
Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk Votting.
Terima kasih.
Henry terlihat merapikan selimut yang membalut tubuh Ayara, ia lalu keluar dari kamar dan berjalan menuju kursinya dimana Michael menunggunya sambil tersenyum.
"Sudah selesai tuan? cepat sekali tumben...biasanya tuan kan kalau bercinta pasti....
Plakkk
"Awww...." Michael tak bisa menyelesaikan perkataannya karena di pukul kepalanya oleh Henry.
"Jaga bicaramu Mike, aku tak mungkin melakukan itu padanya ditempat seperti ini. Lagipula aku sudah berjanji pada kedua orang tuanya untuk tak menyentuh Yara," ucap Henry ketus sambil meraih gelas yang berisi wine yang ada dihadapannya dengan cepat.
"He he he... maaf tuan, abisnya kalian baru terbang tiga puluh menit sudah masuk kamar. Orang lain pasti mengira kalau kalian sedang bercinta, ya kan guys," sahut Michael pelan sambil melirik ke arah delapan bodyguard yang ikut bersamanya kembali ke Dublin.
Delapan orang bodyguard yang ada di dalam pesawat hanya tersenyum lebar tanpa bersuara merespon perkataan Michael, mereka tak berani mengeluarkan suara karena takut Henry marah.
"Dasar penghianat," cibir Michael kesal, ia merasa para bodyguard tak mau bekerja sama dengannya.
Henry hanya tertawa melihat Michael, ia lalu membuka laptopnya dan membaca beberapa file yang belum sempat ia baca dari kemarin karena ia sibuk merayu Ayara agar mau pulang bersamanya ke Irlandia. Wajah Henry terlihat sangat serius ketika membaca file-file yang ada di laptopnya sehingga membuat Michael tak berani menggodanya, ia pun akhirnya ikut menyibukkan diri dengan tablet miliknya.
"Kenapa Dmitry hanya di hukum lima tahun Mike," tanya Henry lirih, ia kaget saat membaca sebuah email masuk dari salah satu petugas interpol.
__ADS_1
"Begitulah, dugaanku ada orang kuat dibelakangnya tuan. Tapi lima tahun juga pasti tak lima tahun, ia akan dikurangi remisi dan lain sebagainya. Jadi mungkin ia hanya akan dipenjara selama dua tahun saja paling lama tuan," jawab Michael pelan merespon perkataan Henry.
"Tebakanku juga seperti itu, kenapa disaat kita sudah berhasil membuatnya tak berdaya masih saja ada orang yang membantunya. Aku khawatir saat dia keluar dari penjara nanti mungkin dia akan bertindak lebih jauh lagi dari sekarang Mike," ucap Henry datar sambil memijat kepalanya, usahanya selama empat tahun ini untuk menangkap Dmitry tak benar-benar membuatnya merasa puas.
"Aku merasa aktingku menjadi orang bodoh selama ini sia-sia Mike, toh pada akhirnya ia hanya sebentar di dalam penjara," imbuh Henry kesal.
Michael terdiam mendengar perkataan sang tuan, ia pun merasakan kekesalan yang sama dengan tuannya itu. Perjuangan mereka selama ini tak sebanding dengan hasil yang diinginkan, belum lagi dengan Ryan Bray yang masih memusuhi Henry secara terang-terangan. Wajah Michael tiba-tiba berubah saat mengingat Ryan Bray, ia menoleh ke arah Henry dengan tatapan tajam.
"Kau kenapa menatapku seperti itu Mike?" tanya Henry jengkel, ia tak suka melihat tatapan Michael yang seperti akan menelannya bulat-bulat.
"Ryan Bray, bagaimana jika ia tau kalau anda dan nona Yara akan menikah tuan?! aku yakin ia pasti akan menggila saat tau mengenai hal itu tuan," jawab Michael terbata.
"Aku sudah siap dengan segala konsekwensinya Mike, aku hanya tak mau kehilangan Ayara lagi. Sudah cukup tiga tahun aku hidup tanpanya, aku tak perduli Ryan akan memusuhiku atau tidak yang pasti aku harus menikahi Ayara terlebih dahulu. Masalah itu aku bisa pikirkan nanti," sahut Henry pelan dengan nada mantap penuh percaya diri.
"Sudahlah Mike, aku tak mau bahas itu dulu. kau baca dulu saja berkas-berkas ini, aku mau tidur dengan istriku. Perjalanan masih enam jam lagi menuju Dublin, jangan ganggu kami Mike," ucap Henry ketus memotong perkataan Michael dengan cepat sambil berdiri, setelah itu Henry berjalan pelan menuju ke kamar pribadinya dimana Ayara sedang tidur.
Sesampainya dikamar ia tersenyum ketika melihat Ayara tidur dengan sangat pulas, wajah cantiknya terlihat begitu damai saat tidur. Tanpa sadar Henry tersenyum melihat pemandangan yang ada didepannya, ia benar-benar sudah sangat jatuh cinta pada Ayara. Perlahan ia merebahkan tubuhnya disamping Ayara yang sedang tidur miring menghadap body pesawat membelakanginya, Henry pun melingkarkan tangannya ke perut Ayara dengan perlahan. Wangi shampoo si rambut Ayara begitu menusuk Indra penciumannya belum lagi dengan kelembutan leher jenjang Ayara yang tersibak karena rambutnya terangkat keatas.
"Aku mencintaimu Yara, akan kulawan dunia yang berusaha merebutmu dariku. Aku tak bisa berfikir jernih lagi saat ini, bagiku kau adalah segalanya. Jangan tinggalkan aku Yara, terus dampingi aku sampai aku berhasil meraih semua mimpiku. Dan untuk itu aku perlu kau ada disampingku, aku mencintaimu Yara sangat mencintaimu..."bisik Henry pelan ketelinga Ayara, tak lama kemudian kedua matanya terpejam secara perlahan. Ia ikut tertidur menuju alam buaian menyusul sang kekasih sang sudah terlelap terlebih dahulu.
Perlahan namun pasti kedua mata Ayara terbuka sedikit demi sedikit, sebuah senyuman tersungging di bibirnya. Ia belum benar-benar tidur saat tadi Henry meninggalkannya pertama kali, pada awalnya Ayara ingin ikut bergabung bersama Henry dan Michael namun niatnya ia batalkan ketika mendengar Henry membahas tentang Dmitry dan Ryan. Dari kamar ia bisa mendengar dengan jelas percakapan Henry dan Michael karena itu Ayara memutuskan untuk menguping dari kamar saja, ia pun memutuskan untuk pura-pura tidur saat mendengar Henry akan masuk lagi ke kamar.
Mendengar semua perkataan Henry dari awal membuat hati Ayara sedikit demi sedikit terbuka, ia mulai memberikan ruang untuk Henry di dalam hatinya.
__ADS_1
"Aku harap yang terucap dari mulutmu adalah sebuah kejujuran Henry, karena jika kau berbohong maka akulah yang akan mengiris lidahmu dengan tanganku sendiri," ucap Ayara dalam hati.
Ayara kemudian memejamkan kedua matanya, kali ini ia benar-benar mengantuk. Pelukan Henry terasa nyaman baginya, satu hal yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya kini benar-benar terjadi. Tidur satu ranjang dengan seorang pria, berbagi udara yang sama. Saling berbagi kehangatan kulit satu sama lain.
πΌ Bersambung πΌ
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....
Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.
Berikan juga ratting bintang lima π π πππ
Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince
__ADS_1
Terima kasih