Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Wanita gila hormat vs wanita terhormat


__ADS_3

Jangan hanya minta update saja ya kakak-kakak, tapi bantu vote dan ratting bintang lima juga. 


Terima kasih 


 


Hari libur yang seharusnya dipakai Ayara untuk bersantai malah ia pakai untuk banyak berlatih di apartemennya, setelah kemarin siang ia terlibat insiden dengan para penganggu kini Ayara menyibukkan diri dengan melatih ketajaman bidikannya dengan pergi kesebuah klub menembak yang ada didaerah senayan. Para penganggunya di tahan oleh polisi atas dugaan tindak kekersan pada perempuan atas laporan dari banyaknya orang yang melihat kejadian, mereka mengatakan kalau Ayara hanya melindungi diri sendiri atas perbuatan keempat pria itu. Oleh karena itu Ayara dibebaskan karena dianggap tak bersalah, para polisi beranggapan apa yang dilakukan oleh Ayara adalah tindakan spontan untuk melindungi diri.


Dorrr...


Dorrr...


Dorrr...


Suara tembakan terdengar dengan sangat jelas ketika Ayara melepaskan tembakannya.


Peluru-peluru itu berhasil mengenai sasaran dengan sangat tepat dipusat bidikan tanpa ada yang meleset sedikitpun, sang penjaga tempat menembak bahkan kaget ketika melihat tembakan yang dilakukan oleh Ayara. Pasalnya tak ada yang bisa menembak sampai seakurat itu selama ini, beberapa pengunjung lainnya pun juga nampak takjub ketika melihat hasil tembakan Ayara.


"Apakah kau seorang sniper?" Tanya seorang pria berbadan tinggi berperawakan besar pada Ayara.


"Sniper apa? usiaku masih tujuh belas tahun, saya pelajar pak." Jawab Ayara singkat tanpa tersenyum, ia malas berbincang dengan orang asing apalagi seorang pria yang tak dikenal seperti pria yang baru saja berbicara dengannya.


"Benarkah, tapi semua tembakanmu tadi tak ada yang meleset satupun." Ucap pria itu kembali.


Karena malas berdebat Ayara kemudian mengeluarkan kartu tanda pelajarnya yang ia dapatkan ketika masuk sekolah di Sekolah Internasional Jakarta beberapa bulan yang lalu, sang pria asing didepan Ayara pun tersenyum ketika melihat kartu tanda pelajar siswa SMA yang baru saja dikeluarkan oleh Ayara.


"Oh ya sudah kalau begitu, berati saya salah duga. Saya kira kau adalah seorang polisi wanita yang sedang menyamar." Ucap sang pria asing yang berdiri dihadapan Ayara dengan singkat sambil berjalan pergi meninggalkan Ayara dengan cepat.


Ayara yang sedang memegang kartu pelajanya pun tertawa ketika melihat sang pria asing yang tak sopan tadi, untung saja ia selalu membawa kartu pelajarnya kemanapun ketika sedang pergi kecuali kalau sedang menyamar di sisi Henry. Karena sudah berlatih cukup lama Ayara kemudian berniat menyudahi latihannya dan berjalan pelan menuju ketempat pengembalian senjata, Ayara menyerahkan senjatanya untuk di tukar dengan KTP miliknya yang di minta oleh oleh sang petugas untuk jaminan.


"Maaf kak, tadi kakak ditanya apa oleh bapak gendut yang tadi itu?" Tanya sang penjaga senapan setengah berbisik pada Ayara.


"Bapak mana?" Tanya balik Ayara tak mengerti.

__ADS_1


"Bapak yang tadi itu lho yang berbicara dengan kakak." Jawab sang penjaga kembali sambil menunjuk ke arah seorang pria berperawakan tinggi besar dan berperut buncit yang sedang duduk diantara para gadis.


"Oh bapak itu, iya tadi dia hanya basa-basi saja. Memangnya kenapa kak?" Tanya Ayara penasaran.


"Bapak itu adalah seorang pengusaha diskotik kak, dia sering kemari untuk mencari bodyguard yang bisa menembak." Jawab sang penjaga dengan cepat.


"Pengusaha hiburan malam ya...mmm pantas saja dia dikelilingi wanita sebanyak itu." Ucap Ayara singkat sambil tersenyum.


"Iya kak, padahal dulu manager kami pernah menegurnya akan tetapi keesokan harinya dia dipecat alhasil sekarang manager yang baru tak ada yang berani menegurnya kembali." Sahut sang penjaga dengan nada sedih.


Ayara tersenyum tipis mendengar perkataan sang penjaga, ia lalu berjalan menuju ke kasir untuk membayar karena sudah selesai. Ayara tak menghiraukan pekataan sang penjaga tadi, ia tak ingin terlibat dengan masalah lagi. Sudah cukup kemarin ia bermasalah dengan empat orang pria yang kurang ajar sehingga membuatnya harus berurusan dengan polisi. Setelah membayar biaya sewa Ayara kemudian pergi ke sebuah toko topi, ia ingin membeli beberapa topi untuk ia pakai saat bekerja dengan Henry besok.


Sebenarnya Ayara bersemangat untuk libur karena sang ibu enam hari yang lalu mengiriminya pesan dan memberitahukan kepadanya kalau ia akan datang kembali ke Jakarta, akan tetapi ternyata Ayara baru tahu kalau rencana sang ibu datang ke Jakarta ternyara di batalkan karena ada sedikit masalah dengan perusahaan baru milik keluarga. Oleh karena itu Ayara merasa liburannya terasa sangat hampa, waktunya terasa berjalan sangat lambat baginya. Untuk menghilangkan rasa jenuh Ayara kemudian memilih menghabiskan harinya dengan berbelanja walau sebenarnya ia tak punya hobby untuk belanja seperti gadis kebanyakan.


