Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
210. Sakti pulang


__ADS_3

Ustad Gibran bersama Rayyan sampai rumah menjelang magrib. Dan mereka pun langsung bergegas pergi ke kamar masing-masing.


Ceklek


" Assalamualaikum sayang." Salam ustad Gibran begitu masuk kamar dan melihat Khayra sedang duduk di sofa sambil menonton tv.


" Walaikum salam." Khayra pun langsung bangun dari duduknya lalu mencium tangan ustad Gibran dan membantu membuka jasnya.


" Kamu kenapa sayang muka kamu bahagia banget?." Tanya ustad Gibran yang melihat Raut bahagia terpancar di wajah istrinya.


" Kamu Tahu ngga kalau Dania hamil tahu, kita bakal jadi nenek dan kakek." jawab Khayra.


' Oh..." Ustad Gibran hanya ber oh saja tapi kemudian dia sadar apa yang istrinya bilang.


" Hah...Tadi kamu bilang apa sayang '


" Dania hamil dan kita bakal jadi kakek nenek."


" Serius kamu."


Khayra mengangguk.


" Alhamdulillah ya Allah nambah lagi anggota keluarga kita sayang."


" Iya sayang kemarin mengadopsi empat anak dan sekarang Allah mendatangkan seorang cucu yang akan hadir di tengah-tengah kita berapa bulan lagi."


" Bilang Dania jangan capek-capek nanti kasih art buat bantu mereka "


" Iya mas, Sekarang mas mandi dulu aku siapin bajunya dulu '


****


Kini semua sudah berkumpul untuk makan malam.


" Kamu nggak makan." tanya Khalid yang melihat sang istri tidak kunjung mengambil makanannya


" Aku mau es buah nggak mau makan nasi." jawab Dania.


" Iya makan es buahnya nanti ya sekarang makan nasi dulu." Ucap Khalid lembut.


" Mau sekarang."


" Tapi kamu belum makan Abang suapin ya?.' Dania menggeleng.


" Es buahnya sudah di buat belum." Tanya ustad Gibran.


" Sudah Deddy tadi dania sudah minta bibi buatin. Tadi kata bibi ada di kulkas." ucap Dania sedih


" Ya udah biarin aja lid turuti maunya bumil." ucap ustad Gibran


" Ya udah biar Abang ambilkan dulu."


" Nggak usah kak biar Fira aja soalnya Fira sekalian mau ambil jus jeruk Fira di kulkas." Ucap Zafira yang bangun dari duduknya menuju kulkas.


Zafira mengambil mangkuk yang berisikan es buah dahi Zafira langsung mengeryit saat melihat isi buah yang ada di dalam es buah milik kakaknya.


Zafira pun kembali ke meja makan sambil membawa es buah dan jus miliknya.


" Nih kak."

__ADS_1


" Terima kasih adik cantiknya kakak." ucap Dania


Dania pun langsung memakan es buahnya.


" Kak emang enak?." tanya Zafira yang melihat kakaknya makan.


Dania tidak menjawab hanya mengangguk.


" Kenapa kamu ngelihat begitu Fira?." Tanya Oma.


" Nggak Oma soalnya penasaran aja."


" Penasaran gimana? kaya kamu nggak pernah makan es buah aja."


" Sering tapi isi es buah kakak itu luar biasa masa isinya ada salak, sirsak sama jeruk coba."


" Biarin aja dek." ucap Khayra.


" Ta..." belum Khayra meneruskan omongannya tiba-tiba ada yang memberi salam.


" Assalamualaikum..." Semua orang langsung menengok ke sumber suara.


" Walaikum salam."


" Mas sakti..." Teriak Zafira Langsung bangun dari duduknya dan berlari memeluk kakaknya itu.


" Kangen ..." Kata Zafira.


" Sama mas Sakti juga kangen sama adik mas Sakti yang cantik ini "


" Oma.." Sakti mencium tangan Omanya.


" Kan mau ngasih kejutan buat Oma."


Setelah mencium tangan Omanya sakti mencium tangan opa nya juga.


" Ded..."


" Gimana nggak ada masalah kan?."


" Nggak Ded cuma kangen aja makanya pulang."


" Mommy sehat kan.".


" Alhamdulillah sehat nak, Kenapa nggak bilang pas Mommy telpon tadi."


" hehehe..."


" Dasar..."


" Hay lid apa kabar?."


" Alhamdulillah baik mas."


" Dek kamu tuh ya kakak datang malah asik makan." ucap Sakti sambil memeluk sang adik.


" Awas ih... Dania lagi makan." Ucap Dania ketus.


" Dek kamu kok gitu mas Sakti kangen tau sama kamu."

__ADS_1


" Sudah-sudah Sakti lebih baik kamu duduk terus makan." Ucap Khayra.


" Iya Mom "


" Hay boy ."


" Hai mas."


Akhirnya Sakti pun ikut makan bersama keluarganya yang sangat dia kangenin.


Setelah makan malam semuanya berkumpul di ruang keluarga.


Sakti dari tadi memperhatikan Dania terus, Sakti merasa adiknya sangat aneh. Sakti melihat Dania menempel terus sama suaminya. Dan itu membuat sakti aneh Sakti tahu Khalid suaminya tapi Dania tidak pernah bersikap seperti itu.


" Kenapa mas?." Tanya Khayra.


" nggak Mom aneh aja lihat Dania "


" Biarin aja bumil lagi manja." jawab Khayra santai


" Apa bumil?. Maksud Mommy Dania hamil."


" Iya mas adik kamu sedang hamil."


" Dek kamu beneran sedang hamil." Tanya Sakti dengan wajah bahagia.


" Iya..."


" Selamat ya dek sama Khalid."


Dania hanya mengangguk


" Makasih mas."


" Oh iya mumpung kalian ada di sini besok Mommy mau ngenalin anak angkat Mommy besok."


" Wah besok berarti bakal rame dong." Ucap Zafira.


" Mommy adopsi anak." tanya Sakti.


" Iya..."


" Berapa tahun usianya?." Tanya sakti lagi.


" Ada empat orang mereka adik kakak yang besar sepantaran sama Dania."


" Sudah besar Mom."


Akhirnya khayra pun menjelaskan ke Sakti alasannya mengadopsi mereka.


" Astaghfirullahaladzim, Itu ayahnya nggak punya otak apa? Bisa-bisanya anak kandungnya di buang. Terus rencana Mommy apa?."


" Mommy cuma mau membuat mereka itu sukses dan menunjukkan kepada ayahnya, Anak yang dia buang bisa sukses."


" Sip sakti dukung mah."


" Ya udah sudah malam lebih baik kita tidur.' Ucap Oma


Dan kami pun membubarkan diri dan pergi ke kamar masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2