
Jangan lupa vote dan ratting bintang lima
Terima kasih
Terlihat sebuah mobil serba hitam masuk ke dalam halaman kediaman Alfredo, tak lama kemudian keluarlah Ayara dan Henry dari
mobil itu. Mereka berdua baru saja kembali dari rumah sakit tempat dokter Daniela praktek, Ayara meminta obat penguat kandungan pada sang dokter untuk berjaga-jaga. Pada awalnya dokter Daniela tak mau memberikan obat itu karena merasa Ayara tak membutuhkannya, namun pada saat Henry mulai bicara akhirnya sang dokter pun mau memberikan obat itu pada Ayara.
"Selamat datang Nona, Tuan," sapa beberapa orang bodyguard pada Ayara dan Henry yang masuk ke dalam rumah.
"Terima kasih, oh ya dimana Jasper dan yang lain?" tanya Henry dengan cepat.
"Tuan Michael, Tuan Jasper dan Cecar sedang berlatih menggunakan pistol di halaman belakang tuan bersama anggota Royal Blood," jawab sang bodyguard kembali dengan cepat.
Henry terlihat menganggukan kepalanya perlahan merespon perkataan sang bodyguard, ia lalu meneruskan langkahnya menyusul Ayara yang sudah naik ke kamarnya yang ada dilantai dua. Saat sudah sampai di depan kamar Henry menghentikan langkahnya ketika melihat Ayara sedang berdiri di balkon menatap hamparan padang rumput luas yang ada di belakang rumahnya, di mana saat ini terlihat semua anggota Royal Blood sedang bersiap.
"Apa yang sedang kau lakukan disini sayang?" tanya Henry lirih sambil melingkarkan tangannya di perut Ayara dari belakang.
"Aku hanya merasa sedikit bersalah kepada mereka semua," jawab Ayara dengan cepat tanpa mengalihkan pandangannya dari anggota Royal Blood yang sedang berlatih bersama Jasper, Cecar dan Michael.
"Bersalah pada siapa?" tanya Henry kembali dengan cepat.
"Aku merasa bersalah pada mereka semua yang harus ikut terlibat dalam masalah ini, ini adalah masalah pribadiku dengan ayah kandungku Henry yang seharusnya tidak melibatkan banyak orang di dalamnya apalagi sampai menimbulkan korban jiwa seperti yang sudah terjadi pada Luigi. Aku tak mau ada korban jiwa jatuh lagi dari pihak kita," jawab Ayara lirih.
Mendengar perkataan Ayara membuat Henry terdiam, ia lalu melepaskan pelukannya di perut Ayara kemudian memutar tubuh sang istri menghadapnya. Perlahan Henry meraih wajah Ayara yang tertunduk menggunakan kedua tangannya dan membawanya ke arah wajahnya, dengan cepat ia memberikan sebuah kecupan penuh cinta di bibir tipis Ayara yang tak terkena lipstik.
"Mereka bekerja atas keinginanku sayang, jadi kau tak perlu merasa bersalah ataupun merasa sedih karena sudah melibatkan anggota Royal Blood dalam masalah ini," ucap Henry lirih mencoba untuk menenangkan Ayara.
__ADS_1
"Aku tau hanya saja..."
Cup
Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya karena Henry sudah mendaratkan sebuah kecupan di bibirnya kembali, namun kali ini bukan hanya sebuah kecupan melainkan sebuah ciuman hangat dari Henry yang penuh gelora. Pada awalnya Ayara menikmati ciuman dari Henry, namun lama-kelamaan ia akhirnya menyadari bahwa ciuman sang suami bukanlah sekedar ciuman biasa. Akan tetapi sebuah ciuman berhasrat yang biasa ia lakukan ketika akan bercinta.
"Hen..ry ssstoopp," ucap Ayara terbata, berbicara dengan bibir yang masih dicium oleh Henry bukan hal yang mudah.
"I want you," jawab Henry pelan sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh Ayara.
"Not here...please," pinta Ayara lirih sambil mendorong dada Henry agar menjauh darinya.
"Dua kali," sahut Henry cepat tanpa rasa bersalah.
"Apa yang dua kali?" tanya Ayara kaget dengan wajah yang sudah bersemu merah di kedua pipinya.
"Kau tau dengan sangat baik maksud perkataanku sayang, jangan memancingku untuk melakukannya disini," jawab Henry pelan di telinga Ayara, nafasnya terasa panas saat menyentuh kulit leher Ayara yang menunjukkan kalau ia sudah sangat berhasrat pada Ayara.
Henry menggendong Ayara ala bridal style dengan cepat tanpa aba-aba sehingga membuat Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya, Henry membawa Ayara masuk ke dalam kamar dengan cepat. Ia benar-benar tak bisa menahan dirinya lebih lama lagi, berada didekat Ayara membuatnya hampir gila. Ketika sudah ada didalam kamar Henry menurunkan tubuh Ayara dengan perlahan diatas ranjang, setelah itu ia berputar ke arah sisi ranjang yang lain. Dengan gerakan perlahan namun pasti ia melepaskan celana panjang yang dipakai Ayara sambil sesekali mendaratkan kecupannya di paha mulus sang istri yang membaut Ayara menggelinjang kegelian, melihat Ayara mengeliat seperti ulat semakin membaut Henry bersemangat. Ia mempercepat aktivitasnya, setelah berhasil melepaskan celana yang dipakai oleh sang istri Henry lalu kembali memberikan stimulasi di betis dan paha Ayara berkali-kali dengan ciuman lembutnya.
