
Setelah satu jam ustad Gibran menyelusuri jalanan ibukota tapi ustad Gibran tak menemukan keberadaan istrinya. ustad Gibran pun kini menepikan mobilnya di pinggir jalan tiba-tiba ada yang menelpon. ternyata sang mama yang menelpon.
mama calling....
" assalamualaikum." ucap ustad Gibran lemas.
" walaikum salam, nak kamu kenapa?." tanya sang mama yang mendengar suara putra bungsunya sedang tak baik-baik.
" mah, Kai mah."
" Kai kenapa bran?." tanya mama panik.
" Kai pergi dari rumah mah "
" maksudnya nak."
" Gibran pulang ke rumah tapi nggak mendapati Kai ada di rumah. Gibran pikir kai pergi sama mama ternyata nggak. mah Gibran harus cari Kai kemana?."
mama dan papa tertawa mendengar putranya bicara kebetulan telponnya sengaja di loudspeaker sama sang mama jadi papanya juga bisa mendengar
" mah Gibran udah satu jam nyariin Kai keliling kota tapi belum Nemu."
" pasti nggak bakalan ketemu lah, makanya kalau kerja jangan lupa segalanya lihat hp kamu istri kamu berapa kali telpon tapi nggak diangkat. Kai tadi minta si mamang buat antar dia ke rumah orang tuanya karena dia lagi ngidam mau makan jajanan yang ada di pesantren."
" ya udah mah nanti Gibran telpon lagi.'
ustad Gibran langsung menjalankan mobilnya menuju rumah sang mertua. satu jam perjalanan akhirnya ustad Gibran sampai di pesantren Al hikmah sekitar pukul setengah sepuluh malam. gerbang pesantren sudah di kunci ustad Gibran pun membunyikan klakson agar satpam pesantren membukakan pintu untuknya.
" assalamualaikum pak." ustad Gibran membuka kaca mobilnya ketika satpam pesantren keluar dari pintu gerbang.
" walaikum salam, eh Gus gibran sebentar Gus saya bukain dulu."
gerbang pun di buka mobil ustad Gibran pun memasuki pesantren tapi sebelumnya ustad Gibran mengucapkan terima kasih ke satpam tersebut. ustad Gibran pun menjalankan mobilnya menuju rumah sang mertua. ustad Gibran memarkirkan mobilnya di depan rumah dan terlihat Abi masih duduk di teras sambil membaca kitab.
" assalamualaikum Abi." ucap ustad Gibran mencium tangan Abi nya.
__ADS_1
" walaikum salam, akhirnya yang di tunggu -tunggu datang." ucap Abi.
" maaf kemalaman."
" nggak apa-apa sudah sana masuk Kai sudah tidur hari ini dia makan banyak dan dia sudah tidur habis sholat isya."
" makan apa aja bi."
" datang dia minta siomay, cilok Sama ayam bakar tadi sore dia makan Asian, bakso, es campur, cakwe. sudah sana langsung temuin istri mu."
" ya udah Abi Gibran ke atas dulu."
Ustad Gibran pun masuk ke dalam rumah dan menuju lantai atas ke kamar khayra. ustad Gibran pun masuk ke dalam kamar ternyata istrinya sudah tertidur. ustad Gibran pun bergegas ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan ganti baju. setelah itu ustad Gibran pun menghampiri khayra, ustad Gibran mengelus lembut pipi Khayra semakin chubby.
" sayang kamu tuh udah bikin mas jantungan tahu." lirih ustad Gibran.
ustad Gibran pun mencium lembut bibir khayra setelah itu ustad Gibran mencium perut khayra.
" assalamualaikum kesayangan Abi sehat-sehat ya di dalam perut mommy." ucap ustad Gibran sambil mencium perut khayra.
Khayra tahu kalau saat ini yang memeluknya itu sang suami Khayra pun langsung membalik badannya jadi menghadap ustad Gibran. khayra langsung memeluk ustad Gibran sambil wajahnya menyelusup di dada bidang ustad Gibran. Sedangkan ustad gibran bernafas lega karena tidak seperti yang dibayangkan dia kira istrinya bakal marah dan ngambek ternyata nggak.
