
Tak terasa sudah seminggu keluarga Khayra berada di Jepang, Bahagia itu yang di rasakan oleh Khayra tapi tak bisa di pungkiri Kalau Khayra ingin selalu bersama umi dan Abi nya.
Dan besok mereka akan kembali ke tanah air, Sedih sudah pasti tapi Khayra juga nggak boleh egois bagaimanapun Abi dan umi nya punya pekerjaan.
Dan hari ini ustad Gibran mengantar keluarga Khayra untuk berbelanja oleh-oleh. Apalagi umi dari datang belum keliling Jepang karena lebih memilih bermain dengan cucu-cucunya. Dan setelah di rayu cukup lama akhirnya umi pun mau ikut dengan catatan Rayyan ikut.
Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah Don Quijote. ustad Gibran sengaja mengajak mereka ketempat itu. karena mereka harus membeli oleh -oleh yang lumayan banyak untuk ustad dan ustadzah di pesantren.
Mereka saat senang saat ustad Gibran mengajak ke Don Quijote terutama Zahra, Zafra dan Nadifa. Mereka bertiga membeli banyak macam coklat dan barang lainnya. Mereka bertiga seperti Kalap karena banyaknya barang yang di jual di Don Quijote.
" Nak kamu beli banyak banget." Tegur umi ke Zahra.
" Oh Zahra mau beli buat teman-teman sama anak-anak TPA umi." Ujar Zahra.
" Kirain buat kamu semua "
" Ya nggaklah umi."
Zahra dan Nadifa kalau sore mereka membantu anak-anak kecil warga sekitar pesantren yang ngaji di TPA yang di buat oleh pihak pesantren. Dan Zahra ingin memberikan mereka oleh-oleh dan juga Hadiah untuk anak didiknya yang ngajinya bagus. Makanya Zahra belanja banyak Coklat, Snack dan alat tulis. Tidak hanya Zahra, Nadifa pun melakukan hal yang sama membeli oleh-oleh untuk teman dan anak didiknya. Tidak lupa Nadifa juga membelikan barang-barang titipan adik dan juga keluarganya.
Tak jauh beda ustad Alif dan Zafra mereka membelikan oleh-oleh untuk keluarga ustad Alif dan juga untuk tetangga sekitar rumah orang tua ustad Alif. Mereka berdua takut ada tetangga yang dengar mereka pergi ke Jepang dan meminta oleh-oleh. Namanya juga tinggal di kampung jadi cepat kalau ada berita.
Setelah puas berbelanja ustad Gibran juga mengajak keluarga sang istri untuk makan di tempat yang lumayan cukup terkenal
Mereka semua memesan makanan yang lumayan recommended di restoran tersebut. Dan Alhamdulillah semua menyukainya jadi ustad Gibran tak salah tempat memilih restoran tersebut.
Selesai makan dan hari juga sudah lumayan malam akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah.
Ceklek
Ustad Gibran masuk ke dalam kamar dan melihat Khayra sedang menyusui Zafira sedangkan Zafran sudah terlelap di box bayi.
" Assalamualaikum."
" Walaikum salam. Sudah pulang mas."
__ADS_1
" Iya sudah mas ke kamar mandi dulu ya "
" Rayyan mana mas."
" Rayyan sama Dewi lagi di gantiin baju."
" Oh ya udah sana bersih-bersih."
Ustad Gibran pun masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih-bersih.
Setelah bersih-bersih ustad Gibran pun ikut bergabung dengan Khayra dan Rayyan yang sudah di antar Dewi ke kamar Khayra. Ustad Gibran langsung naik ke ranjang memeluk Khayra. Untuk Zafran dan Zafira mereka berdua sudah tidur tenang di box bayinya.
"Sayang, kamu nggak apa-apa besok sudah pada pulang." Ucap ustad Gibran.
" Ya sedih, tapi mau gimana lagi orang kita tinggal jauh. Lagi pula nanti mereka ke sini lagi pas lamaran mas Iqbal."
" Doain supaya kita bisa kembali lagi tinggal di Indonesia."
" Amin."
" Sayang umi pamit dulu ya, jaga kesehatan, jangan lupa makan kasihan si kembar." Ucap umi.
" Iya umi, Kai pasti akan jaga kesehatan dan usahakan nggak lupa makan."
" Abi pamit pulang dulu ya nak"
" Iya Abi makasih udah Negokin Kai sama anak-anak Kai ."
" Kita pamit ya kak." Ucap Zahra
" Iya rajin belajar biar lulus dapat nilai tinggi "
" Siap bos."
" Pulang ya kak Kai " pamit Nadifa.
__ADS_1
" Iya makasih ya fa sudah Negokin kakak, salam buat om zidan dan Tante Mala."
" Iya kak nanti Nadifa salami ke mama dan papa."
" Kak Zafra pamit ya."
" Iya, semoga nanti lulus dengan nilai tertinggi. Dan semoga cepat dapat momongan."
" Amin."
" Pulang dulu ya Kai."
" Makasih ya Lif. Titip umi sama Abi. Salam juga buat keluarga kamu."
" Iya Kai Abi dan umi sudah jadi orang tua Alif juga sudah pasti akan menjaga mereka. Iya nanti di sampaikan salamnya "
Mereka pun berangkat ke bandara di antar ustad Gibran dan juga Rayyan yang ikut juga mengantar kakek dan neneknya.
Selama perjalanan Rayyan menjadi rebutan mereka karena mereka baru bisa bertemu lagi berapa bulan kemudian. Apalagi umi yang jarang bertemu sang cucu. Umi terus saja memeluk Rayyan seakan nggak mau pisah.
Sampai bandara keluarga Khayra pamit kepada ustad Gibran dan juga Rayyan.
" Oh iya Abi, Nanti pas mas Iqbal lamaran tolong konfirmasi ke Gibran ya berapa orang yang ikut. Soalnya selain untuk hotel rencananya mau ngajak liburan ke Osaka." Ucap ustad Gibran.
" Iya nak nanti Abi kasih tahu ke kamu. Ya udah kami pamit ya bran. Assalamualaikum." Ucap Abi.
" Walaikum salam."
" Umi pulang ya nak, bilang ke Kai kalau capek ngurusin bayi nya suruh bilang biar di bantuin sama yang lainnya. Takut baby blues." Ucap umi sambil menyerahkan Rayyan ke ustad Gibran.
" Iya umi."
" Bang kami pulang dulu ya." Pamit Zahra, Nadifa , Zafra dan ustad Alif.
Setelah mereka masuk ke dalam bandara, ustad Gibran dan Rayyan pun kembali ke mobil untuk pulang.
__ADS_1