Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Bukan wanita biasa


__ADS_3

Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE.


Dari matahari belum terbit Ayara sudah bangun, ia sudah tak sabar ingin mengetahui hasil kerja Cecar. Senyumnya mengembang saat menerima laporan dari Cecar yang mengatakan bahwa ia sudah berhasil mengacak-acak perusahaan Henry di Dublin, Irlandia.


"Good job Cecar, tak sia-sia aku memperkerjakan mu selama ini," gumam Ayara lirih saat menatap layar laptopnya dimana Cecar mengirimkan bukti kalau ia sudah menyelesaikan tugasnya.


"Ok, karena ini adalah hari yang menyenangkan jadi harus di rayakan. Sudah lama aku gak mengajak Ciripa jalan-jalan, tubuhnya pasti sudah sakit karena tak aku ajak olah raga," ucap Ayara dalam hati.


Ayara kemudian bergegas bangun dari ranjangnya, ia lalu berjalan menuju kamar mandi untuk menyegarkan dirinya. Walaupun hari masih sangat pagi untuk beraktivitas akan tetapi Ayara sudah sangat bersemangat, tiga puluh menit kemudian Ayara sudah selesai mandi dan memakai pakaiannya. Ia terlihat memakai pakaian khusus untuk berkuda, biasanya Ayara akan melakukan olahraga itu setiap hari minggu bersama sang daddy dihalaman belakang kediaman mereka yang luas. Akan tetapi hari ini ia memutuskan untuk mengajak pemanasan kuda kesayangannya Ciripa, yang merupakan hadiah ulang tahun dari sang daddy pada saat ia berusia 22 tahun tahun beberapa bulan yang lalu.


Para pelayan yang sedang sibuk membuat sarapan nampak kaget ketika melihat Ayara sudah siap dengan pakaian berkudanya, ia bahkan sudah memakai helm khusus yang ia pakai ketika sedang berkuda.


"Nona yakin akan berkuda sepagi ini?" tanya seorang pelayan yang kaget saat melihat Ayara turun dari lantai dua.


"Iya, sudah lama aku tak mengajak Ciripa olah raga. Ya sudah aku kebelakang dulu, beritahu mommy dan daddy aku berkuda ya bi ," jawab Ayara pelan sambil tersenyum.


"Baik nona," jawab pelayan itu kembali sambil menundukkan kepalanya.


Ayara tersenyum mendengar perkataan sang pelayan, ia lalu berjalan dengan cepat menuju ke halaman belakang menuju kandang kuda. Sebenarnya Alfredo tidak terlalu suka dengan kuda akan tetapi saat mengetahui Ayara sangat terobsesi dengan kuda ia akhirnya membelikan kuda untuk putrinya itu dan akhirnya membeli satu kuda lagi untuk dirinya sendiri. Alhasil hampir setiap hari minggu ia dan Ayara pasti berkuda bersama walaupun hanya sekedar berkeliling di halaman belakang saja tanpa pergi ke tempat lain, mereka menghabiskan waktu bersama satu hari full tanpa gadget apapun sesuai perjanjiannya yang ia buat dengan Raisa dulu sewaktu akan menikahi Raisa. Dimana ia berjanji akan menyediakan satu hari full dengan keluarga.


Dengan perlahan Ayara mendekati kandang Ciripa sang kuda termahal di dunia, Ciripa adalah jenis kuda Fusaichi Pegasus. Fusaichi Pegasus adalah kuda paling mahal di dunia yang pernah dijual dengan harga total US$ 70 juta atau setara dengan Rp 930,05 miliar. Fusaichi Pegasus merupakan kuda balap dan telah memenangkan banyak kompetisi balap besar di seluruh dunia. Pada awalnya Ayara hanya minta kuda biasa akan tetapi sang daddy justru membelikannya kuda paling mahal itu sebagai hadiah ulang tahunnya.


"Hei Ciripa good morning," ucap Ayara pelan menyapa kuda hitam besarnya yang masih ada dikandang.


"Nnngggiiikkkkkk....."


