
Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.
Michael dan Dinda yang sedang duduk didepan ruang IGD dikagetkan ketika melihat Ayara datang dari arah luar rumah sakit.
"Bukankah tadi kau naik ke atas arial?" Tanya Michael penasaran.
"Itu hanya halusinasi Mike, tadi aku berjalan sampai ke ujung sana dan berbelok di arah toilet yang ada di dekat lift." Jawab Ayara singkat sambil menunjuk ke arah toilet yang ada di dekat lift.
"tapi kan itu toilet khusus dokter...
"Tadi kan aku bilang mau mencari toilet bersih, jadi karena toilet itu bersih jadi aku pakai saja tidak peduli telolet itu untuk khusus dokter atau khusus untuk pasien."Ucap Ayara singkat memotong perkataan Michael dengan cepat tanpa rasa bersalah.
Dinda hanya tersenyum mendengar perkataan Ayara, tapi tidak dengan Michael yang menaikkan satu alisnya karena merasa Ayara terlalu sembrono. myereka akhirnya berpamitan kepada kedua orang tua jelita untuk pulang karena hari sudah sangat malam, Ayara berjanji besok akan datang lagi ke rumah sakit untuk menjenguk Jelita begitu pula dengan Dinda yang masih ingin bertemu dengan Ayara kembali.
Berkaca dari kejadian yang baru saja menimpa Jelita yang menjadi korban pemerkosaan, Michael dan Ayara akhirnya menawarkan tumpangan kepada Dinda untuk mengantarnya pulang kembali ke rumah. Mereka tak mau hal yang menimpa jelita terulang kembali pada gadis lainnya.
"Terima kasih kak sudah mengantarku pulang kerumah." Ucap Dinda penuh syukur sambil tersenyum ketika mobil yang dibawa oleh Michael berhenti di depan rumah mewahnya yang ada di daerah kelapa gading.
"Sama-sama Dinda, ya sudah sekarang kau masuk ke dalam rumah hari sudah hampir pagi." Sahut Ayara pelan sambil melihat jam di tangan kirinya yang menunjukkan pukul dua pagi.
"Iya kak, Dinda masuk sekarang sekali lagi terima kasih untuk kak Ariel dan kak Mike." Jawab Dinda kembali sambil melambaikan tangannya kepada Ayara dan Michael yang ada di dalam mobil.
Tak lama kemudian Michael menginjak gasnya mobilnya ketika melihat Dinda sudah masuk kedalam rumah mewahnya, mereka lalu pulang ke rumah Henry. Karena sudah terlalu lelah Ayara pun tidak berkata apa-apa lagi, pikirannya masih melayang-layang memikirkan nasib Jelita. Ia masih sedih membayangkan bagaimana nasib Jelita kedepannya, dia tahu kalau gadis itu pasti sangat shock dan sedih saat ini. Oleh karena itu ia berjanji besok pagi akan datang kembali ke rumah sakit untuk memberikan dukungan kepada Jelita dengan atau tanpa ijin dari Henry.
Ketika mobil Michael masuk kedalam halaman rumah, Ayara dan Michael dikagetkan dengan melihat sosok Henry tengah berdiri di depan pintu utama sambil melipat tangannya ke dada. Aura dingin pun menyeruak dari tubuh Henry, memancarkan kemarahan.
"Siap-siap kita kena marah Arial." Bisik Michael pelan kepada Ayara.
"Yes i know." Jawab Ayara dengan cepat sambil tersenyum kecut menatap Henry yang sedari tadi tak mengalihkan pandangannya dari mobil Michael.
__ADS_1
Tak lama kemudian Michael dan Ayara pun keluar dari mobil, mereka berdua lalu berjalan pelan menuju ke arah Henry.
"Bagus...bagus... bagus....baru kali ini aku melihatmu seperti ini Mike." Ucap Henry dingin sambil menatap tajam kearah Michael.
"Itu tuan tadi saya mmmm kami...
"Kami pergi dari rumah mencari udara segar karena sudah tidak kuat melihat sepasang kekasih saling berpelukan di ruang tamu seperti tadi." Jawab Ayara memotong perkataan Michael.
"Kauuu...harusnya kalian bisa ijin kan kalau mau pergi." Sahut Henry ketus sambil berkacak pinggang, ia tak suka mendengar perkataan Ayara.
"Ya bagaimana kita mau berpamitan, sedangkan tadi anda sedang sangat sibuk bersama kekasih anda yang menangis tanpa henti itu. Bukankah kami adalah anak buah yang pengertian tuan, kami tidak mengganggu anda di saat seperti itu." Ucap Ayara pelan sambil memiringkan kepalanya ke kanan dengan menaikkan kedua bahunya.
