Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Simbiosis mutualisme


__ADS_3

Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.


Ayara masuk ke dalam kamarnya dengan sedikit kesal karena sang ibu lagi-lagi mengungkit tentang teman pria spesial padanya, dalam beberapa bulan terakhir ini kedua orang tuanya memang sering bertanya tentang siapa pria yang sedang dekat dengan dirinya saat ini.


"Semua pria di kampusku adalah seorang playboy, bagaimana bisa aku berkencan dengan mereka." Ucap Ayara dalam hati sambil tersenyum tipis mengingat teman-teman di kampusnya.


Sejak Ayara pindah ke Spanyol ia memang berubah menjadi anak penurut dan baik yang meninggalkan hoby nya latihan fisik yang berat, kemanapun Ayara pergi ia selalu diikuti oleh empat orang pria berbadan besar yang diperintahkan untuk menjaga dirinya. Bahkan awal-awal ia kuliah pun empat bodyguard itu selalu menemaninya sampai akhirnya Ayara meminta pada sang ayah untuk tak terlalu mengekangnya seperti itu, Ayara merasa bosan selalu diawasi.


Akhirnya setelah berunding bersama kedua orangtuanya Ayara pun dibebaskan dari pengawal, ia diperbolehkan pergi seorang diri dengan catatan setiap pulang dari kampus selalu melapor pada ayahnya. Ayara pun langsung menyetujui persyaratan itu, tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya setiap Ayara berangkat ke kampus ia pasti akan langsung berganti penampilan di dalam mobil.


Ayara akan menggunakan kacamata besar dengan menggunakan pakaian style ala tahun 90an yang klasik, menggunakan style ala tahun 90an membuat Ayara nampak seperti gadis desa yang datang ke kota. Apalagi ia juga memakai kacamata yang memiliki bingkai tebal dengan rambut yang di kepang satu memanjang. Dengan penampilannya yang seperti itu membuat dirinya langsung dijauhi para mahasiswa laki-laki apalagi dengan jurusan seni yang ia ambil, berdekatan dengannya bagai sebuah aib bagi teman-teman sekampusnya. Ayara tetap memakai nama Turner di belakang namanya sehingga teman di kampus tak ada yang tau bahwasanya ia adalah putri penyumbang donasi terbesar tiap tahun di kampus.


"Tinggal satu tahun lagi aku bertahan dengan penampilanku seperti ini, semoga saja mommy dan daddy tidak mengetahuinya sehingga aku bisa hidup dengan tenang sampai hari kelulusanku tiba." Ucap Ayara pelan sambil tersenyum tipis menatap foto dirinya yang berpakaian klasik dan vintage di album foto yang ada di ponselnya.


Karena sudah mengantuk Ayara akhirnya pergi tidur dengan mematikan semua lampu di kamarnya dan hanya menyisakan satu lampu kecil yang ada di samping jendela, yang akan padam sendiri ketika ada sinar bulan masuk ke dalam kamarnya. Begitupula dengan kedua orang tuanya yang sudah tidur dikamarnya sendiri yang letaknya tak jauh dengan kamarnya dan kamar baby Ace.


Dublin, Irlandia


Iring-iringan mobil mewah nampak memasuki sebuah rumah besar yang terletak di area pribadi yang terletak di pinggir pantai, tak lama kemudian mobil-mobil itu berhenti dihalaman yang luas.


Beberapa pria berpakaian serba hitam langsung berlari mendekati sebuah mobil yang ada di paling depan, kemudian keluarlah seorang pria menggunakan kacamata hitam yang juga memakai pakaian serba hitam berjalan mendekati rumah dengan kepala menunduk. Di belakangnya ada seorang pria yang usianya tak jauh berbeda dengan pria yang sudah berjalan lebih dulu dengan membawa tas yang berisi dokumen penting, dia adalah Michael asisten pribadi Henry Luke yang baru saja masuk kedalam rumah.


"Kalau ada wartawan yang ingin melakukan wawancara denganku tolong handle dengan baik Mike, aku sedang tidak mood." Ucap Henry pelan tanpa membuka kacamatanya.


"Siap tuan." Jawab Michael dengan cepat.


Mendengar perkataan Michael membuat Henry tersenyum, ia lalu naik ke kamarnya yang ada di lantai tiga dengan langkah gontai. Henry masih tidak percaya bahwa sang ayah Edward Luke sudah pergi meninggalkannya selama-lamanya dalam kondisi tidur saat terakhir ia ditemukan oleh seorang pelayan ketika akan diajak sarapan.


Henry menghentikan langkah kakinya ketika sampai di lantai dua, ia lalu melangkah masuk kedalam kamar sang ayah yang baru dimakamkan hari ini. Kedua matanya menatap semua sudut dikamar sang ayah, foto pernikahan yang tergantung di dalam kamar itu pun masih nampak kokoh terpasang walau usianya sudah mencapai lima puluh tahun.


