Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
207. Dania pingsan


__ADS_3

Dua hari kemudian Bu Yuni dan Bu Surti memberi kabar kalau Jihan dan adik-adiknya setuju untuk di adopsi oleh Khayra dan keluarganya.


Dan rencananya hari ini Khayra akan bertemu dengan Jihan, Bu Yuni dan Bu Surti bersama dengan pengacara keluarga Al Fatir.


Mereka bertemu di panti asuhan karena Jihan yang meminta itu.


" Bagaimana Jihan kamu sudah benar-benar berpikir dengan keputusan ini?." Tanya Khayra.


" Iya sudah Mommy, saya berpikir kalau saya dan adik-adik saya di adopsi setidaknya kami akan mendapatkan pendidikan yang baik. Dengan begitu kami bisa menjadi orang sukses dan bisa menunjukkan ke ayah kami kalau anak yang mereka buang bisa menjadi sukses tanpa mereka." Ucap Jihan dengan menggebu-gebu dan dari sorot matanya terlihat bagaimana dirinya cukup terluka dan kecewa.


" Tapi maaf sebelumnya nanti kalian akan Mommy tempatkan di pesantren. "


" Pesantren." potong Jihan


" Kamu jangan salah paham, pesantrennya itu milik orang tua Mommy. Dua anak Mommy juga ada disana mereka bersekolah di sana. Tujuan Mommy menempatkan kalian di sana supaya tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik tapi juga pendidikan agama. Nanti seterah kalian mau tinggal di asrama bersama para santri atau tinggal sendiri di rumah yang Mommy sediakan." jelas Khayra.


" Baiklah Mommy selama itu terbaik buat kami, kami nggak masalah."


" Baiklah hari Sabtu Mommy jemput dan menginap di rumah Mommy nanti Mommy akan kenalkan dengan anak-anak Mommy."


" Iya Mommy nanti Jihan akan bilang ke adik-adik."


" Ya udah Mommy pulang ya, Dan ini dua kalian uang saku dari Mommy." ucap Khayra sambil memberikan amplop ke Jihan.


" Terima kasih Mommy."


" Sama-sama saya kalau begitu Mommy pamit ya, assalamualaikum."


" Walaikum salam "


" Bu Surti dan Bu Yuni saya pamit dulu ya. Assalamualaikum."


" Walaikum salam."


******

__ADS_1


Ini hari terakhir Dania menyelesaikan ujian kelulusan. Semua santri bersuka cita tapi tidak dengan Dania.


Sebenarnya sudah sejak pagi Dania merasakan pusing. Tapi karena hari ini ujian terakhir Dania pun mencoba untuk menahan rasa sakitnya.


Begitu ujian selesai Dania pun pamit dengan para sahabatnya untuk pulang duluan. Dan para sahabat Dania yang melihat wajah Dania yang pucat mereka pun mengizinkan Dania untuk pulang.


Sampai rumah Dania pun segera berganti baju setelah itu Dania turun ke bawah untuk membuat teh hangat. Tapi saat anak tangga terakhir Dania merasakan pusing yang luar biasa dan tiba-tiba pandangannya menjadi gelap.


***


Khalid pulang ke rumah karena dirinya harus siap-siap mau shalat Jumat.


" Assalamualaikum." Salam Khalid begitu membuka pintu rumah.


Tak ada jawaban salamnya, Khalid berpikir mungkin Dania ada di lantai atas jadi tak mendengar dirinya mengucap salam.


Saat akan berjalan ke arah tangga Khalid langsung berlari menghampiri Dania yang sudah tergeletak di bawah tangga. Khalid yang panik dan takut kalau Dania jauh dari tangga. Khalid pun langsung Menggendong Dania ke mobil dan membawanya ke rumah sakit.


Selama perjalanan ke rumah sakit Khalid terus saja berdoa semoga tidak terjadi apa-apa dengan Dania.


Sampai rumah sakit Dania pun di bawa ke IGD untuk di periksa dan Khalid juga tak lupa menghubungi Mommy mertuanya bawa Dania di bawa ke rumah Sakit.


Setelah mendapat telpon dari Khalid, Khayra pun segera menuju IGD menemui Khalid.


" Khalid gimana Dania?." tanya Khayra


" Masih di dalam Mom." jawab Khalid sambil mencium tangan Khayra


Tak lama dokter pun keluar dari ruang IGD.


" Bagaimana dok dengan anak saya?." tanya Khayra.


" Tidak ada yang mengkhawatirkan tapi saran saya lebih baik pasien di bawa ke dokter obgyn " ucap dokter tersebut.


" Maksud dokter anak saya hamil."

__ADS_1


" Menurut saya sih begitu Bu tapi biar lebih jelasnya biar dokter obgyn yang menjelaskan. Kalau mau lihat pasiennya silahkan "


" Terima kasih dok "


Khayra dan Khalid pun langsung masuk ke ruang IGD untuk melihat keadaan Dania.


" Sayang kamu nggak apa-apa? Apa yang kamu rasakan? Kenapa nggak langsung telpon Abang kalau kamu sakit?." tanya Khalid


" Abang tanyanya satu-satu Dania sudah pusing jadi tambah pusing."


" Iya maaf-maaf Abang cuma panik aja."


" Gimana sayang masih pusing?." tanya Khayra.


" Mommy, Iya Dania pusing banget Mom."


" Ada mual nggak sayang."


" Nggak Mom, cuma pusing aja."


" Ya udah kamu istirahat dulu."


" Kenapa Dania harus di bawa ke rumah sakit sih Dania nggak sakit apa-apa kan?." Tanya Dania.


" Nggak saya kamu cuma pingsan nanti setelah infus nya habis kamu boleh pulang." jawab Khalid.


" Syukurlah kalau begitu."


" Ya udah Khalid mendingan kamu ke masjid sudah mau shalat Jumat ini." Ucap Khayra.


" Ya udah Mom Khalid shalat Jumat dulu titip Dania ya." ucap Khalid.


" Iya "


" Sayang Abang tinggal shalat Jumat dulu ya, Assalamualaikum."

__ADS_1


" Walaikum salam."


Khalid pun pergi untuk shalat Jumat dan tinggal Dania dan Khayra saja.


__ADS_2