Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Shy girl


__ADS_3

Baca novel thor lainnya yang berjudul


FAITH 2 : The return of the prince


Setelah sembilan jam perjalanan akhirnya pesawat jet G500 milik Henry hampir sampai di Madagaskar, setelah sampai di Madagaskar Henry dan Ayara akan berganti pesawat kecil menuju ke Seychelles island.


Henry yang sedang duduk di bangku lalu berjalan menuju kamar untuk menemui Ayara yang baru saja selesai menikmati makan malamnya yang sangat telat.


"Is it that good ?" tanya Henry pelan mengagetkan Ayara yang sedang membersihkan sisa-sisa makanan di bibirnya menggunakan sapu tangan.


*apakah seenak itu?


"Yes, I really like this medium rare beef steak with mashroom sauce like this," jawab Ayara dengan cepat sambil menunjukkan piringnya yang sudah kosong.


*Ya, aku sangat suka dengan steak daging sapi setengah matang dengan saus jamur seperti ini.


Mendengar perkataan sang istri membuat Henry tersenyum, ia tau kalau istrinya itu adalah penyuka daging. Tak lama kemudian Henry pun duduk di samping Ayara setelah ia meraih piring yang sudah kosong di hadapan sang istri dan meletakkannya diatas meja kecil yang ada didekat pintu.


"Berpakaianlah sebentar lagi kita akan sampai di Madagaskar," bisik Henry pelan sambil meraih selimut yang membalut tubuh Ayara.


"Henry!!!" jerit Ayara kesal saat suaminya ingin melepaskan selimut yang ia pakai untuk membalut tubuhnya.


"Apa yang harus kau tutupi, aku sudah melihatnya semua sayang," ucap Henry singkat dengan senyum penuh kemenangan.


"Henry cepat keluar atau aku marah ya," jerit Ayara dengan suara meninggi mencoba untuk mengalihkan pembicaraan Henry.


Alih-alih melalukan perintah sang istri Henry justru berpindah tempat duduk dan mendekati Ayara.


"Apa sudah tidak sakit? apa kau bisa memakai pakaianmu sendiri?" tanya Henry lirih setengah berbisik pada Ayara.


Jantung Ayara seperti hendak meledak mendengar perkataan sang suami, jangankan memakai baju sendiri bergerak sedikit saja ia masih merasakan perih. Ayara mencengkram erat selimut yang sedang membungkus tubuhnya.

__ADS_1


"I know, don't worry, I'll help you wear clothes " bisik Henry lirih sambil membelai wajah Ayara dengan lembut.


*aku tau, jangan khawatir.Aku akan membantumu memakai pakaian.


"Terima kasih," ucap Ayara lirih dengan suara yang hampir tak terdengar menahan malu.


Henry lalu mencium kening Ayara dengan lembut, ia lalu berjalan menuju koper milik Ayara untuk mencari pakaian. Tak lama kemudian Henry terlihat membawa satu set pakaian dalam warna putih dan sebuah mini dress cantik bermotif bunga-bunga tropis, ia lalu menutup pintu kamar dan menguncinya kembali untuk memastikan tak ada orang yang bisa masuk. Henry lalu meminta Ayara untuk melepaskan selimut yang membalut tubuhnya, awalnya ia terlihat ragu dan malu namun mengingat mereka akan segera tiba di bandara Antananarivo Madagaskar ia akhirnya membuang urat malunya jauh-jauh.


Sebuah kecupan lembut Henry daratkan di pundak Ayara yang membuat Ayara menutup mulutnya supaya tak bersuara, Henry hanya tersenyum melihat betapa sensitifnya sang istri. Ia lalu memakainya bra pada Ayara, bra yang dipilih Henry adalah bra model dua tali di leher dan di punggung memudahkan Henry memakaikannya pada tubuh Ayara. Ia juga memilih panties dengan tali samping kanan kiri sehingga tak membuat Ayara banyak bergerak.


"Henry akh...stoppp..


Ayara mendesah lirih saat Henry mencium tempat favorit Henry yang baru ditubuh Ayara, tempat dimana ia tadi malam mendapatkan mahkota paling berharga Ayara.


