
Setelah menemui Dania dan baby Sakha, Khayra pun langsung pergi menemui Bagas dan Luna.
Tok ....tok...tok...
" Assalamualaikum..."
Ceklek
" Walaikum salam." Bagas yang membukakan pintu.
" Mommy, ayo masuk Mom." Bagas mempersilahkan Khayra masuk tapi sebelumnya Bagas mencium tangan Khayra.
" Luna nya mana?."
" Di kamar Mom."
" Ya udah Mommy nemuin Luna dulu, ini kamu bawa ke dapur. oh iya kamu sama Luna sudah Makan." tanya Khayra
" Baru sarapan aja Mom, Tapi tadi kak jihan sebelum pergi masak udang goreng tepung sama tumis brokoli. Terus tadi juga nenek bawain ayam mentega." Jawab Bagas.
" Ya udah Mommy temui Luna dulu "
Khayra pun pergi ke kamar Luna.
Ceklek
Ternyata Luna sedang tidur, Khayra pun langsung berjalan menghampiri tempat tidur Luna. Khayra duduk di pinggir tempat tidur Luna sambil memandangi wajah Luna.
" Mom ini Bagas bikinin minum." Ucap Bagas sambil memberikan segelas air putih.
" Terima kasih sayang." Khayra pun meminum sedikit lalu meletakkan gelas tersebut di meja belajar yang kebetulan berada di sebelah tempat tidur Luna.
" Baru tidur atau sudah lama." Tanya Khayra.
" Tadi habis minum obat Mom." Jawab Bagas.
" Apa luka di keningnya parah?." Tanya Khayra.
" Nggak Mom, tapi dari kejadian itu Luna nggak mau memejamkan mata dia bilang kalau memejamkan matanya takut di pukul lagi katanya." Jelas Bagas
Khayra mengeryitkan keningnya berpikir apakah separah itu sampai sebegitu takutnya.
__ADS_1
" Apakah sampai setakut itu."
" Iya Mom kemarin sore Luna takut menemui teman-temannya dan Lina nangis ketakutan. Sampai akhirnya semalam Luna di bawa sama kak Jihan dan nenek ke rumah sakit."
Deg...
Rasanya sakit banget hati di saat anaknya mengalami musibah dirinya tidak tahu sama sekali.
" Ya Allah ibu macam apa aku ini sampai tidak tahu anak ku sampai seperti ini." Gumam Khayra dalam hati.
Tiba-tiba Luna membuka matanya
" Mommy..." panggil Luna dengan suara serak khas bangun tidur.
" Iya sayang Mommy di sini." Ucap Khayra.
Luna langsung bangun dan memeluk Khayra
Hiks...hiks...hiks...
" Eh...anak Mommy kok malah nangis sih?."
" Luna nggak mau sekolah Mommy, Luna takut hiks...hiks.."
" Luna takut sama kakak itu, dia suka marah-marahi Luna. Luna emang cuma anak angkat tapi Luna juga nggak minta Mommy dan Deddy untuk angkat Luna jadi anaknya. Tapi kenapa kakak itu juga benci banget sama sudah dia nggak suka banget Luna jadi anaknya Mommy dan Deddy hiks...hiks...". Khayra mengusap punggung Luna.
Walaupun Luna saat ini sudah duduk di bangku kelas satu SMP tapi sama kaya Zafira. Meski sudah kelas satu SMP mereka tetap saja manja maklum anak bungsu.
" Luna nggak apa-apa kok Mom nggak sekolah yang penting Luna nggak ketemu lagi dengan kakak itu dan juga teman-temannya. Luna takut ketemu mereka."
Deg...
" Ya Allah sebegitu takutnya kamu sama mereka sebenarnya apa yang sudah mereka lakukan." gumam Khayra dalam hati dirinya benar-benar merasa bersalah telah lalai memerhatikan mereka.
Khayra berpikir mereka aman karena berada di tempat yang tepat. Khayra pikir semua akan menghargai Luna dan juga kakak-kakaknya sebagai anak angkat. Sama seperti Dania semua santri sangat menghargai Dania sebagai cucu dari pemilik pesantren walaupun hanya cucu angkat. Tapi kenapa tidak dengan Luna dan kakak-kakaknya sebenarnya ada apa.
" Sekarang Luna di rumah aja dulu ya, Nanti Mommy bicarakan dulu sama Deddy."
Luna mengangguk.
" Mommy menemui kakek dulu ya, nggak apa-apa kan Mommy tinggal."
__ADS_1
" Iya Mom nggak apa-apa."
" ya udah Mommy pergi dulu ya, Bagas kamu jaga adiknya. assalamualaikum."
" Walaikum salam."
Khayra pun pergi menemui Abi nya di kantor pesantren tapi sebelumnya Khayra menelpon suaminya terlebih dahulu menceritakan apa yang terjadi dan juga kondisi Luna.
Ustad Gibran menyuruh Khayra untuk membawa Luna, Bagas dan aji ke rumah. Kebetulan besok sudah hari Jumat jadi Khayra akan meminta izin untuk aji tidak masuk sekolah.
Khayra juga tak lupa meminta izin ke Jihan untuk membawa adik-adiknya menginap di rumah.
Kini Khayra pun sudah sampai di depan kantor Abi nya.
" Assalamualaikum..."
" Walaikum salam, masuk nak."
khayra pun masuk dan langsung mencium tangan Abi nya.
" Baru datang apa dari tadi?." Tanya Abi.
" Dari tadi cuma ke tempat dania dan juga melihat kondisi Luna " jelas khayra.
" Nak maafin Abi ya yang nggak memerhatikan cucu Abi yang satu itu. Abi juga nggak nyangka kalau Luna. bakal mengalami trauma. Semalam Luna di bawa ke rumah sakit karena dia ketakutan saat melihat teman-temannya."
" Bagas juga sudah cerita, Kai juga kaget Abi karena baru semalam Rayyan cerita. Makanya Kai langsung menemui Luna. Sebenarnya kejadiannya kapan sih bi."
" Pas Dania pulang dari rumah sakit, Abi juga nggak tahu kejadiannya soalnya pas Abi Sama Zaki lagi pergi ke tempat kyai Gofar. baru besoknya Abi tahu tapi Abi belum jelas detailnya. Tapi saat Abi kemarin melihat Luna begitu ketakutan Abi rasa kejadian kemarin bukan yang pertama."
" Kai juga berpikir seperti itu bi."
" Tapi Abi sudah meminta ustadzah Jasmine untuk menanyakan kepada teman Luna dan juga santri yang lainnya."
" Oh iya bi Kai mau bawa Bagas , aji dan Luna menginap di rumah. Setidaknya di rumah ada Zafira siapa tahu sedikit membuat Luna lupa atas kejadian kemarin."
" Iya nak bawalah kasihan dia."
" Tapi Kai minta izin untuk aji nggak masuk sekolah." ucap Khayra.
" Ya udah kamu bilang saja sama ustad Agung."
__ADS_1
" Iya bi."
Khayra pun mengobrol banyak dengan Abinya