
Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima ya kakak-kakak.
Terima kasih
Mendengar perkataan Henry membuat Ayara terdiam beberapa saat, ia tak menyangka pimpinan dari geng yang sempat membuatnya dan Cecar mendapatkan masalah itu ternyata adalah suaminya sendiri Henry Luke. Sosok pimpinan misterius yang ia kenal dengan sebutan cold prince.
"Sayang kau kenapa," ucap Henry pelan sambil menyentuh lengan Ayara.
"K-kau pimpinan kelompok Royal Blood...pimpinan dari kelompok mafia underground yang menguasai hampir semua daratan Eropa timur dan beberapa wilayah daratan Mongolia dan Tibet?" tanya Ayara terbata.
"Sebentar, darimana kau bisa tau sedetail itu tentang Royal Blood. Apa yang ingin kau katakan sebenarnya sayang?" tanya balik Henry bingung, ia tak mengerti bagaimana istrinya bisa tau sedetail itu tentang Royal Blood.
"Karena kami waktu itu pernah tertarik dan ingin bergabung dengan Royal Blood tuan," jawab Cecar pelan, rupanya Cecar mendengar semua perkataan Henry dan Ayara sebelumnya.
"Bergabung what!!!!!" jerit Henry tak percaya.
Ayara menelan salivanya mendengar teriakan sang suami, dengan perlahan ia duduk disofa yang ada di sampingnya. Melihat Ayara duduk membuat Henry menyusul sang istri, Henry duduk disebelah Ayara dengan berjuta pertanyaan di kepalanya.
"Sayang... bagaimana..."
"Sebaiknya kau pakai pakaianmu dulu sebelum bicara," ucap Ayara pelan memotong perkataan Henry.
"Ok," jawab Henry singkat sambil meraih kemeja mahalnya yang ada di sofa yang lain, dengan cepat Henry memakai kemeja warna putih yang sangat pas ditubuhnya itu kemudian kembali duduk disamping Ayara.
"Sekarang katakan padaku, apa maksud perkataan Cecar sebelumnya," pinta Henry pelan sambil melirik ke arah Cecar.
Ayara melirik kearah Cecar perlahan dan dibalas sebuah anggukan kecil dari Cecar yang akhirnya membuat Ayara menarik nafas panjang sambil memejamkan kedua matanya perlahan, melihat apa yang dilakukan oleh Ayara membuat Henry bingung namun ia berusaha untuk tetap sabar dan menunggu penjelasan dari sang istri.
Tak lama kemudian Ayara terlihat membuka kedua matanya dengan perlahan, ia kemudian mulai menceritakan pada Henry bagaimana awal mula ia mengenal Royal Blood. Selama Ayara bercerita Henry tak memotong sedikitpun perkataan sang istri, ia menjadi pendengar yang baik begitu pula dengan Michael yang sangat terkejut saat mendengar pengakuan Ayara yang pernah ikut mendaftar sebagai anggota baru Royal blood 2 tahun yang lalu.
"Sampai tingkat berapa kau mengikuti selesai penerimaan anggota baru itu?" tanya Henry perlahan sambil menatap Ayara tanpa berkedip.
__ADS_1
"Baru mau masuk ke tingkat pertama tapi pada saat registrasi aku langsung membatalkannya karena...,"
"Karena apa?" tanya Henry ketus memotong perkataan Ayara.
"Karena mereka meminta paspor asliku untuk dihancurkan pasca terdaftar sebagai anggota, karena aku kebetulan saat datang ke Ukrania menggunakan paspor asli jadi aku tak bisa memberikan pasporku kepada anak buahmu," jawab Ayara tanpa rasa takut, ia tak menyadari kalau Henry sudah sangat marah saat ini.
"Apa kau tahu konsekuensinya jika kau terdaftar dalam kelompok Royal Blood itu?" tanya Henry kembali.
Ayara menggelengkan kepalanya perlahan merespon perkataan sang suami dengan cepat, melihat jawaban Ayara membuat Henry memejamkan kedua matanya dan memijat keningnya yang terasa sakit saat ini.
"Memangnya apa konsekuensinya, bukankah bagus kalau misalkan aku tergabung dalam geng itu. Setidaknya aku bisa berkenalan dengan banyak orang keren yang mempunyai skill luar biasa...awww.." Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya karena keningnya sudah disentil oleh Henry dengan keras sehingga membuatnya menjerit karena kaget.
