Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
235. jihan


__ADS_3

Setelah urusan dengan pihak kepolisian mereka semua pun langsung menuju ke restoran milik Khayra. Sebelum sampai ke restoran Khayra sudah menelpon manager restoran untuk menyiapkan ruangan VVIP dan juga makanannya juga.


Kini mereka sudah berada di ruangan VVIP restoran, Jihan yang dari kantor polisi tak pernah jauh dari ayah kandungnya.


" Maaf sebelumnya pak Gibran dan Bu Khayra mungkin saya lancang atau nggak tahu diri. Bolehkah saya mengambil kembali anak-anak saya." Ucap Rudi dengan hati-hati takut ustad Gibran, Khayra ataupun keluarga Al Fatir tidak tersinggung.


Tiba-tiba suasana hening dan sama sekali tak ada yang bersuara.


Khayra membisu tapi otaknya berpikir jujur dirinya sudah nyaman memiliki anak-anak seperti Jihan, Bagas, Aji dan Luna. Tapi apakah dirinya tidak egois memisahkan ayah kandung dengan anak-anaknya.


Berat memang berat melepas mereka walaupun mereka tidak tinggal bersama tapi mereka sudah mempunyai tempat tersendiri di hati Khayra.


Papa dan ustad Gibran pun hanya diam tak ingin ikut bersuara. Papa dan ustad Gibran sangat tahu betapa sayangnya Khayra dengan Jihan, Bagas, Aji dan Luna. Untuk mempertahankan mereka berempat jelas bukan hak mereka. Karena mereka mempunyai ayah kandung yang sayang dengan mereka. Hanya kemarin terpaksa sayang ayah harus merelakan di benci oleh anak kandungnya sendiri demi keselamatan mereka. Tapi mereka tak ingin Khayra terluka makanya mereka membiarkan Khayra mengambil keputusan.


Begitu juga dengan Jihan dan ayahnya mereka sangat takut, tidak di perbolehkan bersama lagi. Pak Rudi sudah berkeringat dingin dirinya sangat-sangat takut tidak bisa bersama dengan anak-anaknya lagi.


" Maaf pak Rudi sebelumnya ini.." Khayra menjeda sejenak membuang napas.

__ADS_1


" Berat buat saya, Saya sangat amat menyayangi mereka Tapi saya juga tidak boleh egois. Saya juga ibu dan saya sangat akan jahat memisahkan mereka dengan orang tua kandungnya." Air mata Khayra tiba-tiba keluar begitu saja.


Jihan yang melihat Mommy nya menangis langsung bangun dari duduknya dan ikut duduk di samping Mommy nya dan memeluknya.


" Mommy nggak apa-apa sayang." Ucap Khayra menenangkan Jihan yang seakan merasa bersalah.


" Tapi sebelum pak Rudi membawa mereka bolehkan saya mempunyai permintaan kepada bapak." Ucap Khayra.


" Iya silahkan insyaallah kalau saya mampu akan kabulkan."


" Bolehkan saya tetap menjadi orang tua angkat mereka walaupun mereka sudah kembali bersama pak Rudi. Saya cuma meminta tetap menjalin silaturahmi." Ucap Khayra memohon.


" Terima kasih pak, Tapi saya juga mau tanya kalau mereka pindah dan tinggal bersama bapak sekolah mereka bagaimana?." tanya Khayra.


" Saya serahin ke mereka kalau masih mau di sana tapi saya tidak mengizinkan mereka tinggal di sana." Jawab Rudi Anggoro.


" Baiklah. Semoga pak Rudi dan anak-anak selalu bahagia dan tak ada lagi yang mengusik keluarga kalian." ucap khayra.

__ADS_1


Papa dan ustad Gibran pun bernapas lega


Selesai makan Khayra dan ustad Gibran juga Jihan mengajak pak Rudi untuk pergi ke rumah anak-anaknya di pesantren Al hikmah.


Sedangkan papa memutuskan untuk pulang ke rumah.


Khayra dan Ustad Gibran satu mobil dengan di supirin oleh Ramon.


Sedangkan Jihan satu mobil dengan ayahnya. Mobil Jihan sendiri di bawa oleh jeni.


" Han maafin ayah ya sudah membuat kalian hidup jauh dari ayah dan juga maafin semua perkataan dan perilaku ayah ke kalian." ucap Rudi Anggoro.


" Ayah nggak usah merasa bersalah kita semua tahu kok semua bukan keinginan ayah."


" Terima kasih ya nak, Oh iya Gimana kuliah kamu?." Tanya Rudi Anggoro.


" Alhamdulillah yah semua berjalan baik, Cuma biasanya Jihan kalau kuliah bareng sama Dania sekarang sendirian."

__ADS_1


" Siapa Dania?." tanya Rudi Anggoro.


" Dania itu anak angkatnya Mommy juga , dia diangkat dari kecil sama Mommy dan Deddy waktu tinggal di Jepang. Orang tua Dania dan Mas sakti itu meninggal akibat kecelakaan Karena mereka berdua tak punya keluarga lagi jadilah mereka di angkat anak oleh Deddy dan Mommy." jelas Jihan.


__ADS_2