
Abi, papa sama ustad Gibran pergi keluar mencari sarapan. Sedangkan umi, mama dan Zahra sedang duduk di sofa. Bayinya Khayra berada di pangkuan umi dan Zahra sedang sibuk mengelus-elus pipi baby nya Khayra.
Zafra lebih memilih duduk dekat sang kakak menemani kakaknya dari pada gabung dengan yang lain.
" Zafra kakak boleh tanya?" ucap Khayra
" Mau tanya apa kak."
" Seandainya ada laki-laki baik, Soleh dan bertanggung jawab mau mengkhitbah kamu. Apak Zafra akan menolak atau nggak." tanya Khayra hati-hati.
" Kalau laki-laki itu baik, Soleh dan bertanggung jawab dan juga Abi sama umi setuju insyaallah Zafra akan menerimanya. Tapi itu nanti Sekarang Zafra hanya fokus sekolah." ucap Zafra.
" Memangnya kenapa kalau masih sekolah, kakak juga menikah saat masih sekolah." ucap Khayra.
" Tapi kakak saat itu sudah berapa bulan lagi lulus sekolah."
" Dan Zafra nggak mau kejadian kakak dulu menimpah Zafra. Difitnah oleh santri satu pesantren." ucap Zafra lagi
" Tapi Allah langsung menunjukkan kebenaran yang ada."
" iya untung aja cepat di bereskan saat itu."
" Oh iya berapa hari yang lalu mas Gibran di minta tolong sama ustad Alif. Beliau menaruh hati pada seorang gadis tapi dia ragu karena beda status."
" maksud kakak?." ucap Zafra menatap Khayra.
" Jadi gini seperti yang kamu ketahui Ustad Alif adalah seorang anak yatim. Ayahnya meninggal kecelakaan saat adiknya yang bungsu itu berusia satu tahu. Ustad Alif sendiri saat itu berusia sebelas tahun, ustad Alif membantu ibunya untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. ustad Alif berjualan kue keliling komplek perumahan tempat mas Gibran tinggal. Mamanya mas Gibran sering membeli kue yang di jajakan oleh ustad Alif. Suatu hari mama dan papanya mas Gibran melihat Ustad Alif, ibunya dan kedua adiknya berada di pinggir jalan sambil membawa berapa tas besar. Ternyata mereka baru saja di usir di kontrakan karena sudah berapa bulan nunggak uang kontrakan. Mama dan papa mas Gibran akhirnya membawa mereka ke rumahnya. Ibunya Ustad Alif di berikan pekerjaan untuk merawat Omanya mas Gibran sedangkan ustad Alif dan kedua adiknya di sekolahkan. Tapi ustad Alif tetap bekerja dia membantu mencuci mobil di rumahnya mas Gibran dan Ustad Alif suka dikasih uang sama papanya mas Gibran. Sama ustad Alif di kumpulkan uangnya karena dia mau adik-adiknya bisa kuliah. Menurut Zafra Ustad Alif itu seperti apa?."
" kalau dari cerita kakak, ustad Alif pria yang bertanggung jawab. Dia begitu bertanggung jawab terhadap ibu dan adik-adiknya sudah pasti kelak dia juga akan bertanggung jawab pada istrinya."
" Ustad Alif banyak yang suka ya di kalangan santri."
" iya, dulu para santri begitu mengidolakan bang Gibran tapi karena sudah milik kakak. Sekarang posisinya di gantikan oleh ustad Alif."
" kalau misalnya kamu dapat suami seperti ustad Alif mau nggak kamu." tanya Khayra yang terus memancing adiknya.
" Kak siapa sih perempuan yang nolak jadi istrinya ustad Alif, udah ganteng, Soleh, baik, murah senyum nggak kaya bang Gibran dingin, penyayang lagi " jelas Zafra.
" Kalau kamu?."
" Ya jelas nggak nolak lah." Zafra langsung menutup mulutnya karena keceplosan.
sedangkan Khayra tersenyum senang.
" kak Zafra cuma becanda kak jangan dianggap serius ya." ucap Zafra sambil mengatupkan tangannya.
" Tapi siapa kak yang di sukai sama ustad Alif, Zafra kenal gak?." ucap Zafra lagi
__ADS_1
" kepo."
" Kak serius sih."
Khayra yang melihat adiknya penasaran sengaja menjahilinya.
