
Zahra pun mengajak dokter Fachri, Chantika dan Mbok Nah untuk melihat rumahnya.
" Itu rumah kakek Zahra." tunjuk Zahra ke rumah besar berwarna hijau.
Dan mereka pun berjalan berlawanan dengan rumah kakeknya Zahra.
" Ini rumah om Zidan, adiknya Abi." ucap Zahra ketika melewati rumah om Zidan.
" Kalau yang itu rumah kak Ridwan, Mas kenal kan dengan dokter Ridwan dan dokter Aulia."
" Iya kenal."
" Nah itu rumahnya."
Dan mereka pun melanjutkan perjalanan nya. Dan saat mereka melewati rumah Tante Aisyah. Terlihat Tante Aisyah dan om Zaki sedang duduk di teras.
" Assalamualaikum Tante Ais Sama om Zaki."
" Walaikum salam,"
" Kalian mau lihat rumah ya, udah cepat di tempati biar nggak kosong rumahnya." ucap Tante Aisyah.
" Iya RI, biar om ada teman ngobrol."
" Iya om, Rencananya hari Minggu pindahnya."
" Bagus lah."
" Ya udah om, Tante kita permisi mau lihat rumahnya dulu. Assalamualaikum."
" Walaikum salam."
Mereka pun langsung menuju rumah yang akan mereka tempati persis di sebelah rumah Tante Aisyah dan om Zaki. Zahra pun membuka pintu rumah tersebut.
__ADS_1
" Assalamualaikum.'
Mereka pun masuk ke dalam rumah, dokter Fachri dan mbok Nah melongo melihat isi rumah yang sudah lengkap.
" Di lantai bawah ada dua kamar tidur dan dua kamar Art. Mbok Nah tidur di sini aja jangan di kamar Art.' ucap Zahra sambil menunjuk.kamar untuk mbok Nah.
" Itu ruang tv sebelahnya taman di sana ada kolam ikan, itu ruang makan dan di sananya dapur. kita naik ke lantai atas."
Mereka pun naik ke lantai atas.
" Disini ada empat Kamar dan ini kamar utamanya. Nanti Chantika boleh pilih mau tidur di kamar mana."
Dokter Fachri nggak bisa berkata-kata dengan semua yang dia dapatkan.
Setelah melihat-lihat rumah mereka pun kembali ke rumah Abi. Tapi sebelumnya mereka mampir ke rumah kakek dan nenek.
Malam hari baru mereka kembali ke rumah kontrakan dokter Fachri.
******
Tapi kini mereka kedatangan empat anggota baru, Zafran, Zafira, Sakti dan Dania serta mbak Ratih dan Mbak Ami pengasuh si kembar. Bisa di bayangkan seperti apa barang yang akan mereka bawa.
Makanya Khayra dan ustad Gibran sudah mulai sedikit- sedikit di bawa ke Indonesia.
Perusahaan juga sudah mulai di serahkan ke om Wilson tangan kanan papa yang sebelumnya memegang cabang yang ada di Australia. Kini anaknya yang memegang cabang di Australia dan om Wilson akan menggantikan ustad Gibran memegang perusahaan mama dari orang tuanya.
Hari ini Khayra akan ke sekolah Sakti dan Dania untuk meminta surat pindah Juga berkas-berkas yang di perlukan di sekolah baru mereka nanti.
Setelah semua berkas yang di perlukan sudah di dapatkan oleh Khayra. Dia pun langsung mengirimnya ke Kak Hilman biar langsung di urus.
*******
Waktu pun berjalan dengan cepat dan dengan cepat juga mereka akan meninggalkan negara yang hampir empat tahun lebih. Dan Selama hampir empat tahun lebih ini banyak cerita yang di lalui oleh Khayra.
__ADS_1
Dimana di negara ini dia hamil dan melahirkan anak kembarnya. Dimana dia hamil dan melahirkan jauh dari keluarga besarnya. Tapi di negara ini juga Khayra semakin kuat dan mandiri.
Di negara ini juga dia mencomblangin mas Iqbal dan Michiko sampai akhirnya mereka menikah. Dan di negara ini juga mereka mempunyai dua anak angkat yaitu Sakti dan Dania.
Dan sebentar lagi mereka akan meninggalkan negara yang memberikan mereka cerita tersendiri.
Kemarin Mas Rayyan sudah pamit dengan Guru-gurunya juga teman-temannya. Kini Giliran Sakti dan Dania Hari ini mereka akan pamit dengan para guru dan juga teman-temannya.
Setelah mereka melakukan perpisahan dengan para guru dan teman-temannya. Khayra pun mengajak Sakti dan Dania untuk pulang. Tapi sebelum itu Khayra mengajak mereka dulu berbelanja oleh-oleh. Sebenarnya sudah berbelanja oleh-oleh dan sudah di kirim kemarin.
Khayra kemarin membeli banyak oleh-oleh karena ingin dia bagikan ke para santri. Makanya di kirim lebih dulu karena banyak yang dia beli.
Kini di ingin membeli oleh-oleh untuk mbak Ratih dan Mbak Ami. Supaya bisa mereka bawa pulang untuk keluarganya di kampung. Khayra dan ustad Gibran memang akan memberikan mereka libur begitu mereka sampai Indonesia. Khayra dan ustad Gibran sengaja memberikan mereka libur karena Khayra dan ustad Gibran tahu mereka pasti rindu dengan keluarga masing-masing. Walaupun mereka selalu di beri izin untuk pulang ke Indonesia sebulan dua kali.
Untuk Mbak Dewi sendiri karena orang tuanya juga bekerja di rumah orang tuanya ustad Gibran. Maka dia nggak pulang kampung tapi Khayra dan ustad Gibran memberikan mbak Dewi libur.
" Mommy boleh Dania beli itu untuk kak Maura." tunjuk Dania menunjuk sepatu berwarna pink.
" boleh itu juga ada warna tosca Dania jadi kamu dan kak Maura bisa samaan makainya nanti."
" Iya mom, itu juga ada yang kecil warna ungu juga jadi bisa kembaran dengan Kak Maura dan dek Zafira."
" Oke mommy akan belikan."
Kini mereka pun sibuk mencari oleh-oleh, Dan tak jarang malah khayra juga membeli untuk anak-anaknya juga para keponakannya.
Sampai rumah kesibukan Khayra sudah menunggu. Dirinya harus mengecek kembali barang-barang yang akan di bawa. Jangan sampai ada yang tertinggal karena bisa gawat kalau sampai tertinggal.
Dan setelah makan malam Khayra menyuruh anak-anaknya untuk tidur. Karena mereka akan terbang ke Indonesia pagi hari. Ya walaupun memakai pesawat pribadi tapi tetap aja. Khayra takut mereka susah di bangunkan.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Terima kasih yang masih setia membaca.
__ADS_1
Untuk cerita Zahra segitu dulu ya Rencananya untuk cerita Zahra author ingin buat cerita sendiri jadi di tunggu ya.