Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Not ready yet


__ADS_3

Baca novel thor lainnya yang berjudul


FAITH 2 : The return of the prince


Ayara pun akhirnya memakai gaun yang diberikan oleh sang suami, ia memilih memakai gaunnya di dalam kamar mandi karena ingin memastikan apakah dirinya pantas atau tidak memakai gaun yang menampilkan punggung seperti itu. Henry memberikan Ayara sebuah gaun silver dengan model backless dengan satu tali di leher, sebuah gaun yang sangat cantik dan seksi jika dipakai oleh seorang wanita yang memiliki struktur tubuh seperti Ayara.


Henry sengaja membeli gaun itu dari seorang designer khusus di Perancis setelah ia memberikan foto sang istri kepada sang desainer, ia mengatakan ingin membeli sebuah gaun yang cantik untuk Ayara pakai saat pesta resepsi mereka kemarin Namun karena merasa gaun yang dibuatkan oleh sang desainer terlalu seksi, Henry akhirnya menyimpan gaun itu di dalam lemarinya dan tak jadi meminta Ayara memakai gaun itu. Ia tak mau berbagi tubuh indah Ayara dengan orang lain, akhirnya di pesta resepsi pernikahan kemarin Ayara menggunakan sebuah gaun cantik yang terlihat elegan namun berkelas dan menutup seluruh tubuhnya yang pasti.


"Gaun yang sangat cantik," ucap Ayara lirih sambil menatap dirinya di kaca. Setelah memakai gaun itu tubuh Ayara terlihat sangat menyatu dengan gaun yang baru saja ia pakai itu, lekuk tubuhnya terlihat sangat jelas terbentuk.


Setelah selesai memakai gaun silver cantik itu Ayara kemudian keluar dari kamar mandi dan berjalan anggun tanpa menggunakan alas kaki, menuju ke meja yang ada di depan balkon kamar mereka. Di mana Henry sudah duduk menggunakan tuxedo hitam yang membuatnya terlihat semakin gagah menunggu kedatangannya.


"Apakah aku terlihat bagus menggunakan gaun seperti ini?" tanya Ayara terbata pada Henry ketika sampai di depan pintu kamar.


Glek


Henry menelan salivanya saat melihat sang istri berdiri di belakangnya dengan menggunakan gaun silver yang tadi ia berikan, kedua matanya tajam menyelusuri seluruh tubuh Ayara dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Sempurna, kau seperti seorang dewi Yunani sayang," jawab Henry dengan cepat.


"Gaun ini sangat cantik dan terbuka," ucap Ayara pelan.


Mendengar perkataan Ayara membuat senyum Henry tersungging, ia lalu bangun dan berdiri mendekati Ayara. Langkah Henry terhenti saat menyadari bahwa sang istri tidak menggunakan alas kaki, dengan cepat Hendri menggendong tubuh Ayara dan membawanya masuk kembali ke dalam kamar.


"Henry bukankah kita mau makan malam, lalu kenapa kau kau membawaku ke atas ranjang lagi?" tanya Ayara terbata-bata saat Henry menurunkannya di ranjang.


Alih-alih menjawab pertanyaan sang istri Henry justru berjalan mendekati rak sepatu, ia kemudian mengambil sepasang high heels yang tadi dibawakan juga oleh Michael bersama pakaian-pakaian mereka dari apartemen. Henry kemudian berjalan ke arah ranjang dengan membawa high heels milik Ayara dan berlutut di hadapan Ayara dan memakaikan sepatu itu di kaki sang istri tanpa rasa sungkan.


"Nah sekarang kau sudah sangat sempurna," ucap Henry pelan saat berhasil memakaikan sepatu cantik itu di kaki Ayara.

__ADS_1


"T--terima kasih," jawab Ayara terbata, wajahnya memerah saat suaminya mau memakaikan dirinya sepatu.


"Ya sudah ayo kita keluar, aku sudah sangat lapar," ajak Henry pelan sambil mengulurkan tangannya kepada Ayara.


Tanpa bicara Ayara kemudian menerima uluran tangan sang suami, mereka lalu berjalan beriringan menuju ke balkon di mana sudah tertata rapi dengan makanan dan minuman bersama lilin cantik ditengah-tengah meja yang memberikan kesan semakin romantis.


"Kau sendiri yang menyiapkan ini semua?" tanya Ayara pelan pada Henry sesaat setelah duduk di kursi.


"Makanan dan minuman sudah disediakan oleh pihak hotel, aku hanya tinggal merapikan saja di atas meja ini serta menyalakan lilinnya," jawab Henry dengan cepat merendahkan diri.


"Tentu saja aku tau makanan ini disiapkan oleh pihak hotel, maksudku apakah kau sendiri yang merapikan meja ini?" tanya Ayara kembali menahan kesal.


Henry menipiskan bibir nya mendengar perkataan Ayara, ia kemudian meraih tangan Ayara yang ada di samping piring dan membawanya ke hadapannya lalu menciumnya dengan penuh cinta.


