Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Welcome to my world


__ADS_3

Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE


Ayara berteriak keras saat Henry membuat tanda kepemilikan di salah satu bukit indahnya, hisapan Henry terasa sangat kuat sehingga membuatnya kesakitan dan pada saat Henry melepaskan kecupannya dari bukit indah istrinya itu ia tersenyum ketika melihat kissmark yang ia buat terlihat sangat ungu kemerahan.


"Aku hanya membuat ini kau tak perlu menjerit sekeras itu sayang," ucap Henry pelan sambil meraba hasil karyanya.


"Henry kau jahat, aku benci padamu," jawab Ayara terisak, dadanya naik turun karena tegang. Ia kira akan diperkosa oleh Henry disaat sedang haid.


"Kau harus mulai memahami posisimu sayang, kau adalah istriku. Belajarlah menghargai aku sebagai suamimu, kau tak bisa bertindak sesuka hatimu. Sekarang akulah yang mempunyai tanggung jawab penuh padamu," sahut Henry dengan cepat.


Ayara terdiam mendengar perkataan Henry, kedua matanya yang berkaca-kaca masih menatap Henry tanpa berkedip. Ada sedikit penyesalan dalam dirinya karena melawan Henry, semua yang dikatakan oleh Henry adalah sebuah fakta yang sebenarnya tak bisa ia hindari.


"Aku hanya ingin menuntut balas atas kematian keluargaku Henry, aku hanya ingin membalas dendam untuk keluargaku," ucap Ayara terbata.


"Mereka bukan hanya keluargamu, mereka juga keluargaku. Kau harus pahami itu, aku pun punya keinginan yang sama sepertimu tapi aku harus memikirkan jalan terbaik supaya tak menjadi Boomerang untuk kita nantinya sayang," sahut Henry melembut.


"Lalu menurutmu sekarang aku harus duduk dan pasrah begitu? aku tak bisa melakukan itu Henry aku tak bisa hikss...


Melihat Ayara menangis Henry langsung memeluk istrinya itu dengan erat, ia berusaha menenangkan sang istri yang kembali down karena kecelakaan pesawat itu. Sebenarnya ia tak tega namun ini adalah permintaan langsung dari kedua mertuanya Raisa dan Alfredo, mereka tak mau Ayara menjadi kejam seperti Ryuichi ayah kandungnya. Walau bagaimanapun dalam darah Ayara mengalir darah Yakuza oleh karena itu Raisa tak mau Ayara akan menjadi seperti ayahnya, maka dari itu ia berpesan pada Henry untuk menahan Ayara agar tak bertindak gegabah supaya tak mengacaukan rencana utama Henry dan Alfedro yang akan menyerang Ryuichi bersamaan setelah semua persiapan selesai.


Alfredo dan Raisa tak tau bahwa selama ini Ayara adalah orang yang selalu membantu Alfredo, setiap Alfredo mengalami masalah Ayara pasti langsung bertindak cepat dan rapi sehingga tak ada yang mengetahuinya. Yang mereka tau tentang Ayara adalah seorang gadis manja yang tak bisa hidup mandiri, oleh karena itu saat mengetahui Ryuichi mulai menyerang mereka langsung bertindak cepat dengan menyerahkan Ayara pada Henry untuk dijaga.


Henry sendiripun tak tau kalau istrinya mempunyai kemampuan yang tak ia bayangkan, ia hanya tau kalau istrinya bisa beberapa ilmu pertahanan diri. Namun ia tak tau bahwa kemampuan Ayara jauh diatas itu, apalagi dengan Cecar ada disampingnya. Cecar pun selama ini belum pernah membocorkan apa yang biasa ia lakukan dengan Ayara selama ini, karena ia tak berani melakukan itu. Ia hanya membiarkan Henry tau kalau dirinya mempunyai kemampuan yang hebat di dunia cyber tanpa membongkar apa yang bisa Ayara lakukan.


"Semuanya akan baik-baik saja sayang, percayalah padaku. Biarkan aku yang mengurus semuanya, kau hanya cukup menunggu saja dirumah," bisik Henry pelan sambil membelai rambut Ayara dengan perlahan.


"Aku hanya ingin tau, apalah ini murni kecelakaan atau ada konspirasi orang lain Henry?" tanya Ayara lirih.


Henry melepaskan pelukannya dari Ayara dan menatapnya penuh cinta sambil menyeka air mata yang menganak sungai diwajah cantik istrinya itu.


"Aku sedang meminta Owen untuk membawa penghianatnya kemari sayang," jawab Henry sambil tersenyum.


"Pengkhianat, apa maksudmu dengan penghianat? ada orang yang berkhianat pada daddy maksudmu!!" ucap Ayara dengan nada meninggi.

__ADS_1


"Yes, kau akan melihatnya sendiri sesaat lagi sayang jadi kau tak bertanya-tanya lagi," sahut Henry pelan.


"Benarkah!!! ya sudah pergi kalau begitu ayo!!!" pekik Ayara penuh semangat sambil berusaha berdiri.


Henry terkekeh saat melihat Ayara berdiri penuh semangat, ia tak menyadari kalau dadanya terekspos dan kissmark di bukit indah sebelah kirinya terlihat jelas. Dengan cepat Henry bangun dari ranjang, ia lalu menarik Ayara ke meja rias yang letaknya tak jauh dari ranjang lalu berdiri dibelakang Ayara menghadap kaca di meja rias.