"Kenapa kau pergi secepat ini dad, disaat perusahaan ku sudah mulai maju. Bukankah kau bilang ingin melihatku mengembangkan sayap bisnisku juga diluar Irlandia, lalu kenapa kau pergi seenak saja seperti ini dad." Ucap Henry pelan sambil menatap foto sang ayah yang sedang tersenyum lebar dalam foto pernikahannya bersama ibu Henry yang sudah meninggal terlebih dahulu sejak Henry berusia sepuluh tahun karena kecelakaan tunggal.


"kialau kau sudah tidak ada lagu dengan siapa aku harus membanggakan hasil kerja kerasku selama bertahun-tahun ini dad." Isak Henry pelan sambil menyeka air mata yang keluar dari sudut matanya.


Saat di pemakaman siang ini Henry sama sekali tak mengeluarkan air mata, ia bahkan tak merubah ekspresi wajahnya sama sekali ketika melihat peti jenazah sang ayah mulai dimasukkan ke dalam tanah. Edward Luke sudah membuat wasiat sebelumnya bahwa jika ia meninggal ia minta untuk dimakamkan disebelah makam sang istri tercinta.


Tok


Tok


Tok


"Maaf tuan, apa saya boleh masuk ?" Tanya Michael pelan sesaat setelah ia mengetuk pintu kamar Edward Luke.

__ADS_1


"Masuklah Mike." Jawab Henry memberi ijin pada Michael asisten pribadinya setelah menyeka air mata yang memenuhi kedua matanya.


Michael kemudian masuk ke dalam kamar mendiang Edward Luke dengan hati-hati, ia lalu berhenti di samping meja kerja Edward Luke di mana Henry sudah duduk di kursinya dengan gagah.


"Semua dokumen ini adalah peninggalan tuan besar yang tadi diberikan oleh pengacara pribadinya kepada saya dan semua ini sekarang menjadi milik anda tuan." Ucap Michael dengan cepat sambil menyerahkan satu buah koper yang berisi semua berkas penting dan berharga milik Edward Luke.


Henry mengulurkan tangannya dan langsung membuka koper yang baru saja diserahkan oleh Michael, kedua matanya langsung fokus pada semua berkas penting itu.


"Ini....


"Itu adalah buku tabungan dan rekening koran yang dimiliki oleh tuan Edward yang ada di Bank Swiss." Ucap Michael pelan memberikan penjelasan kepada Henry perihal dana rahasia yang dimiliki oleh Edward Luke yang bernilai jutaan dollar.


"Semua uang ini masih atas nama ayahku Mike." Sahut Henry dingin.


"Benar tuan, akan tetapi saya sudah mengajukan pergantian nama kepada bank Swiss atas nama anda sebagai ahli waris satu-satunya tuan Edward." Jawab Michael dengan cepat sambil menunjukkan dokumen pergantian nama yang sudah ia ajukan ke bank Swiss atas nama Henry Luke.


Henry tersenyum melihat dokumen yang ditunjukkan oleh Michael, ia selalu puas dengan hasil kerja asisten pribadinya yang tak pernah mengecewakannya selama bertahun-tahun itu.


"Dan....


"Dan apa Mike?" Tanya Henry dengan cepat memotong perkataan Michael.


"Saya sudah berhasil menemukan keberadaan nona Ayara setelah melakukan pencarian selama tiga tahun terakhir ini tuan." Jawab Michael dengan bangga sambil tersenyum lebar ke arah Henry.


Henry memukul meja yang ada di hadapannya dengan keras saat mendengar perkataan Michael yang terakhir.


"Sudahlah Mike, jangan bahas wanita itu lagi!! aku sudah tidak peduli padanya, aku tak mau lagi mendengar nama itu lagi. Di luar sana banyak wanita yang mengantri dan merangkak di kakiku untuk bisa menjadi teman tidurku, jadi mulai sekarang jangan pernah kau sebut nama itu lagi di hadapanku." Hardik Henry dingin sambil menatap tajam ke arah Michael.


"Baik tuan." Jawab Michael patuh.


"Ok kalau begitu malam ini jemput Yuri dari bandara dan bawa ke apartemenku." Ucap Henry sambil tersenyum.


"Anda ingin kembali tinggal di apartemen lalu rumah ini...


"Ini adalah rumah ayahku Mike, aku tak mau tinggal di sini. Lagi pula apartemenku sangat mewah jadi tak ada alasan untukku tinggal disini lagi." Jawab Henry dengan cepat memotong perkataan Michael.


"Aku ingin mandi sebentar di kamar atas setelah itu aku akan pulang ke apartemen bersama sopir dan kau lakukan tugas yang baru saja aku perintahkan padamu." Imbuh Henry datar sambil berjalan pergi meninggalkan Michael menuju kamarnya yang langsung pergi keluar dari kamar Edward setelah Henry menghilang dari balik pintu menuju ke lantai tiga.