" kenapa lama datangnya?." ucap Khayra sedih sambil mendongakkan kepalanya melihat wajah suaminya.
" maafin mas ya, terlalu sibuk sampai lupa sama kamu. kenapa kangen sama mas ya."
khayra mengangguk sedangkan ustad gibran tersenyum bahagia.
" mas Kai belum minum susu, nungguin mas lama jadi Kai ketiduran."
" susunya di bawakan."
" ada di meja dapur."
" ya udah mas bikinin dulu ya."
__ADS_1
ustad Gibran pun pergi ke dapur untuk membuat susu untuk khayra. sampai dapur ternyata ada umi mertuanya.
" malam umi, apa kabar?." tanya ustad Gibran sambil mencium tangan uminya.
" baru sampai." tanya umi.
" iya umi."
" ada perlu apa ke dapur biar umi aja."
" nggak usah umi, Gibran cuma mau bikinin susu buat Kai aja." ucap Kai.
" ya udah kalau gitu. umi masuk dulu ya."
" iya umi."
Sepeninggalan umi ustad Gibran pun langsung memasak air untuk membuat susu.
" umi kenapa?." tanya Abi heran melihat umi senyum-senyum saat masuk.
" itu Abi terkadang umi tuh merasa bersalah sama Kai menyuruh Kai menikah muda. harusnya anak-anak sepantaran Kai sedang menikmati masa-masa remaja mereka tapi Kai malah sudah memegang tanggung jawab. "
" sudah lah umi mungkin memang sudah jalannya Kai mendapatkan jodoh lebih awal yang terpenting kita sebagai orang tua hanya mendoakan yang terbaik untuk rumah tangga mereka. nabi Muhammad juga menikahi Siti Aisyah dari Siti Aisyah kecil tapi nabi Muhammad selalu memberikan Siti Aisyah cinta dan kasih sayangnya sehingga Siti Aisyah tak pernah kehilangan momen pertumbuhannya seperti yang lainnya. Abi rasa Gibran juga selalu memberikan kebebasan untuk Kai, dia tak pernah melarang Kai untuk kuliah tapi memang Kai yang tak ingin kuliah dahulu dia ingin menikmati masa kehamilannya. Gibran juga sampai saat ini masih membiarkan Kai mengelola cafe, " potong Abi.
" Abi mah main potong aja umi kan belum selesai ngomong. awalnya umi merasa bersalah karena membuat Kai kehilangan masa remajanya karena harus menikah. tapi sekarang umi lega ternyata Kai menemukan sosok lelaki baik, sosok imam terbaik. Gibran memang yang terbaik buat Kai bi, Gibran rela membuatkan Kai susu padahal umi tahu gibran pasti lelah seharian bekerja. tapi dia dengan senang hati membuatkan Kai susu." ucap umi terharu.
" itulah umi, wanita kalau berada di orang yang tepat, pendamping yang tepat, teman hidup yang tepat pasti akan di jadikan bak ratu oleh pasangannya. mengapa Abi setuju Kai nikah dengan Gibran yang beda usianya lumayan jauh. karena Abi percaya Gibran bisa memperlakukan anak kita bak ratu." ujar Abi
" iya Abi, apalagi Gibran sudah menunggu Kai dari Kai SD, dia selalu bilang ke orang tuanya kalau dia akan hanya menikah dengan Kai saja. dan Abi ingat dulu dia bahkan berani bilang ke kita dan Abi dan uminya Abi untuk tidak menikahkan Kai dengan orang lain hanya boleh dengan dia." ujar umi.
" iya ya umi padahal dulu pertama Gibran ketemu Kai saat Kai usia tujuh tahun sedangkan dia usianya sudah lima belas tahun. tapi emang sudah jodohnya."
" iya Abi."
" sudah lebih baik kita tidur." ucap Abi.
__ADS_1