
Jangan lupa vote dan ratting bintang lima
Terima kasih
Selama dalam perjalanan Luigi diam tak bisa berkata-kata mendengar penjelasan dari Owen, kedua mata Luigi yang sebelumnya penuh dendam kini melembut. Melihat perubahan ekspresi Luigi yang konstan seperti itu membuat Owen semakin yakin bahwa Luigi adaalah pria baik.
Sementara itu ketiga anak buah Yamashita Ryuichi lainnya nampak sangat kesal melihat Luigi diam saja, ketiga pria Jepang yang sudah sangat patuh pada Yamashita Ryuichi itu saling pandang. Mereka kesal karena ponsel dan laptop mereka di rebut paksa ada Owen yang dinilai mempengaruhi Luigi.
"Kau tak usah khawatir, Tuan Henry dan nona Yara adalah orang yang baik mereka berdua pasti akan menerimamu dengan tangan terbuka," ucap Owen pelan sambil menepuk pundak Luigi secara perlahan.
"Entahlah aku merasa tak pantas untuk mendapatkan pengampunan dari mereka Owen," jawab Luigi lirih.
"Kau tak melakukan kesalahan apapun Luigi, jadi kau tenang saja. Lagipula kau juga tak berbuat jahat yang merugikan tuan Henry dan nona Yara, jadi tak ada alasan bagi mereka berdua untuk tak memaafkanmu. Mereka pasti akan menerimamu Luigi, kau pria baik Luigi," sahut Owen dengan suara meninggi mencoba untuk mengambil hati Luigi.
Luigi terdiam mendengar perkataan Owen, ia benar-benar sangat dilema saat ini. Entah mengapa setelah mendengar semua perkataan Owen hatinya merasa jauh lebih tenang, kemarahannya pun memudar secara perlahan. Pengakuan Owen yang menyebutkan Henry dan Ayara menganggap semua bodyguard adalah keluarga membuatnya merasa terharu, hidup seorang diri di jalanan membuatnya merasa sangat tersiksa sampai datanglah Dmitry yang ia anggap sebagai malaikat karena sudah mengambilnya dari pinggir jalan dan memberinya makan serta tempat tinggal. Sejak saat itulah bagi Luigi sosok Dmitry adalah segalanya dan menganggap Dmitry sebagai tuan yang harus dipatuhi, namun setelah mendengar perkataan Owen yang menyebutkan bahwa ia dan yang lainnya dianggap sebagai keluarga oleh Henry dan Ayara hatinya langsung terasa sakit. Pasalnya selama ini ia tak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu, baik dari Dmitry maupun dari Yamashita Ryuichi selama dua Minggu terkahir ini ia ada di kediaman mewahnya setelah kematian Dmitry.
Karena Owen dan Luigi berbicara menggunakan bahasa Spanyol ketiga anak buah Yamashita Ryuichi tak mengerti sama sekali dengan apa yang mereka bicarakan, namun satu hal yang mereka pahami adalah. Luigi sudah terpengaruh oleh anak buah Henry yang menangkap mereka ini dan itu membuat mereka kesal sekali, ternyata yang ditakutkan Okada Rui terjadi. Saat mereka mendengar tentang kedatangan Luigi ke Barcelona ketiga mata-mata setia Yamashita Ryuichi itu sudah diberikan peringatan oleh Okada Rui, ia khawatir Luigi akan berubah pikiran saat sampai di Spanyol. Dan kekhawatiran Okada Rui pun kini terjadi, Luigi bahkan bukan hanya berubah pikiran. Pemuda itu nampak berfikir dua kali atas apa yang terjadi, ia terlihat bimbang untuk melanjutkan misinya.
"Benar-benar tak berguna boneka satu ini, bisa-bisanya dia mengobrol panjang lebar dengan musuhnya," bisik salah satu anak buah Yamashita Ryuichi yang duduk di kursi paling belakang pada temannya yang duduk tepat dibelakang Owen dengan posisi tangan dan kaki terikat, menggunakan bahasa Jepang.
"Iya kau benar, aku rasa anak ini pasti sudah terpengaruh. Lihat saja raut mukanya, tak ada lagi dendam membara di kedua matanya," jawab seorang mata-mata lainnya merespon perkataan sang pria pertama.
"Kalau memang seperti ini maka tak ada cara lain, kita akan melakukan harakiri bersama- sama saat mobil ini berhenti," ucap sang pria ketiga dingin sambil menatap tajam ke arah Luigi yang sedang menunduk di kursi yang ada didepannya.
