Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
The real Henry


__ADS_3

Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE.


Sebuah mobil Lamborghini Aventador warna silver metalik nampak masuk kedalam halaman rumah besar milik Alfredo Del Castillo, para penjaga pun nampak menundukkan kepalanya perlahan saat mobil mahal itu masuk melewati pintu gerbang.


Tak lama kemudian keluarlah si pengemudi mobil mahal itu yang tak lain adalah Ayara sang nona pertama keluarga Del Castillo, ia berjalan dengan wajah tertunduk lesu yang menampakkan kelelahan yang luar biasa. Para pelayan yang bertemu dengannya dan memberi salam padanya pun tak ada yang ia balas satupun, sepertinya Ayara sudah terlalu lelah hanya sekedar untuk menjawab salam dari para pelayan itu.


"Sayang kau dari...


"Mom, Yara langsung naik ke kamar ya. Bye mom dad," ucap Ayara memotong perkataan Raisa yang sedang duduk di ruang keluarga bersama Alfredo yang sedang mengajak main baby Ace.


Setelah berkata seperti itu Ayara melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju kamarnya yang ada dilantai dua, ia sudah ingin sekali merebahkan tubuhnya diatas kasur. Ayara merasa seluruh tubuhnya seperti habis dicambuk setelah melayani permintaan Henry yang seperti anak kecil di rumah sakit sebelumnya. Melihat sikap Ayara yang aneh membuat Raisa dan Alfredo bingung, tak biasanya Ayara akan mengacuhkan baby Ace begitu saja seperti apa yang terjadi baru saja.


"Apa dia masih kesal gara-gara tadi pagi kita...


"Sssttt....jaga bicaramu Alfredo!!!" ucap Raisa reflek sambil menekankan jari telunjuknya ke arah bibir Alfredo.


Alfredo terkekeh melihat ekspresi Raisa yang panik, ia lalu menggendong baby Ace dan mengajaknya naik ke lantai dua karena anaknya itu sudah mengangguk. Sepertinya baby Ace sedang menunggu sang kakak pulang untuk tidur, karena setelah melihat Ayara pulang tiba-tiba baby Ace terlihat mulai terpejam sedikit demi sedikit. Raisa pun akhirnya mengikuti langkah suaminya menuju lantai dua, ia hanya tersenyum melihat putranya yang sudah mulai memejamkan kedua matanya digendongan sang ayah.


"Ace pintar sekali, ia memastikan kakaknya pulang dulu baru tidur," ucap Raisa pelan sambil mencium baby Ace yang sudah tidur diranjangnya.


"Tentu saja ia pintar, siapa dulu ayahnya," sahut Alfredo berkelakar.


Raisa hanya melirik saja ke arah Alfredo tanpa berbicara ketika suaminya berkata seperti itu, tak lama kemudian ia mengajak suaminya untuk keluar dari kamar karena putra kesayangannya itu karena ia benar-benar sudah pulas.


Langkah mereka terhenti ketika sampai didepan kamar Ayara, Raisa terlihat ragu-ragu untuk mengetuk pintu kamar anaknya sehingga Alfred akhirnya menyentuh pundak istrinya itu dan mengajaknya untuk masuk kekamar mereka karena takut membangunkan Ayara. Raisa pun akhirnya menuruti perkataan suaminya, ia lalu masuk kekamarnya sendiri bersama Alfredo.


Di dalam kamar Ayara belum tertidur, walau seluruh tubuhnya terasa pegal akan tetapi ia belum bisa langsung tidur. Ayara masih mengumpat dan mengutuk Henry berkali-kali karena sudah membuatnya kewalahan, bagaimana tidak sejak Henry membuka kedua matanya pasca terbangun dari efek obat ia memerintahkan banyak hal pada Ayara. Mulai dari memerintahkan untuk membelikan makanan, memijat bahunya sampai Henry meminta Ayara untuk mencuci rambutnya dengan alasan kepalanya terasa gatal. Ayara yang belum pernah membantu orang lain keramas nampak sangat kepayahan, sampai akhirnya seorang suster baik hati mau membantunya mencuci rambut Henry.