Ayara tertawa saat mendengar kuda kesayangannya berteriak, ia sepertinya sedang kegirangan karena dikunjungi Ayara. Kedua kaki depan Ciripa bahkan terangkat ke udara, ia merasa senang karena dikunjungi oleh sang majikan. Tak menunggu lama Ayara kemudian membuka kunci pagar kandang Ciripa dan melepaskan tali pengikat di leher Ciripa yang tersambung ke sebuah pasak yang ada di dalam kandang, begitu tali kekang di lehernya terlepas Ciripa langsung keluar dari kandangnya melompat-lompat kegirangan sehingga membuat Ayara tertawa. Ayara membiarkan kuda kesayangannya untuk pemanasan terlebih dahulu, ia tau bahwa kudanya itu pasti bosan setelah hampir semalam suntuk ada di dalam kandang.


Saat Ayara berdiri memperhatikan Ciripa berlari kegirangan ia menoleh ke kandang kuda sang daddy yang bernama Hexon, Hexon adalah kuda jenis Totilas. Ras kuda Totilas pernah masuk jajaran kuda paling mahal yang pernah dijual di pelelangan dengan harga tinggi, yaitu US$ 21 juta atau setara dengan Rp 279,03 miliar (kurs US$ 1\=13.257). Karena tak tega melihat Hexon ada di dalam kandang, Ayara akhirnya berjalan pelan mendekati kandang kuda milik sang daddy. Ia lalu membuka kunci pagar di kandang Hexon dan melepaskan tali pengikatnya, saat tali pengikatnya lepas Hexon pun langsung mengikuti jejak Ciripa. Ia langsung berlari mendekati Ciripa yang sedang menikmati kebebasannya sejak tadi di lapangan, Ayara hanya melipat tangannya di dada melihat dua ekor kuda paling mahal di dunia itu saling kejar.


"Ciripa!!!!!" teriak Ayara dengan keras memanggil kuda kesayangannya yang sudah berumur empat tahun itu.


"Ciripa come!!!" pekik Ayara kembali.


Ciripa langsung berlari ke arah ayara saat mendengar namanya dipanggil, ia seperti sudah paham kalau sedang dipanggil sang majikan. Saat Ciripa berlari menuju Ayara, Hexon terlihat mengikutinya dari belakang. Ayara bahkan tak percaya ketika melihat Hexon mengikuti Ciripa, pasalnya kedua kuda itu selalu bersaing ketika ia dan sang ayah mengajak mereka olah raga.

__ADS_1


Ayara lalu mengambil pelana dan tali kekang untuk ia pasangkan ditubuh Ciripa, tanpa kesulitan Ayara berhasil memasangkan semua perlengkapan itu di tubuh kuda kesayangannya itu. Sedangkan Hexon ia hanya memasangkan tali kekangnya saja tanpa ia pasangkan pelana, itu karena Ayara tak mau menunggangi kuda sang daddy pasalnya Hexon tak mau menurut dengan siapapun kecuali pada Alfredo majikan.


Setelah selesai memasang perlengkapan di kedua tubuh kuda itu Ayara kemudian naik ke punggung Ciripa, tanpa menggunakan Horse Whip atau cambuk Ayara memilih menggunakan kedua kakinya untuk memberi kode pada Ciripa agar segera lari. Saat kedua kaki Ayara mengenai perut Ciripa kuda mahal itu langsung berlari dengan cepat, saat Ciripa berlari Hexon kemudian mengikuti dari belakang alhasil saat ini Ayara terlihat seperti sedang melatih dua kuda sekaligus.


Beberapa mobil mewah nampak berhenti di halaman kediaman Alfredo dan turunlah tiga pemuda tampan dari masing-masing mobil menuju ke rumah Alfredo yang sudah terbuka lebar, rupanya mereka bertiga pagi ini di undang oleh Alfredo untuk menikmati makan pagi bersama sekaligus membahas proyek yang akan segera dikerjakan.


"Akh payah kau Henry kemarin tak ikut kami," ucap Dmitry pelan sambil menikmati minuman yang dihidangkan pelayan di ruang tamu kediaman Alfredo.


"Memangnya ada apa?" tanya Henry pelan.


"Setelah dari Alcazar aku dan tuan Ryan Bray pergi kesebuah club bersama tiga wanita itu, banyak hal yang kami lewati di club malam itu Henry ha ha ha...." jawab Dmitry puas sambil menepuk pundak Ryan disebelahnya.


"Banyak hal apa?" tanya Henry penasaran.


"Kau tau, ternyata di club itu banyak sekali wanita cantik. Dan yang paling mengesankan mereka menyediakan penari striptis ha ha ha, dan kau tau Henry tuan Ryan Bray sangat menikmati pertunjukan itu ha ha ha..." jawab Dmitry kembali menggoda Ryan yang wajahnya sudah memerah.


