
Baca novel thor lainnya yang berjudul
FAITH 2 : The return of the prince
Hilton Hotel
Henry masuk ke dalam kamarnya bersama Michael setelah menempuh perjalanan yang cukup lama di udara, saat Michael sedang merapikan koper Henry terlihat berjalan menuju balkon untuk melihat pemandangan.
"Yara pasti senang jika kuajak pergi ke tempat ini," ucap Henry dalam hati ketika melihat pemandangan samudra didepan matanya.
Ayara memang sangat menyukai laut walau ia tak berani berenang di laut, saat si Seychelles saja ia selalu terkagum-kagum ketika melihat lautan.
"Tuan ini ada telfon dari tuan Kim," ucap Michael pelan membuyarkan lamunan Henry.
Tanpa bicara Henry langsung masuk ke dalam kamarnya dan terlibat pembicaraan serius dengan tuan Kim Jung Soo sang CEO perusahaan Soo Internasional yang akan menjadi partner Luke Corp, sebenarnya bisnis ini sudah dibahas Henry cukup lama dengan tuan Kim namun karena waktu keduanya yang selalu sibuk alhasil bisnis ini belum terealisasikan dan baru saat inilah bisa terwujud.
Karena itulah Henry rela turun tangan langsung ke Busan untuk bertemu dengan tuan Kim Jung Soo walau harus meninggalkan Ayara dalam waktu yang lumayan lama, setelah menikah ini adalah kali pertama ia berpisah dengan Ayara. Walaupun dulu ia harus menunggu tiga tahun lebih untuk bisa bertemu lagi dengan Ayara namun rasanya sangat berbeda setelah ia menikah, berpisah satu minggu rasanya seperti lama sekali. Dan belum ada 24 jam berpisah ia sudah rindu sekali pada istrinya itu.
"Baik tuan, besok pagi saya akan datang ke kantor anda bersama asisten dan beberapa orang saya yang akan membantu saya melakukan presentasi di hadapan anda dan para pemegang saham yang lainnya," ucap Henry pelan saat akan mengakhiri percakapan dengan tuan Kim Jung Soo.
"Saya sangat menunggu kehadiran anda dikantor kami tuan Luke, kalau begitu selamat istirahat dan sampai jumpa besok pagi," sahut tuan Kim Jung Soo ramah.
Henry tersenyum mendengar perkataan partner bisnisnya itu, tak lama kemudian ia meletakkan ponselnya diatas meja TV lalu berbaring di atas ranjang empuk yang ada dkamarnya sambil menatap langit-langit kamar.
"Apa semuanya baik-baik saja tuan?" tanya Michael penasaran.
"Yes Mike, semuanya baik-baik saja. Tuan Kim hanya memintaku datang, untuk melakukan presentasi secara langsung dihadapkan para pemegang saham lainnya," jawab Henry dengan cepat sambil menguap.
"Syukurlah kalau begitu, ya sudah anda istirahat saja tuan. Saya kembali kamar saya yang ada di samping kamar ini," pamit Michael pelan.
__ADS_1
Henry hanya menganggukkan kepalanya perlahan tanpa bicara merespon perkataan Michael, rasa lelah dan kantuk kini menyerangnya dan tak bisa ia lawan. Walau di pesawat ia tidur namun tetap saja ketika sampai di hotel ia kembali mengantuk, perbedaan waktu yang cukup jauh antara Dublin dengan Busan membuatnya jetlag.
Tak lama kemudian Henry pun tertidur, sebuah dengkuran halus terdengar dari ranjang tempatnya berbaring. Ia tidur dalam posisi menyamping dengan memeluk bantal, dalam mimpinya ia sedang memeluk Ayara sang istri.
Paradise Hotel Busan
Seorang petugas hotel membimbing Ayara dan Cecar memasuki kamar VIP yang ada di paradise hotel, Ayara selalu meminta kamar VIP karena menurutnya di kamar itu ia bisa lebih tenang untuk berpikir menjalankan rencana yang lain ketimbang di sebuah kamar biasa yang berdekatan dengan kamar lainnya yang notabene pasti akan jauh lebih berisik daripada kamar VIP yang lebih private.
"Ini kamar anda nona Usagi," ucap sang petugas hotel sambil tersenyum berhenti didepan kamar nomor 3591.
"Terima kasih," jawab Ayara ramah.
"Lalu 3590 adalah kamar anda tuan Clark," imbuh sang petugas kembali sambil memberikan sebuah kunci pada Cecar.
"Terima kasih," sahut Cecar dengan cepat.
Ayara yang menggunakan nama Usagi mendapatkan kamar nomor 3591, sementara itu Cecar menggunakan nama samaran Clark sesuai dengan nama yang ada di paspor palsunya yang sering ia gunakan untuk menjalankan misinya ketika bersama Ayara.
Tak lama kemudian Cecar dan Ayara masuk kedalam kamarnya masing-masing untuk membersihkan diri sebelum melanjutkan pekerjaan, Cecar sudah berhasil mendapatkan tempat dimana Dmitry dan anak buahnya tinggal selama di Busan hanya dengan scan wajah yang ia dapatkan di bandara. Sewaktu anak buah Dmitry berkumpul menunggu Henry keluar dari terminal kedatangan di bandar udara Gimhae Busan.