"Henry kurang ajar sepertinya ia sedang mengerjaiku," umpat Ayara kesal, ia masih tak terima ketika diminta naik turun di hotel tempat Henry menginap karena ia memesan banyak makanan pada koki di restoran dan Ayara diminta untuk mengambilkan makanan itu secara langsung ke lantai satu padahal kamar Henry ada dilantai paling atas.


"Tunggu pembalasanku besok Henry Luke," ucap Ayara dalam hati sambil mencengkram kuat ponselnya yang baru saja menerima pesan masuk dari Henry yang mengiriminya sebuah sticker berbentuk anak kucing yang sedang tertidur diatas ayunan.


Karena sudah mengantuk Ayara memilih untuk mandi dengan cepat sebelum pergi tidur, seluruh tubuhnya sudah terasa lengket dengan keringat. Ayara yang biasanya mandi malam sebelum tidur selama dua puluh menit ia kini hanya mandi cepat karena ingin segera mengirimkan tugas baru untuk Cecar sebagai rencana balas dendamnya pada Henry, dengan masih menggunakan piyama tidurnya dan rambut yang masih basah Ayara duduk didepan laptopnya. Ia mengirimkan tugas pada Cecar untuk mencari tau berapa lama lagi Henry tinggal di Cordoba, kalau Henry masih lama di Cordoba Ayara memerintahkan Cecar untuk membuat perusahaannya di Irlandia mengalami sedikit masalah sehingga mau tak mau Henry harus pulang ke rumahnya.


"Baiklah dengan begini kau akan segera pergi dari kota ini Henry, kau yang cari masalah denganku dari awal jadi jangan salahkan aku Henry," ucap Ayara dengan senyum penuh kemenangan saat menatap layar laptopnya yang menampilkan pesan yang sudah terkirim kepada Cecar, walau Cecar sudah tidur akan tetapi besok pagi tangan kanannya itu pasti akan membacanya jadi Ayara sengaja mengirimkan tugas itu malam hari.


Setelah mengirimkan email Ayara kemudian pergi tidur, rasa lelah dan kantuknya tak bisa di tolerir lagi oleh tubuhnya. Ayara pun akhirnya tertidur dengan membiarkan rambutnya yang masih basah begitu saja tanpa ia keringkan terlebih dahulu dengan hair dryer, rasa kantuknya tak sanggup ia tahan lima menit lagi hanya untuk sekedar mengeringkan rambut panjangnya yang menuruni ibunya. Tak lama setelah Ayara membanting tubuhnya di ranjang yang empuk sebuah dengkuran halus pun terdengar yang menandakan kalau ia benar-benar sudah tertidur pulas.


Sementara itu di salah satu kamar apartemen kecil yang ada di kawasan padat penduduk nampak seorang anak muda yang sedang bermain game tiba-tiba meletakkan konsol gamenya karena menerima email masuk, pemuda itu adalah Cecar sang tangan kanan Ayara. Ia langsung mengerjakan perintah sang bos untuk menembus sistem keamanan perusahaan Henry Luke yang ada di Irlandia, tak sulit baginya untuk mengacaukan perusahaan itu. Hanya butuh waktu setengah jam saja bagi Cecar untuk membuat perusahaan itu mengalami goncangan, ia tak berbuat lebih jauh lagi karena Ayara hanya memerintahkannya untuk tak terlalu jauh. Cukup memberikan peringatan sedikit saja pada Luke Corporation agar Henry pulang ke Irlandia.


Setelah menyelesaikan tugasnya Cecar kembali bermain game, selain sebagai tangan kanan Ayara satu-satunya Cecar juga punya pekerjaan lain yakni sebagai seorang gamer profesional yang namanya cukup terkenal di industri game. Oleh karena itu jika ia tak ada tugas dari sang bos maka ia akan kembali pada dunia game nya, begitu juga sebaliknya.

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


"Tuan bangun tuannn..."


"Tuan Henry bangun tuann....tok tok tok..."


Michael yang masih pulas dalam mimpinya langsung kaget saat mendapatkan telepon dari anak buahnya di kantor pusat, dimana saat ini mereka sedang panik karena tiba-tiba saja semua program tak bisa dipakai. Rekening perusahaan pun tak bisa diakses sehingga banyak orang yang sedang kalang kabut di perusahaan, para manager pun menghubungi ahli IT perusahaan untuk mencari tau apa yang terjadi. Karena terus saja mereka tak bisa mengakses program perusahaan akhirnya salah seorang manager menghubungi Michael karena sudah menghubungi Henry tak ada jawaban.