"I love you,"jawab Henry mencoba mengalihkan pembicaraan.


Wajah Ayara langsung memerah ketika tangan kanannya dicium oleh Henry, dulu ia sangat benci sekali adegan mencium tangan di drama yang sering ditonton oleh sang ibu. Namun kali ini entah mengapa ia justru berbunga-bunga saat tangannya dicium oleh Henry.


"A--aku juga berterima kasih atas semuanya," jawab Ayara terbata.


"Apapun yang akan terjadi di masa depan aku harap kau tetap bersabar dan selalu setia mendampingiku, aku yakin perjalanan kita ke depan nanti tidak akan mudah namun aku berjanji akan selalu ada untukmu apapun yang terjadi. Permintaanku hanya satu untukmu, jangan pernah sia-siakan kepercayaan yang sudah aku berikan padamu sayang," ucap Henry kembali dengan mata penuh harap menatap tajam ke arah Ayara di seberang meja.


"Kenapa kau berkata seperti itu?" tanya Ayara bingung sambil melepaskan tangannya dari genggaman tangan Henry.


Henry hanya tersenyum mendengar pertanyaan sang istri, ia lalu meraih gelas di sampingnya dan mengangkatnya ke hadapan Ayara meminta Ayara melakukan hal yang sama, mereka lalu melakukan toast dan meminum Martini itu perlahan sebelum menikmati steak.


"Sudahlah jangan dibahas lagi, aku tak mau merusak suasana ini dengan membahas hal yang tak penting seperti itu. Yang jelas adalah kau hanya perlu tau satu hal bahwa tidak ada perempuan lain di hidupku setelah kau datang dikehidupanku, jangan pernah mempercayai perkataan orang lain kedepannya nanti," jawab Henry pelan sambil tersenyum penuh arti menatap Ayara.


Ayara yang belum mengerti dengan arah pembicaraan Henry masih mencoba menerka-nerka sendiri apa makna perkataan sang suami, namun karena cacing-cacing di dalam perutnya sudah tidak sabar Ayara akhirnya meraih pisau yang ada di samping kirinya dan mulai mengiris daging steak yang sudah mulai mendingin itu mengikuti apa yang dilakukan oleh Henry.

__ADS_1


Mereka berdua kemudian menikmati makan malam di balkon dengan penuh cinta sambil menikmati langit malam di kota Dubblin, sesekali Henry menyuapi daging untuk Ayara. Ia tau kalau istrinya adalah pencinta daging steak, oleh karena itu ia sengaja memesan steak dengan daging terbaik malam ini untuk memanjakan sang istri.


Di samping itu ia juga sadar kalau istrinya butuh banyak energi untuk melayani permainannya di atas ranjang, Henry berniat untuk segera mendapatkan anak yang lucu dari Ayara. Maka karena itu ia tak mau menyia-nyiakan waktunya sedikit pun selama bulan madu ini, karena tau kalau Ayara sedang dalam masa subur setelah mendapatkan datang bulan ketika mereka menikah kemarin.


"Kenapa kau memberiku daging lagi Henry, lihatlah di piring ku masih ada banyak sekali," ucap Ayara kaget dengan mulut penuh daging memprotes tindakan Henry yang kembali memasukkan potongan daging steak ke dalam piringnya.


"Potongan yang pertama adalah untukmu dan yang ini untuk baby kita," jawab Henry dengan cepat tanpa rasa bersalah.


Klontang


Garpu yang dipegang oleh Ayara jatuh mengenai piring sehingga membuat suara yang cukup keras, Ayara sangat kaget mendengar perkataan suaminya yang membahas anak.


"A child? You want a child from me Henry?" tanya Ayara tergagap tak percaya mendengar perkataan Henry.


"Tentu saja, setiap orang yang menikah pasti menginginkan seorang anak. Begitu pula denganku," jawab Henry sambil tersenyum menatap Ayara.


Ayara terdiam beberapa saat mendengar perkataan Henry, ia kemudian meletakkan pisau di samping garpu dan langsung bangun dari kursi meninggalkan Henry menuju kamar. Melihat Ayara pergi begitu saja membuat Henry bingung, ia lalu bangun dari kursinya menyusul Ayara ke dalam kamar.


"Ada apa denganmu?"tanya Henry berbisik sambil memeluk Ayara dari belakang.


"I'm not ready to have kids right now Henry," jawab Ayara dengan cepat.


"Why?" tanya Henry dengan cepat sambil melepaskan pelukannya dari tubuh Ayara.


"I'm to young Henry I'm not ready to be a mother...."


Perkataan Ayara terhenti karena Henry sudah menciumnya dan menjatuhkannya ke atas ranjang yang ada di belakang mereka.


🌼 Bersambung 🌼

__ADS_1


Jangan lupa Vote, ratting dan like.


Lalu baca juga novel Thor lainnya yang berjudul : 🌹 Faith 2 the return of the prince 🌹


__ADS_2