"I just kissed it, honey," ucap Henry lirih sambil kembali mendaratkan ciuman yang kedua kalinya, namun kali ini dengan disertai permainan lidah.


"Henry awwwmmpphhh...


Ayara menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya saat lidah Henry menyentuh bagian tubuhnya yang sangat sensitif itu, ia bahkan sampai memejamkan mata karena kegiatan Henry.


"Not now dear, we will continue at the hotel later," ucap Henry lirih saat menyudahi kegiatannya sambil memasang panties Ayara dengan cepat.


*Tidak sekarang sayang, kita akan melanjutkannya di hotel nanti.


"I hate you Henry," sahut Ayara terbata.


*aku membencimu Henry.


"Ha ha ha...It won't be long dear, later you will love me more than this moment when I take you to a new world," jawab Henry lembut menggoda Ayara.


*Ha ha ha...Tidak akan lama sayang, nanti kamu akan mencintaiku lebih dari saat ini ketika aku membawamu ke dunia baru.

__ADS_1


"Get lost Henry i hate you!!!" pekik Ayara keras dengan wajah memerah, ia tau kemana arah pembicaraan sang suami.


*pergi Henry, aku membencimu.


Henry akhirnya pun pergi meninggalkan sang istri yang sudah selesai ia bantu berpakaian, ia masih punya pekerjaan lain yang harus diurus sebelum mendarat di bandara udara Ivato untuk berganti dengan pesawat kecil menuju ke Seychelles island tempat tujuan mereka kali ini. Setelah Henry pergi Ayara kemudian meraih dress yang tergeletak di sebelahnya, dengan cepat memakai mini dress bunga-bunga itu. Dengan menahan perih Ayara bangun dari ranjang secara perlahan, namun karena masih sakit Ayara akhirnya memilih duduk di ranjang karena sebentar lagi pesawat akan landing.


"Hei Mrs Luke, come on. we have arrived at magadaskar we have to change planes again to get to the Seychelles," ucap Henry pelan saat kembali masuk kedalam kamar beberapa saat setelah pesawat jet landing dengan baik di bandara Ivato.


*Hei Nyonya Luke, ayolah. Kita sudah sampai di magadaskar, kita harus berganti pesawat lagi untuk sampai ke Seychelles.


"Kenapa harus berganti pesawat Henry?" tanya Ayara dengan cepat.


"Bandara di Seychelles tak bisa menerima pesawat jet seperti ini karena keterbatasan lahan, jadi kita harus berganti dengan pesawat yang ukurannya lebih kecil sayang," jawab Henry pelan.


"Maaf tuan mana koper yang harus...


"Henry!!!!!" jerit Ayara keras sambil merebahkan tubuhnya kearah ranjang dengan cepat untuk melindungi noda darah yang terlihat jelas diatas seprai.


Henry yang awalnya tak mengerti dengan sikap Ayara langsung paham saat melihat Ayara menarik selimut untuk yang ada dipinggir ranjang kearahnya, ia tersenyum saat menyadari apa yang dilakukan oleh istrinya.


"Ambillah dua koper itu cepat Raul," ucap Henry dengan cepat memberi perintah pada Raul yang kaget tak mengerti dengan sang nyonya yang tiba-tiba berbaring di ranjang.


"Baik tuan," jawab Raul dengan cepat, ia lalu meraih dua koper besar milik Ayara yang ada didalam kamar. Sementara itu koper miliknya sudah diturunkan terlebih dahulu oleh bodyguard lainnya karena kopernya ada diluar tidak didalam kamar.


Ayara masih tengkurap saat Raul pergi membawa dua koper besarnya, ia masih melindungi noda darah bekas bukti kesetiaannya pada Henry.


"Sudah-sudah Raul sudah pergi, ayo kita juga harus turun sayang," ucap Henry pelan sambil menepuk paha Ayara perlahan.


"Henry..


"Iya ada apa?" tanya Henry lembut pada Ayara yang sudah mengubah posisinya.

__ADS_1


"Seprai ini...bawa seprai ini aku tak mau mereka melihat darahku..." jawab Ayara lirih


🌼 bersambung 🌼


__ADS_2