Saat sedang memilih topi di sebuah toko pakaian merk Gucci tiba-tiba topi yang dipegang oleh Ayara direbut oleh seorang wanita yang tak ia kenal, saat akan menoleh Ayara justru kaget ketika melihat siapa sosok perebut topinya.


"Kenapa kau keberatan kalau topi ini aku ambil hah?" Tanya wanita didepan Ayara lantang.


"Dilihat katamu!! aku akan membelinya asal kau tahu ya." Ucap wanita cantik itu dengan ketus merespon perkataan Ayara.


Saat Ayara akan membuka mulut untuk bicara tiba-tiba ia melihat sesosok pria yang tak asing baginya tegah tertangkap pantulan kaca sedang berjalan ke arahnya.


"Ryan lihat ....gadis kecil ini bilang padaku kalau aku kesini hanya melihat-lihat saja, aku malu Ryan kau harus memberinya pelajaran." Panggil si wanita perebut topi Ayara merajuk pada Ryan Bray yang sedang berjalan mendekatinya.


Waktu Ayara terasa berhenti ketika nama Ryan disebut, tanpa menunggu lama Ayara langsung memakai masker wajahnya dengan cepat sambil menggerai rambut panjangnya untuk menyamarkan dirinya dari Ryan. Ia tak bisa lari karena di toko itu hanya ada satu pintu saja yang ada di depan.


"Ryan gadis itu yang mengejekku." Rengek si wanita sambil bergelayut manja di lengan Ryan.


"Benarkah..baik aku akan memberinya pelajaran untukmu my darling." Jawab Ryan pelan sambil melingkarkan tangannya ke pinggang si wanita cantik yang tak lain adalah Isabel, gadis yang pernah Ayara selamatkan ketika akan diperkosa oleh sembilan orang saat sedang bersama Henry dan Michael.


"Hei nona kau sudah mengganggu kekasihku kau harus minta maaf padanya." Ucap Ryan dengan suara keras dibelakang Ayara.


Ayara hanya diam saja mendengar perkataan Ryan, ia ingin sekali berbalik dan memukul wajah Ryan dan memberitahu Ryan bahwa wanita yang saat ini sedang bersamanya itu adalah kekasih Henry. Akan tetapi niatnya ia batalkan karena tak mau membuat diriya kembali terlibat masalah dengan Ryan.

__ADS_1


Karena Ayara hanya diam dan tak menjawab perkataannya akhirnya emosi Ryan pun datang, dengan cepat ia memegang pundak kanan Ayara akan tetapi karena gerakan reflek Ayara yang cepat sebelum Ryan menyenuh pundaknya tangan besar Ryan sudah dipegang oleh Ayara dengan kuat sehingga membuat Ryan kaget dan kesakitan karena tangannya di cengkram dengan kuat oleh Ayara.


"Sebelum kau menuduh orang lebih baik kau tanya pada kekasihmu ini, seberapa setiakah dia padamu jangan sampai kau kecolongan dan kaget saat mengetahui kekasihmu yang bernama isabel ini ternyata juga memiliki kekasih lain." Ucap Ayara dengan cepat sambil melepaskan tangan Ryan dan berjalan pergi meninggalkan Ryan yang masih kesakitan.


"Hei kauu tunggu...apa maksudmu?" Teriak Ryan dengan suara meninggi memanggil Ayara.


"Honey sudahlah jangan di pikirkan lagi, anggap saja gadis gila." Ucap Isabel tergagap berusaha menutupi kekagetannya saat mendengar perkataan Ayara.


Plakk


"Awww..sakit Ryan" Pekik Isabel kesakitan saat tangannya di tepis dengan kasar oleh Ryan.


"Apa yang dikatakann gadis itu benar Isabel? kau bermain curang dibelakangku?" Tanya Ryan dengan suara meninggi sambil mencengkram tangan Isabel.


"T--tentu saja tidak honey, aku hanya mencintaimu saja...aku..


"Sudahlah jangan bicara lagi, aku akan meminta anak buahku menyelidikimu dan kalau yang dikatakan gadis itu benar maka kau harus siap menerima konsekuensinya Isabel." Ucap Ryan memotong perkataan Isabel.


"Aku tak kenal gadis itu Ryan...percaya padaku aku mohon padamu, siapa tau dia hanyalah seorang wanita jahat yang berniat memisahkan kita Ryan. Aku mencintaimu Ryan..."Isak Isabel lirih.


"Ok kita lihat nanti kebenarannya Isabel, untuk saat ini kau tak perlu menghubungiku lagi." Sahut Ryan dingin, ia kemudian pergi meninggalkan Isabel di toko Gucci sendirian.


Isabel hanya menangis ketika melihat Ryan pergi, ia sangat marah diperlakukan seperti itu oleh Ryan. Pasalnya ia tak pernah diperlakukan kasar oleh pria lain, dengan perlahan Isabel meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Baby...tolong aku hiks hiks..." Tangis Isabel terdengar ketika sambungan teleponnya diterima oleh seorang pria yang berhasil ia hubungi.


Bersambung


**Jangan lupa klik jempol dan komentar\, jangan lupa juga tolong voting untuk terus mensuport Thor untuk terus berkarya. Bantu Bodyguard Cantik masik ke 10 besar novel favorit. **


Terima kasih.


Love you all kakak-kakak.

__ADS_1


__ADS_2