Michael pun langsung pergi keluar dari kamar mendiang Edward Luke untuk melakukan tugas yang diberikan oleh Henry untuk menjemput Yuri di bandara, Yuri adalah seorang model berdarah Jepang yang sudah menjalin hubungan asrama dengan Henry selama dua bulan ini.


Henry dan Yuri bertemu ketika mereka sedang menghadiri acara Paris fashion week musim lalu, setelah itu mereka lalu mulai saling bertukar nomor ponsel dan saling berbincang satu sama lain sampai akhirnya mereka memutuskan untuk berkencan. Bisa mendapatkan Yuri yang karirnya sedang cemerlang sebagai model papan atas di Jepang membuat nama Henry semakin dikagumi oleh rekan rekan bisnisnya.


Sebagai seorang pengusaha muda yang sukses adalah hal yang wajar jika memiliki seorang wanita disampingnya, oleh karena itu mendapatkan Yuri merupakan satu nilai tambah bagi seorang Henry. Begitu pula dengan sebaliknya, bagi Yuri bisa berkencan dengan Henry membuat namanya semakin terkenal di Eropa. Karena walau bagaimanapun pengaruh Henry sebagai pengusaha muda cukup besar di daratan Eropa khususnya di Irlandia, oleh karena itu Yuri sangat bahagia bisa menjadi wanita seorang Henry. Ia bahkan rela datang jauh-jauh dari Jepang menemui Henry jika ia dipanggil seperti kali ini.

__ADS_1


"Henry......" Teriak Yuri pada Henry ketika ia sampai di Penthouse mewah milik Henry.


Henry yang sedang menikmati wine mahal di apartemen mewahnya langsung membuka kedua tangannya menyambut Yuri yang berlari kearahnya.


"I Miss u Henry..." Ucap Yuri dengan nada menggoda.


"Me too, how about your flight ?" Tanya Henry pelan.


"Lancar, aku sangat suka jet pribadimu itu Henry." Jawab Yuri singkat sambil meraba perut Henry yang sixpack.


Henry yang mengerti kemauan Yuri lalu menoleh kearah Michael yang masih berdiri di depan pintu seolah sedang mengusir asisten pribadinya itu untuk pergi karena ia sebentar lagi akan menikmati tubuh seksi Yuri yang sudah bergelayut ditubuhnya.


Michael yang mengerti arti tatapan mata Henry langsung menganggukan kepalanya pelan, ia lalu berpamitan pada Henry dan Yuri untuk basa-basi.


"Kenapa asistenmu cepat sekali perginya?" Tanya Yuri pelan setengah berbisik ditelinga Henry.


"Dia ada urusan lain, memangnya kau mau saat kita bercinta dia ada disini hemmm." Jawab Henry sambil terkekeh.


"Henry akhh kau nakal..." Jerit Yuri dengan manja.


"Ha ha ha, ya sudah kau mandi dulu bersihkan tubuhmu sebelum melayaniku." Ucap Henry singkat.


"As your wish sir." Jawab Yuri dengan cepat sambil mencium bibir Henry yang basah dengan wine.


Henry hanya tersenyum tipis melihat kekasihnya pergi ke dalam kamarnya yang ada dilantai dua, ia kemudian meletakkan gelas yang berisi wine nya diatas piano yang ada dipinggir dinding apartemennya yang terbuat dari kaca. Perlahan ia berjalan ke arah kaca dan menatap ke luar yang menampilkan pemandangan malam kota Dublin, kerlap kerlip lampu di kota Dublin membuatnya semakin jatuh cinta tinggal di apartemen mahalnya ini.


Karena ingin merasakan angin malam Henry kemudian keluar menuju balkonnya dan merapatkan kimono tidurnya saat merasakan hembusan angin yang keras menerpa tubuhnya, rupanya angin malam hari ini terasa lebih dingin dari malam-malam sebelumnya. Saat akan kembali ke dalam apartemen langkah Henry terhenti ketika melihat Yuri sudah memakai lingerie seksi model anak sekolah Jepang yang memperlihatkan keelokan tubuhnya sedang berjalan ke arah Henry.


"Kau nakal sekali Yuri....


"Yuri siap menjadi muridmu malam ini tuan." Ucap Yuri dengan cepat sambil melingkarkan tangannya di leher Henry, dalam posisi seperti itu Henry bisa melihat dengan jelas keseksian sepasang bukit indah milik Yuri yang sudah menempel dengan dadanya.


"Kau yang memulainya Yuri." Bisik Henry lirih sambil mengarahkan ciumannya ke leher jenjang Yuri.


"Aku milikmu tuan....ouch


🌼Bersambung 🌼


Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.


Terima kasih


love U all🌹

__ADS_1


__ADS_2