
Keesokan harinya khayra masih dengan mode diamnya, sejak subuh khayra langsung turun kebawah membantu mama mertuanya untuk membuat sarapan. Selesai membuat sarapan khayra kembali ke kamarnya ternyata ustad Gibran sedang mandi. Khayra langsung menyiapkan pakaian kerja untuk ustad Gibran setelah itu khayra kembali turun ke bawah lagi.
Ustad Gibran keluar kamar mandi langsung tersenyum saat mendapati pakaian kerjanya berada di atas tempat tidur. Ustad Gibran tahu istrinya masih kesal dengannya tapi yang dia suka dari khayra adalah tanggung jawabnya sebagai seorang istri tak pernah dia lupa. Walaupun dia sedang marah kepada ustad Gibran tapi dia selalu menyiapkan semua kebutuhan ustad Gibran.
Mungkin kalau yang lain anak seusia khayra dan sudah menikah bakal mengabaikan suaminya saat sedang marah. Tapi tidak dengan khayra dia sudah diajarkan oleh uminya bagaimana tangung jawab istri kepada suaminya.
Saat ini khayra sudah berada di meja makan menunggu ustad Gibran, mama dan papanya. Tak lama mama dan papa pun datang ke meja makan.
" Gibran mana Kai?." tanya mama.
" masih di atas sebentar lagi turun." ucap Khayra.
Tak lama ustad Gibran pun muncul dan bergabung dengan mereka. Khayra langsung mengambilkan sarapan untuk ustad Gibran. sedangkan khayra tidak mengambil sarapan nasi goreng tapi dia mengambil selembar roti.
" nak kamu nggak makan nasi." tanya mama lembut.
" nggak ma, Kai lagi pingin makan roti yang di celupkan ke susu." jawab khayra.
" ya udah." ucap mama.
Sedangkan ustad gibran hanya diam saja tak bicara apa-apa. Dia hanya memperhatikan istrinya selama khayra tidak makan yang macam-macam dia nggak akan melarang.
Setelah sarapan ustad Gibran pun pamit berangkat kerja, khayra yang saat ini sedang mendiamkan sang suami nggak mau sang mertua tahu. Khayra pun mengantar ustad Gibran sampai keluar seperti biasanya.
" sayang mas pergi ya." ucap ustad
Gibran.
Khayra langsung mencium tangan ustad Gibran.
" masih marah sama mas." tanya ustad Gibran.
Tapi khayra tak menjawab hanya menggelengkan kepala.
Ustad Gibran hanya bisa bersabar kalau hari ini tak ada rapat penting ustad Gibran ingin mengajak Khayra jalan-jalan supaya tak marah lagi.
__ADS_1
" anak Abi, Abi pergi kerja dulu ya. bilang ke mommy jangan diami Abi nanti Abi nya sedih." ucap ustad Gibran saat mencium perut khayra yang sudah sedikit membuncit.
" assalamualaikum." ucap ustad Gibran mencium kening Khayra.
Setelah ustad Gibran pergi khayra pun kembali ke kamarnya. dia mencoba membaca buku seputar kehamilan. Tiba-tiba khayra ingin makan makanan yang ada di pesantren. khayra pun langsung menghubungi ustad Gibran tapi sudah berapa kali khayra telpon tapi tidak di angkat oleh suaminya.
Karena susah menghubungi sang suami Khayra, akhirnya turun ke bawah menemui sang mama mertua yang kebetulan sedang merawat tanamannya.
" mama Kai boleh minta tolong supir anterin Kai pulang ke rumah Abi sama umi." ucap Khayra
Mamanya ustad Gibran kaget karena khayra minta di antar pulang ke rumah orang tuanya.
" sayang memangnya sudah tak bisa di bicarakan baik-baik sama Gibran. ingat Lo sayang kamu saat ini sedang mengandung. kalian berdua jangan mikirin diri kalian sendiri tapi pikirkan juga calon anak kalian." ucap mama ustad Gibran.
" maksud mama." tanya Khayra yang tak mengerti omongan sang mama mertua.
" Iya Kai mama tahu Gibran terlalu protektif sama kamu, dia begitu karena dia nggak mau terjadi apa sama kamu dan juga calon anak kamu "
Akhirnya khayra tahu arah pembicaraan sang mama mertua, beliau pikir khayra bertengkar dengan ustad Gibran dan minta pulang ke rumah orang tuanya. walaupun saat ini dia sedang mendiamkan ustad Gibran tapi tak ada niatan untuk ninggalin ustad Gibran pergi ke rumah orang tuanya.
" kamu sudah izin ke Gibran nak."
" Kai sudah telpon tapi nggak di angkat mungkin mas Gibran lagi meeting mah tapi Kai sudah telpon ke sekretaris mas Gibran kata sekretaris mas Gibran, mas Gibran masih meeting. akhirnya Kai titip pesan untuk di sampaikan ke mas Gibran kalau Kai pulang ke rumah Abi dan umi." ucap Khayra.
" ya udah nanti mama bilang ke supir kamu. siap-siap aja dulu."
Setelah bilang ke mama mertuanya khayra pun langsung bersiap-siap. dan kini khayra sudah berada di dalam mobil menuju ke rumah orang tuanya. Sebelum sampai rumah orang tuanya khayra minta untuk mampir ke supermarket terlebih dahulu untuk membeli susu hamil, buah dan juga jajanan.
mobil yang di tumpangi khayra pun sampai di pesantren Al hikmah. mobil pun masuk ke dalam halaman pesantren dan sampai di depan rumah abi dan uminya.
" assalamualaikum abi.' ucap Khayra pas turun dari mobil dan Abi nya yang sedang duduk di teras rumah kaget dengan kedatangan putrinya.
" walaikum salam, nak kamu datang sekarang Abi kira besok kamu datangnya." ucap Abi yang langsung menghampiri dan memeluk khayra.
" non ini barang-barangnya kalau gitu mamang pulang dulu.' ucap supir keluarga ustad Gibran.
__ADS_1
" mamang nggak mau mampir dulu "
" nggak usah non mamang pulang aja. assalamualaikum."
" walaikum salam."
" ayo Kai kita masuk." ajak abi nya.
khayra pun mengikuti Abi nya masuk ke dalam rumah.
" ya Allah nak umi kangen sama kamu." ucap umi yang menghampiri khayra.
" Kai juga kangen umi." ucap Khayra.
" kamu sendirian nak, Gibran mana?." tanya umi karena tak melihat keberadaan menantunya.
" Kai sendiri umi, mas Gibran ada meeting penting jadi nggak bisa mengantar Kai." jawab khayra.
" terus kamu ke sini naik apa nak." tanya umi lagi
" Kai diantar supir, soalnya Kai lagi pengen makan-makan yang ada di pesantren umi. kantin pesantren bukakan umi." ucap Khayra.
" Masya Allah ternyata anak Abi lagi ngidam toh pantas nggak sabaran nunggu suaminya." ucap Abi sambil mengelus kepala khayra.
" buka kok sayang nanti umi pesankan jajanan yang ada di pesantren kamu mau makan apa?." tanya umi.
" khayra mau makan siomay sama cilok umi, sama kalau boleh Kai mau makan ayam bakar yang ada di depan pesantren." ujar khayra.
" ya udah, Abi akan suruh santri untuk membelikannya buat kamu." ucap Abi.
Abi pun keluar dari rumah setelah mengucapkan salam.
" ya udah Kai sekarang mendingan kamu istirahat dulu di kamar nanti kalau sudah ada umi bangunkan." ucap umi.
khayra beranjak dari duduknya dan pergi ke kamarnya.
__ADS_1