Suara erangan Ayara terdengar jelas ditelinga Henry saat kecupan Henry berakhir di panties warna hitam yang dipakai oleh Ayara, walaupun Henry belum melakukan apapun di area kesukaannya itu namun Ayara sudah memberikan respon yang luar biasa dan itu membuat Henry menggila.
"Henry stoppp akh jangan...jangan siksa aku," pinta Ayara lirih sambil mencengkram rambut Henry, ia berusaha menjauhkan wajah Henry dari area paling sensitifnya itu dengan sekuat tenaga namun usahanya sia-sia karena kekuatannya tak berati bagi Henry yang sudah berhasil menyibak panties yang dipakainya.
Henry terlihat menikmati area kesukaannya itu dengan sangat nikmat, berkali-kali ia mengeluarkan lidahnya menyapu area itu dan seketika membuat Ayara membeku. Lidah Henry yang menari-nari diarea itu langsung membuatnya lemas dan tak berdaya.
"Akkk Henrrryyy..." jeritan Ayara terdengar makin keras saat Henry memasukkan lidahnya lebih dalam ke dalam tubuh Ayara, Ayara yang berusaha untuk melepaskan dirinya dari Henry tak bisa berbuat apa-apa. Pasalnya Henry sudah membuka lebar kedua pahanya dan menempatkan kepalanya diantaranya dengan sangat pas, belum lagi cengkraman tangan Henry yang menahan gerakan paha Ayara yang sudah basah dengan keringat karena aktivitas Henry di tempat itu.
__ADS_1
"Stopp Henry...aku tak kuat," pinta Ayara terbata.
"Aku belum melakukan apa-apa baby, kau tenang saja. Kita ikuti petunjuk dokter Daniela untuk tak terlalu keras, aku sedang melakukannya dengan lembut baby...nikmati saja," jawab Henry pelan sambil mengangkat wajahnya dari bawah menatap Ayara yang wajahnya sudah penuh dengan keringat.
"I-iya tapi aku tak bisa Henry mmmpphh..." Ayara menggigit ujung bantal dengan kuat karena gak kuasa menerima perlakuan Henry yang begitu membuatnya menggila.
Mendengar perkataan Ayara membuat Henry tersenyum, ia lalu bangun dan beralih ke tubuh bagian atas Ayara yang masih tertutup pakaian dengan sempurna. Sama seperti biasanya saat Henry sudah ada di puncak birahi ia tak sabar membuka kancing pada blouse yang dipakai Ayara, tanpa pikir panjang dengan cepat ia menarik kedua sisi blouse itu sehingga menyebabkan kencing-kancing yang terpasang di blouse itu terlepas begitu saja dan membuat kedua bukit indah milik Ayara yang masih tersembunyi dibalik bra motif bunga yang warnanya senada dengan panties yang sudah dilepas Henry terlihat jelas.
Dengan cepat Henry mengeluarkan kedua bukit indah itu dari pelindungnya dan langsung melahapnya dengan rakus yang kembali membuat Ayara menggila, ia tak siap mendapatkan serangan bertubi-tubi dari Henry.
"Hamil membuatmu makin seksi dan menggairahkan sayang," bisik Henry lirih ditelinga Ayara sambil meraba salah satu bukit indah milik Ayara yang volumenya terasa makin berisi dengan lembut.
"Dasar messuummm mmpphh,"
Ayara menutup mulutnya rapat saat Henry mulai memasuki dirinya dengan perlahan, walaupun Henry baru akan memulai permainan namun seluruh tubuh Ayara sudah basah dengan keringat.
Sementara itu di lapangan terlihat semua anggota Royal Blood sudah selesai berlatih dengan senjata, begitupula dengan Cecar. Kemampuan menembak Cecar bahkan jauh lebih baik dari semua anggota Royal Blood dan ini membuat Jasper kagum.
"Seandainya kau masuk Royal Blood kau pasti sangat hebat Cecar," ucap Michael pelan memuji Cecar.
"No way, aku akan tetap jadi anak buah nona bos. Aku tak akan membiarkan kau menggantikan posisiku disamping nona bos Mickey Mouse," jawab Cecar ketus sambil berjalan menuju meja untuk meraih minum.
"Kau ini benar-benar Cecar!!! menyebalkan," teriak Michael dengan keras.
Melihat pertengkaran kecil antara Cecar dan Michael membuat Jasper tertawa, ia senang karena tuan mudanya di kelilingi orang-orang yang menyenangkan.
🌼 bersambung 🌼
__ADS_1
☘️☘️ Persiapan semakin matang, tinggal menunggu perintah dari Henry yang masih belum puas menikmati waktunya bersama Ayara. Akankah Yamashita Ryuichi menyadari kalau saat ini ia sudah diintai lawan? terus ikuti Bodyguard cantik dan jangan ketinggalan satu episode pun ya kakak-kakak.
JANGAN LUPA JUGA BANTU VOTE, BANTU BODYGUARD CANTIK MASUK 10 BESAR!!!TERIMA KASIH