Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Ada yang salah dengan hati


__ADS_3

Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak.


Ryan Bray yang ada jadwal meeting dengan salah satu clien besarnya harus terbang dari Melbourne Australia ke Granada Spanyol, perusahaan yang ia rintis selama tiga tahun terakhir ini mulai berkembang pesat di Australia. Ia bahkan mendapatkan calon investor baru yang tertarik dengan proyek perusahaannya yang mengembangkan sebuah filter air dan udara yang diminati banyak orang, calon investor barunya adalah seorang pengusaha kaya asal Granada yang usianya sudah tak muda yang bernama Dalila Del Rey.


"Indahnya tempat ini," ucap Ryan pelan mengagumi keindahan arsitektur istana Alhambra yang baru ia datangi itu.


"Jangankan anda tuan, saya yang penduduk asli Granada saja selalu terpesona ketika melihat istana ini saat datang kembali." sahut nyonya Dalila Del Rey sambil tersenyum.


"Luar biasa...ini adalah karya seni yang indah nyonya." ucap Ryan Bray kembali, kedua matanya nampak terlihat berbinar-binar melihat pemandangan yang ada dihadapannya.


"Ayo masuk tuan, kita bisa lihat-lihat istana ini terlebih dahulu sebelum makan malam." ajak nyonya Dalila lembut.


Ryan menganggukkan kepalanya perlahan merespon perkataan nyonya Dalila, ia dan Joshua nampak seperti anak kecil yang mengagumi tiap detail istana Alhambra. Pengawal pribadi Ryan Bray pun tak kalah tercengang, dibelakang sang tuan mereka menyapu bersih pemandangan yang mereka lintasi.


Saat sedang melihat-lihat interior istana Alhambra Ryan memisahkan diri dari nyonya Dalila, ia beralasan ingin menikmati istana itu sendirian dan nyonya Dalila pun mengijinkan partner kerja barunya itu menikmati istana Alhambra sendirian. Pasalnya hampir semua orang yang diajak ke istana Alhambra pasti akan tercengang dan terkagum-kagum, oleh karena itu ia memberikan ijin pada Ryan Bray untuk menikmati keindahan istana Alhambra.


"Luar biasa...aku tak pernah tau di Spanyol ada tempat seindah ini..." ucap Ryan Bray dalam hati sambil menyentuh pilar pilar marmer yang menopang istana Alhambra dengan kokoh.


"Sangat menyenangkan jika datang ketempat ini dengan pasangan bisa.....


Deg


Ryan Bray tak bisa menyelesaikan perkataannya karena matanya menangkap sosok gadis yang sangat ia rindukan selama tiga tahun terakhir ini, walaupun hubungannya dengan gadis itu tak ada yang spesial namun karena ada yang berbeda pada gadis itu yang tak ditemukan di gadis lain akhirnya membuat Ryan Bray selalu memikirkannya walau ia sedang bersama wanita lain.


"Ayara....ya itu Yara," ucap Ryan Bray tanpa sadar, kedua matanya langsung melebar untuk memastikan sosok gadis yang menggunakan topi di depannya adalah Ayara.


"Yara!!! Ayara..." teriak Ryan dengan suara keras memanggil gadis bertopi blue navy yang berjalan cepat menjauh darinya.


"Wait Yara, I need to talk to you.!!!" suara Ryan menggema di istana Alhambra memanggil seorang gadis yang ia yakini adalah Ayara.


Ryan Bray semakin yakin bahwa gadis yang ia lihat itu adalah Ayara, pasalnya gadis itu langsung berlari ketika ia menyebut nama Ayara. Beberapa orang bodyguard Ryan Bray yang melihat sang majikan berlari langsung menyusul di belakang, mereka khawatir terjadi sesuatu pada sang tuan.


"Tuan....tunggu tuan."


"Tuan muda...."


Pria-pria berbaju hitam itu berteriak mencoba untuk menghentikan sang majikan, akan tetapi Ryan tak menggubris panggilan anak buahnya itu. Ia terus berlari mengejar gadis yang ia lihat sebelumnya, seorang gadis yang ia yakini adalah Ayara.


Langkah kaki Ryan Bray terlihat semakin tidak beraturan, ia sudah kehilangan jejak gadis bertopi blue navy yang ia lihat sebelumnya. Ada rasa aneh bergejolak didalam dadanya ketika melihat gadis yang ia yakini Ayara itu. Tiba-tiba kedua matanya langsung memicing ketika melihat rombongan turis yang letaknya tidak jauh darinya, ia terlihat menyapu rombongan turis dari Asia itu satu persatu. Seketika sebuah senyuman tersungging di wajah Ryan Bray ketika melihat ada seseorang yang menggunakan topi blue navy yang sedang berdiri di dinding membelakanginya, dengan cepat ia melangkahkan kakinya menuju tempat gadis bertopi itu.


"Yara..." ucap Ryan lirih sambil mengulurkan tangannya ke pundak gadis yang sedang membelakanginya itu.


Sontak gadis yang sedang di sentuh Ryan terdiam, ia lalu menoleh kebelakang dengan perlahan melihat ke arah orang yang sedang menyentuh pundaknya.

__ADS_1


"Kau....


Ryan Bray yang kaget nampak langsung melepaskan tangannya dari pundak wanita itu dan terpundur kebelakang saat melihat sosok wanita yang ada dihadapannya. Suaranya pun tercekat di tenggorokan.


"rispondimi chi sei? come osi toccare mia moglie in quel modo !!!" hardik seorang pria berjenggot lebat dengan suara meninggi, ia tak suka melihat ada orang yang menyentuh tubuh sang istri.


*jawab aku siapa kamu? beraninya kau menyentuh istriku seperti itu !!!


