
Budayakan vote dan ratting sebelum baca
Ryan terdiam mendengar perkataan Ayara , ia tak menyangka gadis baru yang saja ia terima bekerja mengundurkan diri sesaat setelah ia diterima .
"Aku tak menolaknya." Ucap Ryan dengan cepat.
"Apa maksudmu." Tanya Ayara dengan ketus .
"Saat kau sudah mendaftarkan dirimu untuk menjadi pelayanku maka kau sudah terikat kontrak seumur hidup di rumah ini , jadi kau tak akan bisa meninggalkan rumah ini tanpa seijinku." Jawab Ryan sambil melipat tangannya di dada .
"What seumur hidup kau bilang !!! kau sudah gila Ryan , bahkan bekerja di perusahaan saja tak ada yang seperti ini." Pekik Ayara dengan suara meninggi.
"Di rumah ini aku adalah orang yang paling berkuasa untuk membuat aturan sesuka hatiku , jadi tak ada orang yang bisa membantah nya termasuk dengan kau Ayara . Jadi sekarang lebih baik kau kembali ke kamarmu karena tugas pertamamu akan segera diberikan oleh Joshua." Ucap Ryan sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Kau pikir kau siapa Ryan....kau adalah manusia paling menyebalkan di dunia ini !! aku membencimu Ryan Bray pergi kau ke neraka.!!!" Teriak Ayara penuh amarah setelah melihat Ryan dan Joshua pergi meninggalkannya.
Ryan hanya tersenyum mendengar umpatan dari Ayara , ia meneruskan langkahnya menuju rumah utama meninggalkan Ayara yang masih berdiri di pintu samping bersama beberapa orang pengawalnya . Joshua pun hanya bisa diam melihat tingkah aneh sang majikan yang hanya diam ketika di umpat oleh orang lain , pasalnya Ryan tak pernah mendapat umpatan kasar seperti itu dari orang lain sebelumnya . Oleh karenanya ia merasa heran ketika melihat majikannya hanya diam saja saat Ayara memaki-maki nya seperti tadi.
Setelah Ryan dan Joshua pergi tiga orang pengawal pribadi Ryan Bray memaksa Ayara untuk masuk ke dalam rumah khusus pelayan yang ada di bagian belakang rumah utama , Ayara pun akhirnya meluluh karena mengingat perjanjian yang sudah dibuat dengan Henry dan tujuan utamanya datang ke rumah Ryan . Ia hanya pasrah ketika dipaksa masuk ke dalam rumah khusus pelayan , walau sebenarnya ia masih sangat marah ketika mendengar peraturan yang tak masuk akal yang ia dengar sebelumnya keluar dari mulut Ryan Bray .
Ayara akhirnya masuk ke dalam kamarnya yang cukup luas , ia kemudian meletakkan tas yang berisi pakaiannya di dalam lemari yang sudah tersedia di kamar itu . Hal yang sama pun juga dilakukan oleh keempat orang gadis yang melamar pekerjaan yang sama seperti dirinya , mereka berempat mendapatkan kamar sendiri-sendiri sama seperti Ayara . Saat akan berganti pakaian dengan pakaian pelayan yang sudah disediakan sebelumnya , mata Ayara menangkap benda aneh yang terletak di sebelah jam yang tergantung di dalam kamarnya . Dengan perlahan Ayara mendekati benda itu dan tersenyum tipis ketika melihat benda bulat berwarna hitam yang berkilat itu.
"Benar-benar pria gila." Ucap Ayara lirih ketika sudah berhasil melepas benda yang ia lihat sebelumnya .
Tok
Tok
__ADS_1
Tok
"Ayara ....ayo cepat keluar , kita sudah ditunggu oleh tuan Joshua di halaman belakang ." Ucap Dewi sang pelayan lainnya mengetuk pintu kamar Ayara.
"Iya sebentar aku sedang berganti pakaian." Jawab Ayara dengan berteriak.
"Oke kalau begitu kami duluan ya dan segera susu kami." Sahut Dewi dengan suara yang hampir tak terdengar karena tersamarkan dengan suara lari para pelayan lainnya.
"Baiklah let's start the game Ryan." Ucap Ayara dalam hati .
