
Baca novel thor lainnya yang berjudul
FAITH 2 : The return of the prince
Sejak jam 5 pagi Ayara sudah merapikan barang-barangnya yang akan ia pakai untuk melakukan aksinya bersama Cecar, ia sedang mengisi peluru kedalam sepuluh pistol yang baru dibeli Cecar tadi malam. Ia memaksa Cecar mencari pistol karena panik saat mengetahui rencana Okada Rui yang ingin menjebak Henry di sebuah area pergudangan tua yang sudah tak terpakai lagi, tanpa memikirkan harga Ayara memerintahkan Cecar mencari senjata api di Busan. Alhasil mereka kini memiliki senjata yang cukup untuk dibawa pergi ke gudang tua itu.
Setelah mencari si situs gelap Cecar akhirnya menemukan seseorang yang menjual senjata Glock 20, senjata yang sering ia dan Ayara pakai ketika sedang menjalankan misi. Sebenarnya Ayara memiliki senjata ini di rumahnya di Cordoba, namun ia tak membawanya ke Dublin sejak menikah dengan Henry. Sehingga akhirnya ia harus membeli senjata itu lagi saat ini ketika akan menjalankan aksi, setelah mengeluarkan uang cukup banyak akhirnya Cecar bisa membawa 10 unit Glock 20. Glock 20 mampu memuat 15 peluru 10 mm yang masing-masingnya mampu dilontarkan hingga kecepatan 1600 kaki per detik, hal inilah yang menjadi salah satu alasan Ayara memilih pistol ini selain kemampuan akurasinya yang sangat keren. Henry pun juga memiliki pistol ini di dalam apartemen lamanya, secara tak sengaja Ayara pernah melihat Henry merapikan pistol itu di brankasnya.
"Kau siap Cecar?" tanya Ayara pelan sambil memberikan lima buah pistol Glock 20 ke arah Cecar.
"I'm ready whenever you give me orders, nona bos," jawab Cecar penuh percaya diri.
*Aku siap kapanpun anda memberikan aku perintah nona bos.
"Good, lebih baik kita berangkat lebih awal ke tempat itu supaya kita bisa mencari tempat untuk bersembunyi terlebih dahulu," ucap Ayara datar tanpa ekspresi.
"Tapi anda yakin kan gudang itu yang akan menjadi tempat mereka menjalankan rencana?"tanya Cecar pelan.
__ADS_1
"I'm sure Cecar," jawab Ayara penuh keyakinan.
Cecar pun kemudian memasukkan pistol pistol yang baru saja diberikan oleh Ayara kedalam balik jaket yang sedang ia pakai, setelah semua persiapan siap mereka akhirnya pergi ke sebuah komplek gudang tua yang disebut-sebut oleh Okada Rui untuk menjadi tempat eksekusi Henry. Tadi malam saat Ayara akan tidur ia mendapat informasi baru bahwa Dmitry Brown diperintahkan oleh Okada Rui untuk melakukan aksinya di sebuah komplek gudang tua yang tentukan, karena Ayara sudah memasang alat penyadap di ponsel Okada Rui tak sulit baginya untuk mencari tau dimana letak gudang tua itu berada.
Tanpa menunggu lama ia kemudian memberi tugas pada Cecar untuk mencari senjata api, pasalnya mereka ke Busan tanpa membawa senjata api seperti itu karena takut menjadi masalah di imigrasi. Ayara memilih mencari senjata seperti itu jika diperlukan saat mereka ada di Busan, walaupun sebenarnya ia berharap tak harus membeli senjata api. Namun nyatanya keadaan tetap memaksanya untuk membeli senjata seperti itu, tanpa pikir panjang Ayara pun memberikan perintah pada Cecar untuk mencari menghubungi penjual senjata yang sudah mereka hubungi beberapa hari sebelum keberangkatan menuju Busan. Sehingga tak butuh waktu lama bagi Cecar untuk membawa pulang sepuluh Glock 20 dengan 15 peluru dimasing-masing pistol.
Tak butuh waktu lama untuk Cecar dan Ayara sampai di tempat tujuan, mereka langsung mencari posisi terbaik di gudang itu supaya tidak membuat Dmitry dan anak buahnya curiga. Pasalnya kali ini Dmitry mengajak 10 orang pria yang memiliki kemampuan menembak cukup baik seperti yang sudah Ayara dengar sebelumnya dari percakapan Okada Rui dan Dmitry di telepon.
