
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting.
Ayara hanya bisa diam ketika melihat foto-foto dirinya ada ditangan kedua orangtuanya, ia sudah pasrah kali ini. Tak ada jalan lain baginya selain bicara jujur pada kedua orangtuanya dan memberikan alasan utama yang membuatnya menyembunyikan identitasnya.
Raisa dan Alfredo saling memberikan kode saat mendengar perkataan Ayara, ada rasa bangga dan sedih dalam diri mereka berdua saat mendengar alasan Ayara melakukan semua itu sampai selama ini.
"Tapi kau bisa bicara pada daddy sayang, kalau misalkan kau tak ingin sampai semua orang tau kalau kau adalah...
"Mereka pasti akan tau siapa aku daddy jika aku memberitahu daddy, apa daddy ingat kejadian sewaktu aku daftar kuliah ditempat lain. Waktu itu aku memang datang sendiri tanpa daddy, tapi daddy memerintahkan sepuluh orang untuk menjagaku," ucap Ayara memotong perkataan ayahnya.
"Setelah aku selesai mendaftar para dosen itu langsung meloloskan aku tanpa test begitu tahu kalau aku adalah putri Alfredo Del Castillo, padahal seharusnya untuk masuk ke kampus itu para mahasiswa harus melewati tahapan tes terlebih dahulu untuk uji kelayakan. Tapi yang aku dapat justru seperti itu, aku merasa sudah mengambil hak mahasiswa lain dad," imbuh Ayara dengan lirih mengingat kejadian tiga tahu lalu saat ia akan masuk ke salah satu universitas terbaik di Spanyol.
Ayara kemudian menceritakan secara detail alasan utamanya menyembunyikan jati dirinya, hal ini bermula saat ia akan mendaftar kuliah di salah satu universitas ternama. Para staff yang menerima pendaftaran mahasiswa baru di universitas itu pada awalnya terkejut ketika melihat Ayara dikawal oleh sepuluh pria berbadan kekar, sampai akhirnya ada salah satu staf yang mengatakan bahwa dia adalah Putri pertama Alfredo Del Castillo seorang pengusaha yang cukup terkenal di Spanyol. Oleh karena itu mereka langsung meloloskan Ayara tanpa melakukan tes atau registrasi lainnya, pada awalnya Ayara tak tahu kalau sistem di kampus itu harus tes terlebih dahulu. Ia mengira kalau hanya dari nilai ijasah SMA saja bisa langsung diterima sampai, akhirnya saat Ayara datang keesokan harinya untuk daftar ulang ia mendengar suara tangisan seorang gadis di toilet yang mengatakan kalau ia ditolak karena jatah kursinya sudah digeser oleh seorang anak pengusaha kaya.
Karena itulah Ayara memutuskan untuk menyembunyikan jati dirinya dari semua orang di kampusnya termasuk dari para dosen dan rektor, untuk mendapatkan perlakuan yang sama seperti para mahasiswa yang lain disaat banyak siswa yang ingin mendapatkan perlakuan istimewa Ayara justru menolak. Raisa dan Alfredo yang mendengar cerita Ayara langsung terdiam begitu pula dengan semua orang yang ada di ruang perawatannya itu, termasuk dokter Agnes dan tiga orang suster yang tadi memeriksa kondisi Ayara.
Raisa kemudian mendekati Ayara dan memeluk putrinya itu dengan erat sambil mencium kening dan pipi nya berkali-kali dengan mata berkaca-kaca.
"I'm very proud of you, honey."bisik Raisa dengan suara bergetar menahan tangis.
"Me too" jawab Alfredo dengan cepat.
"Jadi mommy dan daddy tidak marah padaku bukan karena aku melakukan itu?" tanya Ayara dengan cepat sambil melepaskan pelukan Raisa.
Raisa mencubit hidung mancung Ayara dengan gemas saat mendengar pertanyaan putri kesayangannya itu, ia tak bisa marah pada anaknya apalagi setelah mengetahui alasan sebenarnya dibalik keputusan Ayara untuk menyembunyikan jati dirinya dari semua orang. Begitu pula dengan Alfredo yang hanya bisa membelai rambut panjang Ayara yang sedikit berantakan dengan senyum penuh kebanggaan.
Dokter Agnes dan tiga suster yang menemaninya nampak tersenyum melihat keharmonisan keluarga pengusaha kaya yang ada di hadapannya saat ini, feeling-nya tentang Ayara benar bahwa gadis yang tadi ia tolong itu bukanlah gadis sembarangan. Setelah melakukan pemeriksaan terakhir Ayara akhirnya diperbolehkan untuk pulang oleh dokter Agnes, dokter Agnes mengatakan akan mengirim satu orang petugas ke rumah Alfredo tiap pagi untuk mengecek kondisi Ayara jadi mereka tidak perlu pergi ke rumah sakit kembali.