Lima belas menit kemudian di kamar 3590 Ayara nampak duduk diatas tempat tidur Cecar menatap laptopnya tanpa berkedip, saat sedang melihat nama-nama anak buah Dmitry yang sedang ada di Busan. Sementara itu Cecar sedang sibuk dengan komputernya mencoba untuk meretas data dari komputer milik Dmitry untuk mencari tau rencana mereka selanjutnya, Cecar bahkan sudah tau Hotel mana tempat menginap Dmitri dan orang-orangnya dalam waktu kurang dari satu jam.
"Cesar coba periksa Hotel Red Star planet yang ada di Sapporo," pinta Ayara pelan.
"Kenapa dengan hotel itu ?" tanya Cecar dengan cepat.
"Periksa saja, aku ingin melihat datanya. Pasalnya aku menemukan aktivitas Dmitry di hotel itu akhir-akhir ini," jawab Ayara singkat.
Cecar yang tak tau dengan tujuan Ayara langsung melakukan perintah sang nona bos, dalam waktu singkat ia sudah berhasil mendapatkan info tentang hotel yang diminta oleh Ayara itu dan sudah mengirimkannya ke laptop Ayara. Nafas Ayara terhenti ketika melihat file yang dikirimkan oleh Cecar, ia sangat shock ketika melihat foto-foto aktivitas di hotel itu yang tertangkap oleh kamera CCTV yang berhasil di hack oleh Cesar.
__ADS_1
"Kenapa kau terlihat sangat fokus sekali nona bos..."
Cesar tak dapat menyelesaikan perkataannya ketika melihat laptop Ayara yang sedang menunjukkan foto-foto Yamashita Ryuichi, yang sedang minum minum bersama gadis muda yang hanya menggunakan bikini super seksi bersama Dmitry dan beberapa orang pria lainnya. Ia bahkan lebih terkejut lagi difoto kedua di mana ia melihat dengan jelas Dmitry sedang berdiri dengan angkuh menatap seorang gadis muda yang pakaiannya sudah compang-camping di bawah kakinya sambil menangis.
"nona ini..."
"Red star planet ini dulunya adalah hotel kecil milik Yamashita Ryuichi, namun saat ini seperti yang bisa kau lihat hotel ini berkembang sangat pesat. Aku yakin Yamashita Ryuichi pasti sudah mengalihfungsikan Hotel kecil itu," ucap Ayara datar.
"Darimana anda tau kalau Hotel itu sudah dialihfungsikan oleh Yamashita Ryuichi nona?" tanya Cecar pura-pura bodoh.
"Dalam darahku mengalir darah Yakuza yang keturunan langsung dari seorang Yamashita Takeda, yang merupakan salah satu pemimpin Yakuza terkuat pada saat ia masih muda dulu Cecar. Aku tau persis bagaimana bisnis kotor para Yakuza, karena sejak kecil aku melihat kakekku memimpin orang-orang itu untuk menjalankan usahanya. Karena alasan inilah yang membuat Mommy dulu bersikeras memaksaku ikut dengannya pindah ke Inggris setelah ia bercerai dengan Yamashita Ryuichi, Mommyku tidak mau aku dibesarkan dan hidup di lingkungan yang tidak sehat seperti itu. Karena itulah aku sangat yakin bahwa Yamashita Ryuichi sudah melakukan bisnis kotor sampai akhirnya hotel kecil itu bisa sebesar ini sekarang," jawab Ayara pelan sambil menatap tajam kearah lautan yang ada di depan kamarnya.
Cecar terdiam mendengar perkataan Ayara, ia yang sudah mendapatkan info itu sebelumnya pun masih heran dan tak percaya ada orang yang menjalankan bisnis seperti itu. Namun ketika mendengar penjelasan langsung dari Ayara ia akhirnya mengerti bahwa hal seperti itu tak asing lagi untuk para Yakuza.
"Anda tidak apa-apa nona?" tanya Cesar pelan dengan hati-hati.
"I'm fine Cecar, prioritasku saat ini adalah Henry. Aku tidak peduli dengan bisnis haram yang dilakukan oleh pria itu, selama dia tidak menyentuh suamiku maka aku tidak akan ikut campur dalam segala aktivitasnya. Namun jika ia sudah mencoba mencelakai Henry maka lawannya adalah aku," jawab Ayara dengan penuh keyakinan, dari tubuhnya memancar aura dingin yang sangat mengintimidasi Cecar. Selama Cecar ikut Ayara melakukan berbagai misi baru kali ini Ayara terlihat sangat mengerikan di matanya.
"Waktumu tiga puluh menit untuk membajak ponsel milik Dmitry, aku ingin melihat semua percakapan yang ada di ponselnya itu untuk memastikan sesuatu," ucap Ayara kembali sambil bangun dari ranjang mendekati balkon
"Ponsel Dmitry Brown?" tanya pelan.
"Iya ponsel Dmitry Brown, aku ingin memastikan sendiri apakah ada keterlibatan Yamashita Ryuichi dalam aksi Dmitry Brown kali ini," jawab Ayara singkat.
"Baik nona," sahut Cecar penuh semangat, ia lalu kembali ke komputernya untuk melakukan perintah Ayara.
Ayara berdiri di balkon menatap lautan yang ada di depan Paradise hotel tempatnya menginap, ia juga melihat dengan jelas Hotel Hilton dimana Henry menginap sebuah senyuman penuh arti tersungging di wajah Ayara. "Aku tau sekarang kenapa dulu kakek mengajarkan semua kemampuannya kepadaku, mungkin ia ingin aku menghentikan semua kejahatanmu secara langsung Yamashita Ryuichi," ucap Ayara dalam hati sambil mengingat wajah ayah kandungnya yang sudah lama tak pernah ia lihat.
🌼 Bersambung 🌼
__ADS_1