Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
255. permintaan ortu


__ADS_3

Seminggu sudah Khayra dan suami berada di London. Dan rencananya besok mereka berdua akan pulang ke Indonesia.


Kondisi Zafira juga sehat kembali dan juga sudah beraktivitas kuliah kembali. Beruntung Zafira kuliah di jurusan yang sama dengan saudara kembarnya dan juga saudara angkatnya.


Jadi Zafira tidak ketinggalan pelajaran karena baik Zafran dan Luna mereka membantu Zafira dengan membuatkan catatan materi selama Zafira tidak kuliah.


Dan rencananya malam ini Khayra dan ustad Gibran ingin berbicara empat mata dengan Bagas.


Selesai makan malam ustad Gibran meminta Bagas untuk menemuinya di ruang kerja. Zafira, Luna,dan Zafran mereka langsung masuk ke kamar masing-masing. Ustad Gibran dan Bagas masuk ke ruang kerja. Sedangkan Khayra sendiri membuatkan kopi terlebih dahulu.


" Ayo gas silahkan duduk kita tunggu Mommy dulu ya." ucap ustad Gibran menyuruh Bagas duduk di sofa yang ada di ruang kerja.


" Iya Ded." jawab Bagas.


" Aduh ada apa ya kok kelihatannya Deddy serius banget deh." Gumam Bagas dalam hati.


Tak lama Khayra datang dengan dua cangkir kopi, segelas teh hangat dan juga cake. Setelah menaruh nampan yang berisikan kopi dan juga cake di meja Khayra pun ikut duduk di samping sang suami.


" Aduh Mommy juga memasang wajah serius sama seperti Deddy. Ya Allah ada apa ya? Atau karena sakitnya Fira kemarin ya." Lagi-lagi Bagas berbicara dalam hati karena tak pernah melihat Mommy dan Deddy nya memasang wajah se serius ini.


" Gini gas besok kan kami mau kembali ke Indonesia. Ada yang mau kami sampaikan ke kamu." Ustad Gibran membuka pembicaraan sambil menatap Bagas.


" Maaf kalau seandainya Mommy dan Deddy salah, Tapi kami selaku orang tua pasti memiliki firasat terhadap anaknya. Berapa hari kami tinggal di sini kami memperhatikan kalian termasuk kamu gas." ujar ustad Gibran.

__ADS_1


" Aduh ada apa ya." Ucap Bagas dalam hati dan Wajah Bagas berubah tegang.


" Mommy sama Deddy mau tanya sama kamu boleh." Tanya ustad Gibran.


" Bo..boleh Ded." Tangan Bagas mulai dingin.


" Apa kamu menyukai putri Deddy?." Tanya ustad Gibran tanpa basa basi.


Deg


" Ma..maksud Deddy Fira." Jawab Bagas tegang.


Ustad Gibran dan khayra mengangguk.


" Maaf kalau Bagas lancang karena menyukai Fira." Ucap Bagas sedih.


" Kami sebagai orang tua tidak masalah gas toh Fira juga sudah dewasa." ujar ustad Gibran.


" Iya gas dulu waktu seumuran Fira Mommy malah sudah punya Rayyan. Tapi cukup Mommy dan Dania saja yang menikah muda. Karena Mommy cuma nggak ingin kuliah Fira keganggu saja."


" Mommy percaya sama kamu Gas kamu lelaki yang baik dan Mommy percaya kamu bisa membahagiakan Fira. Tapi Mommy cuma minta kalau memang kamu mencintai Fira Mommy minta kamu menunggu sampai Fira lulus kuliah baru kamu ungkapkan perasaan kamu." jelas khayra.


" Deddy akan kasih lampu hijau tapi bukan berarti Deddy menerima kamu untuk jadi suami Fira. Karena keputusan akhirnya tetap di tangan Fira." ucap Ustad Gibran.

__ADS_1


" Terima kasih Mommy Deddy karena tidak marah Bagas menyukai fira.' hati Bagas berbunga -bunga atas pernyataan Mommy dan Deddy angkatnya.


Bagas sudah khawatir Mommy dan Deddy tak mengizinkan dirinya mencintai Fira.


" Gas Mommy sama Deddy punya satu permintaan untuk kamu." ucap ustad Gibran.


" Apa Ded?."


' Deddy dan Mommy minta sama kamu untuk menjaga Fira dan kami meminta untuk sementara jangan sampai Fira tahu perasaan kamu ke Fira sebelum dia lulus." ucap ustad Gibran.


" Insyaallah ded, Mom."


" Ya sudah sekarang kamu kembali ke kamar dan istirahat." Ustad Gibran menyuruh Bagas untuk kembali ke kamarnya karena sudah tidak ada yang harus di bahas.


" Gimana sudah tenang kan sayang?." tanya sang suami begitu Bagas sudah keluar.


" Jahat nggak sih yang aku minta Bagas menunggu Princess."


" Nggak sayang jujur Deddy juga berat kalau melepas princess ke laki-laki lain. Rasanya nggak rela aja."


" Menurut kamu yang princess bakal melangkahi kakak-kakaknya atau nggak." tanya Khayra.


" Pinginnya sih nggak tapi jodoh kan nggak ada yang tahu sayang. Udah yuk balik ke kamar kita istirahat." Ajak ustad Gibran.

__ADS_1


Mereka pun keluar dari ruang kerja menuju kamar mereka.


__ADS_2