Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Kembali bersaing


__ADS_3

Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting.


Alfredo kemudian meeting bersama Dmitry yang yang seharusnya dilakukan di sebuah restoran, ia terpaksa membatalkan acaranya di restoran malam ini karena mendengar Ayara masuk rumah sakit tadi siang dan meminta Dmitry Brown untuk datang ke rumahnya.


"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada anda tuan Brown yang sudah bersedia datang ke rumah saya yang sederhana ini," ucap Alfredo pelan sambil mengajak Dmitry Brown menuju ke ruang makan untuk menikmati makan malam yang sudah disiapkan oleh Raisa sebelumnya.


"Anda tidak perlu sungkan seperti itu tuan Alfredo, saya yang merasa sangat beruntung karena diundang oleh anda datang ke kediaman anda dan bertemu dengan seluruh keluarga anda," jawab Dmitry sambil tersenyum.


"Sebenarnya belum seluruh anggota keluarga saya karena masih ada putra kami yang sekarang sudah tidur di lantai dua bersama pengasuhnya," sahut Alfredo sambil tersenyum.


"Wah benarkah sayang sekali mungkin di lain kesempatan saya bisa bertemu dengannya," ucap Dmitry dengan senyum merekah.


Alfredo dan Raisa tersenyum mendengar perkataan Dmitry, mereka lalu mulai acara makan malam bersama. Dmitry dan asistennya Luigi nampak terkesan dengan makanan yang ada di atas meja, mereka tak percaya bahwa makanan yang akan mereka nikmati saat ini adalah hasil masakan sang nyonya rumah sendiri.


"This is very delicious, Ma'am," ucap Dmitry berulang-ulang saat menikmati fettuccine carbonara yang merupakan masakan khas Italia yang terdiri dari spaghetti yang dimasak dengan saus keju, telur dan daging.


"Anda bisa saja tuan muda, maaf saya hanya bisa membuat masakan sederhana ini," jawab Raisa pelan, sebenarnya fettucini carbonara adalah masakan khas Italia yang biasa di nikmati oleh rakyat biasa bertahun-tahun lalu.


"Justru itu nyonya, saya sudah lama sekali tidak menikmati makanan ini selama bertahun-tahun karena kesibukan saya yang harus pergi keluar kota dan ke luar negeri. Oleh karena itu saya sangat beruntung sekali karena malam ini bisa menikmati makanan seenak ini lagi," ucap Dmitry penuh syukur.


Raisa tersenyum bahagia karena mendengar perkataan Dmity yang menyukai masakan yang ia buat, begitu pula dengan Alfredo yang langsung melingkarkan tangannya di pinggang dengan penuh rasa bangga karena berhasil membuat sang tamu menyukai makanan yang mereka hidangkan. Setelah selesai makan malam Alfredo mengajak Dmitry ke ruang tamu untuk menikmati wine yang yang sudah ia ambil sebelumnya dari tempat penyimpanan wine mahalnya yang ada diruang bawah tanah.


"Maaf mengganggu tuan," ucap seorang pelayan wanita pada Alfredo yang sedang menikmati wine mahalnya bersama Raisa dan tamu mereka Dmitry Brown beserta asistennya.


"Ada apa Maria?" tanya Alfredo pelan sambil meletakkan gelas wine mahalnya dimeja.


"Sepertinya nona sudah tertidur di luar tuan, saya takut nona akan terkena flu kalau terus-menerus ada di luar. Sebenarnya saya ingin membangunkan nona akan tetapi saya takut mengganggunya karena melihat nona tidur sangat pulas sekali di ayunan yang ada diluar tuan," jawab Maria sang pelayan sambil menunduk.


"Oh my God my love!!" pekik Alfredo dengan cepat, iya lupa kalau Ayara masih ada di luar sampai jam sepuluh malam seperti saat ini.


Begitu mendengar perkataan Maria sang pelayan Raisa dan Alfredo langsung berjalan menuju taman yang ada di samping rumah, Alfredo langsung menuju ke ayunan besar yang ditutupi tirai putih dimana Ayara tidur. Perlahan ia menyentuh pipi Ayara menggunakan tangannya dan tersenyum kecut ketika menyadari bahwa tubuh Ayara sudah sangat dingin.


