
Sebelum Maghrib keluarga kecil khayra sudah sampai di pesantren. Tapi mereka masih di dalam mobil, karena begitu mendekati adzan Maghrib mereka baru akan masuk ke masjid sebelum jama'ah shalat magrib di mulai.
Setelah mendapat introduksi dari mas Iqbal barulah Khayra dan keluarga kecilnya masuk ke dalam masjid. Khayra, Dania dan Zafira masuk ke Syaf khusus perempuan, sedangkan ustad gibran, sakti, Rayyan dan Zafran masuk ke Syaf khusus laki-laki.
Banyak para santri yang menyapanya tapi Khayra meminta mereka untuk tidak memberitahu keluarganya. Khayra dan anak-anaknya senggaja mengambil Syaf tepat di belakang barisan keluarga pemilik pesantren shalat.
Khayra dan kedua anaknya langsung menunduk begitu satu persatu keluarganya masuk dan mengambil barisan untuk shalat. Beruntung si cerewet Zafira bisa diam jadi keluarganya tak menyadari kehadirannya.
Selesai shalat magrib dan baca doa, khayra menyuruh Zafira untuk berjalan ke depan Syaf keluarganya. Dan Khayra menyuruh Zafira mondar mandir, adakah keluarganya yang sadar bahwa itu Zafira.
Khayra melihat Zafira berjalan ke depan melewati sebelah umi dan Tante Aisyah. Mereka nggak ngeh mereka pikir warga sekitar pesantren yang ikut shalat berjamaah di masjid. Zafira pun jalan mondar mandir sambil menunduk, dua kali bolak balik.terlihat keluarganya mulai terganggu. Sampai zafra menarik tangan Zafira.
" Fira." ucap Zafra kaget melihat keponakannya ada di sana.
umi yang mendengar nama cucunya di sebut langsung melihat ke arah Zafra dan anak kecil itu. Begitu juga dengan keluarga Khayra lainnya, umi langsung memeluk cucunya.
" Fira sama siapa?." Tanya Tante Aisyah.
Mereka belum menyadari keberadaan Khayra dan Dania di belakang mereka.
Zafira langsung menunjuk ke arah mommy nya, semuanya pun mengikuti arah yang di tunjuk oleh Zafira
Umi sudah tak bisa lagi membendung air matanya mendapati anak dan cucu perempuannya satu lagi yang sedang duduk di belakang mereka.
Khayra dan Dania pun langsung memeluk umi, Setelah itu Khayra memeluk keluarga lainnya.
" Kapan kalian datang kata umi kamu Minggu depan baru pulang ?" tanya nenek.
" Tadi siang baru sampai dan sengaja ngasih kejutan." jawab Khayra.
Para santriwati terharu dan senang melihat pertemuan itu.
" Sakti, Rayuan sama Zafran mana?." tanya umi
" Mereka sama mas Gibran."
" Ini yang namanya Chantika ya?." tanya Khayra.
" Ayo Chantika Salim sama Tante Kai, dia kakaknya bunda."
" Hallo Tante Kai." sapa Chantika.
" Hallo juga Chantika, oh iya ini anaknya Tante Kai nanti kalian bisa main bersama. ini namanya kak Dania." ujar Khayra memperkenalkan Dania. " kalau yang ini Zafira."
Dan di Syaf khusus laki-laki, keluarga Khayra juga di buat kaget dengan kedatangan ustad Gibran dan anak-anaknya.
Zafran mulai beraksi dia mencubit pipi Yusuf dengan gemas. Ustad Alif yang melihat anaknya di cubit pipinya Langsung ingin menegur anak kecil itu untuk tidak mencubit pipi anaknya.
__ADS_1
Tapi ustad Alif di buat kaget karena yang mencubit pipi anaknya adalah zafran keponakannya.
" Zafran, Rayyan, sakti, bang Gibran kalian ada di sini." ucap ustad Alif keras dan semua orang menatapnya.
Begitu juga keluarga Khayra apalagi Abi langsung bangun dari duduknya dan memeluk ketiga cucu laki-lakinya. Sedangkan ustad Gibran mencium tangan Abi, kakek, om Zaki , dan Om Zidan.