"Scusa signore, pensavo che tua moglie fosse mia amica." jawab Ryan dengan cepat, ia bisa berbahasa Itali dan Spanyol dengan baik.


*maaf tuan, saya pikir istrimu adalah temanku


"Sai parlare italiano?" tanya pria berjenggot itu dengan nada melembut.


*Anda bisa bicara bahas Itali?


"Piccolo signore, sto solo imparando." jawab Ryan dengan ramah.


*sedikit tuan, saya baru belajar.


"Ha ha ha....Hai appena imparato ma sei molto fluente, il tuo accento è molto buono." sahut pria itu kembali sambil tertawa lebar ketika mendengar perkataan Ryan yang merendah.


*Anda baru saja belajar tetapi anda sangat fasih, aksen anda pun sangat bagus.


Ryan lalu terlibat pembicaraan ringan dengan dua turis asal Venice Italia itu beberapa menit sebelum akhirnya ia pamit untuk pergi, sepasang turis asal Italia itupun terlihat senang ada orang asing yang bisa bahasa Itali. Mereka bahkan dengan senang hati memberikan kartu namanya pada Ryan dan ketika mengetahui nama dua orang asing dihadapannya Ryan tercengang karena tak menyangka akan bertemu dengan salah satu pengusaha di Venice, Italia.


"Se sei in Italia, non esitare a contattarci, signor Bray." ucap tuan Ernico yang ternyata adalah seorang pengusaha hotel yang cukup ternama di Italia.


*Jika Anda berada di Italia, jangan ragu untuk menghubungi kami, tuan Bray.


"Certo signor Enrico, grazie mille. un onore per me conoscerti e conoscerti." jawab Ryan ramah sambil menjabat tangan tuan Enrico dan istrinya nyonya Esmeralda.


*tentu tuan Enrico, terima kasih banyak. Suatu kehormatan bagi saya untuk bertemu dengan anda dan mengenal anda.


Ryan akhirnya pergi meninggalkan sepasang pengusaha itu, walaupun ia senang bisa bertemu dengan pengusaha lainnya akan tetapi hati kecilnya sangat kecewa karena tak menemukan Ayara.


"Ayo tuan nyonya Dalila menunggu kita." ucap Joshua pelan mengajak Ryan pergi.


"Ok Josh." jawab Ryan dengan cepat.


Mereka lalu melangkahkan kaki menuju ke pintu keluar istana Alhambra karena nyonya Dalila Del Rey mengajak mereka untuk makan malam bersama, Ryan pergi meninggalkan istana Alhambra dengan sedikit rasa kecewa walau sebenarnya hati kecilnya mengatakan kalau gadis yang tadi ia lihat adalah Ayara.


Dari balik dinding tak jauh dari tempat tuan Enrico dan istrinya berada terlihat Ayara sedang bersembunyi di sebuah celah dibalik tiang, untung saja ia langsung bersembunyi ditempat itu. Ayara bersyukur karena ia memakai topi yang sama dengan wanita asal Italia yang tadi sempat ia tabrak sebelumnya, ini adalah kali pertama dalam hidupnya senang menggunakan sesuatu yang sama persis dengan orang lain. Pasalnya Ayara selalu kesal ketika melihat ada orang yang memakai aksesoris atau baju yang sama dengan dirinya.

__ADS_1


Saat Ayara akan keluar dari persembunyiannya ia dikagetkan dengan sebuah tangan yang menyentuh pundaknya, Ayara langsung menjerit kaget.


"Bos, its me Cecar." ucap Cecar dengan suara meninggi, ia juga kaget ketika melihat Ayara berteriak.


"Cecar....apa kau ingin membunuhku hah!!!" jerit Ayara kesal, tangan kanannya terlihat memegangi jantungnya yang saat ini berdetak tak karuan.


"Bukan begitu bos, tadi aku sudah memanggilmu tapi kau tak mendengar panggilanku bos." jawab Cecar coba membela diri.


"Sudahlah, ayo keluar dari sini. Hari sudah semakin malam, aku lapar." sahut Ayara singkat sambil berjalan menuju pintu keluar sebelah utara padahal hotel mereka ada disebelah selatan hotel, Cecar yang merasa bersalah hanya diam tak berani berkata apapun.


Ayara keluar dari istana Alhambra dengan hati-hati, ia takut bertemu lagi dengan Ryan Bray. Sebenarnya ia tak ada masalah dengan pria itu akan tetapi entah mengapa ia justru tadi lari menghindar.


"Kenapa dia muncul lagi, jangan-jangan setelah ini aku akan bertemu dengan si brengseekk Henry itu pula." ucap Ayara tiba-tiba.


"Apa bos, anda bicara apa?" tanya Cecar bingung, ia tak mengerti dengan perkataan Ayara yang baru ia dengar itu karena Ayara bicara menggunakan bahasa Indonesia.


"No...aku tak bicara apa-apa Cecar, tadi aku hanya bilang ingin makan sashimi." jawab Ayara berbohong.


"Shasimi...


"Iya ayo cepat kita cari restoran Jepang." ucap Ayara dengan cepat memotong perkataan Cecar.


Ayara kemudian mempercepat langkah kakinya menuju sebuah restoran Jepang yang tak jauh dari istana Alhambra, dibelakang Ayara nampak Cecar berjalan mengikuti dengan langkah Ayara.


"Jelas-jelas tadi aku mendengar bos menyebut nama Henry...tapi kenapa bos bilang sashimi... hmmmm ada yang aneh dengannya, aku harus menyelidikinya secepatnya ini." ucap Cecar dalam hati.


🌼Bersambung 🌼


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....


Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.


Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2