Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
"Bagi bebanmu"


__ADS_3

Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima ya kakak-kakak.


Terima Kasih.


Tak lama kemudian sebuah mobil sedan berwarna putih metalik terlihat masuk ke dalam area kediaman Alfredo Del Castillo, seorang wanita cantik yang ternyata adalah dokter Daniela nampak turun dengan tergesa-gesa dari mobilnya menuju ke dalam rumah. Sang tuan rumah baru dikediaman besar itu sudah sangat mengganggunya sejak tadi.


"Silahkan masuk dokter," sapa Michael pelan menyambut dokter Daniela.


"Mereka masih di lantai dua?" tanya dokter Daniella pelan.


"Iya dok, mari saya antar," jawab Michael sopan.


Dokter Daniela kemudian mengikuti langkah Michael menuju lantai dua, saat dokter Michael sudah masuk ke dalam kamar Ayara terlihat Cecar keluar dari kamarnya sambil membawa gelas kosong. Sejak tadi bermain game ia lupa mengisi gelasnya dan merasakan haus saat sudah bermain game hampir dua jam.


"Bukankah itu mobil dokter yang tadi pagi datang kemari tanya Cesar pelan kepada Esmeralda yang sedang merapikan beberapa furniture di ruang tamu.


"Iya itu mobil dokter Daniela dan saat ini dokter Daniela sedang ada di lantai dua bersama nona Ayara dan Tuan Henry," jawab Esmeralda sambil tersenyum.


"loh kenapa dokter itu datang lagi, bukankah nona bos sudah tidak apa-apa," ucap Cecar bingung.


"Tadi tuan Henry menghubungi dokter Daniela kembali karena nona Ayara tiba-tiba menggigil kedinginan, Tuan Henry khawatir jika terjadi sesuatu pada bayinya," sahut Esmeralda pelan.


"Bayi siapa? siapa yang punya bayi?" tanya Cecar dengan suara meninggi.


Esmeralda langsung menutup mulut Cecar supaya ia tidak berkata-kata lagi, tak lama kemudian Esmeralda menarik Cecar ke perpustakaan yang ada disebelah ruang tamu.


"Aku beritahu padamu tapi jangan bicara kepada nona terlebih dahulu karena ini adalah amanat dari Tuan Henry," ucap Esmeralda setengah berbisik.


"Ada apa? kenapa sepertinya kalian menyimpan rahasia besar dari ku?" tanya Cecar kembali.


"Nona ayara hamil dan kita diminta untuk..."

__ADS_1


Prankk


Gelas yang dibawa oleh Cecar jatuh ke lantai sehingga membuat suara yang sangat keras dan mengagetkan hampir semua orang yang sedang ada di lantai satu termasuk Esmeralda yang ada di hadapan Cecar.


"Kau ini, kenapa membawa gelas aja tidak bisa sampai menjatuhkannya seperti itu!!" hardik Esmeralda jengkel.


"Kau tidak sedang berbohong kan?" tanya Cecar tergagap.


"Tentu tidak, dokter Daniela sendiri yang mengatakan itu kepada Tuan Henry dan Tuan Henry pula yang menceritakan berita kehamilan nona Ayara kepada kami tadi pagi," jawab Esmeralda kembali.


Mendengar perkataan Esmeralda benar-benar membuat Cecar sangat syok, tanpa merapikan bekas gelas yang jatuh berserakan di bawah kakinya. Cecar lalu berlari menuju tangga untuk naik ke lantai dua di mana kamar Ayara berada, saat sampai di depan kamar Ayara ia menghentikan langkahnya karena sang nona nampak duduk di samping Henry dan sedang mendengar penjelasan dokter Daniela dengan serius.


"Seperti itu saja Tuan, untuk selanjutnya kalau terjadi sesuatu kepada nyonya Ayara anda tinggal menghubungi saya saja memalui telepon. Untuk saat ini nyonya Ayara tak perlu pergi ke rumah sakit karena kondisinya sangat baik," ucap dokter Daniela ramah sambil merapikan stetoskopnya ke dalam tas miliknya.


"Terima kasih dokter atas bantuan anda, entah apa yang akan saya lakukan jika anda tidak menolong saya. Kalau begitu saya akan antarkan anda ke depan, ada beberapa hal lagi yang ingin saya tanyakan kembali kepada anda," jawab Henry pelan sambil bangun dari ranjang.


"Boleh, kalau begitu saya permisi nyonya. Kalau ada apa-apa jangan sungkan beritau suami anda atau hubungi saya langsung jika anda berkenan. Sampai bertemu lagi nyonya," pamit dokter Daniela pelan pada Ayara.