Ayara kemudian melepas pakaiannya untuk berganti dengan pakaian pelayan yang ada di atas tempat tidurnya ,setelah memakai seragam Ayara kemudian keluar dengan cepat untuk menyusul Dewi dan ketiga teman lainnya ke halaman belakang untuk menemui Joshua.
"Ayara !!! kenapa kau baru datang." Hardik Joshua pada Ayara yang baru saja bergabung dengan Dewi dan ketiga pelayan lainnya.
"Dimana tuanmu ?? aku perlu bicara dengannya." Jawab Ayara dengan ketus.
"Kalau pria mesum itu tak mau menemuiku sekarang juga , maka jangan salahkan aku jika aku aku aku berhenti dari pekerjaan ini dan melaporkan kalian pada dinas ketenagakerjaan karena sudah melakukan kerja paksa pada perempuan." Ucap Ayara sambil menatap tajam ke arah Joshua .
Dari ruang kerjanya Ryan hanya tersenyum ketika melihat Ayara marah kepada asisten pribadinya , ia kemudian bangkit dari kursinya dan berjalan keluar menuju ke halaman belakang di mana Joshua masih berdiri dengan kelima pelayan barunya . Ryan merasa ada sesuatu yang berbeda dari sosok Ayara , oleh karena itu ia bertekad untuk tetap menahan Ayara berada di kediamannya .
"Ada perlu apa kau mencariku Ayara.?" Tanya Ryan dengan suara keras .
"Tuan muda. " Sahut Joshua dengan kaget ketika melihat Ryan datang .
"Tak apa Josh ." Bisik Ryan pelan menenangkan asisten pribadinya itu sambil berjalan mendekati Ayara .
"Kenapa kau tak menjawab pertanyaanku Ayara.?" Tanya Ryan kembali dengan tersenyum .
__ADS_1
"Aku pikir kau adalah seorang pria yang masih punya harga diri dan martabat , tapi nyatanya kau tak punya semua itu selain kesombongan dan keangkuhanmu itu Ryan Bray ." Jawab Ayara dengan tatapan penuh kebencian ke arah Ryan yang sedang berdiri di hadapannya.
Deg
Ryan langsung terdiam mendengar perkataan Ayara , kedua matanya langsung memerah karena menahan emosi . Kesabarannya rupanya benar-benar sudah habis untuk menghadapi Ayara pelayan barunya itu.
"Kau benar-benar menguji kesabaranku Ayara , aku sudah terlalu baik kepadamu sejak tadi tapi rupanya kebaikanku itu tak pernah kau anggap jadi jangan salahkan aku jika aku berbuat kasar kepadamu saat ini juga ." Ucap Ryan dengan menggunakan bahasa Inggris.
"Oh ya....jadi sekarang apa yang mau kau perbuat lagi saat ini ? setelah dengan sangat menjijikkan kau memasang kamera tersembunyi di kamar seorang pelayan wanita seperti ini ." Sahut Ayara sambil melempar kamera kecil yang ia temukan di kamarnya tepat dihadapan Ryan.
"Hidden camera." Pekik Ryan dan Joshua bersamaan sambil menatap kamera kecil yang ada didepan kaki Ryan .
"Cihhh....tak usah pura-pura seakan kau tak tahu tentang ini." Sahut Ayara dengan cepat sambil berkacak pinggang .
Ryan langsung melirik ke arah Joshua ia memberikan kode kepada asisten pribadinya itu , yang tak lama kemudian dibalas anggukan kecil oleh Joshua .
"Kalian ikut aku sebentar." Ucap Joshua mengajak empat gadis lainnya pergi meninggalkan Ryan dan Ayara di halaman belakang .
Setelah Joshua pergi Ryan kemudian menatap Ayara dari ujung kaki sampai ujung rambut tanpa berkedip , tak lama kemudian sebuah senyuman tersungging tipis di wajahnya.
"Siapa sebenarnya kau Ayara akh tidak siapa yang mengirimu kesini .?" Tanya Ryan dingin .
🌼Bersambung 🌼
Jangan lupa like , komentar dan baca novel Thor yang lainya diantaranya :
Faith 2 The return of the prince
__ADS_1
Budayakan vote dan Ratting setelah baca , terima kasih .