Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Gelora pengantin baru


__ADS_3

Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE


Malam harinya setelah makan malam Ayara duduk di karpet sambil memegang stik konsol gamenya karena sedang bermain game bersama Cecar, memilih main game untuk menjauhi Henry. Ada didekat Henry terus menerus membuatnya sesak nafas, Henry benar-benar tak memberinya ruang. Saat Ayara bermain game Henry memilih melanjutkan pekerjaannya di sofa yang dekat dengan tempat Ayara duduk.


Tanpa sepengetahuan Henry rupanya Ayara diam-diam mengirimkan pesan pada Cecar.


Sailormoon :


"Henry mau mengajakku pergi ke pulau,"


Pangeran bertopeng :


"Bukankah itu bagus,"


Sailormoon :


"Aku takut,"


Pangeran bertopeng :


"Takut apa? dia suamimu nona bos,"


Sailormoon :


"Karena dia suamiku makanya aku takut, apa tak ada cara untuk melarikan diri darinya?"


Pangeran bertopeng :


" Writing a message..."


"Ish menulis pesan saja lama sekali," ucap Ayara dalam hati.

__ADS_1


Henry yang sudah selesai dengan pekerjaannya tersenyum ketika melihat Ayara, ia lalu meletakkan laptopnya secara perlahan dan berjongkok dibelakang Ayara tanpa suara mengintip apa yang dilakukan Ayara. Saat membaca percakapan awal antara Cecar dan Ayara sebenarnya Henry mau marah, namun saat membaca pesan terakhir yang dikirimkan Ayara pada Cecar ia tertawa.


"Sebenarnya apa yang kau takutkan dariku Yara?" tanya Henry pelan dibelakang telinga Ayara.


"Henry kauuu kapan kau ada disini?!" pekik Ayara kaget sambil meletakkan konsol gamenya dengan cepat.


"Aku suamimu, jangan takut padaku. Aku adalah orang yang tak mungkin menyakitimu dan meninggalkanmiu, jadi kau tak perlu takut padaku," ucap Henry lembut sambil meraih ponsel Ayara tanpa disadari oleh si empunya.


"Ponselkuuuu....Henry kembalikan ponselku," jerit Ayara dengan keras saat menyadari suaminya sudah mengambil ponsel yang tadi ia pangku.


Karena tubuh Henry lebih besar dari Ayara alhasil Ayara sedikit kesulitan untuk merebut ponselnya pagi, ditambah posisinya yang tak nyaman.


"Aku ingin tau sejak tadi kau mengobrol dengan siapa...aku harus memastikannya terlebih dahulu bahwa kau...


"Henry jangan...jangan baca pesanku" pekik Ayara panik, ia tak mau pesannya dibaca oleh Henry. Padahal tanpa sepengetahuannya sang suami sudah membaca pesan yang ada di ponselnya itu.


"Kalau kau mau ponselmu kejar dan tangkap aku,"ucap Henry pelan sambil tersenyum penuh arti, ia lalu bangun dan berjalan menuju anak tangga.


Melihat Henry pergi ke lantai dua Ayara langsung meninggalkan gamenya begitu saja, ia memilih untuk mengejar Henry untuk mendapatkan ponselnya kembali. Sebenarnya tak ada yang penting di ponselnya, Ayara hanya tak mau kalau Henry membaca pesannya dengan Cecar. Banyak sekali umpatan yang ia tujukan pada Henry didalam pesan itu, Ayara tak mau Henry membacanya.


"Henry, jangan macam-macam denganku. Kembalikan ponselku, atau aku akan marah," ucap Ayara dengan keras, karena tak ada orang di apartemen mewah itu selain dirinya dan Henry alhasil suaranya menggema terdengar hampir di semua ruangan.


Ayara menelan salivanya perlahan saat mendengar pantulan suaranya sendiri, ia masih belum bisa terbiasa tinggal dalam kesunyian seperti ini. Pasalnya di Spanyol dulu banyak sekali pelayan dirumah, tak seperti saat ini.


"Henry.... kembalikan ponselku...


Suara Ayara melemah, ia tak berteriak sekeras yang pertama. Karena tak ada jawaban ayayra akhirnya memutuskan untuk mencari ke kamar-kamar yang pintunya tertutup rapat, ia harus segera menemukan Henry sebelum Henry membaca semua percakapannya dengan Cecar.


