
" Ceritanya panjang dan cukup memalukan, Kalau aku ceritakan pasti kalian merasa jijik punya teman kaya aku." ucap Gina tertunduk malu.
" Gin semua orang punya salah dan khilaf yang terpenting bagaimana kita mau memperbaiki diri." ucap Nada yang melihat raut kesedihan di wajah sahabatnya.
" Iya Gin, semala kamu menyadari kesalahan kamu dan juga kamu mau memperbaiki diri untuk menjadi yang lebih baik lagi. Kami nggak mempermasalahkan kekhilafan yang kamu lakukan di masa lalu." Ucap Khayra yang ikut bicara.
" iya Gin kamu tetap sahabat kami." timpal Sarah.
" Aku mau cerita tapi setelah ini aku mohon jangan menjauhi aku ya."
Kami semua mengangguk.
" Jadi saat aku pulang ke rumah sehabis lulusan dulu. Aku baru tahu kalau papa aku sudah meninggal karena serangan jantung dan nggak ada yang mengabari aku. Tapi aku berpikir positif mungkin karena aku jauh makanya nggak di beritahu." ucap Gina sambil menyeka air matanya yang menetes.
" Tapi aku baru merasa aneh hampir semua keluarga ayah aku menjaga jarak dengan aku. padahal sebelumnya aku cukup akrab dengan saudara papa. Aku berpikir mungkin telah terjadi sesuatu.
Sampai suatu kejadian Hari itu aku yang sudah berangkat ke kampus tapi karena ada yang tertinggal aku pun kembali pulang. Dari situlah awal aku mengetahui semuanya." Nada bicara Gina mulai sedikit meninggi dan sedikit emosi
Kami bertiga setia mendengarkan.
__ADS_1
" Aku mendengar suara mamaku sedang bertengkar dengan seorang laki-laki di dalam kamar. Karena penasaran siapa laki-laki yang di bawa masuk oleh mama aku ke dalam kamarnya. Aku pun bersembunyi sambil mendengarkan pembicaraan mereka."
Khayra memberikan air minum ke Gina supaya tidak terbawa emosi
" Kalau kamu merasa berat untuk cerita nggak usah di paksa Gin." ucap Sarah yang kasihan melihat sahabatnya.
" Nggak aku harus cerita karena aku butuh bantuan banyak orang."
" Ya sudah lanjutkan siapa Tahu setelah cerita ke kita kamu lega." ucap Khayra sambil mengelus punggung Gina.
" Ternyata laki-laki yang berada di dalam kamar mama aku adalah supir mama. Yang ternyata adalah laki-laki yang mama cintai tapi laki-laki itu memilih menikahi sahabat mama. Dan saat itu juga aku baru tahu bahwa meninggalnya papa karena serangan jantung. Saat memergoki mama sedang berhubungan badan dengan laki-laki itu. Mama dan laki-laki itu sudah berselingkuh sekitar setahun tak lama setelah laki-laki itu menjadi supirnya mama. Dan yang membuat aku membenci mama aku adalah saat papa aku mengalami serangan jantung mama malah meminta paksa untuk papa menandatangani surat wasiat peralihan harta milik papa menjadi milik mama." Gina berhenti sejenak menghapus air matanya.
" Dari saat itu aku amat membenci mama aku dan Aku merencanakan balas dendam. Dan Akhirnya aku tahu ternyata mama sangat mencintai laki-laki itu dan akan melakukan apa saja agar bisa bersama. Ternyata mama melakukan itu juga sama istri laki-laki itu. Dari situ setan apa yang saat itu ada di diri aku. Aku menjebak Laki-laki itu untuk membalas dendam ke mama. Aku memberikan laki-laki itu obat perangsang dan kami pun melakukan hubungan yang di larang oleh agama."
Kami bertiga sontak kaget.
" Kalian kaget kan bagaimana bisa aku yang lulusan pesantren melakukan hal keji itu. Tapi aku juga manusia saat itu aku begitu marah dan sakit hati. Makanya aku melakukan itu untuk membalas dendam ke mama aku."
" Mama aku ngamuk begitu tahu aku tidur dengan orang yang begitu dia cintai. Tapi aku punya kartu as mama aku, Aku mengancam balik mama aku. Ternyata mama aku begitu takut dengan ancaman aku. Setan makin mengusai aku, aku melihat mama cemburu dan frustrasi. aku makin menjadi aku sengaja membawa laki-laki itu kembali ke kamar aku. Tapi ternyata laki-laki itu adalah laki-laki baik yang ternyata diancam oleh mama karena ambisi mama ingin memiliki laki-laki itu. Laki-laki itu tidak mau menyentuh aku padahal aku sudah menyerahkan diri aku. Kami hanya melakukan pada saat itu aja dimana laki-laki itu dalam pengaruh obat. laki-laki itu mau menyentuh aku Kalau adanya pernikahan walaupun hanya nikah sirih. Tapi karena aku begitu dendam ingin menghancurkan mama aku. Dan aku pun mau menikah sirih dengan laki-laki itu."
__ADS_1
Gina kembali menghentikan ceritanya dan memandang wajah para sahabatnya.
Dan kembali melanjutkan ceritanya.
" Setelah menikah sirih makin lama aku makin nyaman dan mulai mencintainya setelah Tahu aku hamil. Dan suami aku juga ternyata amat menyayangi aku. Juga anak-anak suami aku juga sangat menerima aku jadi ibu tiri mereka."
Kami melihat kembali perubahan wajah Gina yang awal sangat emosi tapi saat terakhir dia menceritakan kalau dia mencintai suaminya. Gina tersenyum Sambil menceritakannya.
" Terus kalian tinggal di sini dari kapan ?." tanya Sarah.
" Aku sudah tinggal setahun lebih di sini menempati rumah yang di berikan oleh pihak sekolah. Sebelum kami berpindah-pindah karena mama aku masih terus mencari kami. bahkan sampai saat ini mereka masih mencari kami. Tapi sepertinya mereka tahu keberadaan kami karena semalam ada orang yang melempari batu berisi kertas mengancam kerumah yang kami tempati. Makanya aku menyuruh suami aku pulang ke rumah pagi tadi dan untuk tetap di sana. Aku pikir aku aman karena di rumah sakit tapi tadi pagi ada orang masuk dan hampir membekap anak aku pakai bantal saat aku sedang ke kamar mandi. Beruntung ketawan oleh aku dan orang itu pergi."
" Kamu nggak lapor ke petugas keamanan Gin." ucap Khayra yang kaget
" Aku nggak sempat lihat Orangnya karena keburu pergi "
" Terus kenapa nggak langsung telpon aku."
" Aku nggak enak Ning, Kamu sudah baik banget mau membiayai rumah sakit anak aku."
__ADS_1
" Gini aja aku akan bicara ke Abi, umi, om imam yang memegang rumah sakit ini. Supaya nggak ada lagi kejadian kaya gini . Aku juga bakal bilang ke suami aku dan juga papa mertua aku. Tunggu ya aku telpon Dulu." Izin Khayra.