Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
199. Membujuk si bungsu


__ADS_3

Keesokan harinya Khayra dan ustad Gibran baru menjemput anak-anaknya sore hari. Karena sehabis acara kemarin mereka memutuskan untuk menginap di hotel. Ustad Gibran mengajak sang istri menginap untuk menikmati honeymoon yang entah ke berapa.


Sebenarnya sudah dari pagi Khayra mengajak suaminya untuk kembali ke pesantren. Tapi ustad Gibran benar-benar tak mengizinkan Khayra beranjak dari ranjang. Ustad Gibran bilang mumpung anak-anak nggak ada.


Sedangkan Zafira menunggu-nunggu kedatangan Mommy nya, Zafira juga sudah berkali-kali menelpon Mommy dan Deddy nya tapi tidak tersambung.


Menjelang shalat ashar ustad Gibran baru memberikan telponnya ke Khayra. Karena dari semalam handphone nya benar-benar di sita oleh ustad Gibran. Sebenarnya Khayra sempat marah dan protes ke sang suami karena handphone nya di sita. Khayra hanya khawatir anaknya mencari dia dan benar saja. Begitu Khayra menghidupkan handphonenya sang putri bungsunya menelpon.


" Assalamualaikum sayang."


" Walaikum salam, Mommy kemana aja sih Fira telponin dari pagi nggak bisa-bisa. Deddy juga di telponin nggak ada yang bisa. Sampai Fira telpon Oma dan opa, kata mereka Mommy dan Deddy nginap di hotel. Mommy tahu nggak sih? Mommy itu sudah janji mau nemenin Fira beli peralatan sekolah. Pokoknya Fira marah sama Mommy dan Deddy." Sambungan telponnya langsung di tutup setelah dia bicara panjang lebar.


Khayra hanya bisa membuang nafas kasar karena dia tahu ini akan sangat susah dia membujuk putri bungsunya.


" Kenapa sayang?" Tanya ustad Gibran yang melihat sang istri membuang nafas kasar.


" Nanti kamu urus putri bungsu kamu dia ngambek karena dari pagi telponin kita terus. Pokoknya kamu yang urus mas kan kamu yang ngajak aku ke sini dan menyita handphone aku."


" Iya sayang urusan princess biar aku yang handel. Sekarang ambil wudhu terus kita shalat berjamaah. Baru setelah itu kita ke rumah Abi dan umi." Ucap ustad Gibran yang tahu bagaimana susahnya membujuk si bungsu kalau sudah merajuk.


Mereka pun shalat ashar berjamaah setelah itu mereka beres-beres lalu berangkat menuju rumah Abi dan umi. Kali ini ustad Gibran yang mengendari mobilnya sendiri.


Di jalan ustad Gibran meminta Khayra untuk membeli kesukaan anak-anaknya.


Dan kini mereka pun sudah sampai di pesantren, ustad Gibran memarkir mobilnya di depan rumah mertuanya.


" Assalamualaikum..." sapa Khayra dan ustad Gibran memasuki rumah.


" Walaikum salam." Sahut mereka yang di dalam.


Khayra dan ustad Gibran masuk ke dalam, mereka mencium tangan kedua orang tua Khayra.


" Kenapa baru sampai dan nggak bisa di hubungi? Anak mu ngambek dari pagi." Ucap umi lembut.


" Biasa umi Gibran lagi pengen menghabiskan waktu berdua aja." Jawab ustad Gibran cengengesan.

__ADS_1


Mendengar jawaban menantunya umi hanya geleng-geleng kepala. Nggak tahu harus bilang apa karena dirinya dan suami juga selalu menyempatkan untuk menghabiskan waktu berdua. Walaupun kini mereka sudah tua dan sudah punya cucu. Tapi mereka masih selalu saling ber manja.


" Mom dari mana adik ngambek." Tanya Rayyan.


" Iya Mom pusing Zafran dengar Fira ngomel-ngomel." Timpal Zafran.