Karena ketiga pria itu berbicara menggunakan bahasa Jepang, tak ada satupun anggota Royal Blood atau Owen yang mengerti dengan arah pembicaraan mereka termasuk Luigi ditambah ketiga pria itu bicara sambil berbisik. Di tempat duduknya Owen masih tertunduk dengan perasaan campur aduk menjadi satu, dalam hati kecilnya ada dorongan besar yang meminta dirinya untuk tak melanjutkan misinya ini. Karena apa yang terjadi pada Dmitry adalah sebuah bentuk pertahanan diri yang dilakukan oleh Ayara karena Dmitry berusaha untuk membunuhnya, namun satu sisi dalam dirinya yang lain tetep mamaksanya untuk terus menjalankan misi.
Sementara itu Owen nampak tersenyum tipis melihat perubahan sikap yang ditunjukkan Luigi, ia berharap cara diplomatisnya ini berhasil membuat Luigi tak lagi melanjutkan tujuannya. Saat sebelum berangkat untuk menjemput Luigi sang tuan dan istrinya sudah berpesan kepadanya untuk menggunakan cara halus terlebih dahulu, Henry berharap dengan cara itu Luigi masih mau diajak bekerjasama sehingga tak akan ada darah yang harus ditumpahkan.
Setelah menempuh perjalanan selama hampir 45 menit mobil yang membawa Luigi dan ketiga anak buah Yamashita Ryuichi akhirnya tiba di lapangan yang ada di samping kediaman Alfredo, Henry sengaja meminta Owen untuk membawa Luigi dan ketiga orang Jepang itu ke tempat yang sudah ditentukan karena tak mau membuat mereka bisa mengakses masuk ke dalam rumah. Walaupun sebenarnya di sekitar rumah sudah dijaga ketat oleh anggota Royal Blood yang sudah bersenjata lengkap, namun tetap saja Henry tak mau mengambil resiko sekecil apapun.
"Mereka sudah sampai," ucap Ayara pelan sambil menatap tiga mobil yang baru saja masuk ke lapangan hijau tempat biasanya para bodyguard bermain sepak bola yang berada persis di samping rumah.
__ADS_1
"Iya, aku yang meminta Owen membawa Luigi dan orang Jepang itu ke lapangan sayang," jawab Henry dengan cepat sambil memakai rompi anti peluru nya.
"Apa aku perlu ikut?" tanya Ayara lirih.
"Tidak usah, tadi Owen sudah memberitau aku bahwa ia sudah berhasil merebut alat komunikasi milik Luigi dan ketiga orang Jepang itu jadi kau tak usah khawatir," sahut Henry tanpa jeda menolak permintaan Ayara.
"Tapi..."
"Please tinggallah dirumah saya, suamimu ini tak kalah hebat darimu. Jadi jangan ragukan aku," ucap Henry dengan cepat memotong perkataan sang istri yang terlihat sangat khawatir itu.
"Baiklah, aku percaya padamu. Hati-hati," pinta Ayara lirih.
Henry berjalan mendekati sang istri lalu memeluknya erat, tak lama kemudian ia berlutut tepat di depan perut Ayara yang masih rata kemudian menciumnya perlahan.
"Hey jagoan tolong beritahu kepada Mommy-mu ini bahwa Daddy bukanlah orang yang lemah, jadi Mommy-mu tidak perlu terlalu khawatir pada Daddy lagi," ucap Henry pelan sambil terus meraba-raba perut Ayara penuh cinta.
"Sudah sudah aku geli," sahut Ayara sambil terkekeh.
"Bangun dulu, aku tak mau bicara kalau kau masih berlutut seperti itu," jawab Ayara pelan dengan senyum cantik yang tersungging di wajahnya.
Mendengar permintaan Ayara membuat Henry akhirnya bangun, ia lalu menatap sang istri dengan lekat lalu mencium keningnya perlahan.
"Aku sangat mencintaimu Yara, kau harus tau itu. Walaupun ragaku tak ada disampingmu aku akan terus mencintaimu selamanya dan .."
"Stop jangan bicara seperti itu, aku tak mau mendengarnya. Kau harus selalu ada disampingku, menemaniku menjalani hidup. Kalau tak ada kau disampingku bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku, aku tak mungkin menjalani semuanya sendiri. Aku sudah kehilangan Mommy dan Daddy, aku tak mau kehilangan kau lagi jadi jangan pernah bicara seperti itu lagi padaku," sahut Ayara dengan cepat memotong perkataan Henry, tiba-tiba airmata nya menetes perlahan membasahi pipinya.
