
Baca novel thor lainnya yang berjudul
FAITH 2 : The return of the prince
Henry duduk di pinggir ranjang besar dikamar the Merrion hotel yang sudah ia pesan sebelumnya, sementara itu Ayara nampak tertidur pulas dibalik selimut tebal yang membungkus tubuh polosnya setelah tadi bermain dua ronde bersama Henry. Ia yang belum terbiasa dengan kehidupan setelah menikah nampak masih kewalahan menghadapai Henry di ranjang, sehingga ketika selesai bercinta ia akan tertidur seperti kali ini.
Perlahan Henry bangun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi untuk menyegarkan diri, dua puluh menit kemudian Henry keluar dari kamar mandi yang memiliki pintu geser itu dengan menggunakan piyama mandi berwarna hitam. Ia berjalan menuju lemari dimana tadi Ayara sudah merapikan baju-baju mereka di dalam lemari, baru saja selesai memakai baju tiba-tiba bel dipintu kamarnya berbunyi. Karena tak mau membuat Ayara bangun Henry kemudian melangkahkan kakinya menuju ke pintu dan membukanya dengan perlahan.
"Maaf tuan Luke mengganggu waktu istirahat anda, saya dari petugas hotel ingin menyerahkan dua koper besar ini yang tadi dititipkan oleh asisten anda yang bernama Tuan Michael," ucap seorang bellboy kepada Henry sambil menunjukkan dua koper besar di hadapannya.
"Terima kasih, lalu di mana asistenku itu?" tanya Henry perlahan sambil tersenyum.
"Tadi tuan Michael hanya masuk ke hotel dengan membawa dua koper ini saja tuan, setelah beliau menyampaikan pesan agar koper-koper ini diberikan kepada anda beliau langsung pergi lagi bersama beberapa orang pria berpakaian serba hitam tuan," jawab sang bellboy.
"I see, ok wait a minute," ucap Henry pelan, ia kemudian masuk ke dalam kamar dan meraih dompet yang ada diatas nakas.
Henry terlihat mengeluarkan satu lembar uang pecahan 50$, ia lalu berjalan kembali ke pintu dan memberikan uang yang ada ditangannya itu pada sang bellboy sebagai ucapan terima kasih karena membantunya membawa dua koper besar yang dikirimkan oleh Michael. Henry tadi memang meminta Michael untuk mengambil beberapa pakaian dirinya dan pakaian Ayara yang ada di apartemen setelah Ryan dan ketiga wanita itu pergi, ia juga memerintahkan Michael untuk merapikan semua barang-barang pribadinya yang ada di apartemen. Henry sudah memutuskan untuk meninggalkan apartemen mewahnya itu dan mencari tempat tinggal baru sesuai dengan permintaan Ayara sang istri.
Karena tak tega membangunkannya Ayara yang masih terlelap Henry akhirnya merapikan sendiri pakaian-pakaian dari koper yang baru datang itu, dua puluh menit kemudian ia pun selesai memindahkan semua isi kedua koper itu kedalam lemari.
__ADS_1
Ayara terbangun dari tidurnya saat hidungnya mencium wangi makanan yang baru saja diantara seorang pelayan, aroma daging steik kesukaannya berhasil membuat Ayara terbangun dari alam mimpinya.
"Good evening madam," sapa Henry pelan sambil tersenyum ketika melihat Ayara membuka kedua matanya.
"Aku tidur terlalu lama ya?" tanya Ayara dengan suara parau.
"Tidak juga, aku tau kau lelah. Maka dari itu aku sengaja tak mau mengganggu waktu tidurmu," jawab Henry dengan cepat sambil menuangkan segelas Martini kedalam gelas brendi yang ada diatas meja.
Ayara tersenyum mendengar perkataan sang suami, ia lalu menarik selimut untuk melindungi pundaknya yang terbuka karena AC yang terlalu dingin.
"Lebih baik kau mandi terlebih dahulu dan memakai pakaian terbaik, lalu kita makan malam," bisik Henry lembut sambil merangkak ke atas ranjang di mana Ayara berada.
"Memakai pakaian terbaik? memangnya kita mau kemana?" tanya Ayara bingung.