"Kau ini benar-benar gadis yang sangat bodoh yang pernah aku kenal, kalau seorang wanita tergabung dalam geng Royal Blood itu artinya ia akan menjadi teman tidur para pemimpin geng, apa kau tau itu," ucap Henry ketus.
"Teman tidur maksudnya?" tanya Ayara kaget.
"Kau pasti sudah paham dengan maksud perkataanku Yara, kau sudah cukup dewasa untuk mengetahui hal itu. Memangnya kau fikir bergabung dengan kelompok mafia seperti itu sebuah prestasi yang membanggakan untuk seorang wanita? bukan Yara, itu bukanlah sebuah prestasi yang patut kau banggakan. Menjadi bagian dari kelompok geng mafia berarti kau siap memberikan nyawa dan hidupmu atas nama kelompok itu, tak peduli benar ataupun salah kau harus mengikuti perkataan pimpinanmu walaupun itu tidak sesuai dengan hati nuranimu. Apa kau tau semua itu?" tanya balik Henry dingin sambil menatap Ayara tanpa berkedip.
"Kalau kau tak tau semua itu lalu apa tujuanmu ingin bergabung dengan geng Royal Blood waktu itu ?" tanya Henry dengan suara meninggi, ia benar-benar hampir kehabisan kesabaran kali ini menghadapi istrinya.
"Karena aku dengar geng itu hebat makanya aku ingin bergabung, cuma itu saja alasanku. Supaya terlihat keren," jawab Ayara tanpa rasa bersalah sambil tersenyum lebar sehingga deretan gigi putihnya terlihat jelas.
"S-supaya terlihat keren kau bilang!!!" pekik Henry kaget.
"Yees," sahut Ayara singkat
"Memangnya salahnya dimana?" tanya Cecar ikut bicara.
"Salah Cecar, semuanya salah!!! mana ada gadis baik-baik dari keluarga baik-baik masuk ke dalam kelompok mafia seperti itu," jawab Henry dingin.
"Tapi kan alasan nona bos sebenarnya ingin masuk ke geng itu karena ia jatuh cinta pada pimpinan Royal Blood yang punya nama Cold Prince ituuu..."
__ADS_1
"Cecarr...jaga ucapanmu!!!" jerit Ayara kaget sambil berusaha bangun dan mendekati tempat duduk Cecar, ia tak percaya Cecar membocorkan alasan sebenarnya ia ingin bergabung dalam geng Royal Blood.
Saat Ayara baru bangun dari sofa tangan besar Henry sudah melingkar di perutnya membuat dirinya tak bisa bergerak dan malah jatuh ke dalam pelukan Henry.
"Apa yang salah dengan ucapanku nona?"tanya Cecar polos.
"Jangan bicara lagi...cepat pergiii atau aku akann mmpphhh" Ayara tak bisa menyelesaikan perkataannya karena mulutnya sudah dibekap oleh Henry yang terlihat menahan senyum itu.
"Jadi nona bos mu ini ingin masuk ke dalam geng itu karena suka dengan pemimpinnya?" tanya Henry pelan pada Cecar.
"Yes, nona bahkan dulu sempat punya foto dari si Cold Prince itu tuan. Eh maaf anda jangan cemburu ya," jawab Cecar dengan cepat.
"Ceeccaaarr go awaayy," usir Ayara lirih, suaranya tak bisa keluar karena ada tangan besar Henry yang menutup mulutnya.
"Kenapa pula aku harus cemburu," jawab Henry dengan suara bergetar menahan tawa
"Baguslah tuan kalau anda tak cemburu soalnya nona bilang si Cold Prince itu cinta pertamanya, aku saja aneh. Bagaimana bisa ada orang yang belum pernah bertemu sudah jatuh cinta," ucap Cecar panjang lebar.
"Jadi Cold Prince itu cinta pertama nonamu, baguslah kalau begitu," sahut Henry singkat.
"Hehhh anda benar-benar tak cemburu tuan, bukannya sebagai suami anda harusnya..."
"Untuk apa aku cemburu pada diriku sendiri," jawab Henry dengan cepat memotong perkataan Cecar.
"Iya juga si untuk apa anda harus cemburu pada diri anda sen...whatttt?!!!!!!
🌼 bersambung 🌼
🍀🍀 Cecar membongkar rahasia besar Ayara pada Henry, kira-kira apakah yang akan diperbuat Ayara pada Cecar ya? jangan ketinggalan satu episode pun ya kakak-kakak.
Jangan lupa juga untuk VOTE.
__ADS_1
Terima