Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
188. Kumpul


__ADS_3

Di dalam ruangan Keiko, Khayra duduk di kursi di hadapan Keiko.


" Kai kamu tadi lihat perempuan yang pakai baju biru " ucap Keiko.


" Iya.."


" Perempuan itu hampir membuat Sakti celaka."


" Apa... terus Sakti kenapa masih berteman dengan dia."


" Sengaja karena anak kamu mau mencari tahu apa motif wanita itu "


" Astaghfirullahaladzim, Jadi belum tahu kenapa wanita itu jahat sama sakti gitu."


" Iya..."


" Memang apa yang wanita itu lakuin sampai bisa mencoba mencelakai Sakti."


Keiko pun menceritakan kejadian itu kepada Khayra. Khayra langsung marah dan mau menghampiri wanita itu tapi di tahan oleh Keiko.


Keiko sangat paham dengan sifat Khayra, Mungkin orang lain melihat Khayra sangat lembut.


Tapi mereka tidak tahu apa yang akan Khayra lakukan apabila ada yang mencoba berbuat jahat kepada keluarganya.


" Kenapa kamu harus repot-repot merendahkan harga diri kamu untuk membuat pelajaran buat nyamuk kecil itu." Ucap Keiko.


" Aku geram dengan tidak tahu malunya dia masih berada di sekitar sakti." kesal Khayra.


" Ingat kejadian dulu, Apa harus Sakti di ungsikan." Ucap Keiko sambil tersenyum.


" Hahaha....Iya ya, bisa di pikiran kayanya." ucap Khayra.


" Kalau dulu perempuan itu terobsesi dengan Gibran dan Alif untuk bisa memilikinya. Tapi kalau ini karena tahu Sakti anak siapa?. Biasa Upik abu mau jadi Cinderella, Di hanya iri dengan sekitarnya. Nih lihat papa sudah selidiki." Keiko memberikan tabletnya, di sana sudah ada laporan tentang Monica yang opa Hiro selidiki.


Khayra membaca dengan seksama dan dia pun mengerti dengan apa yang Monica lakukan.


" Ini sih seperti kasus Suaminya Zahra yang dimana Fachri menolong ibu dari mantan pacarnya yang sakit. Tapi malah minta di jadiin istri kedua. Karena mereka pikir Fachri sudah sukses. Dan dia kira-kira Zahra hanya orang kampung yang miskin. Terus nikah sama Fachri jadi hidup enak." cerita Khayra.


" hahaha...Iya betul, Setipe berbuat nekat hanya ingin bisa punya barang branded. Tapi nggak mau usaha dan kerja keras."


****

__ADS_1


Sakti Langsung pulang ke rumah opanya Setelah dari restoran tadi. Sampai rumah opa Hiro sakti langsung masuk kedalam. Dan Sakti pun mencium tangan semua anggota keluarga yang lebih tua.


" Mas Sakti...Fira kangen." Teriak Zafira dari lantai atas dan langsung berlari memeluk Sakti.


" Hai...cantik Mas Sakti juga kangen sama si cerewet ini " ucap Sakti.


" Ayo ada yang mau lawan Mas Sakti nggak." Ajak Sakti yang langsung ikut bermain PS.


" Mas Sakti lawan Miko dulu." Ucap Miko.


" Siapa takut?." Sakti pun mengambil posisi duduk dekat Miko.


Menjelang sore Khayra dan Keiko baru sampai rumah opa Hiro. Dan khayra langsung dapat protes dari putrinya.


" Mommy lama banget sih perginya?. Mommy nggak ingat kalau ada anak Mommy di sini?. Fira tuh nungguin Mommy tahu." Omel Zafira dan membuat yang lain tertawa.


" Aduh Kai satpam kamu marah?." Celetuk opa Hiro.


" Nggak usah marah-marah oke. Nih siapa yang minta di beliin fish and chips." ucap Khayra mencubit hidung Zafira lalu menaruh kantong ke atas meja.


" Hehehe... Fira yang minta."


" Udah sana makan, Dan bagi juga untuk yang lain."


****


Khalid dan Dania sudah sampai di bandara.


" Yang kita naik apa ke rumah opa Hiro." tanya Khalid.


" Sudah ada yang jemput, Tuh dia supirnya opa Hiro " Tunjuk Dania.


" Selamat malam nona mari ." Supir pun mengambil koper yang di bawa Khalid dan Dania menuju mobil.


Supir pun melajukan mobilnya menuju rumah opa Hiro.


" Kamu sering ke sini?." Tanya Khalid yang baru pertama kali menginjakkan kaki ke negeri Paman Sam.


" berapa kali kesini? Karena opa Hiro kan paling di tua kan. Opa Hiro itu kakaknya Oma lumayan sering mengunjungi opa Hiro." ucap Dania.


Khalid hanya manggut-manggut saja

__ADS_1


" Kesana itu menuju apartemen mas Sakti." ucap Dania.


" Loh memang nggak tinggal di tempat opa Hiro."


" Nggak, Mas Sakti memilih tinggal di apartemen milik opa Hiro. bersebelahan dengan cucunya opa Hiro kak Athea."


Tak lama mobil yang di tumpangi Khalid dan Dania pun sampai di rumah opa Hiro. Khalid di buat takjub dengan rumah yang begitu mewah dan besar.


Mereka langsung di sambut oleh Khayra yang sudah menunggu.


" Assalamualaikum Mommy." Sapa Dania sambil memeluk Mommy nya dan di ikuti Khalid yang mencium tangan Khayra.


" Walaikum salam. ayo masuk Khalid."


Mereka pun masuk ke dalam rumah, Dania dan Khalid mencium tangan satu persatu orang yang lebih tua.


" Khalid kenalkan ini namanya Tante Keiko dan suaminya om Albert." ucap Khayra memperkenalkan sang memantu ke sepupunya yang memang belum mengenal Khalid.


" Wah pantas Dania langsung oke, ganteng begini." Goda Keiko.


" Ihs..Tante kei nggak gitu juga kali." protes Dania.


" Niki kamu nggak mau gitu kaya Dania masih muda sudah punya suami." Ucap Keiko kepada putrinya yang kebetulan baru turun dari lantai dua.


Niki hanya lebih tua satu tahun dari Sakti.


" Aduh Mommy mulai deh," Ucap Niki yang sebal Mommy selalu menanyakan kapan bawa calon menantu Mommy.


" Hai Dania apa kabar?." Sapa Niki sambil memeluk adik sepupunya.


" Baik kak, kak kenalin suami Dania." ucap Dania memperkenalkan Khalid


" Hai aku Niki kakak sepupu Dania." ucap Niki


" Khalid."


" Sudah kalian istirahat aja dulu atau mau makan malam dulu." ucap Oma Amel.


" Kita bersih-bersih dulu Oma, badan Dania sudah lengket." ucap Dania.


" Ya sudah kamarnya yang dekat ruang perpustakaan Ya Dania."

__ADS_1


" Iya Oma, kalau gitu Dania permisi dulu."


Dania dan Khalid pun langsung menuju kamar yang sudah di sediakan.


__ADS_2