"Kau mau pergi dengan pakaian seperti ini?" tanya Henry lirih sambil meraba sepasang bukit indah kebanggan Ayara yang menyembul indah dari bra berenda yang saat ini terlihat jelas pasca blouse yang ia pakai di sobek Henry.


"Henry!!!" jerit Ayara keras saat menyadari bahwa pakaiannya tak sempurna lagi sambil berusaha menutupi dadanya yang terbuka, ia juga meringis saat melihat tanda kepemilikan yang dibuat Henry terlihat jelas didada sebelah kirinya.


"Jangan ditutup, aku masih mau melihat bertapa indahnya tubuhmu. Aku sudah tak sabar ingin melakukan itu denganmu sayang," bisik Henry pelan ketelinga Ayara, hembusan nafasnya yang panas langsung menerpa leher belakang Ayara dan akhirnya membuat Ayara menggelinjang.


"Henry no...im not ready yet," jawab Ayara terbata sambil berusaha melepaskan pelukan Henry.


Henry tersenyum mendengar perkataan Ayara, ia lalu membalik tubuh Ayara dan menatapnya tajam.


"Kalau kau tak mau melakukan itu denganku bagaimana kita punya anak sayang?" tanya Henry serius.


"Anak?" tanya balik Ayara terbata.


"A--ku...


Tok


Tok


Tok


"Nona bos maaf menggangu, aku ingin memberitahu tuan Henry bahwa Owen sudah kembali," ucap Cecar dari balik pintu.


"Baiklah Cecar kami keluar, minta Owen membawanya ke ruang kerja daddy," jawab Henry setengah berteriak.


"Baik tuan bos," sahut Cecar singkat, ia lalu turun kembali kelantai satu meninggalkan Henry dan Ayara yang masih ada didalam kamar kedua orangtuanya.

__ADS_1


"Owen dia...


"Iya dia datang membawa sang penghianat, kau siap untuk bertemu dengannya?" tanya Henry dengan cepat memotong perkataan Ayara.


"Yes, im ready," jawab Ayara penuh semangat.


"Ok kita turun tapi kau harus berganti pakaian dulu sebelum turun, aku tak mau tubuh indah milikku ini dilihat orang lain," ucap Henry pelan sambil me.re.mass salah satu bukit indah Ayara perlahan.


"Henry akhh stopp," pinta Ayara sambil mendesah.


Henry kemudian menarik tangannya dari dada Ayara, ia lalu mengajak Ayara keluar dari kamar mertuanya dan menuju kekamar Ayara yang letaknya tak jauh dari kamar mertuanya setelah ia memberikan jas mahalnya untuk dipakai Ayara supaya blouse-nya yang sobek tak terlihat.


Sesampainya didalam kamar sang istri Henry tersenyum ketika melihat busur panah kedatangan Ayara terpasang apik diatas meja, saat Ayara sedang berganti pakaian di dalam ruang ganti ia bisa melihat jelas tubuh Ayara yang hanya tertutup dengan bra dan panties saja. Darah lelakinya berdesir ketika melihat kemolekan tubuh sang istri yang dapat ia lihat dari pintu yang tak tertutup sempurna, sebagai lelaki normal ia langsung mendekati Ayara yang baru selesai memakai celana jeans dan bersiap memakai kemeja, namun pada saat ia akan meraih kemejanya yang tergantung Ayara dikagetkan dengan kehadiran Henry yang ada diruang gantinya.


"What are you doing?" tanya Ayara dengan cepat sambil menyilangkan tangannya di dada untuk melindungi dadanya yang masih tertutup bra.


"Aku sudah tak kuat sayang," jawab Henry jujur.


"Henry ingat apa yang aku katakan tadi, aku belum selesai datang bulan lagi pula aku juga belum siap untuk...


Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya karena ia sudah ditarik oleh Henry kedalam pelukannya dan dengan cepat Henry menciumnya penuh gairah, detak jantungnya terasa berdegup sangat kencang saat memeluk tubuh Ayara yang hanya terlindungi dengan bra saja dibagian atas.


Tanpa Ayara duga Henry sudah melepaskan pengait bra yang sedang ia pakai sehingga dadanya langsung terbuka tanpa pelindung, saat melihat kedua bukit indah ranum milik Ayara tak terlindungi lagi dengan cepat Henry melancarkan aksinya. Ia meraihnya dan menikmatinya sambil memejamkan mata, Ayara yang belum pernah mengalami hal seperti itu menjerit dan mendesah dengan bulu kuduk yang sudah berdiri.


"Kau milikku Yara," ucap Henry lirih saat sedang menikmati puncak bukit indah Ayara yang berwarna pink muda dan masih bulat sempurna karena belum pernah tersentuh.


"Henry stopp...aku tak kuat berdiri," jawab Ayara terbata sambil menjambak rambut Henry agar menghentikan kegiatan di dadanya.


Alih-alih melakukan apa yang Ayara perintahkan Henry justru menyesap dengan kuat bak anak bayi yang sedang kehausan sehingga membuat Ayara seperti benar-benar bukan dirinya lagi.


"Welcome to my world," bisik Henry lirih ketelinga Ayara sambil memeluk erat tubuh istrinya yang sudah sangat panas.


🌼 bersambung 🌼

__ADS_1


Jangan lupa Vote, ratting dan like.


Lalu baca juga novel Thor lainnya yang berjudul : 🌹 Faith 2 the return of the prince 🌹


__ADS_2