Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Bermain strategi


__ADS_3

Sebelum baca tolong berikan vote, jangan hanya minta update kalau tidak mau vote.


Setelah Bambang dibawa pergi oleh Banu dan beberapa orang bodyguard lainnya ke ruangan khusus, Ayara terlihat sibuk di depan laptop milik Bambang yang tidak terkunci. Ia nampak serius melihat isi dalam laptop milik Bambang tersebut, tak begitu lama Ayara pun berhasil mendapatkan bukti-bukti yang dapat menjerat Bambang. Di dalam laptop tersebut Ayara menemukan percakapan Bambang dengan seseorang yang diberi inisial Mr X, melalui email Bambang mengirimkan banyak sekali informasi mengenai kondisi rumah Henry kepada si Mr X tersebut. Bahkan informasi tentang perekrutan Bodyguard beberapa bulan lalu pun diberitahukan kepada Mr X tersebut oleh Bambang.


"Siapa Mr X ini." Ucap Ayara dalam hati sambil terus membaca semua percakapan antara Bambang dan Mr X di email.


"But wait....ini kan....


Ayara terkejut ketika membaca salah satu email yang menarik perhatiannya, di mana Bambang mengirimkan update terbaru tentang kabar pertengkaran antara Ryan dan Henry kepada Mr X. Dari email tersebut Ayara pun dapat menyimpulkan bahwa mereka adalah orang terdekat yang mengenal Henry maupun Ryan dalam waktu yang cukup lama.


"Sepertinya Mister X ini berniat menghancurkan dua orang itu sekaligus untuk tujuan tertentu, aku jadi penasaran sebenarnya sekaya apa mereka berdua ini sesungguhnya. Aku yakin mereka berdua pasti memiliki rahasia yang belum aku tahu." Ucap Ayara lirih sambil terus menatap email yang dikirim mister X pada Bambang.


Karena terlalu serius melihat laptop milik Bambang yang ada di ruang kontrol CCTV, Ayara sampai tak menyadari kalau ia sudah lebih dari dua jam berada di ruangan itu. Sampai akhirnya beberapa orang mendatanginya dan mengatakan kepadanya bahwa ia dipanggil oleh Henry dan Michael untuk datang ke ruang khusus yang ada di belakang rumah untuk ikut mengintrogasi Bambang yang sudah sadar dari pingsannya.


Dengan cepat Ayara merapikan barang-barang milik Bambang yang dapat ia gunakan untuk menjeratnya, dimana ia berhasil menemukan beberapa kamera yang berisi foto-foto Henry dan Michael saat ada di dalam rumah dan juga ia berhasil menekan alat hisab sabu yang disembunyikan di laci penyimpanan barang-barang milik Bambang. Karena kesulitan membawa barang-barang yang berhasil ia temukan, Ayara lalu meminta bantuan kepada seorang bodyguard lainnya untuk membantunya membawa barang-barang itu ke tempat Bambang berada.


"Aku baru mendapat laporan dari Banu kalau Bambang adalah mata-mata di rumahku atas perkataanmu, coba kau buktikan kepadaku tentang apa yang tadi diucapkan oleh Banu sebelumnya." Ucap Henry pada Ayara yang baru sampai ke dalam ruangan khusus tempat untuk intrograsi para Bodyguard yang berbuat salah.


"Bukankah tadi Banu sudah menunjukkan padamu kalau dia mempunyai pistol." Jawab Ayara dengan singkat sambil menatap wajah Bambang yang sedang menatapnya tajam.


"Jangan percaya dia tuan, pistol itu adalah miliknya bukan milikku.!!" Teriak Bambang dengan suara meninggi sambil berontak minta untuk dilepaskan.


"Lalu bagaimana pisau itu bisa ditemukan di saku bajumu Bambang." Tanya Michael sambil mengangkat satu alisnya.


"Fitnah tuan... ini fitnah!! dlDia yang tadi sebelumnya memasukkan pistol itu ke bajuku, lagi pula saya sudah bekerja disini cukup lama sedangkan dia adalah pegawai baru. Mana mungkin saya berani menghianati anda berdua tuan, kalau misalkan saya ingin menghianati anda berdua kenapa saya bertahan sampai tiga tahun bekerja di sini." Jawab Bambang dengan nada memelas sambil menatap tajam ke arah Henry dan Michael secara bergantian.


Mendengar perkataan Bambang yang masuk akal membuat Henry dan Michael saling pandang, mereka berdua lalu menatap kearah Ayara secara tajam.


"Wah benar-benar kalian ini berdua adalah orang paling bodoh yang pernah aku kenal." Ucap Ayara sambil berkacak pinggang.


"Arialll jaga ucapanmu.!!" Pekik Michael penuh emosi, iya tak suka kalau Ayara merendahkan Henry di hadapannya.

__ADS_1


"Mike...


"Sudahlah tuan, anda jangan terus membela dia!! Dia lama-lama kurang ajar tuan, kita harus memberikannya pelajaran supaya bisa bersikap dengan baik kepada anda terutama." Ucap Michael memotong perkataan Henry yang terlihat mencoba membela Ayara.


