
Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE dan Baca novel thor lainnya yang berjudul FAITH 2.
Terima kasih.
Henry turun dari mobilnya dan langsung menuju lift pribadinya karena Michael akan mengantar Cecar pulang ke apartemennya, di dalam lift Henry memikirkan cara untuk berbicara dengan Ayara sampai akhirnya ia tak menyadari kalau lift sudah sampai di apartemennya.
Saat melangkah masuk hidungnya langsung mencium aroma daging kalkun panggang yang sudah tersaji di atas meja makan, asisten yang ia minta untuk menyiapkan makanan mereka rupanya sudah selesai melakukan tugasnya. Bahkan jutaan kelopak mawar yang kemarin ia siapkan untuk kejutan Ayara pun sudah dibersihkan sehingga saat ini apartemennya benar-benar sudah bersih.
"Semua kembali seperti biasa," ucap Henry lirih saat melihat apartemennya kembali sunyi tanpa ada suara, ia lalu naik ke lantai dua menuju kamarnya.
Senyum kecutnya mengembang saat melihat pintu yang ia rusak tadi malam sudah kembali utuh seperti tak pernah disentuh sebelumnya, baik dari ukiran maupun warna daun pintunya sama persis dengan pintu yang ia rusak tadi malam. Henry lalu menyentuh handle pintu dan mendorongnya dengan perlahan untuk masuk ke dalam kamarnya, ia kaget ketika melihat kamar nya sudah rapi. Semua kelopak bunga yang ia hias pun sudah tak ada lagi, ranjangnya pun sudah diganti dengan seprai dan selimut baru berwarna rose gold.
"Yara..."desis Henry panik saat menyadari sang istri tak ada dikamar.
Dengan cepat Henry keluar dari kamarnya dan mencari sang istri dikamar lainnya yang ada di apartemennya, seperti orang gila Henry keluar masuk diseluruh ruangan mencari kebenaran sang istri. Karena putus asa Henry meraih ponselnya dan langsung menghubungi para bodyguard yang berjaga di basement untuk mencari tau tentang Ayara.
"Kami yakin tuan, nyonya belum keluar dari apartemen," ucap seorang bodyguard yang berjaga di basement dengan cepat.
"Kau yakin? kalian tak sedang membohongi aku bukan!!" hardik Henry dengan suara meninggi.
"Benar tuan, kami ada sepuluh orang disini dan tak melihat nyonya keluar dari lift tuan," jawab bodyguard lainnya mencoba menyakinkan Henry.
"Kalau istriku tak keluar lalu dia kemana...
"Rooftop...apa anda sudah mengecek rooftop tuan?" tanya salah seorang bodyguard tiba-tiba ikut berbicara.
Deg
__ADS_1
Kedua mata Henry langsung membelalak lebar saat mendengar perkataan bodyguardnya, tanpa menutup panggilan videonya Henry langsung berlari menuju ke rooftop. Dimana diatas rooftop terdapat helikopter miliknya yang terparkir apik diatas helipad, rasa takut mulai datang dalam dirinya membayangkan sang istri mengendarai helikopter miliknya itu. Ia takut Ayara bisa mengendarai capung besi miliknya.
"Yara...jangan macam-macam Yara," ucap Henry berkali-kali saat menaiki anak tangga menuju rooftop.
Saat sampai di rooftop angin kencang langsung menerpa wajahnya, hal itu menjadi sesuatu yang lumrah pasalnya saat ini ia ada di puncak gedung tertinggi di Irlandia. Mata elang Henry langsung menyusuri rooftop miliknya mencari sosok sang istri yang hampir membuatnya gila, tak ada satupun tanda-tanda keberadaan Ayara terlihat di rooftop. Henry hampir putus asa karena tak menemukan sang istri namun tiba-tiba ekor matanya menangkap ada yang aneh di dalam helikopter miliknya yang sedang berhenti, ia pun langsung mendekati capung besinya dan terkejut saat melihat sang istri sedang ada di bangku pilot sambil memejamkan kedua matanya.
"Syukurlah...syukurlah kau tak pergi sayang, aku hampir gila mencarimu," ucap Henry lirih saat melihat Ayara tidur.
Karena tak tega melihat Ayara tidur dalam posisi yang tak nyaman Henry lalu membuka pintu helikopternya dengan perlahan, ia lalu meraih tubuh Ayara yang meringkuk membelakanginya. Karena Ayara sedang tidur pulas ia sama sekali tak bangun ketika Henry meraih tubuhnya, ia bahkan tetap terpejam saat Henry mulai menggendongnya. Ayara seolah sedang tidur sangat pulas sampai tak menyadari kalau ia sedang di gendong oleh sang suami yang kini membawanya masuk kembali ke dalam rumah, bekas tetesan air terlihat di sudut mata Ayara yang membuat Henry merasa makin bersalah.
