Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
84. pesantren


__ADS_3

Selesai Shalat Dzuhur dan makan siang ustad Gibran berangkat kembali ke kantor. Sedangkan baby Rayyan saat ini menjadi rebutan antara Abi, umi dan kedua adiknya.


Tak lama baby Rayyan pun menangis.


" Kak baby Ray nangis?." ucap Zahra.


" Ya udah sini kakak susui dulu ini jam nya baby Ray tidur." ucap Khayra mengambil baby Rayyan dari pangkuan Zahra.


" Kai tiduri Baby Ray dulu, umi, Abi." ucap Khayra berlalu pergi ke kamarnya.


Sore hari Khayra sudah memandikan baby Rayyan. Setelah rapi Khayra pun mengajaknya keluar kamar. Sampai ruang tengah ternyata hanya ada Zahra dan Zafra.


" Umi sama Abi kemana?." tanya Khayra ke kedua adiknya.


" Abi masih di masjid belum pulang dari shalat ashar tadi, kalau umi lagi ke rumah kakek." jawab Zahra.


" Yah..., padahal kakak mau nitipin Baby Ray kakak mau mandi dulu."


" Sama kita aja kak, kita ajak jalan-jalan keluar." Ucap Zafra.


" Ya udah pakai stroller ya." ucap Khayra.


Khayra memberikan baby Rayyan untuk di gendong Zafra. Lalu Khayra mengambil stroller yang masih di lipat kemarin setelah merapikan stroller nya. baby Rayyan pun di taruh di stroller lalu ke dua adiknya langsung mendorong stroller.


" Ya udah, jangan jauh-jauh nanti selesai mandi kakak susul kalian." ucap Khayra.


" Ya udah kak, assalamualaikum."


" Walaikum salam."


Khayra pun langsung kembali ke kamarnya untuk mandi. Sedangkan Zafra dan Zahra tampak senang mendorong sang keponakan. Mereka pun membawa baby Rayyan ke Taman pesantren.


perjalanan menuju taman Zafra dan Zahra melewati para ustad dan ustadzah


" Assalamualaikum ustadz, ustadzah.' sapa Zafra dan Zahra.


" walaikum salam." jawab mereka.


" Anaknya Ning khayra ya.' tanya ustadzah Jasmine yang menghampiri stroller baby Rayyan.


" Iya ustadzah Jasmine."


" Wah lagi nginap nih. siapa namanya? soalnya kemarin nggak bisa datang waktu aqiqah." tanya ustadzah Lila.


" Namanya Muhammad Rayyan shaqeed al-Fatir, panggilnya baby Ray." jelas Zahra.


" Wah gantengnya."


" Mirip banget sama Gus Gibran yang buang sama sekali m"


" iya."


sepuluh menit baby Rayyan di kelilingi para ustad dan ustadzah yang gemes melihat pipi gembul nya. Setelah itu baru Zafra dan Zahra membawa baby Rayyan ke taman. Banyak para santri yang heboh saat melihat Zafra dan Zahra mendorong stroller bayi.


" Eh Ning Zahra sama Ning Zafra mendorong bayi siapa?." tanya salah satu santri yang sedang mengobrol dengan empat santri lainnya.


" Apa anaknya Ning khayra?."


" Mungkin liat yuk, penasaran pengen liat kaya apa anaknya Ning Khayra."

__ADS_1


Mereka pun menghampiri Zafra dan Zahra.


" assalamualaikum Ning."


" Walaikum salam."


" Maaf Ning, anaknya siapa?."


" Oh anaknya kak Khayra."


" Boleh kita lihat Ning." ucap salah satu santri yang memang mereka berdiri di depan stroller baby Rayyan jadi mereka tidak melihat wajahnya Baby Rayyan.


" Boleh, tapi jangan di sentuh ya kak" ucap Zahra kepada santri yang memang senior Zafra dan Zahra.


" Maksudnya kak, kan baby nya baru lahir jadi masih sensitif. Tangan kita kan nggak tahu ada kumannya atau nggak, jadi takut iritasi ke baby nya. Kalau mau sentuh cuci tangan dulu, sama kita juga gitu." Jelas Zafra agar para santri senior tidak salah paham.