__ADS_1
Alfredo nampak tersenyum mendengar perkataan dari dokter Agnes, ia cukup puas dengan perawatan yang diberikan rumah sakit itu kepada putri kesayangannya.
"Baiklah dokter kami pamit pulang, terima kasih atas pelayanan yang diberikan kepada putri kami. Saya berhutang banyak kepada anda," ucap Alfredo pelan saat berpamitan kepada dokter Agnes di lobby rumah sakit.
"Itu adalah tugas dan kewajiban kami tuan, jadi anda tidak perlu merasa berhutang budi seperti itu," jawab dokter Agnes sambil tersenyum.
"Jangan merendah seperti itu dokter, saya yakin anda adalah orang baik. Sungguh beruntung rumah sakit ini memiliki dokter seperti anda," sahut Raisa dengan cepat sambil memegang tangan dokter Agnes.
Dokter Agnes tak bisa berkata apa-apa lagi selain hanya bisa tersenyum mendengar perkataan tuan dan nyonya Del Castillo yang berterima kasih kepadanya berkali-kali karena merawat putri kesayangan mereka. Tak lama kemudian Alfredo mengajak Ayara untuk pulang seperti yang dikatakan sebelumnya oleh dokter Agnes. Dengan menggunakan mobil Limusin yang dikawal lima mobil Anti peluru di depan dan di belakangnya Ayara kembali pulang ke rumah bersama kedua orang tuanya. Ayara cukup bisa bernafas lega karena tak ada satu orang pun yang bertanya kronologi kenapa ia bisa mendapatkan luka seperti itu, dokter Agnes hanya mengatakan bahwa ia mengalami terkilir karena terjatuh saja.
Saat rombongan mobil yang membawa Ayara pulang dari rumah sakit San Juan de Dios de córdoba menuju kediaman mewah Alfredo Del Castillo masuklah sebuah mobil ke rumah sakit itu dengan cepat, tak lama kemudian dari mobil itu keluar seorang pria tampan dengan tergesa-gesa. Ia berjalan menuju ke resepsionis untuk menanyakan perihal seorang gadis yang kakinya terluka yang datang seorang diri ke rumah sakit San Juan de Dios de córdoba, pihak rumah sakit mengatakan kalau mereka tak bisa memberikan informasi seperti itu kepada sembarang orang apalagi kepada orang yang tidak ada hubungannya dengan pasien alhasil pria yang baru saja sampai ke rumah sakit itu merasa kecewa.
"Kita kemana lagi tuan Dmitry?" tanya seorang pria paruh baya yang merupakan supir pribadi pria tampan itu dengan penuh hormat.
"Lebih baik kita kembali ke hotel saja, aku sudah tidak tau lagi harus mencari dimana gadis itu," jawab Dmitry dengan senyum yang dipaksakan.
Entah apa yang membuat Dmitry rela mengejar seorang gadis yang menabraknya tadi, padahal niat awalnya ia hanya ingin tahu kemana gadis itu pulang. Akan tetapi saat mengetahui bahwasanya gadis itu pergi ke rumah sakit ia pun akhirnya merasa khawatir, karena sebelum gadis itu pergi dengan taksi ia bisa melihat kalau gadis yang menabraknya tadi nampak jalan dengan tertatih-tatih.
Drrrttttt...
Ponsel yang dipegang oleh Dmitry tiba-tiba bergetar, ia lalu melihat ponselnya itu dengan cepat untuk melihat siapa yang menghubunginya. Tak lama kemudian raut wajahnya pun berubah dengan drastis sehingga membuat sopirnya yang sudah membukakan pintu untuknya merasa heran.
"Ada apa tuan?" tanya supirnya kembali.
"Sepertinya kita harus pergi ke tempat lain Daniel," jawab Dmitry dengan cepat.
"Kemana tuan?" tanya sang sopir yang bernama Daniel kembali.
__ADS_1
"Antar aku ke tempat toko bunga, aku harus membelikan bunga untuk rekan bisnis ku yang anaknya sakit," jawab Dmitry dengan cepat.
"Siap tuan," sahut Daniel patuh.
Dmitry kemudian masuk ke dalam mobilnya dengan cepat, dilayar ponselnya nampak sebuah pesan masuk ia terima dari seorang pria yang ia tulis dengan insial Mr.A yang mengatakan kalau ia meminta menunda jadwal makan malam mereka karena anaknya sakit.
🌼Bersambung 🌼
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....
Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.
Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟
Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince
Terima kasih
__ADS_1