" Bang kenalin ini Fachri suaminya Zahra, dan Fachri ini bang Gibran suaminya kak Kai." ustad Alif memperkenalkan dokter Fachri ke ustad Gibran.
" Salam kenal Fachri."
" Salam kenal juga bang."
Setelah itu ustad Gibran menyapa para ustad yang ada di sana.
Para wanita pulang ke rumah seperti biasa dan akan melaksanakan shalat isya di rumah masing-masing.
Dania dan Zafira langsung akrab dengan Chantika.
" Kata kamu Minggu depan baru pulang." ucap umi.
" mau ngasih kejutan buat umi."
" Kalian nginap kan umi masih kangen sama cucu umi."
" Kami memang mau nginap di sini. mau bikin rusuh rumah umi."
" Umi bukannya kata mas Iqbal ada acara sebelum para santri pulang ke rumah masing-masing." Tanya Khayra.
" Harusnya nak tapi di ganti besok, ada orang Tua santri yang bakal Mambawa banyak jajanan ke sini untuk di makan para santri. "
" Dalam rangka apa?."
" Jadi anak itu cucunya sahabat kakek, cucunya itu bandel. cucunya di titipkan di sini selama satu tahun untuk belajar agama. setelah setahun anak itu malah betah dan di tambah anak itu sekarang sudah hapal berapa juz jadi lah orang tua dan kakeknya mengirim banyak jajanan untuk bisa di nikmati oleh para santi." Jelas umi.
" Wah kayanya Kai datang di waktu yang tepat bisa menikmati jajanan gratis."
Tak lama Abi dan yang lainnya pulang.
" Assalamualaikum."
" Walaikum salam."
" Kakek...." teriak dua bocah itu Dania dan Zafira berlari menghampiri kakeknya.
Begitu juga Sakti, Rayyan dan Zafran langsung memeluk neneknya.
" Kakek Fira punya boneka yang bessaaar banget. Di beliin sama Oma dan opa." cerita Zafira sambil memperagakan besar boneka Teddy bear nya.
__ADS_1
" Oh ya, wah sebesar apa?.". tanya Abi.
" Pokoknya besar banget kek."
Abi langsung menciumi seluruh wajah cucunya.
" Mas Fachri kenalin ini kakak Zahra namanya Khayra kita biasanya manggilnya kak Kai."
" Oh ini suami Zahra, yang sabar dan tabah ya jadi suami si cewek petakilan dan ngeselin. '" ucap Khayra menggoda Zahra.
" Terus aja kak jatuhin kak, hancur sudah harga diriku di depan suami." ucap Zahra mendramatisir.
khayra tertawa
" padahal harga dirinya udah nggak ada." timpal zafra yang ikut menggoda kembarannya.
" Terus adanya apa fra?." seru Michiko yang ikut menggoda adik iparnya.
" Nggak kakak nggak kakak iparnya menyebalkan." ucap Zahra yang manyun karena digoda.
" Eh bang Gibran ini baru kakak ipar Zahra paling the best." ucap Zahra begitu melihat ustad Gibran datang dan duduk di sebelah mas Iqbal setelah mencium tangan ibu mertuanya.
" wah kayanya lagi ada maunya tuh makanya Muji." ucap ustad Gibran.
" Jangan suudzon bang,oh iya bang Gibran udah kenalan sama suami Zahra." tanya Zahra.
" Sudah tadi."
" Bang Gibran sama kak Kai belum ngasih Zahra kado pernikahan Lo."
" Ada kok udah di siapin ?."
" Apa bang?." Tanya Zahra.
" Abang bawain mochi strawberry sebagai kado pernikahan kamu."
" Kok mochi strawberry sih kadonya." protes Zahra.
" Ya bukannya kamu suka banget mochi strawberry kalau lagi ke Jepang. Karena kita bakal tinggal lagi di sini jadi sengaja kita beliin kamu mochi strawberry. "
" Yang keren kek gitu."
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
yuk yang mau cerita Zahra udah Author bikinin ya silahkan mampir.
__ADS_1
semoga suka, terimakasih