpul di depan ruangan ustad Gibran juga sudah bubar.


" Sayang dengerin mas dulu." Ucap ustad Gibran menggenggam tangan Khayra.


Khayra bisa melihat ada ketakutan di wajah suaminya.


" Bisa tutup pintunya."


Ustad Gibran pun menutup pintunya dan Khayra memilih duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


Setelah menutup ustad Gibran duduk di samping istrinya.


" Sayang mas tuh tadi sudah mau pulang, tapi tiba-tiba dia datang. Mas sudah mengusirnya, mas juga sudah mau menghubungi keamanan. Tapi perempuan itu tiba-tiba meluk mas. Demi Allah sayang mas nggak mungkin mengkhianati kamu." ucap ustad Gibran dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


" Di ruangan ini ada CCTV nya"


" Ada."


" berfungsi."


ustad Gibran mengangguk.


" Oke, Kalau aku baca di novel -novel di dalam ruangan seorang CEO. Mereka mempunyai ruangan kamar untuk mereka beristirahat. Apakah di sini juga ada?." tanya Khayra santai.


" Ada sayang itu di sana." tunjuk ustad Gibran


Khayra pun bangun dari duduknya dan berjalan ke ruangan yang di tunjuk oleh ustad Gibran. Khayra pun membuka pintu tersebut di dalam sana terdapat sebuah ranjang, lemari, televisi, dan meja rias. Khayra pun masuk ke dalam di ikuti oleh ustad Gibran. Khayra lalu membuka lemari pakaian ternyata ada pakaian ustad Gibran di sana tersusun rapi.


Khayra lalu mengambilkan celana, kemeja dll.


" Dimana kamar mandinya?."


" Itu."


" Sekarang kamu mandi, pakai sabun yang banyak. Jangan sampai aku masih mencium bau wanita itu di tubuh mas."


Ustad Gibran pun masuk ke dalam kamar mandi. sedangkan Khayra memilih rebahan di ranjang.


Dua puluh menit ustad Gibran keluar kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang di lilitkan di pinggang.


Melihat ustad Gibran keluar dari kamar mandi, Khayra pun langsung mendekati. Dan mengendus wangi tubuh ustad Gibran, apakah bau wanita tersebut masih menempel di tubuhnya.

__ADS_1


Setelah memastikan sudah tidak ada bau wanita tersebut. Khayra menyuruh ustad Gibran memakai baju yang Khayra siapkan.


" Pakai bajunya. Setelah itu temui aku di luar." ucap Khayra keluar meninggalkan ustad Gibran


__ADS_2