Saat memasuki kamar utama yang ada dilantai dua kali yang merupakan kamarnya dengan Henry jantung Ayara berdetak lebih kencang, entah mengapa rasanya sedikit aneh ketika ia akan memasuki kamarnya itu. Dengan perlahan Ayara membuka pintu kamarnya dan masuk perlahan ke dalam kamarnya, ia berjalan perlahan karena situasi dalam kamarnya gelap gulita.


Grepp

__ADS_1


Henry langsung mencengkram erat lengan Ayara dan membawanya ke dinding yang ada didekat pintu, dengan cepat Henry mengunci kedua tangannya Ayara ke atas kepalanya sehingga membuat Ayara tak berkutik.


"Aku benar-benar tak bisa menahan diriku Yara.....mmmppphh


Henry tak menyelesaikan perkataannya, ia langsung mencium bibir Ayara dengan cepat. Ayara pun tak bisa mengelak dari serangan mendadak itu, apalagi kondisinya ruangan kamarnya tertutup. Walaupun Ayara mahir bela diri namun saat ia sudah dikunci seperti itu oleh Henry nyatanya ia tak bisa berkutik, padahal Henry hanya mengunci kedua tangan Ayara menggunakan tangan kirinya saja. Sedangkan tangan kanannya sudah bergerilya di tubuh Ayara, ia menyentuh tubuh Ayara yang masih memakai pakaian lengkap. Walau Henry menyentuh tubuh Ayara yang masih berpakaian lengkap namun nyatanya tetap saja sentuhan itu membuatnya mengeliat-liat, apalagi saat Henry berhenti di tubuh bagian bawahnya.


Kedua mata Ayara langsung membelalak saat Henry mulai meraba-raba daerah sensitifnya yang memakai pembalut, sontak Ayara berusaha lebih kuat untuk melepaskan kuncian tangan Henry. Ia takut Henry akan memaksanya untuk melakukan itu disaat ia sedang datang bulan, Henry yang tak sudah tak bisa menahan dirinya semakin intens menggerakkan tangannya. Ia memberikan tambahan sedikit tekanan dibagian sensitif Ayara itu sehingga membuat Ayara memundurkan tubuhnya berusaha menjauhi jamahan Henry.


Karena tak bisa melepaskan diri dari Henry yang mencengkram erat kedua tangannya Ayara akhirnya memutuskan memberikan perlawanan terakhir, tanpa pikir panjang Ayara menggigit kuat lidah Henry yang masih menyelusuri mulutnya.


Rencana Ayara berhasil Henry langsung menarik tubuhnya dari Ayara, begitu juga dengan ciumannya.


"Yara kau...


"Ingat Henry aku sedang datang bulan, kau tak bisa melakukan itu disaat aku datang bulan lagipula...


Deg


Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya saat merasakan darah menstruasinya mengalir lebih deras, ia lalu memilih masuk kedalam kamar mandi meninggalkan Henry.


Sesampainya dikamar mandi Ayara langsung melepaskan celana panjangnya dan tersenyum kecut saat melihat noda darahnya sudah tembus mengotori celana panjangnya itu, ia lalu melepaskan semua pakaian dalamnya yang juga sudah berubah warna terkena noda darah.


"Kenapa bisa sederas ini," ucap Ayara dalam hati sambil memegangi perutnya, tadi saat Henry mulai meraba-raba tubuh bagian bawahnya Ayara merasa aneh. Tubuhnya seperti bereaksi saat suaminya menyentuhnya sehingga membuat darah menstruasinya keluar lebih banyak, suatu keadaan aneh yang tak pernah Ayara alami.


Saat sedang memikirkan apa yang terjadi padanya tiba-tiba Ayara dikagetkan dengan suara ketukan di pintu kamar mandinya.


"Sayang apa kau membawa pakaian dalam ganti? apa kah membawa pembalut? apa kau....


"Aku tak membawa semua itu tolong ambilkan," jawab Ayara dengan keras memotong perkataan Henry.


🌼 bersambung 🌼

__ADS_1


Jangan lupa Vote, ratting dan like.


Lalu baca juga novel Thor lainnya yang berjudul : 🌹 Faith 2 the return of the prince 🌹


__ADS_2