
Kini Khayra sedang berada di dapur untuk memasak makan siang bersama umi, Michiko, Zafra dan Zahra.
" Nak kamu udah bilang ke Dania dan Khalid untuk tinggal di rumah dekat rumah Zahra." Tanya umi.
" Sudah umi dan nanti Kai sama mereka mau lihat Rumahnya. Biar nanti apa aja yang harus di beli." ucap Khayra.
" Bagus kalau begitu soalnya nggak enak sama yang lainnya. Kalau Dania dan Khalid harus tinggal di mess para ustad dan ustadzah. Nanti di kira mentang mentang Dania bukan darah daging kamu di biarkan tinggal di mess." ucap umi.
" Iya umi , Nanti juga mas Gibran mau tanya ke Khalid mau nerusin ngajar atau mau gabung di perusahaan mas Gibran. Bagaimana pun Khalid itu menantu kami? nggak ada salahnya mengajak menantunya untuk gabung." jelas Khayra
" Kalau dia nggak mau gabung ke perusahaan dan memilih mengajar?." Kali ini Michiko yang bertanya.
" Kalau Khalid memilih mengajar mas Gibran akan nyuruh Khalid untuk membuka usaha. Bagaimana pun nanti mereka akan punya anak dan memerlukan biaya yang banyak? Jadi alangkah lebih baiknya Khalid juga punya penghasilan yang lain selain dari mengajar." Jelas Khayra.
" Iya kalau dia buka usaha kan dia bisa mengatur jadwalnya sendiri " Ucap umi .
" Oh iya kata kak James ada yang mau mencelakai Sakti ya?." Tanya Michiko.
" Astaghfirullahaladzim, Yang benar Kai ada yang mau mencelakai Sakti? Terus Sakti nya bagaimana? Dia nggak apa-apa kan? Kenapa nggak langsung telpon umi kalau cucu umi ada yang mencelakai?." Tanya umi yang Khayra bingung mau jawab yang mana.
Umi Akan panik kalau Cucunya kenapa-kenapa. Makanya begitu mengetahui ada yang berusaha mencelakai Sakti. Umi Langsung panik dan sangat marah karena berani berbuat macam-macam.
" Biasa Sakti di jebak sama perempuan teman kuliahnya. Beruntung opa Hiro selalu memberikan pengawalan kepada Sakti walaupun tanpa sepengetahuan Sakti."
" Saktinya nggak masuk jebakannya kan." Tanya umi
" Keburu anak buahnya opa Hiro beraksi. Jadi perempuan itu tidak berhasil menjebak Sakti."
" Terus motif perempuan itu?."
" Iri..."
" Iri ..." Ucap semua nya serempak.
" Dia iri sama teman-temannya bisa punya barang branded. Sedangkan dia nggak bisa karena dia masuk ke kamus ini atas beasiswa dari perusahaan kak Albert. Dia lupa kalau teman-teman terlahir memang sudah mempunyai kehidupan yang Wah."
__ADS_1
" Terus kenapa harus Sakti?." tanya Zafra
" Karena dia nggak punya teman dan hanya Sakti dan dua teman sakti yang mau berteman dengannya. Makanya dia melakukan itu ke Sakti." ucap Khayra.
" Astaghfirullahaladzim hanya karena iri ingin seperti yang lain dia melakukan itu sama cucu umi." Ucap umi yang terlihat sangat marah.
" Sudahlah umi, Sudah Khayra atasi kok." Ucap Khayra menenangkan umi nya.
Setelah semua matang dan siap di sajikan. Tapi mereka lebih dulu melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah. Para laki-laki shalat berjamaah di masjid sedangkan para wanita shalat Dzuhur di musholla yang ada di rumah.
Selesai shalat para wanita menyiapkan makan siang. Semua menu makan siang di letak di ruang tv karena mereka akan makan dengan lesehan. Karena meja makan yang ada di rumah Abi tidak muat jika semuanya makan di meja makan.
Setelah para pria pulang dari masjid mereka pun langsung menyantap makan siangnya.
