Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
First encounter


__ADS_3

Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting.


Enam orang pria berpakaian rapi nampak duduk di ruang tamu kediaman Alfredo Del Castillo mereka adalah rektor, wakil rektor dan beberapa dosen di kampus tempat ayara kuliah. Wajah keenan pria itu terlihat tegang saat mengetahui ternyata mereka dibawa ke rumah salah satu orang penting yang ada di Cordoba, pada awalnya mereka sempat bingung ketika diminta pergi oleh direktur kampus. Mereka diperintahkan pergi ke sebuah rumah yang alamatnya sudah mereka pegang tanpa mengetahui tujuan dan maksud mereka diminta pergi ke rumah itu, sampai akhirnya mereka tahu ternyata dibawa ke kediaman Alfredo Del Castillo.


Tok


Tok


Tok


Langkah sepatu Alfredo Del Castillo yang sedang menuruni tangga membuat enam pria yang ada di ruang tamu langsung menoleh ke sumber suara, tekanan dari Alfredo membuat keenam pria yang ada di ruang tamu itu menciut. Pasalnya pengusaha yang sibuk di dua negara itu jarang terlihat di tempat umum kecuali ada event-event tertentu akan tetapi saat ini mereka berenam justru ada di rumah Alfredo.


"Sebelumnya saya ucapkan terima kasih karena tuan-tuan semuanya bersedia hadir di rumah saya," ucap Alfredo ramah sambil menyalami keenam pria yang menyambutnya.


"Sebuah kebanggaan bagi kami untuk bisa datang ke tempat anda tuan Del Castillo," jawab tuan Abraham sang rektor menjawab perkataan Alfredo.


"Silakan duduk tuan-tuan jangan sungkan," ucap Alfredo kembali mempersilahkan duduk keenam tamunya.


Setelah Alfredo duduk bersama keenam tamunya datanglah dua orang pelayan membawakan mereka makanan dan minuman ke ruang tamu, Alfredo mempersilahkan keenam tamunya untuk menikmati hidangan yang tersedia.


"Saya tahu anda semua pasti bingung saat diminta oleh direktur kampus datang ke rumah saya, saya ingin membahas hal penting yang berhubungan dengan putri saya yang kuliah disana," ucap Alfredo pelan membuka percakapan sambil meletakkan cangkir kopinya kembali di atas meja.


"Apa putri anda kuliah di kampus kami?" tanya Abraham sang rektor tidak percaya dengan tergagap.


"Iya, dia bahkan sudah semester enam saat ini," jawab Alfredo dengan cepat.


"Tapi seingat saya tidak ada putri tuan Alfredo di kampus kami, apakah anda yakin kalau nona muda kuliah di kampus kami tuan?" tanya Jackie sang wakil rektor dengan bingung.


Mendengar perkataan Abraham dan Jacky membuat Alfredo tersenyum tipis Ia lalu menoleh ke arah pelayannya untuk memberitahu Raisa agar turun dan bergabung dengannya di ruang tamu. Tak lama kemudian terdengar langkah kaki Raisa menuruni tangga dengan membawa berkas di tangannya, melihat nyonya Alfredo untuk pertama kali membuat keenam pria yang ada di ruang tamu itu langsung terdiam. Ini adalah kali pertama bagi mereka melihat sang nyonya Del Castillo yang selama ini dibicarakan banyak orang.


Alfredo kemudian menyerahkan berkas yang dipegang oleh istrinya kepada Abraham sang rektor di kampus tempat bayar kuliah, begitu berkas yang dibawa oleh nyonya Alfredo ada di tangan sang rektor keempat dosen dan Jacky sang wakil rektor pun langsung membacanya dengan bersamaan. Tak lama kemudian terlihat wajah-wajah tegang di keenam pria yang ada di hadapan Raisa dan Alfredo ketika selesai membaca berkas itu.


"Seperti yang kalian sudah baca, gadis yang ada di foto itu adalah putriku. Ayara Del Castillo yang selama ini dikenal dengan sebutan extranjero di kampus kalian, "ucap Alfredo dengan nada meninggi.


"Tuan....ini hanya kesalahpahaman saja," ucap Jacky terbata.


"Betul tuan, lagipula tak ada yang berani berkata seperti itu kepada nona Ayara," imbuh Dino sang dosen yang sering mengajar dikelas Ayara.


"Saya rasa ini hanya sebuah kesalahpahaman saja tuan Alfredo," ucap Abraham berusaha tenang menyembunyikan kegugupannya.


"Ha ha ha... kalian ini sangat lucu, bagaimana bisa kesalahpahaman bukankah kalian dari awal juga tak tau kalau dia adalah putriku," sahut Alfredo sambil tertawa lebar.