"Bukan begitu Mike, aku hanya ingin kita mengintrograsi Bambang terlebih dahulu baru urus urusan yang lain jangan dua masalah seperti ini. Kita cari solusinya satu persatu jangan secara bersamaan seperti ini." Sahut Henry mencoba untuk menenangkan Michael yang terbakar emosi.


Saat semua orang sedang terfokus dengan Henry dan Michael yang terlihat pembicaraan cukup serius tiba-tiba Bambang sudah berhasil melepaskan ikatannya, ia lalu meraih pistol yang ada ditangan Banu dan mengarahkannya dengan cepat kearah Henry sehingga membuat semua orang panik termasuk Michael yang berada di samping Henry.


"Sepertinya sudah saatnya aku mengakhiri penyamaran ku selama in, aku sudah muak melihat tingkah bodoh kalian berdua." Ucap Bambang dengan nada meninggi sambil menarik pelatuk pistolnya yang diarahkan ke Henry.


"Bambang jangan gila." Pekik Michael panik.


"Sepertinya yang dikatakan oleh atasanku benar, kalian berdua memang bodoh sama seperti....


"Arrgghhhh....."


Bambang tak dapat menyelesaikan perkataannya karena perutnya sudah terkena lemparan tongkat oleh Ayara, ketika melihat Bambang tak fokus Ayara langsung berlari ke arahnya dan menendang pistol yang ada di tangan Bambang ke udara. Saat menyadari Bambang sudah tidak memegang pistol lagi para Bodyguard yang lain langsung bertindak cepat dengan menjatuhkan Bambang ke lantai.


Ayara kemudian meminta para bodyguard lainnya untuk membuat Bambang berdiri karena ia ingin bicara kembali dengan pria berbadan besar itu.


"Kau itu terlalu cupu untuk melawanku Bambang." Ucap Ayara pelan di depan muka Bambang.


"Jangan banyak bicara kau bocah, lepaskan aku dan kita duel saja kalau kau berani.!" Sahut Bambang dengan suara meninggi.


"Oh no no no no...aku tak melawan orang yang sudah tak berdaya sepertimu ini Bambang." Jawab Ayara sambil berkacak pinggang.


"Sialannn....kau pikir aku selemah itu!! jangan panggil namaku Bambang Gentolet kalau aku tak bisa membunuh...


"Gen what?? ha ha ha gen apa tadi kau bilang Bambang." Ucap Ayara sambil tertawa karena mendengar nama Bambang yang lucu.


"Benar-benar cari mati kau Arial.!" Teriak Bambang menggila karena namanya direndahkan oleh Ayara.

__ADS_1


Senyum Ayara mengembang ketika melihat Bambang sudah terpancing emosi, ia lalu memberikan kode kepada dua orang bodyguard lainnya yang sedang memegangi kedua tangan Bambang. Mereka pun langsung mengangguk pelan ketika membaca kode yang diberikan oleh Ayara, setelah tangannya bebas Bambang segera melayangkan tinjunya ke arah Ayara dengan kekuatan penuh akan tetapi karena ia sedang terbawa emosi alhasil dengan mudah Ayara mengembalikan keadaan.


Karena Bambang melayangkan pukulannya secara terburu-buru ia tak menyadari kalau kakinya berpijak pada sebuah medan yang tak rata, alhasil ketika ia kehilangan keseimbangan ketika maju ke arah Ayara dan saat itulah Ayara melayangkan tinjunya ke perut buncit Bambang yang akhirnya membaut Bambang tersungkur kelantai dengan wajah jatuh terlebih dahulu.


Saat Bambang dalam posisi seperti itu Ayara langsung menarik satu tangannya dan dengan cepat melakukan kunci pada tangan Bambang sehingga membaut pria itu melolong kesakitan, semua orang yang ada disitu langsung menoleh ke arah Ayara yang hanya melakukan sedikit tekanan pada tangan Bambang pun merasa heran. Mereka tak menyangka kalau apa yang dilakukan Ayara membuat Bambang meraung-raung.


"Lebih baik kau mengaku atau ku putuskan saraf ditanganmu ini sehingga kau tak bisa menggunakan tanganmu lagi." Ucap Ayara dingin mengancam Bambang.


"Arrgghh.... ampunnn ampunnn sakit.." Jerit Bambang dengan suara serak.


"Bukan itu yang ingin aku dengar tapi yang lain Bambang gen gen tong kah apa tadi namamu susah sekali disebut.!" Hardik Ayara ketus.


"Iya saya mengaku saya mengaku ..saya disuruh oleh seseorang." Jawab Bambang terbata.


"Katakan oleh siapa.?" Tanya Henry penasaran.


"Oleh....


"Dorrr."


Suara tembakan terdengar keras, semua orang termasuk Henry pun kaget mereka saling pandang satu sama lain mencari siapa yang terluka.


"Arial kauuuuu.......


🌸Bersambung 🌸


**Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 20 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.


Terima kasih kakak-kakak.


Love u all** .

__ADS_1


__ADS_2