Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
162. Sakti memukul orang


__ADS_3

Waktu terus berjalan tanpa terasa begitu cepat silih berganti. Banyak hal yang kita dapati dalam perjalanan ini. Sehingga membuat kita lupa ternyata waktu cepat berlalu.


Terkadang kita ingin kembali ke masa lalu dan tak ingin cepat berlalu. Tapi semua hanya tinggal kenangan yang tersimpan rapi di ingatan.


Khayra tak menyangka pernikahannya dengan ustad Gibran akan sampai sejauh ini. Dan selalu berharap akan selau bersama hingga mau memisahkan mereka berdua.


Tiga belas tahun sudah pernikahan mereka dan Alhamdulillah selama pernikahan mereka tak sekalipun ustad Gibran melonggarkan genggam tangannya. Bohong kalau selama tiga belas tahun ini tidak ada cobaan yang mereka hadapi.


Tapi Khayra selalu percaya bahwa suaminya akan terus menggenggam tangannya dan tak akan terlepas. Dan tidak hanya genggamnya yang tak akan terlepas tapi juga pandangan dan hatinya ustad Gibran. Khayra percaya bahwa kemana pun pandangan ustad Gibran hanya ada khayra di lihatnya.


Dengan ustad Gibran yang mempunyai wajah tampan dan tubuh sixpack di tambah seorang pengusaha sukses. Tak jarang banyak wanita yang menggoda dan mencoba merusak rumah tangga mereka. Tapi ustad Gibran selalu menutup celah semua itu dan tidak akan mengampuni siapa pun yang mengusik keluarganya terutama sang istri.


Kejadian dulu di awal pernikahan Mereka hampir saja ustad Gibran masuk ke dalam jebakan orang yang akan merusak rumah tangganya. Beruntung ustad Gibran mempunyai orang-orang yang sangat setia dan juga sangat menjaga ustad Gibran dan keluarganya.


Dan Hari ini Khayra di kejutkan oleh telpon dari pihak sekolah bahwa sakti memukul siswa dari sekolah lain. Karena saat ini sekolah mereka sedang mengadakan acara pensi dan olahraga selama seminggu.


Khayra yang mendapat telpon langsung menuju ke sekolah sakti dan Dania. Khayra selalu di oleh Ramon dan jeni kemana pun Khayra berpergian.


Sampai sekolah Khayra langsung menuju kantor kepala sekolah. Di sana sudah ada anaknya Sakti yang duduk sambil menunduk tapi Khayra bisa lihat sakti tetap menatap tajam anak laki-laki yang wajahnya babak belur itu.


Dan yang membuat Khayra bingung ada Dania yang menangis di pelukan guru perempuannya.


" Assalamualaikum."


" Walaikum salam, Mari silahkan masuk Bu." Ucap kepala sekolah menyuruh Khayra untuk masuk.


" Oh ini ibu dari anak tukang pukul ini," Seorang wanita bergaya glamour dan angkuh menunjuk Khayra.

__ADS_1


" Pakaian boleh tertutup tapi sama sekali tidak bisa ngajarin anaknya. Kamu tahu nggak anak kamu itu sudah mukulin anak saya sampai babak belur begini." teriak wanita itu.


" Pokoknya saya nggak terima anak saya di pukuli dan saya akan bawa ini ke pihak berwajib."


Sakti sudah mengepalkan tangannya marah melihat Mommy di tunjuk-tunjuk. Sakti yang nggak terima itu Ingin bangun dan menghampiri wanita yang sudah menunjuk-nujuk sang Mommy. Tapi sang Mommy langsung memberi kode untuk Sakti tetap diam.


" Maaf ibu bisa duduk dulu kita bicarakan ini baik-baik." ucap kepala sekolah menengahi


" Nggak bisa begitu pak, Pokoknya saya mau lapor ke polisi biar anak itu di penjara." Ucap ibu itu berapi-api.


" Maaf Bu, Silahkan kalau ibu mau membawa ini ke jalur hukum "


" sudah pasti itu." Potong ibu itu dengan angkuh.


" Tapi bisa saya tahu dulu permasalahannya." Ucap Khayra lembut.


" Jadi begini Bu di sekolah ini sedang mengadakan pentas seni dan olahraga. Dan ada berapa sekolah yang ikut bergabung. Dan menurut anak-anak yang ada di sana siswa ini menyatakan cintanya ke Dania. Tapi Dania menolaknya karena tidak mengenal siswa tersebut. Tapi siswa ini tidak mau ada penolakan dan langsung mencium Dania. Dan sakti yang melihat Dania di cium langsung menarik siswa ini dan memukulinya." Jelas bapak kepala sekolah.


" Wajarlah kalau anak saya mencium wanita itu karena anak saya menyukainya. Harusnya kalian bersyukur bukan memukuli anak saya." Ucap ibu itu angkuh.


" Maaf Bu mungkin bagi ibu itu hal yang wajar tapi Bagi kami ini merupakan pelecehan."


" Pelecahan bagaimana di jaman sekarang ciuman itu hal yang wajar, aduh susah kalau bicara sama orang yang kampungan."


" Iya memang kami kampungan tapi sebelumnya saya mau meminta maaf karena anak saya memukul anak ibu. "


" Karena saya orang baik jadi saya maaf kan dan saya mau anak ini di keluarkan dari sekolah." Ucap ibu itu sambil menunjuk

__ADS_1


' Duh si ibu gimana mau ngeluarin Sakti dari sekolah ini. Orang sekolah ini milik keluarganya." gumam kepala sekolah dalam hati.


" Maaf ibu untuk mengeluarkan sakti saya nggak bisa Bu karena sakti sudah kelas tiga dan dua bulan lagi dia bakal mengikuti ujian kelulusan." jelas kepala sekolah.


" Baiklah Saya akan membawa ini ke jalur hukum. Kalau begitu saya permisi." Ibu itu pun pergi dengan anaknya.


Dania langsung berlari memeluk Khayra sambil menangis.


" Maaf Bu saya nggak bisa mencegah orang itu untuk melaporkan sakti ke pihak berwajib." ucap Kepala sekolah nggak enak dengan menantu pemilik sekolah ini.


" Nggak apa-apa pak, Sakti juga salah sudah memukul orang." Ucap Khayra sopan.


" maaf pak kalau mereka berdua sudah sudah nggak ada kegiatan lagi bisa saya mengajak mereka pulang."


" Oh iya Bu silahkan."


" Mas sakti sekarang ikut Mommy pulang ambil tas kamu sekalian tas Dania. Dan mommy tunggu di mobil."


" Iya mom."


Khayra pun pamit dan menunggu Sakti di mobil. Tak lama sakti membuka pintu mobil Khayra.


" Mas sakti berikan kunci mobil kamu ke om Ramon biar om Ramon yang bawa mobil kamu. Kamu ikut Mommy."


Sakti pun memberikan kunci mobil ke om Ramon setelah itu dia duduk di kursi depan samping Jeni yang sedang menyetir.


Di dalam mobil hening hanya suara Isak tangis Dania saja yang terdengar. Sedangkan sakti hanya diam dan merasa bersalah pada Mommy nya.

__ADS_1


__ADS_2