" Iya Ning."


Mereka pun langsung melihat baby Rayyan.


" Masya Allah Ning, ganteng banget."


" Iya ganteng banget."


" Mirip banget sama Gus Gibran.'


" Iya, tapi wajarlah ganteng kan Ning Khayra cantik dan Gus Gibran ganteng sudah pasti anaknya ganteng banget."


" Namanya siapa Ning?."


" Baby Rayyan."


Tak lama banyak para santri yang mendekat dan penasaran dengan anaknya Khayra.


Khayra yang selesai mandi langsung menghangatkan ASI yang sudah dia pompa. Setelah itu Khayra berjalan keluar rumah menyusul kedua adiknya yang membawa baby Rayyan.


" Assalamualaikum ustadzah." sapa Khayra saat melewati beberapa ustadzah.


" Walaikum salam.'


" Pasti mau nyusul anaknya ya Ning." tanya ustadzah Lila.


" Iya ustadzah."


" Mereka ke taman Ning."


' Oh iya ustadzah kalau gitu permisi assalamualaikum."


" Walaikum salam."


Khayra langsung pergi ke taman pesantren, dari jauh Khayra melihat anaknya dikerubungi para santri.


" Assalamualaikum."


" Walaikum salam Ning Khayra."


" Maaf ya, Baby Ray nya sudah waktunya nyusu jadi mohon maaf baby Ray nya pergi dulu. assalamualaikum."


" Walaikum salam."

__ADS_1


Khayra mendorong stroller baby Rayyan meninggalkan taman pesantren di ikuti kedua adiknya.


" Kakak mau ke rumah kakek sama nenek. Kalian mau ikut nggak?." tanya Khayra.


" Kita ikut."


Mereka pun sampai di rumah kakek dan nenek.


" Assalamualaikum." mereka pun masuk kedalam rumah.


" Walaikum salam." jawab kakek yang kebetulan sedang duduk di ruang tamu.


" Kakek, sehat kek?." ucap Khayra mencium tangan sang kakek


" Alhamdulillah sehat, mana cicit kakek."


" itu." tunjuk Khayra ke arah Zahra yang sedang mendorong stroller masuk ke ruang tamu.


Kakek pun langsung menghampiri dan mengendong baby Rayyan.


" Masya Allah cicit kakek gantengnya?." ucap Kakek sambil menciumi pipi baby Rayyan.


Nenek yang sedang berada di dapur mendengar ada yang mengucap salam dan juga setelah di beritahu umi kalau suara Khayra yang datang. Nenek pun langsung mencuci tangannya dan langsung menghampiri Khayra.


" Kai mana cicit nenek." ucap Nenek saat berpapasan dengan Kai di ruang keluarga.


Khayra langsung mencium tangan sang nenek.


" Sama kakek lagi nyusu lewat dot."


" Asi kamu banyak kan Kai."


" Alhamdulillah banyak nek, stoknya banyak kalau misalnya Kai tinggal Baby Ray ganti perlu binggung."


" Syukurlah, Nenek mau ke cicit nenek."


Nenek pergi ke ruang tamu untuk menemui cicitnya sedangkan Khayra ke dapur menemui uminya.


" Umi lagi bikin apa?." tanya Khayra.


" Ini bikin kue sama puding takut besok ada tamu yang mampir ke sini." jelas umi.


" Nanti Kai minta pudingnya ya mi."


" Iya memang umi juga udah buatin untuk kita makan di rumah nanti malam."


" Oke deh."


" Mbak Imah dan mbak-mbak yang lain apa kabar?." tanya Khayra.


" Alhamdulillah sehat Ning."


" syukurlah."


" Ning selamat ya atas kelahiran putranya."


" sama-sama, maaf saya ke depan dulu."


" Iya Ning."

__ADS_1


Khayra pun gabung dengan kakek dan neneknya di ruang tamu sedangkan kedua adiknya nggak tahu kemana.


__ADS_2