"Tidak sayang aku gendong Yara saja ke kamar," ucap Alfredo pelan kepada Raisa yang terlihat menyiapkan kursi roda.


"Baiklah," sahut Raisa pelan.


Alfredo kemudian menggendong Ayara ala bridal style menuju kamar yang ada di lantai satu, karena Ayara menggunakan dress Raisa nampak menutupi kaki ayara menggunakan selimut yang ada di ayunan itu untuk menutupi kakinya supaya tidak terlihat oleh tamu mereka Dmitry Brown yang berdiri di pintu menuju taman melihat ke arah mereka.


"Hati-hati tuan," ucap Dmitry pelan sambil menyingkap gorden sutra warna putih di pintu agar Alfredo bisa lewat dengan nyaman.


"Terima kasih tuan Brown," jawab Alfredo dengan cepat.


Dmitry mengangguk pelan merespon perkataan Alfredo, ia lalu berjalan mengikuti Alfredo dan Raisa menuju kamar baru Ayara yang letaknya di lantai satu dekat dengan ruang kerja Alfredo.

__ADS_1


Saat Ayara ditidurkan di atas ranjang oleh sang ayah Dmitry dapat melihat dengan jelas wajah Ayara yang sudah terlelap saat Alfredo menyingkap rambutnya yang menutupi wajahnya, jantungnya langsung berdetak dengan cepat ketika bisa melihat wajah Ayara dengan sangat jelas. Ingatan tentang gadis yang menabraknya di Bandar udara Capodichino, Napoli tiba-tiba kembali berkelebat dalam memorinya.


"Tuan ternyata gadis cacat ini cantik sekali," bisik Luigi dengan suara yang hampir tak terdengar.


"Jaga ucapanmu Luigi bagaimana kalau tuan dan nyonya Del Castillo mendengar perkataan mu itu," sahut Dmitry pelan sambil menatap tajam kearah Luigi yang sedang bersandar di pundaknya.


"Maaf tuan," jawab Luigi dengan cepat saat menyadari bahwa ia sedang ada di kediaman Alfredo Del Castillo.


Dmitry tak mengalihkan pandangannya dari ranjang di mana Ayara tidur, ia tak melepaskan tatapannya dari wajah Ayara yang tidur bak seorang dewi. Wajah putihnya sangat kontras dengan warna rambutnya yang hitam pekat ditambah dengan warna sprei yang berwarna putih serta selimut yang menutupi tubuhnya semakin membuat Ayara terlihat seperti sosok Dewi yang ada di mitologi kerajaan Yunani yang sedang tidur di awan. Tanpa ia sadari wajahnya terlihat memerah ketika melihat pesona Ayara yang sedang terlelap itu, darah lelaki nya pun berdesir secara tiba-tiba. Adalah sebuah hal yang wajar bagi seorang laki-laki seperti itu ketika melihat wanita cantik di hadapannya.


"Maaf tuan Brown anda harus melihat semua ini," ucap Raisa pelan sambil berjalan menuju Dmitrg yang berdiri di depan pintu kamar Ayara.


"Oh tidak apa-apa nyonya, saya justru takjub melihat anda dan Tuan Alfredo begitu menyayangi nona...


"Ayara...nama anak kami Ayara," ucap Alfredo memotong perkataan Dmitry.


"Ayara, nama yang sangat cantik sama seperti pemiliknya," batin Dmitry memuji Ayara tanpa sadar.


"Kalau begitu mari kita teruskan pembicaraan kita di ruang tamu tuan Brown," ajak Alfredo pelan mengajak Dmitry untuk kembali ke ruang keluarga, membuyarkan lamunan Dmitry yang masih memikirkan Ayara.


"B-baik tuan," sahut Dmitry tergagap.