Glek


Semua pria yang ada di hadapan Alfredo langsung terdiam, mereka menyadari kesalahan dari awal yang menyebut kalau tak tahu kalau bahwasanya putri Alfredo Del Castillo kuliah di kampus mereka.


"T--tuan kamiii...


"Sudahlah aku tak marah pada kalian, sebenarnya ini adalah kesalahan putriku juga yang tidak menunjukkan identitasnya pada kalian semua jadi aku tak menyalahkan kalian dalam hal ini. Aku hanya minta pada kalian untuk tetap menjaga identitas putriku jangan sampai tersebar di kalangan mahasiswa karena ini atas permintaan putriku juga. "ucap Alfredo memotong perkataan Abraham sang rektor yang terlihat paling panik diantara yang lain.

__ADS_1


"Maksud anda apa tuan?" tanya Jacky sang wakil rektor tergagap.


"Maksud suamiku adalah kalian pastikan identitas putriku tak diketahui teman-teman di kampusnya, biarkan mereka menganggap putriku sebagai gadis aneh seperti yang selama ini mereka kenal." jawab Raisa dengan lembut.


"Jadi kami tak boleh memberitahu pada siapapun bahwa extra oh maaf maksudnya nona Ayara adalah....


"Iya pak, tolong jaga rahasia saya," ucap Ayara yang keluar didorong pelayan di kursi rodanya memotong perkataan Abraham sang rektor.


Semua petinggi kampus itu langsung menoleh kearah datangnya suara, mereka terperangah ketika melihat sosok Ayara dihadapan mereka saat ini. Sosok Extranjero yang selama ini melekat pada dirinya langsung hilang, gadis yang sedang duduk di kursi roda dihadapan mereka nampak seperti dewi yang mempunyai rambut panjang dan wajah cantik serta kulit yang putih.


"Saya Ayara pak, Ayara yang disebut Extranjero dikampus," ucap Ayara kembali dengan tersenyum menyadarkan keenam pria yang ada dihadapannya yang masih kaget.


"Bagaimana bisa anda...


"Tentu saja bisa, putriku menyimpan rapat kecantikannya dari para mahasiswa playboy dikampus dengan berpakaian ala gadis abad ke dua puluh." sahut Alfredo memotong perkataan Dino sang dosen kesenian di kampus Ayara.


Raisa tersenyum melihat tingkah para tamunya ketika melihat Ayara, ia kini mengerti tujuan Ayara berdandan aneh di kamus. Para lelaki berapapun usianya pasti akan terpesona ketika melihat gadis muda yang ada dihadapannya, apalagi gadis itu seperti Ayara yang bukan hanya cantik tapi juga putri seorang pengusaha kaya. Akan sangat mudah baginya mencari teman dan fans dengan apa yang ia miliki saat ini, tapi Ayara tak melakukan itu ia menyamarkan apa yang ia miliki untuk mencari pertemanan yang tulus walau akhirnya ia tak mendapatkannya walau sudah kuliah selama tiga tahun.


"Seperti yang kalian lihat putriku saat ini sedang tidak memungkinkan untuk berangkat kuliah karena kakinya terluka, oleh karena itu saya harap kalian bisa memakluminya dan tolong ingat pesanku tadi untuk menjaga identitas putriku rapat-rapat. Karena jika ada teman-temannya di kampus yang mengetahui siapa putriku sebenarnya maka kalian berenam akan menanggung resikonya," ucap Alfredo dengan nada meninggi mengancam keenam tamunya.


"Baik tuan baik kami mengerti," sahut Jacky dengan cepat sambil tergagap.


"Anda tak usah khawatir tuan Del Castillo, saya akan menjamin identitas nona tak tersebar dikampus," imbuh Abraham berjanji pada Alfredo.


"Terima kasih atas kerjasamanya, saya adalah seorang pria yang tak suka di bohongi jadi saya harap anda semua menepati janji ini," ucap Alfredo kembali.


Keenam pria itu langsung mengangguk bersamaan merespon perkataan Alfredo, tak lama kemudian Raisa pun pergi meninggalkan ruang tamu untuk membawa Ayara pergi ke taman menikmati udara sore hari.


"Sayang kita harus bersiap,". ucap Alfredo pelan sambil menyentuh pundak Raisa.


"Malam ini?" tanya Raisa dengan cepat.


"Ada apa dengan malam ini?" tanya Ayara ikut bicara.


"Malam ini ada rekan bisnis ayahmu datang untuk makan malam, jadi mommy harus bersiap untuk menyambutnya. Yara ikut makan malam juga ...


"No Yara tak tertarik dengan acara seperti itu, lagi pula Yara tak kenal dengan rekan kerja daddy. Yara mau disini saja bersama bibi menikmati udara sejuk ini." jawab Ayara memotong perkataan sang ibu.