" Maaf, Sekarang Fira mana mas." Tanya Khayra ke kedua putranya."


" Di kamar Mom."


" Ya udah Mommy ke kamar dulu nemuin Fira."


Khayra dan ustad Gibran pun langsung pergi menemui putri bungsunya.


Ceklek..


Khayra membuka pintu kamar dan di lihat putrinya sedang meringkuk di ranjang. Khayra pun langsung mendekat dan duduk di samping putri. Khayra melihat putrinya tertidur karena kecapekan menangis.


Melihat itu Khayra langsung menatap tajam sang suami.


Zafira yang tidur karena kelelahan menangis merasa terganggu karena ada yang memeluk. Zafira pun mulai membuka matanya pelan-pelan. Dan pertama dia lihat wajah Mommy yang tersenyum.


" Mommy ..." Rengek Zafira ingin memeluk sang Mommy tapi nggak bisa karena badannya susah bergerak.


" Mom badan Fira kok susah bergerak sih." Teriaknya panik.


Khayra hanya tertawa melihat anaknya panik.


" Mommy Fira serius badan Fira nggak bisa bergerak."keluh Zafira.


" Gimana bisa bergerak orang ada yang bahan.' ucap Khayra santai.


" Siapa Mommy jangan-jangan hantu." Ucap Zafira tambah panik.


" Iya hantu kalau kamu kerjaannya ngambek melulu." Muncul Rayyan yang ikut bergabung dengan mereka. Dan langsung duduk di sebelah Mommy nya dan bergelayut manja.

__ADS_1


Zafira langsung cemberut.


" Kamu jahat mas ngatain Deddy hantu." Ucap ustad Gibran.


Zafira langsung membalikkan badannya begitu mendengar Deddy nya bicara.


" Jadi Deddy yang bikin Fira susah bergerak." Ucap Zafira sambil menatap tajam Deddy nya.


' Maafin Deddy princess, Deddy kangen princess soalnya."


" Tunggu-tunggu, kenapa Deddy sama Mommy susah di hubungi."


" Terus kenapa princess nya Deddy nangis." bukannya menjawab pertanyaan sang putri ustad Gibran malah balik bertanya.


" Tahu udah gede sih masih cengeng." ucap Rayyan.


" Maafin Deddy ya princess, Semalam tuh Karena acaranya sampai larut malam. Jadi Mommy sama Deddy juga Oma dan opa memutuskan untuk menginap di hotel. Mumpung kalian ada di sini jadi Deddy mau berduaan sama Mommy. Siapa tahu nanti dapat adik buat Fira?." ucap ustad Gibran.


" Serius Deddy Fira bakal punya adik, Pokoknya adik Fira mau perempuan.' Ucapnya antusias.


" Dek yakin mau punya adik, Kalau punya adik kamu udah nggak di sayang loh, udah nggak bisa manja-manja sama Mommy dan papi karena pasti adiknya yang lebih di sayang.' Ucap Rayyan menggoda adiknya.


" Heh... nggak jadi deh, Fira nggak mau punya adik lagi ah..." Semuanya langsung tertawa.


" Dih kumpul Zafran nggak di ajakin." Ucap Zafran yang baru muncul.


" Sorry sudah pas, Fira meluk Deddy dan mas Rayyan meluk Mommy. Kasih deh nggak ada yang meluk.' Ledek Fira.


" Biarin pokoknya Zafran akan tetap meluk Mommy." ucap Zafran yang langsung memeluk Mommy nya.


" Sudah... sudah, Fira kamu tuh sudah kelas 6 SD sebentar lagi SMP. Jangan suka ngambek dan nangis lagi . Masa sudah besar masih nangis."


" Iya Mom..."


" Ya udah sekarang mendingan kita keluar yuk. Tadi Mommy beli jajanan kesukaan kalian."

__ADS_1


Mereka pun langsung keluar


__ADS_2