Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
194. kedatangan monica dan keluarganya


__ADS_3

Selesai mandi Khalid pun menghampiri sang istri yang sudah menunggu di ruang tamu. Khalid langsung duduk di samping istrinya sambil mengeringkan rambutnya yang basah.


" Kenapa nggak pakai pengering rambut sih?." Dania mengambil handuk kecil yang di pegang Khalid dan langsung membantu mengeringkan rambutnya Khalid.


" Habis kamu di ajakin mandi bareng nggak mau padahal dapat pahala loh mandi bareng sama suami."


" Udah ah, sekarang mendiang kita sarapan pagi yang sudah terlewat." Ucap Dania yang langsung memakan sandwich nya.


******


Hari ini Sakti menempati janjinya untuk mengajak Zafira ke Disneyland. Tapi mereka nggak hanya berdua tapi dengan Rayyan, Zafran dan juga para sepupu-sepupunya.


Tapi kepergian mereka tertunda karena kedatangan Monica dan juga kedua orang tuanya.


Khayra, ustad Gibran, Sakti, mama, papa, opa Hiro, Oma Amel, Keiko dan suaminya Albert menemui Monica dan orang tuanya.


Kenapa Albert ada di sana juga karena ayah nya Monica adalah karyawannya. Begitu juga ibunya Monica adalah karyawan restoran milik Oma Amel.


" Sebelumnya pak Albert dan keluarga kedatangan saya kesini. Ingin meminta maaf atas apa yang di lakukan oleh putri saya. Sungguh Saya malu dengan pak Albert dan keluarga terutama dengan kedua orang tua Sakti. Saya sungguh gagal menjadi orang tua karena perbuatan anak saya terhadap nak Sakti. Sungguh sangat keterlaluan. Saya dan keluarga siap menanggung konsekuensi apa yang anak saya lakukan." ucap ayah Monica dengan suara bergetar terlihat betapa ayahnya menahan malu yang luar biasa begitu juga sang ibu yang dari tadi terus saja menghapus air matanya.


" Kalau pak Albert dan Bu Amel mau memberhentikan saya dan istri silahkan. Tapi saya mohon jangan blacklist kami dengan catatan merah supaya kami bisa kembali mencari pekerjaan kembali. Karena saya masih punya satu anak yang masih menjadi tanggung jawab saya. Saya nggak mungkin membiarkan anak saya yang satu lagi terkena impas dari kelakuan kakaknya. Kalau soal Monica saya pasrah kalau kalian ingin mencabut beasiswanya dan juga kalian ingin melaporkannya ke polisi. Soalnya saya sudah lepas tangan terhadap dirinya." Ucap ayahnya Monica yang juga sudah tak bisa membendung air matanya.


" Iya saya mohon untuk membiarkan kami bisa mencari pekerjaan kalau saya dan suami di pecat." kata ibunya Monica.


Khayra dan yang lainnya sungguh nggak tega melihat ayah dan ibunya Monica yang merasa bersalah.


Apa lagi menurut Albert dan Oma Amel, Ayah dan ibunya Monica adalah sosok yang baik, sopan, lembu. Pokonya mereka nggak menyangka Monica bisa melakukan itu.

__ADS_1


" Kamu lihat Monica bagaimana orang tua kamu begitu merasa amat bersalah. Padahal bukan salahnya dan juga bukan karena mereka tidak mendidik kamu. Saya bisa melihat sepertinya orang tua kamu cukup baik mendidik kamu. Saya bisa melihat hancurnya hati orang tua kamu." Ucap Khayra tenang.


" Alasan kamu melakukan ini apa?." Tanya Khayra.


Suasana hening sejenak.


" Ma..maaf, Saya cuma capek hidup miskin saya mau seperti orang-orang yang bisa membeli apa aja. Sedangkan saya harus menabung dulu itu pun sangat lama terkumpulnya."


" Karena itu kamu menjebak Sakti." Tanya Khayra lagi.


" I.. iya...Sa..saya menjebak Sakti karena Sakti kaya dan sudah pasti saya bisa membeli apa pun yang selama ini saya inginkan."


" Kenapa harus menjebak?.'


" Karena cuma itu yang paling cepat karena pasti Sakti akan bertanggung jawab."


" Minta maaf lah sama kedua orang tua kamu yang hatinya sudah kamu lukai. Untuk bapak dan ibu kembalilah untuk bekerja seperti biasa. Dan jangan mengecewakan kami yang sudah percaya dengan anda."


" Terima kasih semuanya." ucap Monica pelan.


Tak lama mereka pun pamit pulang.


Begitu tamunya sudah pulang Sakti Dan yang lainnya pun pergi ke Disneyland.


****


Selesai Sarapan yang amat terlambat itu, Dania dan Khalid memutuskan untuk menonton film. Menjelang makan siang Dania mengajak Khalid untuk makan di restoran yang ada di hotel tempat mereka menginap.

__ADS_1


Setelah makan siang Dania pun mengajak Khalid ke supermarket yang tak jauh dari Hotel.


" Kita ngapain ke supermarket?." tanya Khalid.


" Mau beli minuman sama Snack."


Khalid pun hanya mengikuti Dania saja, dia pun mendorong troli nya.


" Kamu mu ini nggak croissant nya enak tahu." ucap Dania sambil memasukkan dua buah croissant.


Setelah itu Dania kebagian buah dia mengambil buah anggur, Strawberry, blueberry dan pisang.


" Bang mau ini nggak pizza enak tahu tinggal di taruh di microwave aja. Kan ada tuh di hotel." tanya Dania.


" Terserah kamu."


Dania pun mengambil satu pizza, Setelah itu baru dia memasukan berapa Snack ke dalam keranjang. Dania juga mengambil susu, juice dan minuman kaleng. Dania juga mengambil Chicken wing dan ayam panggang.


" Udah ayo kita ke kasir." ucap Dania.


Sedangkan Khalid hanya geleng-geleng kepala aja. Melihat belanjaan Dania padahal mereka kan tinggal di hotel dan hotel juga menyediakan itu.


Mereka pun kembali ke kamar dengan tentengan belanjaan. Beruntung hotel nya milik om nya Dania . Dan semua karyawan hotel tahu siapa Dania. setidaknya tidak ada yang bertanya apa lagi menengur Dania.


Sampai kamar hotel Dania pun segera membereskan belanjaannya. Setelah itu mereka melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah.


Selesai shalat Khalid mengajak Dania untuk tidur tapi Dania malah memilih melanjutkan nontonnya yang tadi tertunda.

__ADS_1


" Yang enakan tidur siang tahu terus Abang peluk deh." ucap Khalid membujuk Dania.


Dania cuek dan tak menghiraukan Khalid, Sedangkan Khalid kesal karena sang istri tak juga peka.


__ADS_2