"Maafkan aku Yara, aku terlalu egois padamu," ucap Henry pelan saat selesai membaringkan Ayara di atas ranjang pengantin mereka yang baru sekali ditiduri Ayara seorang diri.
"Aku masih belum siap memberitahukan semuanya padamu sayang, maafkan aku...tapi aku berjanji jika waktunya nanti tiba dengan senang hati aku akan menjelaskan semuanya darimu dari awal," bisik Henry pelan sambil mendaratkan sebuah kecupan di kening Ayara.
Saat Henry akan melayangkan ciuman kedua di bibir Ayara tiba-tiba ponselnya yang ada dilantai satu berdering sangat keras dan memaksanya untuk mengangkatnya, dengan malas Henry berjalan menuju lantai satu meninggalkan Ayara sendirian dikamar.
"Nomor tanpa nama, siapa yang berani menelfonku berkali-kali seperti ini,," ucap Henry pelan saat menyadari nomor tanpa nama itu ternyata sudah menghubunginya lebih dari lima kali dalam waktu sepuluh menit terakhir.
Ponselnya kembali berdering dan nomor tanpa nama itu kembali muncul di layar ponsel pintarnya, karena penasaran Henry lalu menerima panggilan itu dan mengarahkan ponsel pintar itu ketelinganya.
"Pengecut...keluar kau, jangan bersembunyi di apartemenmu ini Henry!!!" teriak seorang pria dengan penuh emosi saat sudah tersambung dengan Henry.
"Ryan...
"Iya ini aku, cepat turun dari apartemenmu itu kalau berani hadapi aku jangan jadi pengecut yang hanya bisa bersembunyi dibalik pengawalmu ini," ucap Ryan dengan nada meninggi, setelah mendapatkan kabar dari Joshua bahwa Henry sudah menikahi Ayara ia menjadi gila.
Ryan langsung terbang ke Irlandia bersama Joshua menggunakan pesawat jet pribadinya, karena jarak London dan Dublin dekat ia tak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke tempat Henry. Ditambah lagi ia sudah tau dimana Henry tinggal, karena dulu ia juga pernah tinggal di Irlandia selama hampir lima tahun pasca kedua orangtuanya meninggal.
__ADS_1
"Apa maumu Ryan?" tanya Henry basa basi.
"Jangan banyak bicara, cepat keluar jangan jadi pengecut Henry!!" jawab Ryan tidak sabar.
"Keraskan suara ponselmu biarkan anak buahku mendengar perkataanku," ucap Henry pelan.
"Bicaralah aku sudah menyalakan loudspeaker," sahut Ryan dengan cepat.
"Antar tamuku naik, kita harus menyambut kedatangan tamu dengan baik," ucap Henry tenang memerintahkan anak buahnya untuk mengantar Ryan naik.
"Baik tuan," jawab kesepuluh orang bodyguard yang berjaga di basement dengan bersama.
Tak lama kemudian sambungan telepon Ryan dan Henry pun terputus, Henry lalu bersiap menyambut kehadiran tamu tak diundangnya dengan berdiri gagah didepan lift sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celananya.
Tringgg
Lift berbunyi saat sudah sampai dilantai 51 dimana apartemen Henry berada, tak lama kemudian keluarlah Ryan dengan tatapan tajam pada Henry yang sedang berdiri tak jauh dari lift.
Ryan berjalan dengan perlahan mendekati Henry dengan tangan terkepal, saat sudah sampai dihadapan Henry dengan cepat ia melayangkan pukulannya sehingga mengenai wajah Henry dan membuatnya jatuh tersungkur ke lantai. Walau sudah melihat Henry jatuh namun kemarahan Ryan belum juga reda, ia lalu bersiap melayangkan pukulannya yang kedua namun tiba-tiba terdengar jeritan seorang wanita yang sangat ia kenal.
"Stop Ryan...sekali lagi kau memukulnya kau akan menyesal!!!" teriak Ayara dengan keras sambil berdiri ditangga.
"Yara...Ayara...
🌼 Bersambung 🌼
Jangan lupa Vote dan ratting bintang 5, terima kasih.
__ADS_1
Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul :
🌹 Faith 2 the return of the prince 🌹