Dengan perlahan Henry menyeka airmata sang istri menggunakan kedua tangannya, ia kemudian mencium bibirnya dengan lembut untuk menghentikan tangisan Ayara yang mulai terdengar.
"Kita akan terus bersama-sama sampai maut memisahkan, jadi tak usah khawatir seperti itu. Aku akan tetap di sampingmu, menjagamu dan membesarkan anak kita sampai mereka menjadi orang yang hebat. Jadi jangan pernah berpikir yang aneh-aneh seperti itu," ucap Henry lembut mencoba untuk menenangkan Ayara.
"Iya aku tau tapi kenapa tadi kau harus bicara seperti itu. Aku tak mau mendengarnya, aku tak suka mendengarnya Henry," jawab Ayara terbata-bata.
__ADS_1
"Iya maaf...maafkan aku, aku janji tak akan mengatakan hal seperti itu lagi. Sekarang jangan menangis aku harus segera menyusul Owen," ucap Henry pelan.
"Ya sudah sana berangkat, Cecar akan menemanimu," sahut Ayara sambil berusaha tersenyum.
Henry menganggukkan kepalanya perlahan mendengar perkataan sang istri, ia lalu menoleh kearah Cecar yang baru saja bergabung dengan mereka di balkon kamar Ayara dilantai dua. Tak lama kemudian Henry pun berjalan keluar bersama Cecar meninggalkan Ayara yang masih berada di balkon, dari balkon kamarnya Ayara bisa melihat dengan jelas ke arah lapangan yang kini menjadi area genting. Di mana hampir semua anggota Royal Blood sedang mengarahkan senjatanya ke sebuah mobil Range Rover yang berisi Luigi dan ketiga anak buah Yamashita Ryuichi.
Kedua mata Ayara tak mengalihkan pandangannya sama sekali dari Henry yang sudah terlihat berada di lapangan, ia berjalan mendekati mobil Range Rover bersama Cecar. Tak begitu lama kemudian mobil Range Rover itupun terbuka lalu turunlah ketiga anak buah Yamashita Ryuichi satu-persatu lalu disusul Luigi bersama Owen.
Karena banyaknya anggota Royal Blood yang ada di sekitar mobil Range Rover itu, Ayara tak bisa melihat dengan jelas posisi sang suami yang sudah memakai pakaian serba hitam senada dengan pakaian Royal Blood. Karena anggota Royal Blood sudah berpindah ke arah yang lebih lapang meninggalkan ketiga mobil mewah yang sedang terparkir itu, Ayara mengalihkan pandangannya ke atas meja untuk mengambil gelas yang berisi air untuk membasahi tenggorokannya.
Namun baru saja Ayara menyentuh gelas tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat keras dari arah lapangan, sehingga membuat Ayara membatalkan niatnya untuk meraih gelas itu. Saat akan berbalik tiba-tiba terdengar suara teriakan yang sangat keras dari semua anggota Royal Blood di lapangan, mereka semua meneriakkan satu nama yang membuat takut Ayara.
"No...Henry is fine, dia sudah berjanji padaku. Dia pasti baik-baik saja," ucap Ayara lirih sambil menutup kedua telinganya, ia tak mau mendengar suara teriakan dari anggota Royal Blood yang terus-menerus memanggil nama Henry.
Saat Ayara sedang berusaha untuk meyakinkan dirinya bahwa Henry baik-baik saja tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dari luar dan masuklah Esmeralda dengan wajah memerah.
"Nona...tuan Henry dia..."
"Kenapa Henry!!!!" jerit Ayara dengan keras.
"Tuan Henry memegang bom lalu..."
Brukkkkk
"Nonaaa!!!"
Belum sempat Esmeralda menyelesaikan perkataannya Ayara sudah jatuh pingsan, mendengar perkataan Esmeralda yang baru sepenggal itu sudah membuat Ayara tak mampu menahan berat tubuhnya.
🌼 bersambung 🌼
☘️☘️Ada apa dengan Henry? kenapa bisa ada bom ditempat itu? terus ikuti Bodyguard cantik dan jangan ketinggalan satu episode pun ya kakak-kakak.
__ADS_1
JANGAN LUPA JUGA BANTU VOTE, BANTU BODYGUARD CANTIK MASUK 10 BESAR!!!TERIMA KASIH