
Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE dan Baca novel thor lainnya yang berjudul FAITH 2.
Terima kasih.
Dengan perlahan Henry menggunting pakaian dalam Ayara, dinginya gunting yang menyentuh kulit Ayara tak sedingin tangan Henry saat ini. Begitu Henry berhasil menggunting bra miliknya dengan cepat Ayara menariknya kedepan sehingga saat ini ia hanya memakai handuk saja untuk penutup dadanya, Henry lalu melanjutkan aktivitasnya ia menggunting sampai habis t-shirt milik Ayara sampai ke leher. Kedua mata Henry sempat menjelajah punggung putih Ayara yang putih bersih, saat akan membantu Ayara mamakaikan handuk tiba-tiba ekor mata Henry melihat sebuah luka yang cukup besar di dekat tulang rusuk Ayara bagian samping.
"Siapa yang membuatmu memiliki bekas luka ini Yara?" tanya Henry dengan cepat.
"Luka apa?" tanya baik Ayara dengan cepat pura-pura tak tau dengan arah pembicaraan Henry.
"Luka di dekat tulang rusukmu sebelah kanan, siapa yang membuatmu mempunyai luka seperti itu. Jawab aku Yara!!" ucap Henry dengan nada meninggi sambil mencengkram tangan kanan Ayara dengan kuat.
"Kau mneyakitiku Henry," jawab Ayara pelan.
Henry langsung melepaskan tangan Ayara dengan cepat, ia lalu memeluk Ayara yang hanya tertutup dengan sehelai handuk saja dibagian tubuh bagian bawahnya. Henry mendaratkan kecupan di pundak Ayara dengan perlahan penuh penghayatan.
"Kenapa kau tak mau membagi lukamu denganku Yara, aku suamimu Yara...
"Calon suami," jawab Ayara pelan memotong perkataan Henry.
"Apa perlu aku ingatkan lagi ikatan diantara kita?"tanya Henry pelan menggoda Ayara.
"Akh sudahlah, sana keluar aku mau mandi," jawab Ayara mengalihkan pembicaraan sambil mendorong Henry agar pergi menjauh darinya.
Henry memang melepaskan pelukannya pada Ayara namun kedua matanya tetap menatap tajam pada Ayara yang wajahnya sudah memerah, kedua tangannya pun masih menyentuh pinggang Ayara.
"Aku akan tetap seperti ini sebelum kau bercerita padaku bagaimana kau bisa mendapatkan luka itu," ucap Henry kekeh, ia masih ingin tau penyebab Ayara mendapatkan luka besar di tubuhnya itu.
"Biarkan aku mandi dulu, setelah itu aku akan menceritakannya padamu," jawab Ayara pelan.
__ADS_1
Henry langsung melepaskan tangannya dari pinggang Ayara, bukannya pergi keluar dari kamar mandi Henry justru berlutut didepan Ayara sambil memegang guntingnya kembali.
"A--apa yang mau kau lakukan?" tanya Ayara terbata, ia sudah tau dengan maksud Henry berlutut dihadapannya.
"Tentu saja aku mau membantumu membuka celana jeans-mu ini," jawab Henry tanpa rasa bersalah.
"No!!!aku bisa sendiri, sana keluar. Aku makan mandi dengan cepat," sahut Ayara terbata dengan suara meninggi mengusir Henry keluar dari kamar mandi.
"Go Henry!!"
Tanpa bicara Henry langsung bangun dari lantai, ia lalu meletakkan guntingnya di atas wastafel lalu keluar dari kamar mandi dengan cepat tanpa menutup rapat pintu kamar mandi. Saat menyadari Henry sudah pergi dengan perlahan Ayara membuka celana panjangnya menggunakan satu tangan, tangan kirinya benar-benar tak bisa digerakkan karena jika digerakkan rasanya menusuk akan menyiksanya. Tanpa Ayara tau Henry melihat dengan jelas sewaktu ia akan melepaskan celana panjang, karena sudah hampir dua menit Ayara belum berhasil melepaskan celana panjangnya tanpa pikir panjang Henry masuk kembali ke dalam kamar mandi. Ia langsung berlutut dibelakang Ayara dan menyentuh celana panjang Ayara yang sulit diturunkan, Ayara yang tak menyangka Henry akan masuk lagi kekamar mandi memekik kaget.