"Wah benarkah?! baguslah kalau begitu ia sudah menemukan kesenangan barunya kalau begitu," ucap Henry pelan mengejek Ryan.


"Shut up..." jawab Ryan penuh emosi.


Melihat Ryan marah membuat Henry dan Dmitry tertawa lebar, sebenarnya Ryan tidak mabuk waktu itu. Dia terpaksa menemani Dmitry yang terlihat sudah membooking para wanita untuk menemani mereka minum selepas Juliette dan kedua sepupunya pulang, alhasil Rian pun terjebak di dalam klub bersama Dmitry.


"Dimana nona Del Castillo tuan, sejak kami datang ia tak terlihat sama sekali," tanya Dmitry tiba-tiba mengagetkan Henry dan Ryan.


"Ayara maksud anda tuan, dia jam segini biasanya...


"Maaf tuan besar, saya lupa memberitahu anda," ucap seorang pelayan senior memotong perkataan Alfredo.


"Ada apa bi?" tanya Alfredo penasaran.


"Sejak jam empat pagi nona sudah bangun, ia lalu mengajak Ciripa dan Hexon jalan-jalan tuan. Maaf saya lupa mengabari anda," jawab sang pelayan dengan ketakutan.


"Yara mengajak Hexon?" tanya Alfedro tak percaya.


"Iya tuan," jawab pelayan itu kembali.

__ADS_1


Mendengar perkataan sang pelayan membuat Alfredo terdiam, ia masih tak percaya bahwa kuda kesayangannya mau diajak oleh Ayara. Pasalnya selama ini tak ada orang yang bisa menangani Hexon selain dirinya dan seorang pawang yang biasa memandikan dan membersihkan kandang nya. Sementara itu Henry, Ryan dan Dmitry yang tidak tahu siapa Ciripa dan Hexon nampak terlihat bingung.


Saat suasana meja makan menjadi sunyi tiba-tiba terdengar suara teriakan Ayara yang sedang memacu Ciripa datang dari arah halaman belakang rumah, Alfredo yang mengenali suara Ayara langsung bangun dari kursinya dan berjalan menuju halaman belakang diikuti oleh ketiga tamunya. Sesampainya di halaman belakang ketiga tamu Alfredo nampak membelalakan kedua matanya ketika melihat Ayara sedang menunggangi seekor kuda jantan berwarna hitam berukuran besar sedang melompati beberapa rintangan yang dibuat, sementara itu di belakangnya terlihat seekor kuda jantan lainnya mengikuti dari belakang.


"Yara kau..." ucap Henry dalam hati tak percaya melihat Ayara menaiki seekor kuda besar dengan sangat profesional.


"Morning dad!!!" teriak Ayara dengan keras saat menyadari sang ayah sedang memperhatikannya.


"Yara ayo turun," pekik Alfredo keras.


"Ok, satu putaran lagi." sahut Ayara keras.


"Hiya...hiyaa...jump Ciripa jump!!!" teriak Ayara keras memerintahkan kuda kesayangannya untuk melompati sebuah batang kayu yang tingginya 1,5 meter.


Ciripa yang sudah terbiasa melewati rintangan itu nampak terlihat sangat mudah ketika melewati rintangan yang sengaja dibuat untuk berlatih itu, Henry yang tak menduga akan melihat ayara berkuda nampak menahan nafasnya ketika melihat kuda yang ditunggangi oleh Ayara melompati sebuah batang kayu setinggi 1,5 meter. Begitu pula dengan Dmitry dan Ryan yang tak mengedipkan matanya saat melihat Ayara melompati rintangan itu, lompatan yang dilakukan ayah biasanya dilakukan oleh para atlet berkuda profesional. Tak heran mereka semua sangat terpana ketika melihat Ayara melakukan itu, terlebih Henry yang merasa hampir berlari ke arah Ayara karena khawatir Ayara akan jatuh.


"Sepertinya aku harus menggunakan cara lain untuk mengikatmu Ayara, kau benar-benar tak mudah untuk dijinakkan," ucap Henry dalam hati saat melihat Ayara turun dari kudanya dan berjalan ke arah mereka dengan senyum mengembang tanpa rasa bersalah.


🌼Bersambung 🌼


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....


Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.


Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟

__ADS_1


Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince


Terima kasih


__ADS_2