Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
173. Sakti lulus


__ADS_3

Khalid senang sekaligus sedih, senang karena sudah bertemu. Sedih karena tidak bisa selalu melihat keberadaannya.


Setelah bertemu dengan Dania dan Khalid tahu sekarang dimana keberadaan Dania. Khalid pun mengingat pesan Abi nya untuk selalu menyebut namanya di sepertiga malam.


*******


Waktu berjalan begitu cepat buat Sakti dan hari ini adalah pengumuman kelulusan. Sakti tidak mengkhawatirkan itu dia sangat percaya akan lulus dengan hasil yang memuaskan.


Yang saat ini dia khawatirkan adalah sebentar lagi dia akan pergi ke Amerika dan meninggalkan adik satu-satunya yang dia punya. Walaupun ada orang tua angkatnya yang begitu menyayangi kami. Tetap saja buat Sakti yang sudah kehilangan kedua orang tuanya. Dia juga amat sangat takut di tinggalkan oleh adiknya.


Semua siswa kelas tiga di kumpulkan di lapangan, setelah kepala sekolah memberikan sambutan. Semua siswa di bagikan amplop oleh para guru. Para siswa pun segera membuka amplopnya. Riuh suara bahagia bergemuruh di lapangan sekolah. Para siswa berteriak senang saat melihat tulisan lulus di kertas yang berada di dalam amplop.


Sakti yang mendapat nilai tertinggi pun mendapatkan ucapan selamat dari para guru dan juga teman-temannya. Bahkan Sakti berada di urutan kedua dengan nilai kelulusan tertinggi Nasional.


Saat teman-temannya merayakan kelulusannya dengan konvoi keliling kota. Tidak dengan Sakti dia memilih untuk pulang ke rumah. Karena Sakti sudah tidak sabar untuk memberitahu ke Mommy nya.


" Assalamualaikum."


" Walaikum salam." Jawab Oma dan opa yang sedang duduk di ruang tv.


Sakti pun segera menghampiri dan mencium tangan Oma dan opa nya.


" Gimana mas hasilnya?." Tanya Oma.


" Alhamdulillah Oma Sakti lulus dengan nilai kelulusan tertinggi di sekolah. Tapi sayang Sakti hanya bisa di urutan kedua Nasional."


" Nggak apa-apa, Opa sangat bangga sama kamu."


" Terima kasih opa."


" Oma juga bangga punya cucu pintar-pintar."


" Terima kasih Oma, oh iya Mommy mana Oma?."


" Oh iya Oma lupa Mommy kamu pergi sama adik-adik kamu ke Restoran kamu di suruh nyusul. Soalnya dari sana mau langsung ke rumah kakek dan nenek."


" Ya udah Oma , sakti ganti baju dulu dan siap-siap nyusul Mommy."


" Mas sakti kata mommy bakal nginap di sana, terus kamu nggak usah bawa mobil soalnya Mommy bawa mobil. Nanti kamu minta diantar supir aja."


" Iya Oma."


*******


Sakti sudah sampai restoran milik Mommy dan juga om nya.

__ADS_1


" Mas Sakti kalau cari Bu khayra ada di ruangannya tapi kalau adik-adiknya mas Sakti ada di saung " ucap pegawai resto


" Saya ke saung aja, Tapi saya boleh minta iga bakar sama minumnya es jeruk kelapa."


" Baik mas."


" Terima kasih ya mbak "


Sakti pun menghampiri adik-adiknya dan ke empat adiknya sedang asik dengan tabletnya masing-masing.


Sakti diam-diam langsung tiduran di sebelah Zafira yang sedang asik main game sambil tiduran.


" Astaghfirullahaladzim, Mas Sakti ngagetin Fira aja." teriak Zafira yang kaget.


" Kan jadi mati, Mas Sakti sih " Zafira ngambek


Sakti, Dania dan Zafran tertawa.


Ternyata suara cempreng nya Zafira dan Tertawanya Sakti, Dania, Rayyan dan Zafran. Menjadi pusat perhatian pengunjung restoran.


" Mbak perasaan tadi saya lihat yang di saung itu nggak melihat orang dewasanya atau orang tuanya. " Tanya pengujung di saung sebelah.


" Oh mereka anak-anak yang punya restoran, Mommy masih menyelesaikan pekerjaannya di ruangannya."


*******


" Mas Sakti gimana?." Tanya Dania.


" Lulus dong, lulus dengan nilai tertinggi di sekolah dan nomor 2 di nasional."


" Selamat ya mas" ucap Dania.


" Selamat ya mas," ucap Rayyan


" Keren.' ucap Zafran.


" kakak Fira emang the best. " Ucap Zafira memberikan jempolnya.


" Terima kasih adik-adik ku."


Setelah menyelesaikan pekerjaannya Khayra langsung menemui anak-anaknya.


" Mommy," Ucap Sakti saat menyadari kedatangan Mommy nya.


" Gimana pengumumannya nak?."

__ADS_1


" Alhamdulillah Mom lulus dengan tertinggi di sekolah dan urutan kedua Nasional."


" Alhamdulillah Mommy bangga sama kamu mas, Semoga kamu juga tetap menjaga kepercayaan Mommy ya mas. Walaupun nanti tinggal jauh dari Mommy."


" Lagi pula di sana pasti bakal di awasi oleh opa Hiro dan Oma Amel. Mommy tahu sendiri opa Hiro, Kaya gimana? Mana mungkin Sakti macam-macam bisa di bantai sama opa Hiro." kekeh sakti.


" Tapi Mommy ikut juga kan ngantar Sakti sampai Amerika." Kata Sakti lagi.


" Iya kita semua bakal ngantar kamu sampai ke sana. Om Iqbal sama Tante Michi juga ikut."


" Sip."


" Ya udah ayo kita ke rumah kakek dan nenek." Ajak khayra


Mereka pun keluar restoran dan lanjut ke rumah kakek dan nenek.


Begitu sampai hanya ada umi saja di rumah dengan Alifa anaknya Zafra yang bungsu. Sedangkan Abi masih ada di pesantren.


" Oh iya Dania sama Rayyan kata kakek di suruh ke kantor pesantren. Kakek bilang di suruh nemuin ustazah Jasmine buat ambil seragam." ucap umi.


" Kalau gitu Dania dan Rayyan menemui ustadzah Jasmine dulu. Assalamualaikum."


" Walaikum salam."


*****


Tok..tok..tok..


" Assalamualaikum...."


" Walaikum salam, Ning Dania dan Gus Rayyan Ada apa." Tanya seorang ustad di sana.


Khalid yang mendengar nama Dania langsung menengok ke arah pintu.


Deg


" Masya Allah, Cantiknya." gumam Khalid dalam hati.


" Ini ustad mau ke temu ustadzah Jasmine." jawab Rayyan.


" Oh iya Ning Dania dan Gus Rayyan, Ayo ikut ustadzah jajal seragam dulu." Ucap ustadzah Jasmine.


Dania dan Rayyan pun mengikuti ustadzah Jasmine.


" Tadi aku nggak salah dengar kan kalau mau jajal seragam berarti dia bakal bersekolah di sini dong.' gumam Khalid dalam hati

__ADS_1


__ADS_2