"Aku hanya membantumu melepas celana tak lebih," ucap Henry denagn cepat, ia seolah tau dengan pikiran Ayara.
Ayara menganggukkan kepalanya perlahan merespon perkataan Henry, ia mencoba berdamai dengan dirinya sendiri karena posisinya saat ini sedang tak menguntungkan. Tangannya terluka dan nyaris tak memakai pakaian dihadapan Henry, Ayara berusaha menyembunyikan wajah merahnya dengan menatap dinding yang ada dihadapannya.
"Masuklah ke dalam bathup," ucap Henry pelan membuyarkan lamunan Ayara .
Melihat Ayara sudah masuk ke dalam air Henry kembali berlutut, ia lalu meraih rambut Ayara yang basah terkena air. Dengan perlahan Herny mengikat tinggi rambut Ayara menggunakan jepitan rambut milik Ayara yang ada di atas wastafel.
"Duduklah dengan tegak,biarkan aku memandikanmu," ucap Henry pelan sambil menyentuh pundak Ayara yang bersandar pada bathup agar duduk dengan tegap.
"Aku bisa sendiri," jawab Ayara dengan suara yang hampir tak terdengar.
"Lukamu bisa basah kalau kau mandi sendiri, ayolah niat baikku tak akan datang dua kali Yara," sahut Henry pelan sambil mendorong tubuh AYara agar duduk dengan tegap.
"Hanya membantuku mandi that's it!!" sengit Ayara ketus.
"Yes ma'am," ucap Henry dengan cepat sambil memberikan kecupan di punggung Ayara yang masih kering.
"Akhhh Henry....
__ADS_1
Ayara memekik kaget saat Henry mencium punggungnya, walau hanya sekedar kecupan namun bagi Ayara itu sudah mematikan dan cukup membuatnya nyarais menjerit dengan keras kalau tak segera menutup mulutnya dengan tangan kanannya. Henry tersenyum melihat ekspresi Ayara yang tak pernah ia sangka itu, ada sebuah kebangaan didalam dirinya yang tak bisa dideskripsikan saat ini.
Karena tak mau membuat Ayara senam jantung terlalu lama Henry akhirnya memepercepat aktifitasnya, ia lalu meninggalkan Ayara setelah selesai membantu Ayara menggosok punggungnya dengan sabun dan membantunya bilas.
"Henry kurang ajar beraninya dia melakukan ini padaku," ucap Ayara kesal sambil menurunkan tangan kanannya yang ia gunakan untuk menutupi dadanya, saat Henry menyiramkan air hangat ke punggungnya bukan air hangat yang Ayara rasakan. Ia merasa lima menit yang sudah berlalu tadi ia ada didalam sebuah kolam air es yang dingin menusuk tulang, sampai-sampai ia tak menggerakan tubuhnya sama sekali.
Diluar kamar mandi Henry tersenyum mengingat lima menit yang sudah ia lewati baru saja dengan Ayara.
"Kau akan segera jinak padaku Yara, aku pastikan itu," ucap Henry sambil tersenyum, ia lalu berjalan pelan meninggalkan kamar Ayara menuju ke meja makan yang ada dilantai satu.
Ayara yang sudah selesai berbilas berdiri dibalik pintu kamar mandi,memastikan Henry sudah benar-benar pergi dari kamarnya. Karena pintu kamarnya sudah dirusak oleh Henry tadi sore Ayara memutuskan untuk memakai baju tidurnya didalam kamar mandi, wajah Ayara memerah saat melihat baju tidur yang ia bawa. Kemarahannya makin memuncak saat melihat sebuah note yang terselip di baju tidurnya itu.
"Cecaaaarrrrr....awas kau ya!!!" pekik Ayara kesal.
🌼 Bersambung 🌼
VOTE VOTE VOTE
VOTE VOTE VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....
Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.
Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟
Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince
__ADS_1
Terima kasih