"Henry stopp aku mau mandi," ucap Ayara terbata sambil berusaha menjauhkan tubuhnya dari Henry.
"Mandi sekarang atau nanti setelah kita melakukan satu ronde lagi?" tanya Henry pelan sambil menatap wajah Ayara dari bawah dengan tanpa melepaskan little pinky pie dari mulutnya.
"Henry aku awww..." Ayara menjerit kaget saat Henry menggigit kecil litte pinky pie miliknya yang membuat darah Ayara berdesir dengan cepat.
__ADS_1
Henry kemudian melepaskan Ayara yang sedang menyilangkan kedua tangannya di depan dada, sambil sesekali menyentuh little pinky pie yang tadi di gigit kecil oleh sang suami. Tak begitu lama kemudian Ayara akhirnya bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi dengan setengah berlari, meninggalkan Henry yang masih duduk di atas ranjang menatapnya seperti serigala yang kelaparan.
Di dalam kamar mandi Ayara membiarkan seluruh tubuhnya tersiram oleh air hangat yang keluar dari shower, ia memejamkan kedua matanya mengingat apa yang sudah ia lewati bersama Henry hari ini di kamar hotel yang akan menjadi tempat tinggal mereka selama satu minggu kedepan. Setelah Michael dan beberapa orang yang membantunya membawakan barang barang ke dalam kamar president suite yang ada di the Merrion hotel keluar dari kamar, Henry langsung mendorongnya ke atas tempat tidur. Henry langsung membuka paksa dress yang sedang di pakai Ayara, sesaat kemudian Henry pun langsung menyesap rakus kedua litte pinky pie milik Ayara seperti bayi yang kelaparan secara bergantian yang membuat Ayara seperti melayang-layang merasakan kenikmatan dunia.
Belum puas sampai di situ Henry mengalihkan perhatiannya ke arah panties yang masih terpasang apik di tubuh Ayara, saat ia akan mengeluarkan lidahnya di sekitar wilayah itu Ayara langsung bangun dan mengingat bahwa ia belum membersihkan diri setelah apa yang mereka lakukan di pesawat jet tadi pagi sesaat sebelum mereka landing di bandara. Setelah merayu Henry akhirnya ia diperbolehkan untuk membersihkan diri terlebih dahulu di dalam kamar mandi sebelum bercinta, namun pada saat ia sedang membasuh tubuhnya dengan air tiba-tiba Henry datang ke kamar mandi dan melakukan itu di bawah guyuran air shower hangat dalam posisi berdiri. Yang akhirnya membuat Ayara kepayahan karena harus melakukan itu dalam posisi berdiri dengan tumpuan kaki kirinya saja, karena kaki kanannya ditahan oleh Henry di atas pundaknya.
Suara ketukan di pintu kamar mandi membuat Ayara mempercepat kegiatannya, ia tau kalau suaminya adalah seorang pria yang tidak sabar untuk menunggu. Oleh karena itu Ayara memilih untuk mengalah karena tak mau berdebat dan mencari masalah, dengan menggunakan jubah mandinya Ayara keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ke arah lemari untuk mengambil pakaian untuk ia pakai.
"Pakai ini," bisik Henry dari belakang sambil memberikan sebuah gaun silver cantik pada Ayara sedang mencari pakaian.
Karena penasaran Ayara pun meraih gaun silver yang diberikan oleh sang suami, ia langsung mengambil tali panjang pada gaun itu sehingga membuat gaun itu menjuntai indah kebawah. Wajahnya tiba-tiba memerah saat melihat gaun yang ada di tangannya.
"Kau mau aku memakai ini?" tanya Ayara terbata sambil menatap Henry yang sedang berdiri di sampingnya.
"Iya, pakailah gaun itu. Malam ini akan terasa makin sempurna saat kau memakainya," jawab Henry sambil tersenyum penuh arti.
Jantung Ayara berdetak dengan sangat cepat ketika mendengar perkataan sang suami, gaun yang sedang ia pegang itu terasa sangat dingin saat ini.
🌼 Bersambung 🌼
__ADS_1
Jangan lupa Vote, ratting dan like.
Lalu baca juga novel Thor lainnya yang berjudul : 🌹 Faith 2 the return of the prince 🌹