"Ok kalau begitu, ya sudah mommy dan daddy bersiap ya. Yara tak apa-apa kan mommy tinggal?" tanya Raisa kembali.


"Yes im fine," jawab Ayara singkat.


"Good girl, so we have to live and don't be naughty. remember your feet still hurt so keep sitting in your wheelchair." ucap Alfredo pelan sambil menyentuh kepala Ayara.


"Yes i know dadd, don't worry about it." jawab Ayara pelan sambil tersenyum.


Raisa dan Alfredo akhirnya pergi meninggalkan Ayara yang duduk di taman yang ada di samping rumah, ditaman itu ada sebuah ayunan besar yang bisa dipakai untuk tidur dua orang yang mempunyai tirai putih yang menutupi. Ayunan besar itu lebih mirip ranjang yang digantung sebenarnya karena memang ranjangnya yang cukup besar, Ayara senang menghabiskan waktu ditaman ketika sore hari menjelang malam karena pemandangan yang indah ditaman itu. Apalagi saat ini Spanyol sedang musim semi dimana pada siang hari terasa hangat dan cerah dengan langit biru yang indah dan saat malam udaranya dingin yang menyejukkan sehingga Ayara lebih banyak menikmati waktu diluar hari saat musim semi dibanding ketiga musim lainnya.


Dua buah mobil serba hitam nampak berhenti di halaman besar kediaman Alfredo, tak lama kemudian keluarlah seorang pria gagah dengan membawa buket bunga mawar ditangannya berjalan dengan langkah tegap menuju ke rumah Alfredo. Pria itu mengikat rambutnya di atas kepala dengan tinggi sehingga membuat potongan rambut cepak ya terlihat, brewok tipisnya membuat pria itu semakin terlihat berkharisma.

__ADS_1


"Benvenuto, signor Dmitry Brown," ucap Alfredo menyambut tamunya dengan ramah.


"Terima kasih, Tuan Del Castillo atas undangan anda, saya merasa sangat beruntung. " jawab Dmitry Brown menjabat tangan Alfredo.


"Saya yang harusnya berterima kasih karena anda mau datang ke rumah saya, padahal seharusnya kita meeting di restoran saat ini." ucap Alfredo merasa tidak enak.


"Jangan dipikirkan tuan, keluarga nomor satu tuan. Oh iya ini saya membawakan bunga untuk anak anda tuan, saya tak tau dia suka bunga atau tidak," sahut Dmitry pelan sambil memberikan bunga pada Alfredo.


"Lebih baik anda berikan sendiri pada anak saya tuan, dia ada ditaman. Silahkan masuk, saya akan menyiapkan berkas kita terlebih dahulu," Alfredo meminta tamunya masuk ke dalam rumah.


Dmitry Brown dan asistennya masuk kedalam rumah Alfredo, ia kemudian berjalan pelan menuju taman atas instruksi Alfredo. Saat hampir sampai ditaman ia melihat ada sebuah kursi roda di dekat ayunan besar sementara di ayunan nampak seorang gadis tengah berbaring sambil memainkan ponselnya, Dmitry tak bisa melihat jelas gadis itu karena ranjang tertutup tirai putih. Karena takut menganggu Dmitry akhirnya meletakkan bunga yang ia bawa di kursi roda tanpa berbicara apapun atas anjuran asisten pribadinya .


"Anak tuan Alfredo ternyata tak bisa berjalan tuan," bisik Luigi asisten Dmitry pelan.


"Jaga bicaramu Luigi, ya sudah ayo masuk kedalam jangan ganggu nona itu." jawab Dmitry ketus.


"Baik tuan," sahut Luigi dengan cepat.


Mereka berdua akhirnya masuk kembali dalam rumah tanpa berbicara apapun pada putri Alfredo yang ada diatas ayunan, saat akan melangkah masuk Dmitry menoleh kembali ke arah ayunan dimana Ayara tidur. Ia sempat melihat wajah Ayara yang tertutup samar oleh tirai sekelebat, tiba-tiba ia merasa mengenal gadis itu. Saat akan melangkah kembali ke ayuan untuk memastikan sesuatu tiba-tiba Luigi menahannya dan mengajaknya masuk ke dalam rumah karena sang nyonya rumah sudah turun dari lantai dua.


"Mi piace aver visto quella ragazza Luigi, " ucap Dmity pelan.


*Aku seperti pernah melihat gadis itu Luigi


"come si vede, signore. guarda che non può camminare, non c'è modo di viaggiare con le sue condizioni " jawab Luigi datar.


*Bagaimana anda bisa melihatnya tuan. Lihatlah ia tak bisa berjalan, bagaimana ia bisa bepergian dalam kondisi seperti itu.


"I don't know what this feeling is...


🌼Bersambung 🌼


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....


Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.


Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟


Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2