" kak..." Zafra masih kepo.
" Kamu kenal kok sama dia?."
" siapa kak?." tanyanya tak sabaran.
" yang jelas orangnya baik, insyaallah Soleha, cantik dan juga pintar.'
" kak santri pesantren atau bukan " Zafra makin penasaran.
" santri pesantren."
" hah... siapa kak? kelas berapa?." tanya Zafra yang kian penasaran.
Sebelum di jawab pertanyaan dari Zafra keburu datang, kakek, nenek, keluarga om Zidan dan keluarga Tante Aisyah. Mereka pun saling bersalaman kemudian mereka menghampiri Khayra mengucapkan selamat atas kelahiran putranya.
Setelah itu nenek, Tante Ais dan Tante Mala berebut untuk mengendong bayi Khayra dan ustad Gibran.
" Ya Allah Kai ganteng banget sih." ucap Tante Mala.
" Iya Kai, Tante jadi nggak sabar bayi Tante lahir." ucap Tante Aisyah yang saat ini sedang hamil tiga bulan.
" Sakit gak Kai." tanya Tante Aisyah.
" Sakit sih Tan, tapi rasa sakitnya hilang saat baby Kai berada di dekapan Kai." jelas Kai
" Tapi kenapa mirip Gibran banget Kai " ucap om Zidan.
" Ya wajar kali om mirip mas Gibran orang mas Gibran ayahnya." ucap Khayra sebel.
Semua yang ada di sana tertawa karena melihat Khayra sebel karena anaknya lebih mirip ustad Gibran daripada dirinya.
" Oh iya nama anak kamu siapa Kai?.' tanya Tante Mala.
" namanya Muhammad Rayyan Shaqeed al-Fatir."
" hallo baby Rayyan."
Menjelang Dzuhur kakek, nenek, keluarga om Zidan, dan keluarga Tante Aisyah pulang. Sedangkan umi, Abi dan kedua orangtuanya tetap di rumah sakit gantian dengan orang tuanya ustad Gibran yang pulang dulu untuk istirahat dan sore baru kembali ke rumah sakit.
" Mas tinggal shalat Dzuhur dulu sama Abi. nanti mau mas bawain apa?." tanya ustad Gibran.
__ADS_1
" Mau jus alpukat sama beliin roti takut nanti iseng mau ngemil."
" ya udah mas tinggal ya." ucap ustad Gibran mencium kening Khayra.
" Umi, Zafra sama Zahra mau makan siang apa?." tanya ustad Gibran.
" Umi sih apa aja nak?."
" kalau Zafra juga."
" Zahra ayam geprek aja."
Abi dan ustad Gibran pun pergi untuk shalat Dzuhur sekalian membeli makan siang.
Baby Rayyan menangis umi langsung mengambil baby Rayyan dari box bayi lalu di berikan ke Khayra.
" Ini baby Rayyan nya kamu kasih susu dulu." ucap umi sambil memberikan baby Rayyan ke Khayra.
Umi dan Zahra mereka melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah di dalam kamar rawat Khayra. Sedangkan Zafra dia sedang datang bulan jadi libur shalat.
Zafra mendekati Khayra duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur nya.
" Kak, lanjut yang tadi." ucap Zafra pelan.
" Yang mana?."
" ihs kakak yang soal ustad Alif."
" Kenapa sama ustad Alif?.'
" Kakak jangan pura-pura lupa deh."
" ya emang kenapa sama ustad Alif." ucap Khayra sambil tersenyum di dalam hati.
" Zafra... Zafra ternyata kamu juga suka sama ustad Alif. Kalau dia nggak suka nggak mungkin dia penasaran dengan ustad Alif. " gumam Khayra dalam hati.
" Si kakak orang di tanya malah bengong.'
" iya ada apa adikku sayang."
" Itu yang tadi kak, siapa yang di sukai sama ustad Alif."
" Kenapa emangnya? kok kamu mau tahu banget sih." selidik sang kakak.
" Ya nggak apa-apa pingin tahu aja. Siapa sih kak bikin penasaran deh."
" kakak juga nggak tahu." jawab khayra.
__ADS_1
Zafra langsung membuang nafas kasar.
" Kai pun tersenyum bahagia karena baik ustad Alif mau pun zafra memiliki perasaan yang sama." gumam Khayra dalam hati sambil melihat sang adik yang kesal.