Alfredo tersenyum mendengar perkataan tamunya ia lalu berjalan menuju ruang tamu untuk meneruskan pembicaraan sebelumnya, sementara itu Raisa masih nampak di kamar Ayara. Ia terlihat sibuk merapikan selimut dan bantal yang dipakai oleh Ayara supaya putrinya itu tidur dengan nyaman, Dmitry yang masih sempat menoleh ke arah kamar tiba-tiba tersenyum tanpa sadar ketika melihat Raisa memberikan kecupan di kening Ayara. Ada rasa berdesir aneh di dalam dirinya ketika melihat nyonya Alfredo memberikan ciuman selamat malam kepada putrinya yang sudah terlelap.


"Akan sangat menyenangkan jika aku yang melakukan itu," ucap Dmitry tanpa sadar.


Hospes Palacio Del Bailio


Henry dan Michael yang baru mendarat di Cordoba langsung pergi menuju hotel Hospes Palacio Del Bailio yang paling mewah dan nyaman di Cordoba, mereka langsung menuju kamar VVIP begitu sampai di hotel tersebut.


"Ini kunci kamar anda berdua tuan," ucap seorang belboy yang membantu membawakan koper milik Henry.


"Gracias, esto es para comprar dulces," jawab Henry fasih menggunakan bahasa Spanyol pelan sambil memberikan uang tip.


*terima kasih, ini untuk membeli permen.


"Gracias señor, gracias de nuevo." sahut sang belboy dengan senyum mengembang lebar ketika menerima selembar uang pecahan seratus euro


*terima kasih tuan, sekali lagi terima kasih banyak.


Henry lalu masuk ke dalam kamarnya yang sudah dirapikan sebelumnya, ia terlihat puas dengan kamar yang dipilihkan oleh Michael. Saat akan membuka jaketnya tiba-tiba pintu kamarnya kembali terbuka dari luar dan masuklah Michael dengan tergesa-gesa sambil membawa tablet miliknya.


"Ada apa Mike, kau ini benar-benar tak punya etika. Bagaimana kalau aku sedang bercinta lalu tiba-tiba kau masuk seperti itu,!!" hardik Henry kesal.

__ADS_1


"Maaf tuan...sekali lagi maaf, tapi saya rasa anda perlu tau tentang hal ini tuan karena ini sangat penting," jawab Michael membela diri memberitakan penjelasan dibalik sikapnya yang tak sopan.


"Ada apa Mike?" tanya Henry dengan ketus.


"Lihat ini tuan," jawab Michael cepat sambil mengulurkan tablet Apple miliknya pada Henry.


Henry langsung meraih tablet yang diberikan oleh Michael sang asisten kepercayaan, kedua matanya tiba-tiba membulat sempurna ketika melihat foto yang ada di dalam tablet yang sedang ia pegang.


"Ini...


"Itu adalah foto yang dikirimkan oleh anak buahku tuan, mereka berhasil mendapatkan info bahwa Ryan Bray juga sedang ada di Cordoba saat ini tuan. Dia baru saja keluar dari bandara Cordoba menuju hotelnya, " jawab Michael dengan cepat memotong perkataan Henry.


"Ryan Bray kenapa kau selalu cari masalah denganku!!!" ucap Henry dalam hati.


"Cepat cari informasi dimana Ayara tinggal, aku harus lebih dulu bertemu dengannya dari si brengseekk itu." teriak Henry penuh emosi.


"Baik tuan, saya permisi kekamar," jawab Michael dengan cepat sambil meraih tablet miliknya yang dilempar Henry ke ranjang besarnya.


Michael lalu menutup pintu kamar Henry dengan hati-hati karena takut membuat sang tuan kembali marah. Setelah Michael keluar dari kamarnya Henry mulai menggila, ia lalu melempar gelas yang ada di atas meja TV ke lantai dengan keras sehingga membuat lantai kamarnya berantakan seketika.


"Arrgghhh....Ryan siiaalaaan, bajingaan, brengseekk....."


"Dari awal Ayara adalah orangku Ryan...dia adalah milikku!! jangan pernah kau mencoba merebutnya dariku..."


Suara teriakan Henry terdengar dengan jelas didalam kamarnya, akan tetapi karena kamarnya kedap suara orang diluar tak akan bisa mendengar semua teriakannya.


🌼Bersambung 🌼


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....


Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.


Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟

__ADS_1


Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince


Terima kasih


__ADS_2