Henry langsung terdiam begitu mendengar perkataan Ayara yang sangat frontal, sementara itu Michael hanya diam di samping Ayara dan tak berbicara apapun. Ia merasa sedikit bersalah karena tidak berpamitan terlebih dahulu kepada Henry tadi sore.
"Sebenarnya ini salahku tuan, aku sudah mengajak Ariel pergi tanpa ijin dari anda.
"Ucap Michael lirih sambil menundukkan kepalanya ke bawah.
"Kan tadi sudah dibilang, bagaimana kami mau berpamitan dengan anda sedangkan anda sendiri saja sedang sibuk mengurusi kekasih anda yang menangis terus menerus seperti tadi selama berjam-jam. Kalau misalkan kami tadi tidak pergi maka kami akan gila karena mendengar suara tangisannya yang terdengar sangat keras diseluruh rumah." Jawab Ayara dengan cepat sambil menarik tangan Michael untuk masuk ke dalam rumah.
"Arial kauu....
Henry tak dapat menyelesaikan perkataannya karena Ayara dan Michael terus masuk ke dalam rumah tanpa menoleh lagi ke arahnya yang masih berdiri di depan pintu dengan menggunakan piyama tidurnya.
"Arial lihat itu tuan marah sekali." Bisik Michael lirih.
"Biarkan saja Mike, dia juga harus tahu kalau kita merasa terganggu. Memangnya kau mau terus-menerus mendengar suara tangisan perempuan itu?" Tanya Ayara ketus.
"Tentu saja tidak.!" Jawab Michael cepat.
__ADS_1
"Ya sudah makanya diam saja, supaya tuan tau kalau kita juga bisa marah kepadanya. Ya sudahlah aku ingin istirahat hari ini sangat melelahkan bagiku, kau juga harus istirahat Mike besok lagi kita pasti akan mendapatkan ocehan yang lebih banyak lagi dari tuan." Ucap Ayara pelan sambil menguap.
Michael menganggukan kepalanya pelan merespon perkataan Ayara, ia akhirnya masuk ke dalam kamarnya begitu pula dengan Ayara.
Henry yang baru pulang mengantarkan Isabel kembali ke apartemennya merasa kesal karena tak menemukan kehadiran Michael dan Ayara, ia merasa tak dihargai oleh kedua orang anak buahnya itu yang pergi tanpa izin darinya. Akan tetapi setelah mendengar perkataan Ayara ia akhirnya tahu kalau mereka berdua merasa terganggu dengan Isabel yang menangis tanpa henti selama beberapa jam yang lalu sebelum ia mengantarkannya pulang ke apartemennya.
"Depertinya aku harus membuat kebijakan baru." Ucap Henry lirih sambil menatap ke arah kamar Michael dan Ayara secara bergantian.
Karena rasa kantuk dan lelah Henry akhirnya memutuskan untuk tidur karena jam yang ada di tangan kirinya sudah menunjukkan pukul tiga dini hari, ia juga sudah tak punya tenaga lagu untuk berdebat dengan kedua anak buahnya.
Kediaman Ryan Bray
Ryan masih berkutat di depan laptopnya di atas kasur, ia masih serius membaca informasi mengenai Isabel yang berhasil dilaporkan oleh anak buahnya. Ia awalnya tak percaya ketika mendengar perkataan seorang wanita tak dikenal tadi di mall yang menyebutkan kalau Isabel kekasihnya punya kekasih lagi, akan tetapi ia kini yakin perkataan wanita asing tadi benar pasca ia mendapatkan info dari orang kepercayaannya yang mengatakan kalau kekasih Isabel adalah Henry sang musuh bebuyutan.
"Kau selalu cari masalah denganku Henry, sejak dulu aku sudah banyak mengalah padamu." Ucap Ryan penuh emosi ketika melihat foto Isabel dan Henry yang dikirimkan oleh anak buahnya.
"Jangan panggil aku Ryan Bray kalau aku tak bisa memberikan pelajaran padamu." Imbuh Ryan penuh emosi.
Ryan kemudian berjalan menuju ke ruang kerjanya untuk mengambil amplop coklat pemberian anak buah lainnya yang sudah melaporkan kalau Henry sudah pindah rumah.
"Bersiaplah menuju kematian mu Henry." Ucap Ryan lirih sambil menatap alamat rumah baru Henry, ia berniat datang ke ruang Henry besok pagi untuk memberikan pelajaran.
🌸Bersambung 🌸
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.
Nb : Faith 2 sudah di update tapi belum lolos review admin, mohon kakak-kakak bisa sabar...Thor sudah update dari hari minggu tanggal 16 Februari kemarin.
Terima kasih kakak-kakak.
__ADS_1
Love u all...🌹🌹