"Karena hari masih pagi, lebih baik kita makan dulu Cecar. Isi perutmu dengan ini," ucap Ayara pelan sambil memberikan biskuit oat kesukaan Ayara.
"Makasih nona bos," jawab Cecar singkat sambil meraih beberapa biskuit yang masih terbungkus plastik dari tangan Ayara.
Saat matahari mulai terbit mereka mulai bersiap karena terlihat beberapa mobil serba hitam mulai memasuki area gudang. Seperti yang sudah Ayara katakan sebelumnya pada Cecar, nampak 10 orang pria berpakaian serba hitam dengan membawa pistol di tangannya masing-masing dampak berjalan menuju gudang tempat mereka berada. Dimitri yang berjalan paling belakang nampak sedang berbicara di telepon dengan salah seorang mata-mata yang ia tempatkan di hotel tempat Henry menginap, mata-mata itulah yang akan memasang GPS di mobil milik tuan Kim yang akan menjemput Henry dan Michael menuju kantor Tuan Kim. Dengan GPS yang sudah di setting itu mereka akan dibawa ke area gudang ini, Dmitry yakin rencananya ini tak akan gagal. Mengingat ia sudah mempersiapkan semuanya dengan detail, ditambah ia juga ikut turun langsung.
"Benar-benar orang jahat," ucap Ayara lirih saat mendengar semua perkataan Dmitry dilantai satu, dimana saat ini ia sedang memberikan pengarahan pada anak buahnya untuk menjebak Henry.
Cecar hanya tersenyum mendengar perkataan Ayara yang ia dengar dari earpiece yang terpasang di telinganya, ia tahu saat ini Ayara sedang sangat kesal pada Dmitry yang sedang membicarakan kejelekan Henry. Sebagai seorang istri Ayara pasti sangat emosi mendengar suaminya dijelek-jelekkan oleh orang lain, apalagi yang dikatakan oleh Dimitri adalah sebuah fitnah.
__ADS_1
"Tenang nona bos, tahan emosimu," ucap Cecar lirih.
"Aku bisa gila melihat dan mendengar mereka menjelekkan suamiku Cecar," jawab Ayara dingin sambil terus menatap ke arah Dimitry.
"Iya nona bos, aku paham. Tapi tolong jangan rusak rencana kita ini, semua ini sudah kita susun sangat rapi. Anda tak mau kan tuan Henry mengetahui bahwa anda adalah orang yang melindunginya bukan?" tanya Cecar pelan mencoba untuk mengingatkan Ayara kembali.
"I know Cecar," jawab Ayara lirih, ia akhirnya mencoba sabar mendengar semua perkataan Dmitry di lantai satu yang masih juga membicarakan kejelekan Henry.
Walaupun yang dikatakan oleh Dmitry mungkin adalah sebuah fakta, namun sebagai seorang istri Ayara tetap tidak rela suaminya dijelek-jelekkan oleh orang lain apalagi sampai di jebak seperti ini. Rasanya ia sudah tidak bisa menahan dirinya untuk tetap bersembunyi di tempatnya saat ini dan ingin segera menyelesaikan semuanya dengan menghabisi Dmitry, namun karena teringat tujuan awalnya datang ke Busan untuk melindungi Henry dalam diam ia akhirnya mencoba sabar. Ayara tak mau Henry tau bahwa dirinyalah orang yang selama ini menjaga Henry dari kejauhan.
"Oh Queen Serenity berikan aku kesabaran menghadapi mereka," ucap Ayara dalam hati, Queen Serenity adalah tokoh dalam manga sailor moon yang merupakan manga favorit Ayara. Queen Serenity adalah ibu dari sailormoon dan Ayara selalu menyebut dirinya sebagai sailormoon dalam berbagai kesempatan.
🌼 bersambung 🌼
🍀🍀 Beberapa jam sebelum kejadian baku tembak, apa yang akhirnya membuat Ayara tak bisa menahan emosinya di gudang tua itu?!
Terus baca bodyguard cantik dan temukan jawabannya. Jangan ketinggalan satu episode pun ya Kakak-kakak.
__ADS_1
Jangan lupa Vote, ratting dan like.
Bantu vote untuk mendukung author lebih rajin update