Selesai makan siang Khayra mengajak Dania dan Khalid untuk melihat rumah yang akan mereka tempati. Mereka pergi bersama Michiko dan juga umi.
" Kemarin umi sudah nyuruh orang untuk membersihkan." Ucap umi begitu masuk kedalam rumah tersebut.
" Khalid Sama Dania coba kamu lihat-lihat dulu apa yang harus di beli jadi biar nanti sekalian di beli. Karena hari Senin Dania kan sudah masuk sekolah.' Ucap Khayra.
Dania dan Khalid pun masuk ke dalam rumah 2 lantai bergaya minimalis tidak begitu besar Tapi cukup nyaman.
Sedangkan lantai atas terdapat tiga kamar tidur dan juga ada tempat untuk menjemur.
" Bagaimana kamu mutusin mau kamar utama di atas atau di bawah." Tanya Khayra begitu melihat anak dan menantunya turun.
" Dia atas aja Mom, ada satu kamar di atas yang lumayan besar kayanya Cocok buat kamar utama." Ucap Dania.
" Baiklah berarti kita besok harus berburu perabotan." ucap Khayra.
" Cat nya mau di ganti nggak Dania." tanya umi.
" Nggak usah nenek ini juga masih bagus."
" Ya udah berarti hari Minggu atau malam Minggu kita gelar yasinan di rumah ini." Ucap umi.
__ADS_1
" Kayanya malam Minggu aja deh umi." Ucap Khayra.
" ya udah terserah kalian."
Akhirnya mereka pun kembali ke rumah umi.
****
Hari ini Khalid ke kampus bareng dengan haris lebih tepatnya dia menjemput Haris. Sampai kampus mereka berdua langsung menuju ke kelasnya. Tak lama Fernando pun datang dan bergabung dengan Sakti dan Haris.
Berselang lama dari kedatangan Fernando, Monica memasuki kelas dengan menundukkan kepalanya. Dan Monica memilih duduk di depan dan berada paling pojok. Dan itu tak lepas dari penglihatan Fernando, Fernando pun langsung menyantap kedua sahabatnya menanyakan apa yang terjadi.
" Tanya sakti jangan tanya aku." elak Haris.
" Ayo sakti jelaskan."
" Monica datang menemui orang tua aku untuk meminta maaf." Ucap Sakti.
" Ada angin apa tiba-tiba dia minta maaf." tanya Fernando heran.
" Angin yang membawa dia nggak bisa meneruskan rencananya karena sudah di ketahui oleh orang tua dan keluarganya Sakti." Timpal Haris.
" Maksudnya?."
Haris pun menceritakan semuanya apa yang terjadi. Haris juga menceritakan bagaimana Mommy nya Sakti menghadapi Monica yang langsung mengibarkan bendera putih.
Fernando tertawa mendengar cerita dari Haris.
" Wow ... ternyata di balik sifatnya yang lembut Mommy kamu cukup mengerikan ya." Ucap Fernando.
" Ya begitu lah do, Mommy nya Sakti tidak akan kasih ampun kepada orang yang mengusik anak dan keluarganya."
" Betul ris, Bersyukur kamu punya Mommy yang sangat menyayangi dan menjaga kamu Sak."
" Iya aku juga nggak pernah menyangka kalau orang tua angkat aku benar-benar memperlakukan aku dan adik aku seperti anak kandungnya sendiri tanpa membedakan dengan anak kandungnya." ucap Sakti
__ADS_1
Haris dan Fernando sudah mengetahui kalau Sakti hanya anak angkat. Dan mereka juga bilang kalau Sakti beruntung di angkat anak oleh keluarga yang tepat.
Sakti tidak menutupi semua itu dari kedua sahabatnya karena sakti amat percaya dengan mereka berdua. Begitu juga sebaliknya mereka berdua juga tidak menutupi apa pun dari sakti. Kecuali Haris yang menutupi kalau dia bekerja dengan opa Hiro untuk menjaga Sakti.