Tok


Tok


Tok


"Tuan...bangun perusahaan kita diserang tuan...aduhhh ..


Ceklek


Michael tak dapat menyelesaikan perkataannya karena pintu kamar Henry terbuka dari dalam oleh Henry yang masih sangat mengantuk.


"Perusahaan diserang tuan...


"Apa!!!"


Suara teriakan Henry membuat Michael terpundur, ia kemudian menceritakan secara detail pada Henry. Saat Michael belum selesai bicara Henry sudah berlari masuk ke dalam kamarnya lagi, ia langsung mengeluarkan dua laptop canggih miliknya sekaligus.


"Mike bantu aku dan tutup pintu cepat!!!" teriak Henry kembali.


Tanpa diperintah dua kali Michael langsung kembali ke kamarnya, ia pun menyambar laptop miliknya dan langsung masuk kekamar Henry. Mereka berdua lalu masuk ke dalam program perusahaan bersamaan, berusaha menghalang virus yang dikirim oleh seseorang untuk merusak program di Luke Corporation yang ada di Dublin, Irlandia.


Mentari pagi pun akhirnya muncul, wajah tegang Michael pun hilang saat melihat sang tuan muda akhirnya bisa memperbaiki program yang diserang.


"Untung saja anda bertindak cepat tuan," ucap Michael pelan memuji Henry.


"Bukan aku Mike, sang hacker hanya main-main saja denganku tadi. Ia tak benar-benar berusaha meretas program di perusahaan, feelingku ia hanya semacam ingin memberikan warning saja padaku Mike," jawab Henry pelan.


"Warning...

__ADS_1


"Iya warning, mungkin dia adalah orang yang sama seperti waktu itu Mike," ucap Henry pelan memotong perkataan Michael.


Mendengar perkataan Henry membuat Michael terdiam, ia lalu mengingat peristiwa tiga tahun yang lalu dimana semua program yang dijalankan oleh Henry untuk mencari keberadaan Ayara langsung hilang tanpa sisa. Ia bahkan tidak bisa mengakses lagi beberapa data yang sudah ia kumpulkan tentang Ayara sehingga membuatnya benar-benar kehilangan jejak Ayara.


"Apa anda yakin kalau ini adalah perbuatan tuan Ryan," ucap Michael tiba-tiba.


"Bisa iya dan bisa tidak, kalau feelingku benar ada satu tersangka lagi Mike," jawab Henry pelan sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Siapa tuan?" tanya Michael penasaran.


"Ayara sendiri lah yang melakukan ini, akan tetapi aku masih ragu apakah benar Ayara punya kemampuan untuk menjalankan program seperti ini. Ini adalah kemampuan seorang hacker level tinggi yang sangat berpengalaman dan sudah terbiasa melakukan ini semua dan Ayara tak punya kualifikasi untuk melakukan itu," jawab Henry datar.


"Saya tak mengerti tuan, maksud anda apa?" tanya Michael bingung.


"Itu baru dugaanku Mike, kalau memang bukan Ayara berati hanya dialah satu-satunya orang yang mampu melakukan ini. Satu-satunya orang yang mampu bermain karakter sebaik ini sampai sekarang, " jawab Henry datar.


"Jadi maksud anda dia itu adalah tuan...


"Diamlah Mike, jangan asal bicara. Ingat dinding juga punya telinga, aku sudah sering mengingatkan padamu untuk tak menyebut nama sembarangan orang," ucap Henry memotong perkataan Michael.


Michael langsung menutup mulutnya dengan menggunakan tangannya seorang seorang gadis, sementara itu Henry hanya tersenyum datar mengingat manusia berbulu domba itu.


"Aku sudah bermain peran selama hampir sepuluh tahun, aku masih bersabar menunggumu datang dan mengakui secara langsung padaku.....


🌼Bersambung 🌼


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....


Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.


Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟

__ADS_1


Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince


Terima kasih


__ADS_2