"Terima kasih dok," sahut Ayara lirih.


"Cecar!!!darimana saja kau?! cepat tutup dan kunci pintu, bantu aku melihat luka di tanganku!!!" pekik Ayara keras.


"Baik nona," jawab Cecar patuh.


Setelah mengunci pintu dengan rapat Cecar kemudian berjalan mendekati Ayara, ia lalu membantu Ayara membuka jaketnya karena ingin melihat luka di lengan kirinya yang tadi sempat mengeluarkan darah pasca di pegang oleh Henry.


"Apakah lukanya berdarah lagi?" tanya Ayara pelan.


"Sebenarnya lukanya sudah hampir kering nona, hanya saja ini mengeluarkan sedikit cairan dari bekas operasinya mungkin karena tadi Tuan Henry menekannya terlalu kuat sehingga keluar cairan," jawab Cecar lirih sambil memberikan cairan antiseptik di luka Ayara.


"Iya tadi dia mencengkram lenganku dengan kuat, aku kira darahnya keluar lagi. Pasalnya tadi aku melihat tangan Henry berwarna merah dan langsung membuatku panik," ucap Ayara penuh syukur, ia tenang saat mengetahui kalau luka di lengan kirinya tidak berdarah kembali.

__ADS_1


"Kenapa nona tidak jujur saja kepada Tuan Henry tentang luka ini, siapa tahu Tuan Henry akan..."


"No Cecar, aku tak mau dia tau tentang kejadian di Busan. Kejadian di Busan kemarin cukup menjadi rahasia kita berdua, aku tak mau dia tau kalau selama ini aku sudah melakukan perbuatan sejauh ini. Karena percayalah kalau Henry sampai tau aku berbuat seperti ini mungkin ke depannya aku tidak akan bisa keluar dari rumah lagi, ia pasti akan memenjarakanku di rumahku sendiri Cecar. Dan aku tidak mau hal itu terjadi," sahut Ayara dengan cepat memotong perkataan Cecar.


"Iya aku mengerti nona, tapi bukankah lebih baik kalau anda jujur kepada Tuan Henry. Supaya tidak terjadi kesalahpahaman diantara kalian berdua kedepannya nona," ucap Cecar kembali, ia sedang mencoba mencari celah untuk mengatakan kepada Ayara kalau saat ini dirinya sedang hamil.


Namun Cecar belum berani mengatakan hal itu karena takut Ayara kaget dan marah, pasalnya dulu Ayara pernah mengatakan pada Cecar kalau ia belum siap punya anak. Cecar tak mau membuat kondisi Ayara makin buruk jika ia tau sedang hamil saat ini.


"Aku masih punya banyak urusan yang harus aku selesaikan secara langsung Cecar dan aku tak mau melibatkan Henry dalam masalah ini, karena ini adalah masalah pribadiku dengan Yamashita Ryuichi," jawab Ayara lirih, ia bertekad ingin membalas dendam kepada ayah kandungnya itu atas apa yang terjadi kepada kedua orang tuanya.


"Iya tapi tuan Henry suami anda nona, anda tak bisa memikul beban anda sendiri sekarang nona...ada punya seseorang yang bisa diandalkan saat ini," sahut Cecar dengan cepat.


"Aku tahu Cecar, Henry adalah suamiku. Aku tak mau melibatkannya dalam masalah ini, kau tau sendiri bukan betapa kejamnya pria yang bernama Yamashita Ryuichi itu. Aku sudah kehilangan kedua orang tua dan adikku, aku tak mau kehilangan Henry lagi. Oleh karena itu aku memutuskan untuk menghadapi Yamashita Ryuichi sendiri aku masih mampu melawan pria itu," ucap Ayara datar sambil menatap tajam kearah Cecar.


"Tapi nona saat ini ada tak bisa berbuat semau Anda sendiri karena anda saat ini sedang..."


Tok


Tok


"Yara kenapa kau kunci pintunya dari dalam sayang?"


"Buka pintunya sayang,"


Suara Henry di luar pintu membuat Cecar tak dapat menyelesaikan perkataannya.


🌼bersambung 🌼


🍀 🍀 Bagaimana cara Henry dan Cecar memberitahu Ayara tentang kehamilannya?


Terus baca bodyguard cantik dan temukan jawabannya. Jangan ketinggalan satu episode pun ya Kakak-kakak.

__ADS_1


Jangan lupa Vote, ratting dan like.


Bantu vote untuk mendukung author lebih rajin update


__ADS_2